
Happy Reading..
Hubungan antara Hyuna dan Alan semakin dekat dan akrab. Hubungan mereka pun sudah sampai ke telinga ke dua orang tua Alan. Tetapi Alan tidak mengetahui hal tersebut karena hal itu adalah rencana dari Mommy kece dan Mama Elisabeth. Mereka berencana untuk menjodohkan Hyuna dan Alan setelah mereka balik dari Australia. Mereka sudah sepakat untuk ke Australia dalam rangka menghadiri acara akad nikah dan resepsi pernikahan Aditya dan Helena.
Beberapa hari kemudian, Rombongan anak-anak dan Cucu-cucu Wiguna bertolak kembali ke Ibu kota. Mereka akan melanjutkan aktifitasnya seperti biasa. Hanya dua hari saja mereka ada di Negara Tercinta dan mereka akan berkunjung ke Australia. Yang ikut dalam rombongan tersebut hanya pasutri saja sedangkan anak-anak mereka tidak ikut. Eliana dan Mark memutuskan untuk beberapa hari lagi tinggal di Indonesia, setelah balik dari Australia baru lah mereka kembali ke London, Inggris.
Hari Sabtu pagi mereka berangkat ke Bandara. Sedangkan pak Wiguna dan Mama Elisabeth tidak bisa ikut gabung dengan mereka, karena ada beberapa tender proyek kerjasama yang harus Pak Wiguna tangani sehubung Pak Wiguna belum mendapat Asisten pribadi pengganti dari Rangga. Kondisi Rangga masih seperti sebelumnya belum ada tanda-tanda perubahan dan perkembangan dari kesehatan Rangga.
Aulia setiap hari selalu datang untuk menemani Rangga di dalam kamar perawatannya walaupun Rangga belum Sadar juga dari komanya.
Sedangkan di dalam Pesawat pribadi milik Arya Wiguna, semua pasangan suami istri sudah duduk di kursi penumpang yang mereka pilih. Arya dan Delia, Emre dan Rina, Adrian dan Emilia, Mark dan Eliana sedangkan si pengantin baru yang ahli goyang bebek juga sudah duduk manis di kursi yang sudah disiapkan. Awalnya Hyuna dan Alan tidak berencana untuk ikut tapi karena desakan dari Dessy sehingga mereka pun ikut. Hanya Hyuna dan Alan yang duduknya agak jauhan.
Hyuna yang asyik mendengar musik sedangkan Alan yang sibuk mengerjakan pekerjaannya lewat laptopnya yang bertengger di pangkuannya. Pesawat pun meninggalkan negara tercinta. Perjalanan menempuh kurang lebih 19 jam dari Indonesia ke Australia. Sehingga para mommy kece memutuskan untuk beristirahat sedangkan para hot Daddy memilih untuk beraktivitas, ada yang membaca Novel BDP, ada yang membaca majalah dan yang lainnya. Keesokan harinya sekitar jam 3 Siang pesawat mereka berhasil mendarat dengan selamat di Bandara internasional Sidney.
Mereka disambut oleh Helena, awalnya mereka tidak mengenali Helena dikarenakan gaya berpakaian Helena sudah tertutup dan tidak seperti waktu datang ke Indonesia yang pakaiannya agak seksi dan terbuka.
Semua mata yang memandang Helena kagum dengan perubahan Helena.
Helena langsung memeluk Delia, Dessy, Emilia, Eliana,Rina dan Hyuna dengan bergantian.
"Assalamu alaikum Helena" ucap salam Delia.
"Waalaikum salam Delia" jawab salam Helena.
"Kamu semakin cantik loh dengan penampilan barumu" puji Dessy.
Helena tersenyum malu-malu dengan pujian Dessy.
"Iya betul kata Desy dengan dandanan mu yang sekarang ini aku yakin Aditya pasti akan Semakin sayang dan jatuh cinta sama kamu" ucap Eliana.
"Amin, Alhamdulillah Kakak, makasih atas pujiannya" ucap Helena.
__ADS_1
Mereka berbincang-bincang sambil berjalan ke arah Mobil yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka. Rombongan mereka dibawah ke salah satu hotel terbaik di Sidney Milik keluarga Helena.
Mereka sudah duduk di dalam mobil. Mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka yang sempat tertunda.
"Alhamdulillah berkat kalian semua sehingga aku memutuskan untuk berhijrah" ucap Helena yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya di depan yang lain.
"Maksudnya Helena, Aku kurang mengerti dengan ucapanmu??." tanya Emilia.
