Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 172. Ternyata Dendam


__ADS_3

Warning!!


Harap Bijak Dalam Membaca Ada Adegan Perkelahian, Khusus 18 tahun ke atas 🙏


HAPPY READING..


Suasana dalam ruangan tersebut tampak mencekam, rintihan dari Dokter Rizaldi tidak ada yang peduli dengan keadaannya. Aulia sudah semakin takut karena orang tersebut semakin mendekati Aulia.


"Kini tiba giliran kamu, Aku ingin lihat gimana reaksi dan tanggapan orang-orang setelah melihat wajah cantikmu aku gores memakai pisau bedah ini, lihat baik-baik pisau seperti ini kan yang sering kamu pakai untuk membedah perut pasienmu" ucap Orang tersebut.


Sisa beberapa centi saja, pisau itu berhasil mengiris wajah Aulia yang glowing dan cantik itu andai saja tidak ada botol yang tiba-tiba melayang ke arah Orang tersebut. Untung Orang itu sigap dan segera menghindar, Setelah mengetahui kalau ada yang melempar botol ke arahnya. Tapi botol itu berhasil menjatuhkan topi orang tersebut.


Semua mata tertuju ke arah orang yang melempar botol itu. Aulia terkejut melihat siapa sosok orang itu.


"Kak Rina" cicit Aulia yang tidak percaya kenapa bisa Rina berada di sana.


Rina lah yang berhasil menggagalkan pisau bedah itu menyentuh kulit wajah Aulia. Topinya terjatuh ke lantai dan bergerai lah rambut panjang orang tersebut. Akhirnya mereka mengetahui siapa sosok orang yang berani melakukan kejahatan ini.


Rina sebenarnya ingin mencari Delia yang sudah lama pergi ke toilet. Tapi Rina tidak menemukan keberadaan Delia, malahan Rina tersesat dan tidak tahu jalan kembali ke tempat pesta, malahan Rina tersesat dan sampai lah ke ruangan tempat Aulia disekap karena suara ribut dan gaduh dari dalam ruangan tersebut membuat Rina penasaran dan langsung membuka perlahan pintu tersebut. Dan betapa kagetnya Rina, setelah mengetahui kalau orang tersebut ingin melukai wajah Aulia. Rina mencari apa pun yang ada di sekitarnya yang bisa Dia gunakan. Untung saja Rina melihat ada beberapa botol air mineral. Dan langsung melempar botol itu ke arah penjahat tersebut.


Dokter Rizaldi kaget setelah melihat orang yang telah berhasil melukai wajahnya adalah seorang cewek.


"Kaaaaamu!". ucap dokter Rizaldi yang tidak ingin mempercayai apa yang dilihatnya.


Aulia kaget karena ternyata pelaku dari semua ini adalah cewek dan cewek tersebut dikenal oleh Dokter Rizaldi. Rina segera mendekati aulia diam-diam dan membantu membuka tali pengikat yang mengikat kaki dan tangan Aulia. Dan memberi isyarat kepada Aulia untuk diam, walaupun Rina memakai pakaian pesta yang membuatnya terbatas dalam bergerak.


"Iya, Aku Ratna, kamu pasti masih ingat dengan saya,. Saya adalah seorang kakak yang tidak tega dan tidak bisa melihat adiknya terpuruk dalam kesedihan dan kehancuran karena harus menderita akibat perbuatanmu dokter breng***, gara-gara kamu adik saya kehilangan masa depannya" terang Ratna di depan Rizaldi.


Dokter Rizaldi pun kembali mengingat kejadian beberapa tahun silam, saat dirinya menjalin kasih dengan seorang perempuan yang cantik,lugu, baik hati. Hubungan mereka berjalan biasa saja dan layaknya anak Remaja di luar sana yang sedang dimabuk cinta dan asmara. Suatu hari, Rania berkunjung ke rumah Dokter Rizaldi, karena dokter Rizaldi yang menyuruhnya untuk datang, sampainya di sana Rania kaget karena rumah Rizaldi sepi tidak seperti biasanya. Tanpa ada rasa curiga atau apa pun itu, Rania masuk ke dalam rumah Rizaldi. Rizaldi yang pura-pura sakit dan terbaring di dalam kamarnya, Akhirnya mau tidak mau Rania pun masuk ke dalam kamar tersebut yang selama ini Rania tidak pernah masuk ke dalam kamar cowok mana pun, Rania merasa takut tapi Rania beranikan dirinya setelah melihat kondisi Rizaldi yang tidak berdaya.


