
HAPPY READING...
Ke Esokan Harinya, Adrian Martadinata kembali ke rutinitasnya. Yaitu ingin mengeksekusi pelaku dan pembuat onar di perusahaan Sinopec Group. Adrian tidak akan memberikan ampunan dan tidak ingin menerima kata maaf dari mereka.
Adrian melenggang ke dalam perusahaan Sinopec Group bagaikan bak model pria yang berjalan di atas catwalk. Ketampanan wajahnya dan penampilannya dalam berbusana membuat Semua mata tertuju Hanya kepadanya. Ketampanannya membuat para kaum Hawa terpesona kepada Adrian.
Bahkan banyak yang sudah bermimpi menghangakan ranjang Pria yang masih betah dengan status jomblonya. Maklumlah New York city gitu. Kota metropolitan yang kehidupan Orang-orangnya Bebas melakukan apa pun termasuk bergonta ganti pasangan. atau pun Free ***.
Adrian tidak menghiraukan tatapan bahkan godaan dari para wanita yang dilaluinya. Adrian terus berjalan ke dalam Kantornya. Secantik apa pun Wanita yang ada di depannya Tak dihiraukan oleh Adrian Karena Bagi Adrian Hanya Emilia lah yang selalu ada diHati dan di Pelupuk matanya. Bahkan jika ada Cewek yang telanjang di depannya tidak akan membuat Dirinya goyah.
Orang kepercayaannya sudah menunggu kehadirannya untuk mengeksekusi pelaku korupsi milliaran di Perusahaan Sinopec Group.
Adrian membuka pintu ruangan itu tanpa basa-basi dan langsung duduk di kursi kebesarannya.
"Bawa Mereka ke tempat biasa dan jalankan semuanya sesuai yang sudah aku jelaskan" perintah Adrian Kepada Anak buahnya.
"Baik Bos" ucap Bastian.
"Nicolas! Apa agendaku selanjutnya??" Tanya Adrian kepada Nicolas.
"Jam 7 Acara ulang tahun pernikahan pemilik perusahaan Global Utama TBK,dan Mereka mengundang Bos secara pribadi untuk menghadirinya" jelas Nicolas.
"Apa Pakaian yang Aku pesan kemarin sudah jadi??" tanya Adrian.
"Maaf Bos kata Desainernya Bos harus ke Butiknya untuk diukur ulang agar pakaian Bos Pas" ucap Nicolas.
"Di Mana Alamat Butiknya??" Tanya Adrian.
Nicolas segera memberikan alamat lengkap Butik langganan Perusahaan Sinopec Group jika ingin menjahit atau pun memesan baju.
"Aku serahkan semuanya kepadamu dan ingat jangan sampai ada lagi kesalahan" ucap Adrian sambil mengambil jasnya yang ada di gantungan Jas dan bersiap ke Butik Andreas. Nama Butik itu Andreas, Butik yang sudah Lama menjadi langganan Perusahaan Sinopec Group.
Adrian berjalan Ke Parkiran Mobil khusus
pemilik perusahaan. Setengah perjalanan, Tiba-tiba Lampu Merah menyala. Semua pengendara berhenti. Begitupun halnya dengan Adrian. Adrian mematikan AC mobilnya dan membuka jendela Mobilnya. Alangkah terkejutnya Adrian ketika menolehkan Kepalanya ke Arah Kanan mobilnya.
Adrian melihat seorang Cewek di atas Jembatan yang mirip dengan Orang yang selama ini Dia rindukan. Adrian menajamkan matanya dan tak lupa mengucek matanya untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak salah lihat.
Ininlah sosok Cewek yang dilihat Oleh Adrian. Cewek yang selama ini Dia Rindukan. Adrian ingin turun dan mendekati perempuan itu Tapi Tiba-tiba lampu Hijau menyala.
Adrian memukul Setir Mobilnya Karena langkanya terhalang oleh Lampu Hijau.
