Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 207. Shock dan Terkejut


__ADS_3

Happy Reading.....


Ketenangan orang-orang di kediaman Utama Keluarga Wiguna Albert Kim Said terganggu akibat ulah dari baby Arjuna. Semua orang sudah diperintahkan untuk mencari keberadaan baby Arjuna tetapi sudah hampir satu jam belum membuahkan hasil yang baik dan belum ada titik terang dari keberadaan Baby Arjuna.


"Apa sih kerjaan kalian menjaga satu anak kecil saja tidak becus, percuma kami membayar kalian mahal kalau cara kerja kalian yang sangat buruk, Tapi ingat baik-baik jika terjadi sesuatu kepada cucuku awas kalian yang akan menerima akibatnya" ucap Ibu ratu Mahdalena.


Mama Elisabeth hanya menatap kasihan kepada semua Baby sitter Arjuna yang kena marah dan Omelan yang menurutnya Luar biasa. Tetapi Mama Elisabeth sangat tahu karakter sepupu Suaminya yang sejak dari dulu karakternya seperti itu tetapi sebenarnya beliau itu baik. Mama Elisabeth langsung mendatangi baby sitter tersebut yang sedari tadi menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap ke arah mata majikannya.


"Maafkan neneknya Baby Arjuna yah, jangan dimasukin ke hati, dan aku yang akan menjamin pekerjaan kalian di sini" ucap Mama Elisabeth sambil berlalu dari hadapan mereka yang sudah seperti patung Pancoran saja.


"Alhamdulillah untung saja Nyonya besar orangnya baik tidak seperti ibu Ratu yang datang ke sini tiap hari hanya ngomel-ngomel saja" ucap baby sitter Baby Arjuna.


"Upps jangan bicara gitu entar gaji kita dipotong lagi dan ingat kita ini sedang puasa" ucap yang satunya.


"Ayok kita kembali mencari keberadaan baby Arjuna sebelum Nyonya besar kembali ke sini" ucap kepala pelayan.


Mereka kembali mencari keberadaan baby Arjuna tetapi hasilnya masih sama tetap nihil. Mereka kembali ke tempat ruang semula dan satu persatu Maid, Security dan baby sitter sudah kembali dan mereka masing-masing menggelengkan kepalanya tanda tidak menemukan keberadaan baby Arjuna.


"Bagaimana apa kalian sudah ada yang menemukan keberadaan baby Arjuna?." tanya Mama Elisabeth.


"Belum Nyonya besar, kami sudah mencari ke seluruh penjuru dan sudut ruangan tetapi tidak menemukan baby Arjuna" ucap Security A.


"Kami pun sudah menelusuri di seluruh bagian taman tapi tidak ada jejak sedikitpun dari baby Arjuna Nyonya" timpal tukang kebun.


"Kami juga sudah mencari keberadaan Baby Arjuna di dapur dan semua kolong Meja di lantai dasar dan dua tetapi hasilnya nihil, baby Arjuna tidak ada di sana" ucap chef B.


"Tapi masih ada sih Nyonya tempat yang belum kami datangi dan tempat itu yang tersisa dari sekian banyak ruangan yang kami priksa" ucap pak Security.


"Maksud kamu apa, tolong bicara yang jelas" ucap ibu Ratu.


"Kamar Nona muda yang belum sempat kami periksa karena kami takut jika masuk ke dalam dan membuat Nona muda terganggu dan akan ngamuk" ucap Security tersebut.


"Kalau gitu ayok kita langsung ke sana semoga Baby Arjuna berada di sana" ucap Mama Elisabeth yang segera berjalan ke arah kamar Hyuna.


Mereka berbondong-bondong berjalan mengikuti Langkah Mama Elisabeth. Dan mama Elisabeth langsung saja membuka kenop pintu kamarnya Hyuna. Semua terkejut dengan apa yang mereka lihat. Bahkan mereka tidak percaya dengan penglihatan mereka sendiri. Mama Elisabeth langsung berlari menuju arah Hyuna dan langsung memisahkan Hyuna dengan baby Arjuna.


Hyuna menggendong tubuh Arjuna Ingin melempar tubuh baby Arjuna ke luar lewat jendela. Hyuna tak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak melihat banyaknya orang yang berada di dalam kamarnya dan tiba-tiba langsung menangis histeris.


"Aku tidak ingin melihat dia, aku benci dengan ayahnya yang sudah meninggalkan aku sendiri di sini" ucap Hyuna yang sudah mulai kacau dan tidak terkendali melempar semua barang yang ada di dalam jangkauannya.


"Cepat amankan baby Arjuna dan telpon dokter Rindiani ke Sini cepat" teriak Mama Elisabeth yang sudah ketakutan melihat reaksi Hyuna yang tidak seperti biasanya.


Sedangkan Security sudah bertindak dan mengamankan Hyuna yang sudah mengamuk bahkan ada Dua pelayan yang terkena lemparan di kepala mereka masing-masing. Mereka mengikat tangan dan kaki Hyuna. Sambil menunggu kedatangan Dokter Rindiani.


"Ya Allah apa yang telah terjadi kepada kamu Nak, apa yang terjadi dengan kamu aunty tidak mengerti dengan keadaan kamu ini?." tanya Mama Elisabeth yang masih shock setelah melihat aksi dan amukan Hyuna.


