Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 226. Les Private


__ADS_3

Happy Reading...


Berubahlah jadi manusia yang baik selama kamu punya niat dan keinginan. Segera lah berbenah diri karena Waktu tidak akan menunggu kamu untuk berubah. Hati istri mana yang tidak kecewa, sakit dan sedih mengetahui kalau suaminya yang sekarang adalah seseorang yang mengakibatkan kematian dari suaminya yang terdahulu dan ibu mertuanya serta yang menyebabkan masuknya di rumah sakit cucu kesayangannya.


Tapi setiap manusia punya kesempatan ke dua untuk Berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi selama orang tersebut benar-benar berniat untuk Berubah. Mama Elisabeth terus berusaha untuk menuntun anak dan suaminya ke jalan yang benar. Seperti halnya yang dilakukan oleh Arman hari ini, walaupun dalam keadaan yang masih sakit kaki dan tubuhnya belum bisa digerakkan dengan leluasa tapi dengan tekad yang kuat dia belajar tentang tata cara shalat wajib dan Do'a harian.


Karena itu lah Mama Elisabeth mendatangkan guru privat yang menguasai hal itu dibidangnya. Guru tersebut seorang perempuan yang masih muda, cantik dengan body yang semampai paras wajah yang cantik serta tutur katanya yang lembut dengan hijab yang membungkus seluruh tubuhnya membuat mata Arman tidak berkedip.


Karina memutuskan untuk berhenti bekerja dari club' malam yang sudah hampir 6 tahun dia tempati bekerja, awalnya sulit untuk dia lakukan tapi karena dia sudah merasa risih jika disaat dirinya bekerja ada saja pria hidung belang yang mencoleknya. Keputusan tersebut sempat ditentang keras oleh bapak sambungnya. Tetapi dengan niat yang baik dan dengan alasan yang tepat Karina bisa meyakinkan bapaknya.


Karina yang sedang menjajakan kuenya di kompleks perumahan elit. Karina dipanggil oleh pak Anwar.


"Karina!!." teriak pak Anwar yang berlari kecil ke arah Karina.


Sedangkan Karina langsung menghentikan Kayuhan sepedanya dan menepikan sepedanya ke badan jalan. Dan tersenyum manis ke arah Pak Anwar yang sekaligus menjadi tetangganya di kompleks.


"Assalamu alaikum Pak" ucap Karina setelah pak Anwar berhenti di hadapannya.


"Waalaikum salam" jawab salam pak Anwar.


"Apa bapak ingin membeli kue jajanan saya pak?." tanya Karina ke arah pak Anwar.


"Hehehe maaf sepertinya tidak Karina, bapak memanggil kamu karena ada yang bapak ingin Katakan kepadamu.


Karina terdiam dan menerka-nerka kira-kira apa yang akan dikatakan oleh pak Anwar.


"Kalau tidak ingin membeli kue Karina terus ada keperluan bapak sehingga memangil Karina" ucapnya lagi.


"Bapak tadi mengira bapak salah orang soalnya kamu sudah berubah dan penampilan kamu hari ini sangat Bapak suka Karina" ucap pak Anwar yang tersenyum ke arah Karina yang hari ini sudah mulai memakai hijab.


"Hehehe bapak bisa saja" ucap Karina dengan malu-malu.


"Bapak senang melihat penampilan baru kamu loh Karina, oiya apa kamu masih bekerja di club malam??". tanya pak Anwar.


"Karina sudah tiga hari tidak berhenti dari sana pak" jawab Karina.


"Alhamdulillah bapak senang mendengarnya kalau kamu sudah berhenti bekerja dari club malam tersebut" ucap pak Anwar.


Karina kembali terdiam dan menunggu pak Anwar untuk berbicara karena tidak mungkin pak Anwar memanggilnya hanya untuk menanyakan perihal tentang pekerjaannya saja.


"Karina mau tidak bekerja dengan bapak di villa itu?." tanya pak Anwar sambil menunjuk ke arah Villa mewah yang pernah dia datangi sekali.


"Maksudnya bapak apa saya tidak mengerti?." tanya Karina.


