
Happy Reading..
Pak Edward kaget setelah mendengar penjelasan dari Aditya asal usul tentang Gelang yang Aditya pakai. Aditya menjelaskan perihal gelang tersebut tanpa ada yang ditutupi, Kecuali tentang hubungan yang pernah terjalin diantara mereka saja yang Aditya tutupi.
"Di mana cewek yang punya gelang itu, apa kamu tahu dia tinggal di mana, namanya siapa, atau mungkin ada fotonya sama kamu??." tanya pak Edward Ayahnya Aditya.
Aditya sebelum menjawab kaget dengan deretan pertanyaan yang Pak Edward lontarkan kepadanya. Sehingga Aditya tidak mengerti dan mematung tanpa menjawab pertanyaan dari ayahnya.
"Tidak perlu kamu pikirkan hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan Daddy" ucap Pak Edward yang mengerti dengan kebisuan Aditya.
"Nama cewek itu Kim Hyuna, Dia sekarang tinggal di Indonesia, tapi kebetulan Saya dan Helena mengundangnya ke acara pernikahan kami nanti, dan sekarang dia ada di Salah satu hotel bintang Milik papi Helena" jelas Aditya sambil menyodorkan hpnya ke arah pak Edward yang berisi foto Hyuna.
"Boleh Daddy minta Gelang ini?". tanya Pak Edward.
Aditya hanya menganggukkan saja kepalanya dan langsung melepas gelang tersebut dari tangannya. Dugaan Pak Edward tidak salah mengenai gelang tersebut. Pak Edward kembali teringat dengan masa lalunya disaat dirinya menikah pujaan hatinya, Edward hanya mampu memberikan sebuah Gelang saja sebagai mahar pernikahannya.
Mereka terdiam sesaat, sedangkan pak Edward tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Ketika dirinya kembali mengingat masa indah bersama dengan Kim Nara. Walaupun hanya sesaat tapi kebahagiaan itu membekas dalam ingatan pak Edward sampai detik ini.
Pak Edward langsung berdiri setelah melihat foto Hyuna dan mendengar dari mulut Aditya kalau Hyuna sudah ada di Australia. Senyum Manis sempat terbit diwajah pak Edward. Senyum Manis itu sangat jarang Pak Edward lakukan. Aditya pun heran karena sudah 30 tahun lebih umurnya untuk pertama kalinya Dia melihat Daddy-nya tersenyum tulus.
Pak Edward meninggalkan Aditya termangu di kursinya. Pak Edward belum ingin menjelaskan kepada Aditya tentang Hyuna karena pak Edward Ingin langsung memastikan apakah dugaannya benar atau salah paham saja.
Sedangkan di Hotel tempat mereka menginap, Dessy yang sedang berbaring sambil memainkan gawainya tanpa dia sadari ternyata ada seseorang yang sudah berkabut gairah. Dimas tidak pernah tidak memikirkan hal lain jika mereka hanya berduaan saja. Dimas akan selalu menggempur pertahanan istrinya selama Dimas memiliki kesempatan. Dessy tidak menolak keinginan suaminya, akhirnya mereka melanjutkan goyang bebeknya. Hanya furniture dan interior kamar tersebut yang menjadi saksi bisu yang terjadi.
Sedangkan di kamar lainnya. Kegiatan yang serupa pun terjadi. Mereka masing-masing menggarap pasangannya tanpa ada jeda seakan-akan mereka berlomba untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal tanpa adanya gangguan dari bocah kecil mereka. Hanya Suara lenguhan panjang yang tercipta dari mereka.
Delia dan Arya tidak ingin menambah sehingga Delia memakai alat kontrasepsi, sedangkan Mark dan Eliana pun sepakat juga sudah tidak ingin merubah daftar kartu keluarganya. Tapi berbanding terbalik dengan Eliana dengan Adrian dan Pasangan Rina dan Emre yang baru memiliki seorang putri saja, Mereka berharap bisa memiliki keturunan lagi dan menambah buah cinta mereka.
Malam yang begitu panjang untuk pasutri tersebut. Sedangkan Alan dan Hyuna hanya menikmati pemandangan indah kota Sidney di malam hari. Mereka duduk di balkon kamar Hyuna sambil menikmati secangkir kopi dan kue ringan.
Hyuna yang terdiam dan meresapi manis dan pahitnya kopi yang ada di dalam gelas tersebut tiba-tiba dibuat kaget oleh apa yang dilakukan oleh Alan. Alan berlutut di depannya Hyuna sambil memegang sebuah kotak buludru warna pink yang sangat cantik. Hyuna heran dengan apa yang dilihatnya.
