
Happy Reading..
Pricilla menatap ke arah Andreas Suaminya yang baru beberapa menit yang lalu menikahinya. Mereka sangat bahagia, karena banyak keluarga dari Andreas yang hadir menjadi saksi mereka sekaligus mendoakannya.
Mereka tersenyum bahagia dan ikut larut dalam kesedihannya saat kedua pengantin barunya sungkeman di hadapan keluarganya Andreas. Tawa bahagia menyertai akad nikah mereka, hingga pintu terbuka lebar dan masuklah seseorang yang mereka kenal.
Andreas dan Cilla terdiam melihat orang tersebut. Mereka tidak menyangka jika beliau akan datang.
Margareth Agatha Pricilla segera bangkit dari duduknya yang masih sungkeman saat sudah melihat dengan jelas siapa orang itu.
"Mami," teriaknya Cilla lalu langsung memeluk tubuh Maminya itu.
Nyonya Lusiana Brugman Leonardo lah yang datang sebagai tamu tidak diundang, tapi kehadirannya sangat dinantikan dan ditunggu-tunggu oleh Pricilla dan anggota keluarga besar Wiguna.
"Sayang maafkan Mami harus datang terlambat, Mami tidak melihat Kamu menikah," ucapnya dengan deraian air matanya.
Mereka berpelukan dan saling menyalurkan rasa bahagianya. Cilla celingak-celinguk mencari sosok Papinya. Hingga raut wajahnya kecewa karena orang yang dia cari itu tidak hadir di antara mereka.
Ibu Luciana tahu siapa yang dicari oleh putrinya itu.
"Maafkan Mami, Papi Kamu tidak datang sayang, Mami pun ke sini tanpa sepengetahuan darinya," jelas Maminya.
Ibu Luciana mengelus punggung putri tunggalnya itu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
"Mami, Cilla kepengen Papi juga hadir dan melihat kebahagiaan Cilla seperti orang di luar sana yang ke dua orang tua mereka hadir di acara penting mereka," tutur Cilla dengan wajah sendunya.
Ibu Luciana mengangkat dagunya Cilla agar menatap ke wajah Maminya.
"Sayang jangan menangis, ingat hari ini adalah hari paling penting dan bersejarah dalam hidupmu, jadi Mami mohon jangan bersedih okey," ucap Ibu Luciana sambil menghapus jejak air matanya putrinya itu.
"Welcome Mbak di Indonesia," ucap Arya Wiguna Albert Kim Said di hadapan besannya.
"Makasih Arya, Kamu sudah menikahkan putriku dengan sangat baik, Aku akan berutang Budi sama Kamu lagi kalau begini," jawabnya.
"Sama-sama lagian sudah tanggung jawab saya sebagai Uncle dari Andreas untuk menikahkannya," ucap Arya.
Andreas sedari tadi berdiri, di senggol oleh Delia untuk segera sungkem kepada Ibu mertuanya sekaligus meminta restu.
"Maafkan Andreas Yah Mi, sudah bawa kabur putri kesayangan Mami," sesal Andreas yang sebenarnya menyesali kenekatannya untuk membawa kawin lari anak gadisnya orang.
__ADS_1
"Lupakan yang sudah terjadi, Mami hanya meminta sama Kamu, Mami mohon jangan sakiti putriku dan tolong jaga putriku melebihi Kamu menjaganya dan cintailah dia melebihi cintanya padamu," Ibu Luciana memeluk erat tubuh menantu barunya.
"Insya Allah, Andreas berjanji memenuhi dan akan melaksanakan semuanya sesuai permintaan Mami bahkan melebihi dari yang Mami inginkan," terangnya.
Pricilla yang mendengar penuturan dari suaminya itu sangat bahagia karena ternyata sedalam itu perasaan dan cintanya Andreas untuknya.
"Makasih banyak Baby," ucap Cilla di telinga Andreas dengan sedikit mengecilkan suaranya.
Delia yang berada di samping suaminya heran dan tidak mengerti dengan arah pembicaraan suaminya dengan Maminya Cilla. Arya mengerti dengan arah pandangan istrinya.
"Sayang kenalkan ini Nyonya Luciana Brugman Leonardo maminya Cilla sekaligus sahabat baikku," jelasnya Arya dengan memeluk pinggang Istrinya dengan posesif.
Ibu Luciana tersenyum ke arah Delia. Dia pun cupika cipika-cipiki dengan Delia.
"Iya Kami sudah sangat lama sahabatan, kalau tidak salah waktu suami Kamu masih sekolah di Inggris, London," jawabannya dengan senyuman khasnya.
