Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 52. Bertemu Pak Adam


__ADS_3

HAPPY READING


Hari ini Arya dan Delia mulai melaksanakan Rencana Awalnya, Yaitu mendatangi kediaman Pak Adam. Sosok Orang yang dimintai untuk membantu mereka. Menurut mereka Pak Adam adalah orang yang paling tepat. Pak Adam Bekerja sebagai Security di Kompleks perumahan Delia.


Tapi Sudah 2 tahun juga Pak Adam kembali ke kampung halamannya. Dan Kebetulan pak Adam tinggal tidak jauh dari kampung halamannya Delia. Beberapa Hari yang lalu Pak Adam memutuskan untuk kembali ke Kota dan bekerja sebagai Security lagi. Hal ini dimanfaatkan oleh Arya dan Delia.


"Assalamu alaikum" Salam Arya dan Delia.


Mereka mengetuk pintu rumah pak Adam sambil mengucapkan Salam.


Istri pak Adam Yaitu itu Tuti tergopoh-gopoh membukakan pintunya.


"Waalaikum salam" Jawab ibu Tuti Dari dalam rumahnya.


Pintu terbuka dan menampilkan wajah Arya dan Delia. Hal ini membuat Ibu Tuty kaget setengah mati. Ibu Tuty ternganga melihat siapa yang datang ke rumahnya malam itu.


Ibu Tuty seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Beliau bahkan menganggap dirinya sendiri sedang bermimpi.


"Apa ibu baik-baik saja?" Tanya Delia.


Tak ada reaksi apapun dari ibu Tuty. Bahkan Ibu Tuty seakan-akan menjadi patung. Delia berinisiatif untuk menyadarkan ibu Tuty dengan menyentuh lengan ibu Tuty.


"Ibu apa kami bisa ke dalam?" Tanya Delia sambil menyentuh lengan Ibu Tuty.


"Bibibisa kok nak, mari masuk" ucap ibu Tuty dengan suara yang tergagap.


Ibu Tuty kemudian mempersilahkan mereka masuk kemudian celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri sebelum menutup pintunya.


"Silahkan duduk Nak" ucap ibu Tuty mempersilahkan Arya dan Delia duduk.


"Makasih ibu" jawab Delia.


Mereka duduk di ruang Tamu rumah pak Adam.


"Maafkan ibu, apa benar kau Delia nak?" tanya ibu Tuty sambil memegang ke dua tangan Delia.


"Iya ibu ini Delia, Yang selalu datang ke sini untuk menitipkan anak-anakku, Delia yang selalu merepotkan ibu sama bapak" ucap Delia.


"Tapi ibu dengar kamu sudah...." ucap ibu Tuty yang tak kuasa untuk melanjutkan kata-katanya.


"Iya benar ibu katanya kami ini sudah meninggal sekitar 2 tahun Lalu" ucap Delia.


Ibu Tuty kembali dibuat tak percaya dengan penuturan Delia.


"Orang-orang menganggap kami sudah meninggal dunia tapi kenyataannya adalah kami sekeluarga masih hidup ibu" ucap Arya.


"memang berita mengabarkan kami telah meninggal dunia dalam kecelakaan mobil dan hal itu tidak benar adanya, memang mobil kami yang mengalami kecelakaan tapi yang ada di dalam mobil itu bukanlah kami tapi orang lain".


Ibu Tuty lagi dan lagi tak percaya dengan apa yang diungkapkan oleh Arya dan Delia tapi itulah kenyataannya mau tidak mau ibu Tuty percaya. Ibu Tuty sangat bahagia mendengar dan mengetahui kebenarannya.


"Alhamdulillah nak kalau kalian masih hidup,ibu sangat bahagia mendengarnya". ucap ibu Tuty.

__ADS_1


"Kami sangat bersyukur karena selamat dari kecelakaan maut itu" ucap Delia.


"kalau gitu ibu ke belakang dulu, tunggu sebentar ibu akan panggilkan bapak" ucap ibu Tuty.


Ibu Tuty berlari kecil ke arah belakang rumahnya karena pak Adam sedang berada di halaman belakang rumahnya.


Bapak Adam sangat tidak percaya dengan perkataan Istrinya bahkan pak Adam menuduh Istrinya kalau apa yang dikatakannya sangat tidak masuk akal.


"Bapak sudah selesai kah dengan kerjaan bapak?" ibu Tuty berbicara sambil ngos-ngosan karena tadi berlari.


"Ada apa ibu sampai-sampai ngos-ngosan begitu seakan-akan baru Saja melihat hantu?" tanya pak Adam.


"Bapak benar sekali,ibu sudah melihat hantu yang cantik dan hantu ganteng?"


"Maksudnya ibu, jangan bercanda lah Bu, mana ada hantu di siang bolong gini, tadi aku cuka bercanda kok malahan ibu membalasnya dengan serius" ucap pak Adam.


Pak Adam langsung menghentikan aktifitasnya yang sedang memberi makan ikan hiasnya di dalam kolam.


"Maksud ibu, apa sih tolong jelaskan dengan baik, tadi bapak hanya bergurau Saja" kata pak Adam.


"ayo kita ke dalam Saja, biar bapak lihat langsung"


Pak Adam membersihkan tangan dan tubuhnya terlebih dahulu. Mereka berjalan ke dalam rumahnya.


Ibu Tuty singah ke dapurnya untuk membuat minuman dan kue ringan.


Pak Adam Kaget melihat siapa yang duduk di ruang tamunya bahkan pak Adam tidak sengaja menjatuhkan Benda yang dipegangnya.


Delia langsung berdiri dan mendekati pak Adam untuk mencium tangan pak Adam.


"waalaikum salam" jawab pak Adam.