Lalu pak Anwar pun menjelaskan kepada Karina maksudnya yang sebenarnya.


"Begini kebetulan Nyonya pemilik villa tersebut mencari guru yang bisa mengajari putra pertamanya baca tulis Al-Qur'an serta doa harian dan gajinya lumayan loh Karina, sewaktu Nyonya tersebut berbicara dan mencari tahu ada orang sanggup mengajarkan putranya membaca Alqur'an bapak teringat kepada kamu jadi bapak mengusulkan kepada-nya kalau bapak punya tetangga yang bisa dan sanggup untuk mengajarkan putranya dan gajinya 20 juta perbulan loh" ucap pak Anwar panjang kali lebar sama dengan Luas.


"Kebetulan Karina juga mencari pekerjaan Pak dan dari hasil menjual kue ini hanya seberapa terus adik Karina masih kecil yang butuh biaya banyak" ucap Karina.


"Kalau begitu terima tawaran bos saya yah, dan insya Allah kamu akan betah bekerja di sana dan gajinya cukup lumayan besar" ucap pak Anwar.

__ADS_1


"Karina akan coba besok datang langsung ke Villa itu" ucap Karina.


"Besok pagi bapak tunggu kedatangan mu" ucap pak Anwar.


"Insya Allah pak" jawab Karina dengan suara yang lemah lembut tidak seperti biasanya yang terkesan Judes.


Pak Anwar pun pamitan dan kembali ke pos jaga Security. Dan segera mengabarkan kepada nyonya besar tentang dia yang sudah menemukan seseorang yang pantas dan bisa diandalkan untuk membantu tuan muda Arman.


Ke Esokan harinya, Karina pamit kepada ibunya untuk mendatangi villa yang dimaksud oleh pak Anwar.


"Kamu jaga diri baik-baik yah Nak, kamu harus patuh dengan perkataan yang punya rumah, ibu minta maaf karena selama ini Ibu hanya menyusahkan kamu saja" ucap ibunya Karina yang terbaring lemah di atas dipannya.


"Insya Allah yah Bu, do'akan Karina semoga pekerjaan Karina lancar dan Karina bisa segera menbawa Ibu ke Dokter untuk memeriksa penyakit ibu" ucap Karina sambil menyuapi ibunya yang sedang sakit keras.


Ibu Karina sudah sebulan menderita penyakit, ibu Karina mengeluhkan sakit dibagian perutnya dan punggungnya.


"Ibu selalu Do'akan yang terbaik untuk kamu dan anak-anak ibu yang lain, dan jangan lupa Shalat lima waktumu Nak" ucap ibunya Karina yang bangkit dari tidurnya.


"Makasih banyak ibu" ucap Karina yang ingin menangis dalam hatinya tanpa mengeluarkan suara dan air matanya m melihat kondisi ibunya yang semakin hari semakin kurus saja, hal ini dilakukan oleh Karina agar tidak membuat ibunya semakin Sedih.


Itu lah salah satu alasan juga yang membuat Karina memutuskan untuk berhenti bekerja di Club' malam selain dirinya sering mendapatkan perlakuan yang kurang pantas dari pelanggan bar tersebut.


Ke Esokan harinya, Karina mendatangi Villa yang dimaksud oleh pak Anwar, Setelah pak Anwar melihat kedatangan Karina, pak Anwar langsung menuntun Karina ke dalam rumah tersebut dan mengajak Karina untuk bertemu dengan nyonya Elisabeth selaku istri dari pemilik Villa yang nan megah dan mewah tersebut.


Karina berjalan ke arah dalam Villa tersebut bersama seorang Maid yang memakai pakaian seragam yang berwarna ungu shoft. Karina dipersilahkan duduk terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan Nyonya Elizabeth.


"Maaf mbak tunggu sebentar yah, Saya akan panggilkan nyonya" ucap maid tersebut.


