Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 26. Bagaikan Orang Lain


__ADS_3

Happy Reading...


2 Bulan telah berlalu semenjak kedatangan Presdir Baru di Perusahaan Sinopec Group tempat Delia mengadu Nasib. Delia Lalui dengan penuh semangat. Bahkan Delia sering Lembur di tempat kerjanya.


Seperti Halnya dengan Hari ini. Karena perusahaan sedang menangani Proyek megah besar yang tidak main-main. Terpaksa Delia setiap harinya lembur. Zack dan Zoe sangat mengerti dengan pekerjaan mamanya. Sikembar bisa menerima dan mengerti walaupun Setiap hari harus dititipkan di rumah Dessy.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang waktunya istirahat. Tapi Delia masih betah dengan Komputernya. Delia tidak ingin beranjak dari tempat duduknya Karena Kerjaannya sisa memeriksa dokumen yang diserahkan oleh Rina. Kecuali kalau Adzan Dzuhur sudah berkumandang.


Arya tidak sengaja lewat depan Ruangan Divisi keuangan dan melihat Delia yang masih berkutat dengan Kerjaannya. Arya melihat jam tangannya.


"Maaf". Hanya Kata maaf Saja yang terucap dari bibirnya.


"Ada pak, ada yang bisa Saya bantu?" Ucap sekretarisnya.


"Ohh tidak apa-apa".


Arya dan rombongannya melanjutkan perjalanannya.


Hp Delia berbunyi.


"Hallo, Assalamu alaikum ,Kamu masih di ruangan kah Del?"


"Waalaikum salam, iya masih ada dikit Kerjaan sisa finishing saja kok".


"Aku tunggu di Lobi, ibu Aini ingin mentraktir kita makan"


"ok tunggu 10 Menit lagi"


"Jangan Lama" ucap Rina


Delia kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Kok aku merasa tadi ada yang perhatiin aku yah?".


"Mungkin itu perasaan aku Saja".


Karena Buru-buru Berjalan, Delia tidak memperhatikan baik jalannya. Tiba-tiba bruk..


Delia menabrak Tubuh seseorang yang sedang berjalan membawa beberapa barang dan tumpukan berkas. Untung saja Delia dan orang itu tidak terjatuh tapi Hanya barang-barangnya saja yang berceceran di lantai.


Delia membantu orang itu memungut berkas-berkas yang terjatuh.


"Maafkan saya, Karena buru-buru aku sampai menabrak Bapak"


Delia tak henti-hentinya meminta maaf sambil membantu mengambil sisa berkas yang terjatuh.


Karena Buru-buru laki-laki itu melupakan 1 berkasnya. Delia mengambil berkas itu dan berlari untuk mencoba mengejarnya tapi laki-laki itu berjalan cepat dan sudah masuk ke Lift. Usaha Delia pun sia-sia.


Delia pun melanjutkan perjalanannya. Karena Delia sudah ditunggu oleh teman satu divisinya.


"Rina kamu sudah sampai di resto kah?" Tanya Delia.


"Iya, kami tungguin kamu nih"

__ADS_1


"Aku segera ke Sana"


Sambungan Telpon pun tertutup.


Karena Lokasi restoran berada di Sekitar Lokasi perusahaan maka Delia tidak membutuhkan waktu yang lama. Delia Hanya berjalan kaki saja.



Ini lah anggota team Divisi keuangan. Mereka ditraktir oleh atasan mereka.


"Maaf Aku terlambat, sebelum ke sini ada sedikit insiden" Ucap Delia


"Tidak apa-apa Del,kami juga belum Lama" Jawab ibu Aini sebagai kepala divisi keuangan.


Mereka Makan sambil sekali-kali bercanda. Bahkan mereka heboh dengan Presdir baru mereka. Ada yang memuji ketampanannya dan ada juga yang tidak suka karena menurut mereka Presdirnya terlalu Dingin dan cuek.


"Wajarlah kalau Presdir kita orangnya Cuek mungkin Dia tidak ingin didekati mungkin dia sudah punya pacar" Ucap Rina


"Iya bisa saja gitu" Ucap Listi


"Kalau menurut aku sih beda banget dengan ayahnya pak Wiguna". ucap Wita.


Delia Hanya mendengarkan saja soalnya Delia tidak tahu tentang presdirnya jadi tidak enak mengomentari hal-hal yang tidak penting.


"Siapa lagi namanya presdir kita lupa aku" Ucap Erni.