Adrian terpaksa melanjutkan perjalanannya ke Butik Andreas. Karena Jalan New York city yang Macet, sehingga Adrian terlambat datang ke Butik, padahal Adrian sudah berjanji untuk bertemu dengan pemilik Butik itu.
Setelah Lampu Hijau menyala, Adrian segera mengemudikan mobilnya menuju Butik. Adrian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena Jam sudah menunjukkan pukul 4 Sore dan Jas yang dipesannya Belum selesai.
Adrian memarkirkan mobilnya pas Depan Pintu masuk Butik. Adrian berlari kecil ke dalam Butik.
Kedatangan Adrian membuat Semua mata yang ada di Dalam Butik menoleh ke arah pintu masuk. Mereka terpesona Dengan Adrian. Wajah asli Orang Asia yang jarang mereka lihat dalam keseharian mereka.
Tanpa ada satu Orang yang kaget melihat kedatangan Adrian. Orang itu segera membuka Galeri Handphonenya dan memeriksa Foto seorang Anak Laki-laki.
__ADS_1
Orang itu shock dan kaget setelah membandingkan wajah Pria yang baru datang dengan Foto anak laki-laki itu.
"Ini tidak mungkin ya Allah, untung saja Dia sudah pulang" ucapnya.
"Maaf Mbak Apa Pemilik Butik ada??" Tanya Adrian.
Pegawai yang ditanya Oleh Adrian Hanya melongok dan mematung tak tahu harus berbuat apa setelah berhadapan langsung dengan Adrian. Bahkan jantung pegawai itu berdendang bagaikan genderang mau perang.
Salah Satu pegawai lain Segera bertindak untuk membantu temannya yang sudah jadi patung itu.
"Apa Bapak sudah janji sebelumnya dengan Ibu??" Tanya Pegawai B.
"Aku sudah janji tadi jam 4 Tapi karena Jalan Macet jadi, Saya terlambat datang" ucap Adrian.
"Maaf Pak, kalau Ibu Emily Sudah pulang dari setengah jam yang lalu dan yang ada di dalam Hanya ibu Astrid Salah satu pemilik Butik ini Juga pak" ucap Pegawai B.
"Kalau boleh tahu Bapak ada perlu apa dengan ibu??" Tanya pegawai A yang sempat termangu melihat Adrian.
"Saya ke sini disuruh oleh pemilik Butik untuk mencoba jas yang Saya pesan, Tanya saja bosmu bilang orang dari perusahaan Sinopec Group datang ingin mengambil jasnya" ucap Adrian.
"Tunggu sebentar yah pak, Saya Telpon Ibu Dulu" ucap Pegawai B.
Setelah pegawai itu menelpon, Adrian diantar oleh pegawai B ke dalam ruangan kerjanya sang pemilik Butik.
Pegawai B mengetuk pintu Ruangan Kerja Pemilik Butik Andreas.
"Silahkan masuk pak" ucap Perempuan yang ada dalam dalam.
"Silahkan duduk" ucap Astrid.
"Bapak yang Dari Perusahaan Sinopec Group yah" Jawab Grogi Astrid.
"Iya, Saya ke sini mau mengambil Jas yang Saya pesan Dua hari Lalu" ucap Adrian.
"Semuanya sudah beres pak tapi alangkah bagusnya kalau bapak coba dulu sebelum Bapak Ambil" Ucap Astrid yang berjalan ke arah lemari tempat pakaian yang sudah jadi.
Adrian segera mencobanya. Dan Jas itu sangat cocok ditubuh Adrian.
"Aku suka dengan hasil jahitan kalian" ucap Adrian memuji.
"Alhamdulillah kalau Bapak suka". ucap Astrid.
Pintu Ruangan Astrid terbuka dan Masuklah anak kecil. Anak kecil itu berlari ke arah Astrid.
"Mami Michelle Sudah pulang Mami" ucap Michelle.