Karina hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah maid sedangkan maid tersebut berjalan ke arah tangga untuk naik ke lantai dua. Karina memperhatikan isi dari villa tersebut dan mengagumi Desain interior rumah itu. Karena sewaktu dirinya mengantar Arman dulu dia tidak sempat Masuk ke dalam hanya sampai di pos Security depan pagar saja.


Suara pintu kayu jati itu diketuk oleh seseorang. Mama Elisabeth yang sedang membantu belajar doa dan tata cara sholat kepada Arman langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.


"Maaf ganggu waktunya bu, Orang yang dipanggil oleh ibu sudah datang dan sekarang dia ada di Ruang tamu Bu" ucap Maid tersebut.


"Makasih banyak, dan suruh beliau duduk dulu sambil menunggu Saya" ucap Mama Elisabeth.


"Baik Bu" ucap singkat maid tersebut.


Karina masih duduk manis sambil menunggu kedatangan Mama Elisabeth. Wajahnya yang tanpa polesan make up dengan balutan hijab di kepalanya memperlihatkan sisi keanggunan dan kecantikannya. Penampilan Karina setelah berhijab membuatnya semakin cantik saja.



Mama Elisabeth berjalan menuruni undakan tangga Satu persatu dan terkesan dengan penampilan sosok orang yang sedang duduk di kursi tamunya dengan hijab cokelat yang menutupi kepalanya.


"Assalamu alaikum" ucap salam Mama Elisabeth saat sudah berada di belakang punggung Karina.


Karina berdiri dan membalikkan badannya dan langsung menjawab ucapan salam dari Mama Elisabeth dan langsung meraih tangan Mama Elisabeth untuk dia cium.


"Waalaikum salam" ucap Karina.


Mama Elisabeth terkesima melihat sosok dari wajah orang yang akan menjadi guru privat putra sulungnya. Mama Elisabeth terkagum-kagum melihat Karina dengan penampilan barunya yang lebih tertutup dan islami yang semakin teduh dipandang mata.

__ADS_1


"Apa kamu yang direkomendasikan oleh oak Anwar untuk membantu putra Saya untuk membaca tulis Al-Qur'an??." tanya Mama Elisabeth saat dirinya sudah duduk di kursi.


"Iya Bu, pak Anwar Minggu lalu mengatakan kepada Saya kalau Ibu membutuhkan seseorang yang bisa membantu putra ibu" jawab Karina dengan mimik wajah yang serius tapi tetap lemah lembut dalam bertutur kata.


"semoga dia bisa membantu Arman untuk berubah lebih baik lagi dan Saya yakin dia gadis yang baik, lagian dia yang tempo hari menolong Arman saat kecelakaan". monolog mama Elisabeth.


Karina menunduk karena malu-malu karena ditatap terus oleh Mama Elisabeth.


"Kalau gitu kamu ikut ibu ke atas, kebetulan kamar anak ibu berada di lantai dua" Ucap Mama Elisabeth dan kemudian berjalan untuk menuntun Karina ke kamar Arman.


"Apa ibu Elisabeth masih punya putra yang masih kecil yah, karena tidak mungkin Aku akan membantu anaknya yang sudah besar untuk mengaji, tapi aku sering lewat depan Villa ini tapi aku Kok tidak pernah melihat ada Anak kecil".


Karina tetap mengikuti langkah kakinya ibu Elisabeth tanpa suara. Karina berperang dengan pemikirannya sendiri tentang siapa anaknya nyonya Elisabeth yang ingin belajar dengannya. Pintu kayu jati itu terbuka dengan lebarnya. Mama Elisabeth beserta Karina masuk ke dalam kamar tersebut. Sedangkan Arman yang terlalu fokus membaca buku tuntunan shalat wajib tidak menyadari kedatangan mereka dan pandangannya tidak beralih dari buku tersebut.


"Maaf ganggu nak, Orang yang akan membantu kamu untuk mengaji sudah datang" ucap Mama Elisabeth yang tersenyum penuh arti ke arah Arman.


