
Happy Reading...
Hari ini Arya bersama beberapa Masyarakat Desa T berangkat ke Ladang karena akan diadakan panen besar-besaran. Delia tidak ikut karena bergabung dengan ibu-ibu untuk menyiapkan bahan makanan yang akan mereka sajikan setelah para pria pulang dari ladang.
Ada Kebiasaan yang dilakukan Oleh Masyarakat Desa T, Setiap kali panen akan mengadakan acara syukuran makan bersama seluruh anggota Masyarakat Desa T tanpa terkecuali.
Setiap kepala keluarga akan membawa makanan yang mereka Masak ke Balai Desa tempat yang menjadi perkumpulan setiap kali pesta panen. Mereka akan berkumpul dan berbaur dengan masyarakat lainnya tanpa adanya perbedaan sosial maupun kasta.
Mereka akan berbondong-bondong mendatangi Balai Desa. Kepala Desa setempat menunjuk beberapa Masyarakat sebagai tim panitia pelaksana.
Setiap tahunnya Acara Pesta panen ini diadakan. Sebagai wujud Rasa syukur Mereka kepada Sang maha Pencipta. Acara pembuka biasanya diisi oleh sepatah kata dari kepala Desa dan dilanjutkan Ceramah oleh pemuka agama.
Acara terakhir yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah makan berbagai macam masakan yang pastinya sangat menggugah selera dan makanan yang jauh dari campuran bahan kimia. Semuanya makanan menggunakan bahan-bahan dan bumbu-bumbu yang alami. Karena itu lah masyarakat di sini jarang sekali ada yang sakit.
Arya sangat menikmati pekerjaannya. Bagi Arya hanya di sinilah Dia bisa melakukan pekerjaan itu.
Arya Sangat bersyukur karena masih kentalnya nuansa kekeluargaan dan gotong royong diantara masyarakat. Mereka membantu meringankan pekerjaan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun.
3 Bulan kemudian,Arya telah memikirkan baik-baik tentang permintaan puterinya Zoe untuk kembali ke Kota. Banyak pertimbangan bahkan yang Arya pikirkan. Karena Arya tidak ingin melihat Puteri satu-satunya bersedih Akhirnya Arya menyampaikan niatnya terlebih dahulu kepada istrinya.
Setelah shalat isya berjamaah di Mesjid, Arya kembali ke rumahnya. Dan mendapati istrinya sedang membuat Kue. Aroma kue itu tercium ke segala penjuru ruangan Rumahnya.
Delia malam ini Membuat kue kering permintaan si kembar. Delia dan Zoe sibuk di dapur. Mereka bagaikan pasangan chep yang saling membantu. Nastar keju yang menjadi pilihan mereka. Bukan cuma di Kota terdapat keju tapi di Desa pun ada, Bahkan di Desa terdapat pabrik sederhana yang memproduksi Keju
Setelah Nastar keju Buatan Zoe dan Mamanya jadi, Delia mengaturnya ke dalam toples kaca yang sudah disiapkan oleh Zoe.
Delia tak lupa, membuat Minuman pendamping nastarnya. Setelah semuanya siap Delia dan Zoe membawanya ke depan tepatnya di ruangan yang mereka jadikan ruangan untuk berkumpul dan berbincang-bincang.
"Zoe gimana pelajarannya di Sekolah lancarkan nak??" tanya Ayah Arya.
"Alhamdulillah lancar Yah, tadi Zoe mendapatkan nilai tertinggi di kelas Zoe" jawab Zoe.
Zack pun tak mau kalah dan langsung ikut menimpali percakapan Ayah dan adik kembarnya.
"Zack juga dapat nilai paling tertinggi di kelas Yah" ucap Zack
Arya mengelus kepala anak-anaknya.
__ADS_1
"Alhamdulillah ternyata anak-anak Ayah sangat pintar"
"Siapa dulu dong Mamanya" ucap Delia.
Mereka tertawa bersama sambil menikmati kue dan minuman yang ada di hadapan mereka.
"Hari Minggu nanti kita akan balik ke Kota" ucap Arya.
Delia langsung menatap suaminya seakan-akan meminta penjelasan.
"Hore kita akan pulang ke kota" ucap bareng si kembar. Zack dan Zoe bahkan lompat-lompat di tempatnya saking bahagianya mendengar perkataan Ayahnya, kalau mereka akan pulang.
Delia meminta penjelasan kepada Suaminya. Karena Delia sangat tahu kalau Suaminya Sangat berat untuk kembali lagi ke Kota.
"Gimana, apa kalian bahagia Nak??" tanya Arya.
"Alhamdulillah Zoe sangat senang dan bahagia Yah"
"Kalau Zack gimana?"