"Mau kah kamu menjadi pasangan hidupku, dan siap kah kamu menjadi ibu dari anak-anakku kelak??." tanya Alan yang bingung tidak tahu harus berkata apa untuk meyakinkan Hyuna agar dirinya menerima dan siap menikah dengan Alan.
"Maaf, Aku tak pandai merangkai kata-kata indah dan romantis, Tapi satu hal yang perlu kamu tahu bahwa hatiku telah memilihmu untuk menjadi kekasih halalku" ucap Alan lagi.
__ADS_1
Hyuna kaget dan tidak tahu harus menjawab apa. Hyuna tidak ingin Alan berubah setelah mengetahui kalau dirinya sudah tidak vir** lagi. Hyuna hanya menangis tersedu-sedu dan tidak kuasa untuk berkata apa pun. Hyuna merasa dirinya sangat tidak pantas untuk bersanding dengan Alan.
"Maaf" hanya kata itu yang mampu Hyuna ucapkan dan langsung berlari ke dalam kamarnya.
Hyuna tidak mengambil cincin yang sangat cantik itu dan tentunya harganya Funtastis dan Mahal. Hyuna langsung berlari ke dalam kamarnya. Hyuna menangis tersedu-sedu di atas ranjangnya. Hyuna sangat bahagia dan mendambakan hidup bersanding dengan Alan tapi Hyuna menyadari bahwa dirinya tidak layak dan tidak pantas untuk itu semua.
Alan masih berlutut di hadapan kursi yang tadi di duduki oleh Hyuna. Alan tersenyum kecewa karena Hyuna tidak menerima lamarannya yang dadakan tersebut. Alan pun meneteskan air matanya yang untuk pertama kalinya dirinya mengenal cinta, untuk pertama kalinya dirinya melamar cewek tapi langsung kecewa dan patah hati. Hyuna semakin menangis saja sedangkan di kamar lain mereka ngos-ngosan secara bersamaan. Hanya suara lenguhan yang tercipta dari penghuni kamar lainnya sedangkan di dalam kamar Hyuna tangisan kesedihan yang ada.
"Maaf, aku tidak pantas bersanding denganmu kak, Aku mencintaimu tapi aku sudah kotor, kamu pasti akan meninggalkan aku setelah kamu tahu apa yang terjadi denganku" ucap Hyuna disela Isak tangisnya.
Alan langsung berteriak kencang dan menangis tersedu-sedu karena dirinya ditolak oleh Hyuna. Tanpa menjelaskan kepada Alan apa alasannya kenapa Hyuna menolak lamarannya. Hanya kata Maaf yang Alan dapatkan.
Ke Esokan Harinya, Mereka kembali dibuat terpesona dan terkesima satu hari sebelumnya mereka dibuat takjub dengan perubahan penampilan Helena yang cukup cantik sekarang mata mereka dibuat kembali terkesima dan pangling setelah melihat kedatangan Hyuna, Hyuna kali ini berpakaian lebih dewasa, lebih tertutup dan sopan bahkan Hyuna sangat cantik dengan penampilan barunya.
Hyuna yang akhirnya memutuskan untuk memakai hijab yang membuat semua mata memandang terkesima dan yang paling panling adalah Alan.
Sedangkan ini Helena yang sehari sebelumnya juga memutuskan untuk memakai hijab sebelum dirinya resmi menjadi istri dari Aditya.
Mereka menikmati makanan khas Australia untuk menu sarapan mereka. Mereka rata-rata memuji makanan tersebut. Kecuali Delia yang sudah terbiasa makan pagi dengan sepiring nasi jadi meminta disediakan nasi putih khusus untuknya. Hyuna yang menyadari kalau dirinya sedari tadi ditatap dan diperhatikan oleh Alan jadi salah tingkah dan grogi.
Beberapa saat kemudian, mereka telah menyelesaikan sarapan mereka dan sudah ingin balik ke kamar mereka masing-masing tapi tiba-tiba Hyuna dipeluk oleh seseorang. Hyuna tidak berkomentar ataupun meronta dalam pelukan tersebut. Hyuna sangat tahu dan sadar siapa orang yang memeluknya. Sejak dari dulu Hyuna menginginkan pelukan tersebut.
Arya dan yang lainnya kaget setelah melihat pak Edward datang dan langsung memeluk tubuh Hyuna. Pak Edward tak henti-hentinya menangis disaat dirinya memeluk tubuh Hyuna. Hyuna pun membalas pelukan dari Ayahnya. Mereka menangis tersedu-sedu detelah sekian lama akhirnya bertemu juga.
Hanya Dessy dan Dimas yang tidak terkejut karena sudah tahu siapa sosok Pak Edward dimata Hyuna.
