Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 283. Menjalankan Rencana


__ADS_3

Happy Reading ..


Kedatangan Arman dan istrinya Karina dari Dubai, Uni Emirat Arab membuat langkah mereka semakin mantap, dan juga menambah amunisi pundi-pundi bukti kejahatan dari Si psikopat Putri.


Karina ternyata adalah keponakan dari Ibu Sumartini yang tidak lain adalah kunci utama dari semua kejahatan yang dilakukan oleh Putri selama ini. Ibu Sumartini adalah saksi kunci sekaligus saksi hidup dari kebiadaban Putri selama ini.


"Alhamdulillah bukti yang Kita pegang semakin banyak, tinggal gimana cara kita untuk melakukan semua rencana dan strategi kita ini dengan baik, agar berhasil tanpa ada korban jiwa lagi," tutur Arya.


Keesokan harinya, Pelaksanaan acara resepsi sekaligus akad nikah antara Rian dengan Putri sudah ramai didatangi oleh beberapa tamu undangan.


Gedung tempat perhelatan akad nikah tersebut sangatlah megah dan mewah. Semua tamu undangan memuji keindahan ruangan tersebut yang sudah disulap sedemikian rupa.


Mempelai pengantin wanita pun sudah disulap menjadi Putri sehari. Pengamanan sangat diperketat di berbagai sudut dan pojok ruangan gedung. Hanya Tamu yang memiliki undangan barkode yang bisa lolos masuk.


Saking ketatnya seekor lalat pun tidak bisa lolos masuk ke dalam area Gedung. Setiap Tamu yang datang bahkan diperiksa seluruh tubuhnya dari atas hingga ke bawah. Mereka bagaikan sedang mencari buronan penjahat kelas kakap saja hingga memberlakukan pengamanan yang sangat ketat tersebut.


"Arya sepertinya jalan kita sulit, lihatlah ke sekeliling kita tidak ada celah untuk bisa melakukan rencana kita," ucap Adrian.


"Aditya bagaimana dengan si Botak apa sudah siap untuk melaksanakan tugasnya?, tanya Arya melalui alat khusus yang dipasang di dalam jasnya.


"Semuanya sudah berjalan sesuai yang Kamu perintahkan, dan obat yang kita minumkan untuk si Botak pun sangat manjur, kita tunggu saja aba-aba dari Kamu untuk memulainya," terang Aditya.


Aditya yang hanya duduk manis di depan laptopnya di Kediaman Utama Wiguna yang akan mengontrol pergerakan mereka melalui laptopnya.


"Ok, usahakan Kalian tidak berkomunikasi secara langsung dengan Arman, Karena mereka tidak ada yang tahu kalau kita itu keluarga, jadi bersikap biasa saja dan sewajarnya," tutur Arya.


Arya dan Dimas berbaur dengan para tamu undangan lainnya. Sedangkan si Botak sudah bergerak sesuai dengan arahan dan apa yang sudah diajarkan oleh Arya. Obat yang diberikan oleh Arya yang diminumkan ke Botak berhasil.


"Ya Allah semoga rencana Arya dan yang lainnya berhasil membebaskanku dari penjara perempuan gila itu, dan lindungilah kami dari kejahatannya Putri."


Andre dan Anton Bachrul melakukan misi pencarian dokter yang selama ini menangani Putri yang diasingkan oleh Putri ke Pulau yang sangat terpencil. Anton dan Andre berangkat sejak semalam menggunakan helikopter tempur.


Delia dan Mama Elisabeth shalat Magrib berjamaah dan memohon kepada Allah SWT agar suaminya dan anggota keluarganya yang bertugas dan berada di dalam Istana Putri berhasil dan sukses, serta mereka pulang dengan selamat tanpa kekurangan apa pun itu. Seperti saat mereka berangkat dari rumah hingga pulang pun dalam keadaan seperti itu.


"Ya Allah jaga dan lindungilah Suami dan keluargaku di mana pun mereka berada, jauhkanlah mereka dari segala marabahaya, entah kenapa perasaanku aneh ada yang lain-lain yang aku rasakan, semoga saja ini hanya perasaan yang biasa saja."