Rania pun membantu Rizaldi untuk mengobati Rizaldi, tapi sebelum tangannya menyentuh kepala Rizaldi, Rizaldi tiba-tiba bangun dan menarik tangan Rania, sehingga posisi Rania sekarang berada di bawah kunkungan Rizaldi, Rania sudah takut dan gemetaran, tapi karena Rizaldi yang pintar bersilat lidah dan mengucapkan kata-kata yang membuat Rania pun tidak berdaya dan akhirnya Rania pun masuk dalam perangkap sang kadal darat. Rania pun menyerahkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.


Dua bulan kemudian, Rania telah mengetahui kalau dirinya hamil. Rania berniat untuk mendatangi rumah Rizaldi tapi ternyata Rumah tersebut sudah bersegel, rumah ini telah dijual. Rania bingung tidak tahu harus mencari Rizaldi di mana. Awal mereka kenalan itu hanya di dunia Maya yaitu lewat salah satu aplikasi Sosmed yang berlogo biru.

__ADS_1


Rania setiap hari mendatangi rumah Rizaldi tapi hasilnya sama. Masih bersegel telah dijual. Padahal itu cuma akal-akalan Rizaldi saja untuk menghindar dari tanggung jawabnya. Sebulan kemudian dari kedatangan terakhir kalinya Rania. Rizaldi memutuskan untuk mencabut segel tersebut karena Rizaldi merasa Rania tidak akan muncul lagi.


Hari itu bertepatan dengan hari Minggu, Rizaldi membawa pacar barunya ke rumah itu, Rizaldi mendapat korban baru lagi. Mereka pun melakukan hubungan layaknya hubungan suami istri. Rania berniat untuk terakhir kalinya mendatangi Rumah Rizaldi. Rania tersenyum melihat pintu pagar Rizaldi terbuka sehingga dirinya bebas masuk ke dalam. Yang biasanya jika dia datang pasti dalam keadaan terkunci rapat, Segel itu pun sudah tidak terpasang.


Rania berharap bisa menemui Rizaldi untuk terakhir kalinya sebelum dirinya ke luar negeri. Rania yang sebelumnya sudah berniat untuk melahirkan dan membesarkan anaknya tanpa Rizaldi atau pun tanpa sepengetahuan Keluarganya. Rania mencoba untuk membuka kenop pintu dan ternyata pintu itu tidak terkunci. Rania berjalan mencari keberadaan Rizaldi tapi Rania kaget setelah melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri, Rizaldi sedang bercumbu dengan seorang perempuan di kursi ruangan keluarga. Rizaldi dan perempuan itu tanpa malu-malu dengan sengaja memperlihatkan kepada Rania apa yang dilakukannya.


Rania sangat terpukul dengan kenyataan yang ada, Rania menangis histeris dan tidak sanggup lagi berada di dalam sana. Rania pun berlari ke luar rumah dan terus berlari tanpa henti. Tapi naas tiba-tiba dari arah yang berlawanan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam tubuh Rania.


Rania akhirnya menjadi korban tabrak lari. Beberapa orang yang melihat kejadian itu, membawa Rania ke rumah sakit. Kejadian ini menjadi sorotan publik dan media elektronik karena Rania adalah putri salah satu pengusaha terkenal di ibu kota.