"Daddy" ucap Hyuna disela Isak tangisnya.
"Maafkan Daddy yang selama ini tidak mengetahui keberadaanmu" ucap tulus Pak Edward.
Yang ada di sana saking berpandangan dan tidak menyangka kalau Pak Edward adalah ayah kandung Hyuna. Alan yang kebingungan karena belum mengerti dengan situasi yang telah terjadi hanya bisa menyaksikan kejadian tersebut tanpa harus berkomentar.
__ADS_1
"Daddy tidak tahu kalau Wanita pujaan Daddy ternyata melahirkan putri yang sangat cantik" ucap pak Edward lagi.
"Dad, Hyuna sangat merindukan Daddy" ucap Hyuna yang tidak menyangka kalau dirinya akan bertemu dengan ayah kandungnya yang belakangan ini dia cari.
Pak Edward mengerti dengan maksud dari tatapan mata yang ada di sana. Pak Edward pun memutuskan untuk menjelaskan semuanya kepada mereka dan pak Edward mengambil tempat untuk duduk begitu pun dengan yang lainnya. Mereka sudah duduk manis menunggu penjelasan dari Pak Edward.
"Pasti kalian heran bahkan mungkin ada yang tidak percaya dengan apa yang kalian lihat, karena itu lah Saya Ingin menjelaskan kepada kalian bahwa Kim Hyuna adalah putri kandung saya, Hyuna adalah adik kandung dari Aditya" jelas pak Edwards.
Sedangkan di meja pojok ada seseorang yang menjatuhkan gelas secara tidak sengaja setelah mendengar penuturan dari Daddy-nya. Aditya kaget bahkan shock dengan kenyataan yang ada. Bahkan terbersit penyesalan yang mendalam Setelah mengetahui kalau Hyuna adalah adiknya. Aditya tidak menyangka hubungan yang pernah mereka lakukan adalah hubungan yang terlarang. Aditya hampir dibuat gila dengan fakta yang baru terungkap. Untung saja Aditya mengikuti Ayahnya secara diam-diam dan Aditya pun tak seorang pun yang mengenalinya karena memakai topi, masker dan jaket kulit yang cukup tebal.
Aditya merasa malu dengan dirinya sendiri setelah kembali mengingat kejadian itu, Aditya sangat menyesali perbuatannya dulu.
"Ya Allah aku sudah menghancurkan masa depan adikku sendiri, Maafkanlah dosa-dosaku ya Allah". ucap Aditya yang sangat menyesali perbuatannya dulu.
Untung Saja tidak ada yang menyadari kehadirannya di resto tersebut. Mereka masih sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Ada yang bahagia, ada yang masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada dan ada yang ragu dan bimbang apa yang harus dia lakukan kedepannya.
"Kami tidak menyangka ternyata bapak adalah daddy-nya Hyuna" ucap Arya.
"Tidak usah kamu panggil uncle dengan sebutan bapak, kita ini keluarga dan bukan lagi bahas bisnis, jadi kalian cukup panggil aku Uncle saja" ucap pak Edward yang tersenyum menanggapi perkataan dari Arya.
"Alhamdulillah akhirnya Hyuna bisa bertemu dengan daddy-nya yang sudah sekian lama Hyuna cari" ucap Dessy.
Mereka yang ada di sana turut berbahagia dengan kenyataan yang baru saja mereka ketahui. Sedangkan Aditya timbul berbagai penyesalan dalam dirinya. Karena dirinya lah adiknya sendiri harus kehilangan kehormatannya, dan sempat sakit dan menderita. Aditya pasrah dengan kenyataan tersebut tapi akan selamanya hidup dalam penyesalan. Cukup Aditya yah Readers yang mengalami hal seperti itu, Jangan Sampai ada Aditya lain di luar sana yang menghancurkan masa depan seorang perempuan dan tidak ingin bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
To Be Continued..
Typo Mohon dimaklumi 🙏📢
Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏🙏
Dukungan kalian sangatlah berarti 🤗🙏🥰
Gimana dengan nasibnya Alan yah apa kah kedepannya masih ditolak oleh Hyuna atau kah Pak Edward akan menjodohkan Hyuna dengan pria pilihannya 🤔🤔.
Aditya yang sabar yah.. Penyesalan itu selalu datangnya di belakang yah bang.. kalau di depan itu namanya pendaftaran..
__ADS_1
Nasi sudah menjadi bubur yah Aditya.. Fokus saja dengan pernikahan mu dengan Helena karena semakin kamu sesali maka semakin kamu tersiksa dan tidak akan merubah apa pun yang terlanjur terjadi.