"Mama kira kamu sudah baikan dan tidak akan bertambah parah penyakitmu tapi ternyata,...." ucap Ibu mertuanya Hyuna yang menangis tersedu-sedu.


Sedangkan baby Arjuna sudah diamankan ke dalam kamarnya dan mencoba untuk memberikan asi kepada baby Arjuna agar bisa tenang dan diam dari tangisnya.


Dokter Rindiani segera memeriksa kondisi Hyuna yang sudah histeris dan mengamuk untung saja tangan dan kakinya terikat kuat.


"Maaf Bu sepertinya Hyuna kita harus bawa segera ke rumah sakit jiwa karena ini sudah diluar kendali jika Hyuna melihat putranya lagi pasti Hyuna akan kembali mengamuk dan membahayakan kesehatan Hyuna dan baby Arjuna sendiri" terang dokter spesialis jiwa Dokter Rindiani.


Sedangkan ibu Ratu menangis tersedu-sedu mendengar perkataan dari Dokter yang menyarankan Hyuna segera dibawa ke RSJ saja.


"Apa itu jalan yang terbaik, apa sebaiknya dirawat di sini saja dokter?." tanya Mama Elisabeth.


"Maaf Tante ini jalan-jalan satu-satunya agar Hyuna bisa ditangani dengan baik dan segera sembuh" ucap dokter Rindiani.

__ADS_1


"Kalau itu yang terbaik maka lakukanlah dok, walau pun kami berat untuk mengambil keputusan ini" terang Mama Elisabeth.


Hyuna disuntik obat penenang sebelum dibawah ke rumah sakit dan ke Dua tangannya terpaksa harus diikat hal ini membuat Mama Elisabeth dan yang lainnya tidak kuasa untuk menahan tangisnya.


"Hyuna Maafkan Mama nak, semoga kamu segera sembuh dari penyakitmu jika kamu dirawat di RS" ucap Mamae Ratu.


Sedangkan ada seseorang yang berada di balik tembok kamar tidur Hyuna yang sedang menghubungi nomor handphone bosnya.


"Saya sudah berhasil menyuntikkan obat ini ke tubuh Hyuna bos". sambil melihat spoit bekas yang sudah dia pakai.


"Kerja yang bagus, tunggu aku akan transfer uang kamu segera" ucap orang tersebut di balik hpnya.


"Selama aku hidup aku tidak akan berhenti untuk membuat hidup anak cucumu bebas menghirup udara, setiap saat aku akan menghantui kehidupan kalian kecuali kamu Elisabeth datang kepadaku dan berlutut untuk meminta hidup bersamaku hahahaha" tawa Orang tersebut sangat lah aneh dan membuat orang sekitar merinding takut.


Arya dan yang lainnya tidak mengetahui kalau Hyuna mengamuk dan hampir mencelakai putranya sendiri. Mereka belum diberitahu karena mereka bingung dengan yang terjadi, sehari sebelumnya Hyuna sudah berbicara dengan maid yang sedang membawa makanan untuk Hyuna. Karena itu lah mereka heran dan terkejut melihat kondisi Hyuna yang benar-benar merasa shock hingga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Sedangkan orang yang berada di balik tembok tersebut tanpa sengaja menjatuhkan sebotol obat yang sama seperti yang dipakai untuk menyuntikkan obat tersebut ke tubuh Hyuna.


Musuh dalam selimut yang membantu melancarkan aksi Orang tersebut. Dan teman orang tersebut langsung menghapus jejak mereka di dalam cctv yang sempat terekam sebelum mereka mengganggu jaringan cctv dan mematikan cctv tersebut. Andai saja Arya atau yang lainnya ada di sana pasti hal ini tidak akan terjadi. Dimas berada di luar kota, sedangkan Arya Wiguna berada di Inggris sedangkan Emre pun berada di Turki bersama Rina. Karena Oma Emre sedang sakit dan keadaannya sudah kritis. Sehingga Emre dan Rina kembali ke Turki. Rina dan Emre pun mengalami ujian dalam rumah tangganya.


"Itu tidak mungkin Aunty, apa yang Aunty lakukan aku tidak akan pernah bisa meninggalkan Rina bahkan kalian mengambil semua hartaku aku tetap dengan keputusanku" kekeh Emre.


"Apa yang kamu harapkan dari perempuan macam dia haaaa, perempuan yang tidak ada apa-apanya, perempuan miskin yang hanya bisa hidup dibawah ketek suami, kenapa kamu tidak meninggalkan dia dan menikah dengan perempuan pilihan aunty dan uncle kamu?." teriak Aunty Emre sambil menunjuk ke arah wajah Rina.


Rina yang mendengar hal tersebut shock dan tidak berhenti menangis. Rina tidak menyangka kalau kedatangannya mereka kembali ke Turki hanya ingin dipisahkan.


Untuk mengingatkan kembali wajah Visualnya mereka versi othor yah



Arya Wiguna Albert Kim Said






Delia Paramitha Wirawan.





Rangga Azofa




5.



Dokter Aulia

__ADS_1





Emilia Wiguna




6.



Adrian.




8.Dessyj



Hyuna




9.



Eliana Wiguna




n



. Dim



To be Continued..


Typo Mohon dimaklumi 🙏


Makasih banyak ya 🙏


Tetap Dukung Bertahan Dalam Penantian Yah 🙏


Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.

__ADS_1


By FANIA Mikaila AzZahrah


Makassar, 06 April 2022


__ADS_2