"Apa bapak tidak salah lihat atau mungkin bapak sedang bermimpi?". ucap pak Adam yang shock dengan penglihatannya sendiri.


"Bapak tidak sedang bermimpi, apa yang bapak lihat sekarang adalah benar kenyataannya kami ada di depan bapak" ucap Delia.


"pasti kalian bukan Nak Delia dan Arya, bapak yakin kalian ini penipu yang menyamar sebagai Delia dan Arya"


Pak Adam sudah siap mengambil benda yang berada di dekatnya sebagai alat untuk jaga-jaga.


"Delia dan Suaminya itu sudah meninggal dan tidak mungkin orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali. Hal itu bisa terjadi hanya di Televisi Saja, jadi jujur saja sebelum bapak bertindak" ucap pak Adam yang sudah siap Jika Terjadi sesuatu.


Beberapa saat kemudian,Zack dan Zoe berlari ke arah pak Adam dan langsung memeluk tubuh tegap pak Adam.


"Kakek, apa Kakek baik-baik saja?" tanya Zack.


"kek, Zoe kangen Sangat sama kakek" ucap Zoe.


Pak Adam langsung memeluk dan menggendong tubuh si kembar yang selama ini sangat beliau rindukan.


"Apa kalian baik-baik saja kan nak, ga ada kan yang sakit di tubuh kalian, kalau ada yang sakit Tanya Kakek?" tanya pak Adam.

__ADS_1


"Kami baik-baik saja kok kek, lihat badan Zoe masih tetap mulus kan gak ada cacatnya" ucap Zoe sambil berputar untuk memperlihatkan badannya di depan pak Adam.


"Alhamdulillah nak, Kakek sangat bersyukur dan Bahagia Jika kalian masih hidup dan selamat dari kecelakaan itu.


Arya dan Delia tersenyum melihat interaksi antara si Kembar dan pak Adam.


Arya kemudian menjelaskan semua mulai dari awal kejadian sampai mereka tersesat di hutan dan hidup di Desa T.


"Ooh seperti itu Jalan ceritanya, berarti Allah sayang sama kalian dan Allah telah menunjukkan kuasanya atas apa yang kalian selama ini alami dan bapak yakin ada seseorang yang merencanakan ini semua dengan begitu liciknya sampai- sampai pak Wiguna dan anak buahnya Belum mengetahui siapa otak di balik kecelakaan itu"


"Karena itu lah kami datang ke Sini ingin meminta tolong kepada bapak dan ibu untuk membantu kami melaksanakan rencana kami itu" ucap Arya.


"hanya bapak dan ibu harapan terakhir kami, dan kami tidak mungkin menghubungi keluarga ataupun teman kami, Karena hal itu bisa menimbulkan kecurigaan dari pelakunya" ucap Delia.


Tanpa banyak tanya dan berfikir lagi pak Adam langsung menyetujuinya. Arya lalu menjelaskan secara detail rencana mereka. Bahkan Arya dan Delia sangat yakin kalau anak-anak mereka bisa diandalkan dalam hal ini.


"Delia sangat berharap pada bapak, Delia mohon bantuannya pak, Delia tidak tahu harus minta tolong kepada siapa lagi, hanya bapak lah yang menurut kami aman dari jangkauan Penjahat itu" Delia sampai memohon kepada pak Adam.


"Baiklah Nak, bapak dan ibu bersedia melakukan Sesuai dengan instruksi kalian, kebetulan Kami datang baru 3 hari di sini dan hal itu belum banyak orang yang mengetahuinya" ucap pak Adam.


"Kapan rencana kalian untuk mulai melaksanakannya?" tanya ibu Tuty.


"Besok kita mulai ibu, lebih cepat lebih baik" ucap Arya menunjukkan mimik wajah yang tidak ragu dan tidak gentar.


Mereka kembali berbincang untuk membahas rencana selanjutnya. Dan mulai malam ini, si kembar menginap dan akan tinggal di rumah pak Adam. Arya dan Delia pamit pulang dan tak Lupa kembali memakai Masker Mereka.


Tahun ini Tanah air dilanda wabah Korona covid 19 yang berdampak pada aktifitas dan rutinitas sehari-hari masyarakat. Setiap Masyarakat yang beraktifitas di luar rumah harus memakai Masker. Hal ini sangat membantu Arya dan Delia. Karena untuk menutupi jati dirinya hanya dengan memakai masker wajah agar tidak ketahuan oleh orang lain.


untuk menutupi jati dirinya,Arya berpenampilan seperti ini, bagi orang lain itu memakai masker wajah adalah kewajiban untuk menghindari penyebaran penyakit covid 19.




Arya dan Delia kembali ke motel yang mereka sewa sebelumnya. Sebelum mereka pulang, Mereka mencari rumah kontrakan yang berada jauh dari pusat kota letaknya berada di pinggir pantai.


TBC...


FANIA Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang telah menyisihkan poinnya untuk memberikan Bintangnya kepada BDP 🙏🙏🙏🥰😘😍



Dan kepada Readers yang telah memberikan Boom Likenya, Giftnya atau pun Masukannya FANIA Ucapkan Makasih Banyak 🙏🙏🙏😍😘.


Alhamdulillah BDP Masuk Rangk 10 Besar Vote terbanyak Minggu ini 🙏🙏


Ayo dong kakak biasakan untuk memberikan Sepatah kata di kolom komentar jika selesai membaca BDP🙏🙏


Dukungan kalian adalah penyemangat Fania untuk Update.


Kakak yang sudah di follow sama Fania Folback dong kk🙏🙏

__ADS_1


Contohnya ini akun yang sudah Fania Follow tapi belum difolbck. untuk Follback caranya klik tulisan MENGIKUTI.



__ADS_2