"Sewaktu aku ke Indonesia aku merasa kok aku serasa ditelanjangi oleh kalian loh dan diantara kalian cuma aku yang tidak pakai Hijab, karena itu lah aku memutuskan untuk memakai hijab dan Alhamdulillah orang tua dan calon mertuaku mendukung pilihanku ini" terang Helena panjang lebar.
"Alhamdulillah Kalau begitu, kami sangat senang jika kamu sudah memutuskan hal itu" ucap Rina.
"Moga Istiqomah yah Helena" ucap Delia sambil memegang tangan Helena.
"Amin yra" jawab Helena yang tersenyum manis ke arah mereka.
Sedangkan di kediaman Orang tua Aditya, Daddy Aditya kaget saat melihat dengan jelas gelang yang dipakai oleh Aditya. Aditya kaget dengan reaksi Daddy-nya.
Aditya bingung dengan sikap daddy-nya yang tidak seperti biasanya. Ada raut wajah sendu yang terlihat dari wajah daddy-nya.
"Aditya ke ruangan Daddy dulu" ucap Aditya yang sudah selesai makan malam.
"Ya Allah, apa itu Gelang yang pernah aku kasih ke Kim Nara? tapi itu tidak mungkin, kenapa bisa Aditya memakai gelang itu??" tanya daddy-nya Aditya pada dirinya sendiri.
Aditya pun berjalan ke arah Ruangan pribadi daddy-nya. Aditya harap-harap cemas karena takut jika apa yang Dia rasakan kepada Helena ketahuan oleh daddy-nya.
"Kim Nara, Aku sangat merindukanmu Sayang, hati ini masih seperti dulu walaupun aku sudah hidup dengan wanita lain, tapi posisi kamu di dalam hatiku tidak akan terganti sampai kapan pun" ucap Daddy-nya Aditya yang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat Figura seorang wanita cantik. Wanita tersebut lah yang mampu menggetarkan hati dan perasaannya serta wanita itu lah yang merubah sifat buruknya dulu.
Tidak lama kemudian Pintu pun diketuk oleh Aditya.
"Masuk saja" ucap daddy-nya.
__ADS_1
Aditya pun berjalan ke hadapan daddy-nya. Pak Edward melihat sekilas ke arah Aditya. Yang kemudian menyuruh Aditya untuk duduk.
"Apa Daddy bisa bertanya sesuatu kepada kamu??." tanya Pak Edward Ayah dari Aditya yang menatap ke dua mata putra sulungnya.
"Silahkan Daddy" jawab Aditya.
"Aditya, apa kah Daddy bisa kita bisa berbicara sementara waktu??." tanya Pak Edward Chen.
"Bisa, silahkan Dad" ucap Aditya.
Sebelum membuka sesi pertanyaan pak Edward melihat wajah putra sulungnya dengan seksama.
Tatapan pak Edwards yang tidak biasa beralih ke pergelangan tangannya. pak Edward secara refleks memegang tangan Aditya setelah yakin kalau gelang itu adalah gelang miliki Kim Nara waktu mereka menikah dulu pak Edward berikan sebagai mahar Kim Nara.
Aditya pun heran dengan sikap daddy-nya.
"Aditya kamu dapat gelang ini di mana??." tanya pak Edward yang sudah meneteskan air matanya.
Aditya tidak tahu harus menjawab apa karena Aditya takut ketahuan jika mereka bertunangan dan akan menikah karena adanya perjanjian antara dirinya dengan Helena.
"Maksud Daddy gelang ini yang aditya pakai??." tanya balik Aditya kepada daddy-nya sambil memegang gelang tersebut.
"Saya dapat gelang ini dari seseorang Daddy" jawab Aditya dihadapan daddynya.
"Tolong lah Aditya katakan kepada Daddy siapa pemilik gelang tersebut??." tanya pak Edward yang sudah tampak marah.
Akhirnya Aditya menjelaskan kepada daddy-nya siapa pemilik gelang tersebut dan menjelaskan kenapa gelang itu bisa sampai ada di tangannya.
Pak Edward tidak menyangka ternyata dirinya memiliki seorang putri tapi pak Edward belum yakin dan percaya kalau itu adalah milik anaknya. Pak Edward ingin bertemu langsung dengan gadis yang Aditya katakan adalah pemilik dari gelang tersebut.
TBC...
__ADS_1
Mata Fania tinggal 1 Watt, rencananya Fania Ingin crazy up.