"Pak Arya Wiguna". Ucap ibu Aini


"Kamu tidak apa-apa kan Del??" Sambil memukul-mukul pelan punggung Delia


Rina segera menyodorkan minuman ke tangan Delia. Delia pun menyambut minuman itu dan meminumnya.


"Kamu baik-baik saja kan" Tanya Pak Darto.


"Aku baik-baik saja Pak".


"Ya Allah apa ni Hanya kebetulan nama mereka sama, tapi itu tidak mungkin Arya Suamiku".


Mereka melanjutkan makanan mereka. Karena Waktu istirahat hampir habis. Delia meminta ijin ke musholla untuk melaksanakan shalat Dzuhur terlebih dahulu.



Dalam shalatnya Delia berdo'a kepada Allah untuk keselamatan dan kebaikan Suaminya. Delia tak Lupa meminta dalam Do'anya untuk memberikan Delia kekuatan dan kesabaran dalam menanti kepulangan suaminya. Serta kekuatan hati agar tidak goyah dan tetap setia.


Jam sudah menunjukkan pukul 07 Malam,Delia masih setia dengan Komputernya. Delia menyelesaikan pekerjaannya sebelum pulang.


Delia kemudian mematikan komputernya dan merapikan berkasnya yang ada di atas Meja. Tiba-tiba ada berkas yang terjatuh. Tapi Delia lupa mengenai berkas itu. Karena Delia ingin mengetahui pemilik berkas itu terpaksa Delia membuka dan membacanya. Ternyata berkas itu punya presdirnya. Dan mengingat kejadian yang terjadi siang hari tadi.


Delia berinisiatif untuk membawa berkas itu ke kantor Presdirnya. Delia berjalan ke arah Lift dan menekan tombol lantai 30 tempat ruangan presdirnya berada.


Delia Akhirnya sampai juga di lantai 30.


Dan berjalan ke arah Meja Sekretaris Presdirnya.

__ADS_1


"Maaf, apa pak Presdir ada di dalam?"


"Maaf kalau boleh tau ada keperluan apa?" Tanya Sekretaris Presdirnya


"Ooh ini tadi Ada yang menjatuhkan Berkas dan aku sudah berusaha untuk mengerjakannya tapi maaf aku tidak berhasil mengejarnya Karena orang itu terlanjur masuk ke dalam lift" Ucap Delia.


"Kalau gitu Sini aku ambil berkasnya dan bawa masuk ke dalam ruangan Bapak"


"Makasih mbak, dan sekali lagi Maaf" kata Delia


Mbak Sekretaris Presdirnya Masuk untuk membawa berkas itu. Delia kemudian meninggalkan lantai 30. Delia berjalan lambat karena ingin menikmati desain interior Lantai 30.


"Masuk"


"Maaf ganggu pak, oiya mungkin ini Berkas yang bapak Cari?" tanya sekretarisnya.


"Dari mana kamu dapat Berkas ini?". tanya Arya.


"Tadi ada cewek yang mengantar langsung ke sini katanya dia tidak sengaja menabrak Rudi saat membawa berkas ini"


"Kamu tahu nama orangnya?"


"Kalau gak salah namanya Delia Paramitha Rusdy Pak"


"apa kamu sudah memastikan lebih jelas dengan namanya?"


"iya pak aku tidak salah lagi".


"Dimana cewek itu?"


"Dia sudah pergi pak".


Arya dibuat Kaget Dan seakan-akan Dia Salah mendengar info itu. kalau Delia lah yang mengantar Berkas itu.


Arya kemudian berlari ke luar untuk mengejar Delia. Sekretarisnya dibuat heran dan tidak percaya dengan kelakuan dari pimpinannya.


Baru sepersekian Detik Delia masuk ke dalam lift sebelum Arya mengejarnya. Delia sudah mengendarai motor maticknya dan ingin menjemput anak-anaknya di rumah Dessy.


Arya berlari menuju parkiran mobil dan bergegas ingin mengejar Delia. Arya melupakan janjinya kepada Ayahnya Setelah mendengar nama Istrinya.


TBC...


Apa Arya berhasil mengejar Delia??


Akankah mereka akan bertemu??


Readers mau Mereka bertemu atau gimana nih???


Kalau mereka cepat dipertemukan Berarti cepat End juga😅😅


Jangan Lupa Likenya, Favoritnya kakak Untuk BDP🙏🙏🙏


Fania ingatkan untuk tetap mendukung Novel BDP disetiap episode nya dengan Cara Like, Rate, Favorit yah Readers 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2