"Zack juga sangat bahagia, Karena tidak lama lagi akan berjumpa dengan Oma Estella, Nenek Ainun, Aunty Dessy,Aunty Rina dan teman-teman sekolah Zack".
"Alhamdulillah kalau kalian bahagia, kalau gitu waktunya tidur dan jangan lupa untuk sikat Gigi kalian dan...." Arya sengaja memotong perkataannya.
"Dan jangan lupa baca do'a sebelum tidur" Jawab serentak di Kembar.
Zack dan Zoe kemudian pamit kepada orang tuanya dan berlari masuk ke dalam kamar mereka.
Delia dan Arya melanjutkan pembicaraannya mengenai rencana kepulangan Mereka ke Kota.
"Apa Kakak sudah mempertimbangkannya baik-baik niat Kakak yang ingin pulang?"
"Iya Sayang, Kakak sudah memikirkan semuanya dengan Baik, Aku tidak ingin melihat lagi kesedihan itu di wajah anak-anakku" ucap Arya.
"Tapi kak, gimana dengan Ayah kalau Beliau tahu kepulangan kita??"
"Tenang saja, Aku sudah memikirkan semuanya dan aku punya rencana untuk itu"
"Kalau itu sudah menjadi keputusan kakak, Aku pasti mendukungnya dan berdo'a untuk kelancaran dari rencana Kakak".
"Makasih banyak Sayang, kamu memang Istriku yang paling the bestlah"
__ADS_1
"Maksudnya kakak ada istri lain Kakak di luar sana yang kalah dari aku".
Delia berdiri dan memperlihatkan wajah Marahnya.
"ohh jadi Kakak sudah menduakan Delia??"
Arya jadi salah tingkah Karena salah mengucapkan kata-kata yang membuat Istrinya ngomel-ngomel.
"Bukan gitu maksud kakak sayang, Hanya ada satu nama perempuan yang di dalam hati Arya Wiguna Albert Kim Said" Arya berbicara sambil menunjuk ke arah Dadanya dengan dramatis.
"Hanya Delia Paramitha Rusdy yang selalu mengisi hatiku bahkan hati ini sudah terisi penuh oleh namanya dan tak akan terganti" Ucap Arya.
"Saya Arya Wiguna Albert Kim Said tidak bisa berjanji Karena janji kadang akan diingkari, Tapi aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dan akan selalu berusaha memberikan kebahagiaan sesuai kemampuanku kepada satu-satunya Istriku yaitu Delia Paramitha Rusdy" Arya berucap seperti itu sambil bersujud di depan Istrinya.
Delia berusaha melepaskan pegangan tangan Arya Tapi Arya langsung berdiri dan menggendong Istrinya ala bridal style dan membawa istrinya ke dalam kamar mereka.
Arya membaringkan tubuh istrinya ke ranjangnya. Dan ada kilatan gairah di matanya.
Delia sangat mengerti jika suaminya menginginkan sesuatu.
Mereka berpandangan dan saling menyelami perasaan mereka. Arya semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Delia. Arya kemudian mencium kening istrinya.
Lama-lama Ciuman itu beralih tempat ke arah bibir merah Delia. Ini lah tempat favorit Arya selama ini. Arya semakin memperdalam ciumannya, Mereka Sudah saling bertukar Saliva. Arya semakin meningkatkan aksinya hingga tanpa sadar pakaian mereka sudah teronggok di lantai.
Delia Selalu dibuat melayang oleh sentuhan jemari Arya. Mereka tidak kuasa lagi menahan sesuatu yang bergejolak di dalam sana yang seakan-akan akan meledak jika tidak disalurkan. Dinginnya udara malam tidak mampu membendung keringat mereka yang semakin bercucuran. Arya semakin membuat Istrinya tak berdaya dan ingin berteriak di tengah malam itu.
Arya membungkam bibir Delia dengan ciumannya. Malam itu mereka lalui dengan kepuasan yang maksimal luar biasa. Kehangatan di ranjang bisa meredam segala macam keegoisan dan kemarahan pasangan.
Mereka akhirnya terlelap setelah pergulatan mereka yang durasi waktunya yang panjang.
TBC...
Makasih banyak Atas dukungannya Kakak Readers πππ.
Fania selalu bahagia jika Ada Notif yang muncul di kolom Like dan Komentar. Itu tandanya Ada yang Suka dengan tulisannya Fania. Uuuhh Senangnya Hati Fania ππ₯°π
Apa lagi ada Yang kirim setangkai bunga Mawar FANIA dibuat senyum-senyum sendiri loh Readers karena saking bahagianyaππ₯°π.
Seperti biasa Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara Like, Rate Favoritkan.
Makasih banyak πππππ₯°ππ
__ADS_1