Sedangkan Karina kaget setelah mendengar perkataan dari Mama Elisabeth yang mengatakan kalau Tuan Arman kah yang akan dia bantu. Sedangkan Arman pun kaget sekaligus terkejut melihat sosok perempuan cantik yang ada di depannya dan membuatnya terkesima dengan penampilan baru cewek yang seminggu ini dia rindukan kehadirannya. Arman refleks tersenyum ke arah Karina yang jarang sekali Mama Elisabeth lihat senyuman putranya itu.


"Kenalkan ini putra Ibu, tolong kamu bantu dan bimbing dia" ucap Elisabeth yang memecah keheningan yang tercipta di antara mereka. Karena Arman dan Karina hanya sibuk saling berpandangan. Karina yang tidak kuasa menahan rasa kaget sekaligus tidak percaya dan Arman yang bahagia bisa bertemu kembali dengan gadis yang akhir-akhir ini memenuhi mimpinya.


"Mungkin kalian sudah saling kenal jadi Mama tidak perlu lagi repot-repot untuk memperkenalkan kalian berdua" ucap Mama Elisabeth yang tersenyum melihat anaknya yang tidak berkedip memandang Karina.


"Tapi Ibu meminta tolong kepada kamu untuk sementara tinggal di sini selama kamu menjadi guru les ngaji putraku hingga putraku bisa mandiri membaca Alqur'an tanpa bantuan orang lain" ucap Mama Elisabeth.


"Tapi Bu, Saya tidak membawa selembar pakaian pun ke sini dan..." ucapan Karina terpotong oleh perkataan Mama Elisabeth.


"Kalau masalah pakaian kamu, Kamu tidak perlu khawatir dengan semua itu, Ibu yang akan mengatur semua itu dan kamu cukup fokus membantu putraku saja" ucap Mama Elisabeth lagi.


"Baik Bu" ucap singkat Karina yang tidak mungkin menentang perkataan dari Nyonya besar.


"Kalau gitu silahkan mulai saja, Mama pamit turun yah nak, kalau ada apa-apa atau kamu butuh sesuatu panggil Mama yah nak" ucap Mama Elisabeth lalu berjalan ke arah pintu keluar dan menutup pintu kamar Arman.


Sedangkan Arman masih saja memperhatikan wajah Karina yang membuatnya sedari tadi tidak bisa berpaling. Sedangkan Karina merasa tidak enak jika harus dipandang dan ditatap seperti itu oleh tuan Arman.


"Maaf tuan, apa kita bisa memulai pelajaran mengajinya?." tanya Karina yang tidak ingin menunda-nunda lagi.


"Silahkan mulai saja" ucap Arman.


Karina pun mulai membuka pelajaran baca tulis Al-Qur'an dengan bertanya tentang apa yang sudah diketahui oleh Arman. Karina cukup kagum dengan kemampuan yang dimiliki oleh Arman karena sudah banyak huruf Hijaiyah yang Arman kuasai padahal setaunya Arman baru mulai belajar hari ini dari mamanya.


Karina kadang malu jika harus berdekatan dengan Arman Karena kondisi Arman yang masih susah dan tidak leluasa untuk bergerak bebas. Seperti sekarang Karina membantu Arman untuk memperbaiki posisi duduknya Arman sehingga mereka harus berdekatan. Hal ini dimanfaatkan oleh Arman dan di dalam hatinya sangat bersorak gembira.


"*kalau gini aku harus terus berpura-pura tidak cepat mengerti dan berpura-pura mengeluh sakit agar dia bisa berada di dekatku, entah kenapa wangi alami dari tubuhnya membuatku candu dan terus ingin selalu berdekatan dengannya".


Sosok Arman yang sudah Jatuh cinta*



Sedangkan Karina yang polos tidak mengerti siasat dari Arman. Mama Elisabeth memantau mereka dari Cctv yang beliau pasang sembunyi-sembunyi dan Arman tidak mengetahui hal tersebut. Mama Elisabeth ingin mendekatkan mereka setelah mencari tahu identitas dari Karina melalui detektifnya.


...********To Be Continued********...

__ADS_1


Makasih banyak dan tetap dukung Bertahan Dalam Penantian yah Readers 🙏🥰.


Typo harap dimaklumi 🙏


__ADS_2