Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 361. Perayaan Ulang Tahun Delia


__ADS_3

Happy Reading..


Sudah hampir sebulan ini pamannya Delia dirawat di RS DA. Mereka silih berganti berdatangan untuk menjenguk pamannya. Bibi Ainun sangat bersyukur karena masih ada beberapa keluarga suaminya yang selalu ada setiap saat.


"Delia makasih banyak atas bantuannya nak, tanpa kamu, Bibi pasti tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menyembuhkan penyakitnya pamanmu," Ucap sendu Bibi Ainun.


"Sama-sama, Bibi tidak perlu repot-repot untuk mengucap makasih padaku, ini sudah kewajiban Delia Bi," ujarnya dengan mengelus punggung tangan bibi Ainun.


Delia berada di rumah sakit hingga sore hari, mereka berbincang-bincang mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat Delia masih gadis. Dering hpnya membuatnya harus mengakhiri perbincangan mereka.


"Apa!!!!! Itu tidak mungkin, tunggu aku akan segera kembali," tuturnya Delia.


Bibi Ainun yang melihatnya segera bertanya karena penasaran dengan perubahan raut wajahnya Delia.

__ADS_1


"Delia apa yang terjadi?" Tanyanya Bibi Ainun.


"Maaf, Bi aku harus segera pulang, kapan-kapan aku akan ke sini lag," jawabnya.


Delia tergesa-gesa pulang ke rumahnya karena mendapatkan kabar jika menantunya Keyna pingsan, tapi tidak ada satupun orang di rumahnya terutama suaminya Zack Lee yang sedang berada di luar negeri.


Delia segera menghubungi nomornya Arya dan Zoe Saldana yang sedang berada di perusahaan. Delia segera pulang ke rumahnya untuk melihat kondisi terakhir dari menantunya sekaligus keponakannya itu.


"Ya Allah… lindungilah mereka, dan jauhkanlah anak-anakku dari segala marabahaya."


"Pak Supir tolong cepat sedikit," perintahnya dengan tidak sabar.


Delia semakin dibuat khawatir karena dari semua anaknya, satupun tidak ada yang mengangkat teleponnya. Pak Supir segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dengan perlahan tapi pasti, dia sudah sampai di rumahnya dan mobilnya sudah terparkir di garasi rumahnya.

__ADS_1


Delia segera turun dari mobilnya padahal mesin mobilnya belum berhenti dengan baik. Dia segera berjalan terburu-buru ke arah pintu rumahnya dengan rasa cemas yang sangat nampak di wajahnya. Kedua tangannya menarik gagang pintu.


"Selamat ulang tahun Mama," teriak semua orang yang berada di dalam rumah itu.


Delia terdiam dan terpaku melihat surprise dari anggota keluarganya. Delia menutup mulutnya saking bahagianya dengan kejutan ulang tahun yang diberikan oleh seluruh anggota keluarganya.


Satu persatu mereka memeluk tubuh Delia. Mereka saling bergantian untuk memberikan ucapan selamat kepada Delia. Hingga giliran Arya Wiguna suaminya.


"Happy birthday sayang," ucapnya Arya dengan memberikan sebuah kado ulang tahun terindah untuk Delia.


"Makasih banyak sayang, aku sangat bahagia dengan apa yang kalian berikan hari ini untuk Mama, padahal tadi sudah ketakutan mendengar jika Keyna pingsan," ujarnya dengan penuh kebahagiaan.


Ruangan utama sudah disulap dengan pernak pernik khusus untuk perayaan ulang tahun dengan warna gold yang mendominasi ruangan itu. Semua ipar dan keponakannya malam itu dengan khusus datang ke Indonesia hanya untuk meramaikan ulang tahun Delia yang ke 48 itu.

__ADS_1


Delia sangat bersyukur karena dihari bahagia dan pentingnya itu, semua orang terpenting dalam hidupnya hadir ditengah-tengah Mereka untuk merayakannya.


"Mama sangat bahagia, bukan karena semua kado ulang tahun yang kalian berikan, tapi karena kalian ada di sini memberikan doa yang tulus untukku dan pastinya saya sangat berterima kasih kepada kalian semua atas kadonya."


__ADS_2