Dan parahnya lagi, para pemburu berita mengetahui kalau Rania meninggal dunia dalam keadaan hamil 5 bulan dan media elektronik langsung menyiarkan berita tersebut. Hal itu membuat seluruh keluarga Rania terpukul,Malu dan sangat marah dengan kejadian itu. Dari situlah banyak klien dari perusahaan Ayah Rania memutuskan kontrak sepihak termasuk keluarga Rizaldi. Keluarga Rania terpuruk dan hancur dengan kejadian itu, Ayah Rania pun meninggal dunia akibat dari kejadian itu karena terkena serangan jantung. Sedangkan Mama Rania pun ikut stress dan nasibnya berakhir di rumah sakit jiwa.


"Gimana apa kamu sudah mengingat semua perbuatan bej***mu haaaa" ucap Ratna yang menggores kembali wajah Rizaldi bahkan lebih parah dari sebelumnya.


"Aaaaaahhh sakit" ucap Rizaldi yang memegang luka di wajahnya.


"Itu belum seberapa, di bandingkan dengan luka yang kamu berikan untuk keluargaku" ucap Ratna.


"Kalian mau ke mana haaaa!!" ucap si tambun.


"Aaaahh lepaskan kami, kami tidak punya salah sama kalian" ucap Rina yang sudah ketakutan setelah melihat wajah sangar dari si tambun.


"Ikat tangan dan kaki mereka, jangan biarkan mereka lolos" ucap Ratna yang masih bermain pisau di wajah Dokter Rizaldi.


"Maafkan aku Ratna, Aku tidak akan mengulangi perbuatan Aku lagi, aku sudah tobat" ucap Rizaldi yang sudah tidak berdaya.


"Memaafkamu haaaa!! itu terlalu mudah untukmu, Aku ingin melihat dirimu menderita seumur hidupmu, barulah aku puas" ucap Ratna.


Rizaldi akhirnya menyerah juga dan tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah dengan nasipnya.


"Aku suka lihat mata dan wajah tidak berdaya mu ini, Aku mencari tahu siapa sosok perempuan yang menjadi pacar-pacarmu dan ternyata tidak sedikit dari mereka yang hamil akibat ulahmu, di mana hati nuranimu haaa," teriak Ratna sambil menend**** kaki Rizaldi dengan kuat.


"aaaahhhh" teriakan kesakitan Rizaldi membuat Rina dan Aulia semakin takut. Mereka tidak hentinya memohon kepada Allah SWT agar ada orang yang segera menolong mereka.

__ADS_1


"Aaaaaaaahhhhhh" teriakan Rizaldi sampai ke luar ruangan saking besarnya suara itu.


kondisi Rizaldi sudah sangat mengenaskan dan memprihatinkan. Rina dan Aulia menangis ketakutan.


"Sekarang giliran kalian yang telah berani mengusik kesenanganku" ucap Ratna yang berjalan ke arah dua orang tersebut.


Ratna mengacungkan tangannya ke arah anak buahnya dan anak buahnya langsung memberikan sebuah botol yang berisi cairan keras.


"Apa kalian tahu apa isi dari botol ini" tanya Ratna sambil mengarahkan botol itu ke hadapan Rina dan Aulia.


"Jangan, aku mohon jangan lakukan itu padaku" ucap Rina.


"Tolong jangan lakukan itu, kami tidak punya kesalahan apa pun kepadamu, kenal saja kami tidak mengenalmu" ucap Aulia.


"Kak hentikan semua ini, maafkanlah kesalahan kami jika kami pernah mukai hati kakak" ucap Rina.


"Hahahaha" Ratna langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan mereka dan melihat kalau ke Duanya sudah ketakutan.


Ratna pun membuka masker wajah nya dan Betapa terkejutnya Aulia dan Rina setelah melihat siapa sosok dibalik Masker itu.


To Be Continued...


Siapa yang tebakannya benar???🤔🤔🤔.


Ternyata pelakunya adalah cewek yah Readers...


Ternyata yang melempar botol mineral adalah Rina 🤭🤭 dan yang mengira itu adalah Delia ayok siapa angkat jempolnya 🤣🤣✌️.


Fania tidak akan bosan untuk mengucapkan Makasih Banyak kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP dalam bentuk apapun 🙏✌️🥰.


By Fania mikaila azzahrah.


Makassar, 15 Maret 2022.

__ADS_1


__ADS_2