Adrian memperhatikan reaksi antara Astrid dan anak kecil itu. Tapi setelah memperhatikan beberapa saat, Adrian tersenyum melihat Wajah dari gadis kecil itu. Gadis kecil yang Dia rindukan dan Adrian Cari keberadaannya.
Adrian tidak jadi pamit kepada Astrid. Dan masih betah duduk di kursinya.
"Hello Michelle" ucap Adrian kepada Michelle.
"Hello juga Uncle Adrian" Ucap Michelle sambil turun dari pangkuan Maminya lalu berjalan ke arah Adrian, dan langsung naik kepangkuan Adrian.
__ADS_1
"Uncle Adrian! Michelle kangen loh" ucap Michelle.
"Gimana kabarnya Princess Michelle?" Tanya Adrian.
"Alhamdulillah baik Uncle Adrian" jawab Michelle.
Astrid kaget dengan interaksi Antara Putrinya dengan Langganannya. Astrid heran kok mereka saling kenal, padahal selama ini Anaknya tidak pernah menceritakan hal ini.
"Mami Astrid, kenalkan ini Teman Baru Michelle dari Indonesia, tempat lahirnya Mami" ucap Michelle.
Astrid tidak menanggapi perkataan Putrinya. Astrid masih bengong dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Ya Allah kebetulan apa kah ini, apa ini Jalan yang Engkau pilihkan untuk mereka??" tanya Astrid dalam hatinya.
"Uncle Adrian coba ceritakan Gimana kondisi dari Negaranya Uncle??" Tanya Michelle.
"Sudah dong Sayang Tanya-tanyanya Uncle mau ke Pesta loh takutnya nanti uncle Adrian terlambat, iya kan Pak?" Tanya Astrid yang ingin segera menyudahi percakapan Michelle Dengan Adrian.
Astrid terus melihat ke arah jam di dinding. Karena jam sudah menunjukkan pukul 6 Malam berarti temannya beserta anaknya akan datang ke Butik. Astrid mencari Segala Cara agar Adrian segera pulang karena Astrid Khawatir dengan kedatangan temannya.
Tiba-tiba Handphone Adrian berdering.
"Uncle angkat telpon Dulu yah princess" ucap Adrian sambil menurunkan tubuh Michelle dan mendudukkan Michelle di kursi.
"Maafkan Uncle, Princess Uncle ada acara yang tidak bisa uncle tunda, uncle Pamit dulu yah" ucap Adrian sambil jongkok di depan Michelle agar Tubuh Adrian sejajar dengan tubuh Michelle Yang duduk di kursi.
"ga apa-apa kok Uncle, tapi lain kali uncle datang lagi yah ke sini" ucap Michelle.
"Insya Allah Princessnya Uncle Adrian" ucap Adrian.
Sebelum pulang Adrian memberikan sebuah kartu namanya Kepada Michelle.
"Makasih Uncle, hati-hati di jalan Uncle" ucap Michelle.
Adrian bergegas masuk ke dalam Mobilnya, karena sudah terlambat untuk datang ke pesta ulang tahun Perusahaan Global Utama TBK. Mobil sedan putih pun berhenti di depan pintu masuk Butik Andreas pas Ketika mobil Adrian baru jalan.
TBC...
🌹TYPO MOHON DIMAKLUMI 🌹
Adrian tidak berhasil bertemu dengan Ibu pemilik Butik Andreas. Kapan mereka ketemu yah Readers????🤔🤔.
Yang mempertemukan Mereka so ikuti terus kelanjutan Kisah Adem " Adrian Emilia" Yah Readers.
Beberapa bab ke depan Fania akan fokus ke kisah mereka Dulu yah.. Untuk sejenak kita tinggalkan Ke uwuan Arya dan Delia.
FANIA kembali mengingatkan untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.
Makasih banyak 🙏🙏
by FANIA Mikaila AzZahrah
Makassar, Tgl, 2 Februari 2022
__ADS_1