
Happy Reading...
Arya Mencari keberadaan Barang yang terjatuh disaat dia mengambil Pakaian ganti yang disediakan oleh Delia untuk Arya, dan tidak sengaja menjatuhkan Sebuah kotak yang berada di atas bantal.
Arya kemudian mencari benda yang dia jatuhkan tanpa sengaja itu, dan akhirnya dengan susah payah Arya mendapatkan kotak itu yang terselip dibawah ranjang king size-nya.
Setelah mendapatkan kotak itu, Arya kepo dengan isi dari kotak itu dan tanpa berfikir panjang lagi, Arya kemudian membukanya dan Betapa terkejutnya Arya ketika memegang isi kotak itu, yaitu sebuah Testpack yang bergaris Dua Merah.
Arya sangat bahagia dan gembira Setelah mengetahui apa isi dari kotak yang terjatuh itu. Saking gembiranya Arya sampai jingkrak-jingkrak di tempatnya dan tidak menghiraukan keadaannya yang hanya memakai handuk saja.
Karena Arya yang jingkrak-jingkrak Akhirnya Handuk yang dipakainya melorot sampai ke lantai kamarnya. Hal itu tak luput dari penglihatan Delia. Karena Delia tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
Delia pun berteriak tanpa aba-aba langsung menutup Matanya ketika melihat suaminya yang sudah tela***** Tanpa memakai apa pun.
"Aaaaahhh Kakak" Teriak Delia yang suaranya naik beberapa oktaf saking kagetnya dan langsung menutup ke Dua Matanya.
Arya Hanya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Delia. Dan Arya segera mengambil handuknya yang sudah teronggok di lantai dan bergegas ke kamar ganti pakaian untuk memakai pakaiannya.
Delia berjalan ke arah ranjangnya dan mencari kotak yang tadi dia simpan. Dan Delia tidak menemukan keberadaan kotak itu.
"Apa mungkin kakak sudah menemukan keberadaan kotak itu yah?? pantesan reaksinya seperti itu" ucap Delia sambil tertawa mengingat kejadian beberapa detik yang lalu.
Arya keluar dari kamar ganti dan segera menuju Tempat istrinya berada.
"Delia, apa ni punya kamu sayang" tanya Arya Wiguna Albert Kim Said Kepada Istrinya sambil menunjukkan testpack yang ada di tangannya.
Delia tidak menjawab pertanyaan dari Arya dan hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman Manis Saja.
"Alhamdulillah Makasih Banyak Sayang, kamu telah memberikan kado terindah dalam hidupku, yaitu calon anak ke tiga kita" ucap Arya yang sangat bahagia.
Arya langsung memangku Delia ke atas pangkuannya dan memeluk istrinya dari belakang. Saking bahagianya sampai-sampai Arya memeluk erat tubuh Delia dan membuat Delia susah bernafas.
"Kak lepasin dong pelukannya, Delia sulit bernafas nih kak" ucap Delia.
Arya langsung melepaskan pelukannya dan segera memeriksa keadaan Istrinya.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang, mana yang Sakit, sini Kakak lihat??" berbagai pertanyaan Arya lontarkan kepada Delia.
Delia bahkan Merasa Heran dengan reaksi Arya. Delia berfikir mungkin seperti ini lah Reaksi Arya dulu waktu dia mengandung si kembar tapi sayangnya mereka terpisah jarak dan waktu oleh keadaan.
"Alhamdulillah Delia baik-baik saja kok kak" jawab Delia.
"Alhamdulillah kalau kamu baik-baik saja" ucap Arya.
__ADS_1
Arya segera menelpon dokter pribadi Oma Estella. Arya Ingin memeriksa keadaan dari istrinya karena Arya takut Jika Terjadi sesuatu diakibatkan oleh pelukannya kepada sang istri.
Arya membaringkan tubuh Delia dan menyuruh Delia untuk berbaring Saja.
"Kamu jangan banyak gerak yah sayang, kamu harus banyak istirahat" ucap Arya.
"Kakak aku kan bukan orang yang penyakitan tapi aku hanya hamil kok" ucap Delia sambil bangkit dari tidurnya.
"Iya kakak tahu kamu bukan orang yang lagi ngidap penyakit tapi lagi mengandung penerus Wiguna" ucap Arya sambil jongkok di depan Istrinya.
Arya mengelus perut Istrinya yang masih datar.
"Jangan nakal yah sayang di dalam sana, kasihan Mama kamu kalau kamu nakal" ucap Arya sambil mencium Perut Delia.
"Jadi Ayah harus puasa dulu yah Nak" ucap Arya sambil cengengesan Karena rencananya yang ingin menggempur sang istri harus dipending dulu.
Delia Hanya tersenyum dan mengelus surau suaminya.
Arya membaringkan tubuh istrinya dan ingin menindih tubuh Delia tapi,
Tiba-tiba Delia mengeluh dan merasakan sakit di daerah perutnya.