"Istri Kamu sangat cantik Arya pantas saja Kamu tidak bisa berpaling darinya," ujarnya yang tersenyum ramah ke arah Delia.
"Mami, Aunty Delia selain cantik, masakannya enak-enak loh Mi, Cilla sudah pernah cicipi bahkan rasanya ngalahin rasa masakan chef kita di rumah," puji Cilla yang bangga dengan Aunty suaminya.
"Pricilla terlalu melebih-lebihkan, Saya hanya bisa masak makanan rumahan itu pun masakan standar kok Mbak, gak ada kelebihannya," ucap Delia Paramitha Wirawan dengan senyuman khasnya.
"Kalau Cilla sudah yang bilang seperti itu pasti tidak akan diragukan lagi rasanya, putriku ini bodynya slim seperti ini, tapi doyan makan loh," ujarnya.
"Mbak asli Inggris yah, Tapi Kok fasih banget pakai bahasa Indonesia?" tanya Delia.
"Aku bukan asli Inggris kok, aku asli Indonesia hanya saja lahir dan besar di Inggris, tapi setiap idul Fitri selalu balik ke tanah air untuk rayain hari raya di sini," jawabnya.
"Ohh gitu yah," ucapnya Delia.
"Kalau gitu kita coba masakan Aunty Delia yuk Mi, pasti Mami belum makan siang iya kan?" tanya Cilla yang sudah tahu kebiasaan Maminya yang sering melewatkan jadwal makan siangnya.
"Putriku emang selalu tahu kalau Aku belum makan," ucap Maminya.
"Makanannya juga nanti keburu dingin Mbak, ayok kita gabung makan siang bersama mereka," ajak Delia.
"Iya ayok kita makan bersama pasti rasanya akan berbeda jika kita makan bersama-sama seperti ini," ujarnya Ibu Luciana yang bahagia karena sudah lama tidak pernah makan bersama dengan banyak orang dengan cara lesehan di atas lantai.
Arya memilih untuk makan bersama secara lesehan karena jarang mereka bisa berkumpul seperti itu lagi mengingat kesibukan mereka masing-masing.
__ADS_1
Kebetulan yang hadir diacara tersebut hanya beberapa orang saja, hanya keluarga inti saja. Mereka sekitar 20an saja, jadi untuk makan secara lesehan pasti akan terasa kekeluargaannya lebih kental.
"Ternyata apa yang dikatakan oleh pengantin baru sungguh benar adanya, masakan istrimu Arya sungguh Mamamia lezatos," ucap Ibu Luciana dengan khas kelakarnya.
"Kalau masalah rasa dan khasiatnya tidak perlu diragukan lagi rasanya," timpal Dessy.
Mereka pun menikmati beraneka macam jenis masakan khas Indonesia. Mulai dari yang bahan dasarnya daging hingga ikan pun ada.
Ada ayam Taliwang, ada Coto Makassar, sate kambing, rendang daging sapi, Soto Banjar masih banyak lagi. othor gak hafal semuanya hehehe.
Mereka makan dengan suasana kekeluargaan yang sangat kental dan akrab. Mereka seakan-akan bukan orang baru yang saling kenal saja. Tidak ada jurang pemisah diantara mereka.
"Silahkan nambah, hal seperti ini jarang loh terjadi apa lagi kalau kita semua sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing," ucap Arya.
Andreas nampak sedih, karena ke dua orang tuanya tidak datang dihari bahagianya. Andreas menyadari jika apa yang dia lakukan sudah melanggar keinginan Papanya. Andreas tidak bisa memaksakan dirinya untuk menikahi perempuan yang sama sekali tidak dicintainya itu.
Pricilla segera memegang tangan suaminya dengan penuh kasih sayang. Cilla sangat mengerti dengan apa yang dirasakan oleh suaminya itu. Inilah konsekuensi dari pilihan mereka yang harus kabur dari rumah mereka dan memilih untuk menikah diam-diam.
Makasih Banyak atas Dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian 🙏🥰
Jangan Lupa untuk biasakan selalu meninggalkan jejak setelah membaca yah, Jangan jadi pembaca silent saja yang tidak mau tekan tombol Like.
Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel aku yang lainnya:
Sang Penakluk (Kisah anak-anaknya Martin dan Amairah)
Cinta Yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Tetap Dukung BDP dengan Cara: Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Vote, Giftnya juga.
********To Be Continued********
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, Sabtu 18 Juni 2022