"Aaaahhh Sakit KaK" ucap Delia sambil memegang perutnya yang terasa melilit dan diremas-remas.
"Bagian mana yang Sakit Sayang?" tanya Arya.
"Perutku kak, sakit banget" ucap Delia sambil terus memegang perutnya.
Dan tanpa sengaja Arya memegang cairan yang berwarna merah dibagian kaki Delia.
"Sayang kok ada darah??" Tanya Arya sambil mengangkat tangannya yang penuh dengan noda darah.
Delia tidak kuasa menahan sakitnya Akhirnya Delia pun menangis. Arya segera menghubungi Paman Park Ji-Sung untuk segera ke kamarnya, tapi sebelum Paman Park Datang, Delia sudah pinsang dan Arya segera mengangkat Tubuh Istrinya dan berlari ke arah garasi Mobilnya dan berteriak kepada Paman Park Ji-Sung kalau mereka akan ke rumah sakit.
Semua orang yang berada di rumah itu panik dan Kaget melihat Tuan mudanya berteriak sambil menggendong Istrinya.
Arya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dan selalu mengajak Delia untuk berbicara walaupun Delia sudah tidak sadarkan diri.
Untung Saja rumah sakit tidak berada Jauh Dari rumah Oma Estella. Paman Park Ji-Sung dan dia orang ART ikut di belakang mobil yang Arya pakai. Rombongan Paman Park memakai mobil milik Oma Estella yang lainnya.
Arya segera menggendong Istrinya Masuk ke dalam rumah sakit. Arya kembali berteriak untuk memanggil dokter dan perawat untuk segera menangani Istrinya. Untung saja Paman Park sudah menghubungi pihak rumah sakit sebelum Arya Datang. Karena Rumah sakit yang Arya datangi adalah rumah sakit milik keluarga Wiguna.
Perawat segera membantu Delia naik ke brangkar rumah sakit. Semua Dokter yang berjaga saat itu pun datang ke arah Delia. Dokter segera memeriksa keadaan dari Delia.
__ADS_1
"Segera siapkan kamar operasi" ucap dokter wanita itu.
Arya kaget mendengar berita itu.
"Maksudnya dokter istri saya mau dioperasi, emangnya apa yang terjadi pada dirinya Dok?" tanya Arya.
"Istri Anda mengalami pendarahan di bagian rahimnya jadi kami harus segera melakukan tindakan operasi segera untuk menyelamatkan nyawa dan calon bayi bapak" ucap dokter laki-laki itu.
Delia segera di bawah ke dalam kamar Ruang operasi. Paman Park dan dia orang ART juga sudah datang. Arya melarang Paman Park untuk menyampaikan hal ini kepada keluarga besarnya yang ada di Indonesia.
"Paman jangan beritahukan musibah ini kepada Mama Elisabeth dan yang lainnya, aku tidak ingin mereka khawatir" ucap Arya dengan wajah yang sudah pucat pasi takut melihat kondisi dari Delia yang sudah tidak sadarkan diri.
"Baik tuan Muda, dan sebaiknya tuan muda mengganti pakaian dulu, Karena pakaian Tuan Muda sudah kotor, aku Saja yang menjaga Istrimu selama kamu pergi" ucap Paman Park Ji-Sung sambil menyodorkan paper bag ke tangan Arya.
Arya memperhatikan pakaiannya yang sudah penuh dengan noda darah segar.
Arya mengambil pakaian yang diberikan oleh Paman Park Ji-Sung, dan segera ke kamar ganti yang ada di rumah sakit yang telah disediakan paman Park untuknya.
Sudah 3 jam berlalu tapi operasi yang dilakukan oleh Dokter terhadap Delia Belum memperlihatkan tanda-tanda kalau akan berhenti.
Tiba-tiba pintu ruangan operasi terbuka dan keluarlah seorang perawat.
Arya segera mendatangi perawat tersebut.
"Maaf sus, apa yang terjadi dengan istriku kok operasinya belum selesai??" tanya Arya.
"Maaf Pak, operasinya Belum selesai dan kami membutuhkan 2 kantong lagi darah" ucap perawat itu.
Paman Park segera mengambilkan Beberapa kantong darah dan menyerahkan kantong darah itu ke tangan perawat.
"Makasih pak" ucap perawat itu sambil kembali ke dalam ruang operasi.
Kim dan beberapa keluarga besar Wiguna yang ada di Seoul telah datang dan menguatkan hati Arya agar tidak putus asa dan terus berdo'a
TBC...
Apa yang terjadi dengan Delia dan calon D' Bayinya yah???🤔🤔🤔.
Yang penasaran so ikuti terus Updatenya yah untuk menghindari Rasa penisirinya.😅
Tetap Favoritkan BDP yah Readers untuk mendapatkan Notif Updatenya.🙏🙏
Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada BDP dengan Cara Like, Rate Bintang 5, FAVORITKAN DAN KOMENTAR juga Gaesss.
__ADS_1
Makasih banyak 🙏🙏💪.