__ADS_1


"Ya Allah lindungilah suamiku Hendry di mana pun beliau berada, moga mimpiku semalam hanya lah bunga tidur dan tidak akan menjadi kenyataan."


Mereka khusuk dalam shalatnya dan tidak terasa mereka sama-sama meneteskan air matanya. Dua wanita cantik beda generasi itu bermunajah kepada Allah SWT karena entah apa yang akan terjadi dalam misi suami mereka kali ini.


Hyuna yang mengetahui kalau Arya dan yang lainnya ke Istana Putri untuk menyelamatkan nyawa Rian atau Alan, Hyuna segera bergegas menuju kediaman Utama Keluarga Wiguna dan memboyong putra semata wayangnya.


Bahkan Emre dan Mark pun sudah bertolak dari Inggris dan Turkey menuju ke Indonesia setelah mendapatkan kabar tentang rencana mereka dan kemungkinannya akan sampai di Indonesia sebelum jam 8:30.


"Assalamu alaikum Paman, Paman sekarang di mana? tanya Emre.


"Waalaikum salam, iya ada apa Emre?" tanya balik pak Hendry.


"Kami sudah berada di jalan nih Paman, apa Kami langsung ke gedung itu atau ke Kediaman Utama saja?" tanya Emre yang baru saja sampai ke Indonesia.


"Kalau Mark gimana apa juga sudah sampai di Bandara?" tanyanya lagi.


"Kami sudah bertemu dan sudah berada di dalam mobil, senjata yang dipesan oleh Arya pun Kami yang langsung menjemputnya di tangan anak buahnya Edgar Davids dari Jerman," jelas Emre.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, kehadiran kalian sangat dibutuhkan oleh Arya dan yang lainnya, tapi Kami masih berharap Anton dan Andre juga segera pulang dari Pulau menjemput Dokter yang selama ini mengobati dan menyembuhkan penyakitnya Putri wanita psikopat itu," terangnya.


"Siap Paman, Paman juga harus hati-hati, Halo Paman apa memakai baju Anti peluru, jangan sampai paman lupa lagi," ucap Emre.


Emre masih berbicara dan ternyata sambungan teleponnya sedari tadi sudah terputus tapi, saking seriusnya sampai-sampai lupa kalau bunyi telpon sudah Tut.. tut..


"Ya sudah dimatikan padahal aku masih berbicara dengan Paman, Mark periksa semua senjata kita, dan jangan lupa pakai jaket anti peluru terbaru yang dibeli oleh Arya, Aku lihat kualitasnya sangat bagus," ucap Emre.


"Pak supir ingat bapak juga pakai baju anti peluru, kita harus ekstra hati-hati karena kemungkinannya pertempuran kali ini butuh perjuangan yang sangat ektra time," ucap Mark.


Mark yang ada firasatnya yang tidak seperti biasanya. Serasa ada sesuatu hal besar yang akan terjadi pada keluarganya.


"Baik Bos, makasih banyak," ucap pak supir.


Pak supir pribadi tersebut langsung membuka bajunya terlebih dahulu sebelum memasang jaket anti pelurunya sebelum memakai pakaian biasanya ke tubuhnya.


Pertempuran kali bisa saja menjadi akhir dari pertumpahan darah untuk menuju kehidupan yang baru. Firasat dan feeling yang mereka rasakan apa akan jadi kenyataan atau tidak.

__ADS_1


Hyuna memandangi sebuah Figura yang berisi foto-foto pernikahannya dengan Alan sebelum Alan mengalami kecelakaan sehingga Putri mengoperasi plastik wajah dari Alan dan merubahnya menjadi sosok pria baru yaitu Rian tunangan Putri yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut di luar negeri.


"Sebelum Pak Penghulu mengatakan Sah, Video rekaman tentang pembunuhan dokter dan penyiksaan pada asisten rumah tangganya harus sudah dimainkan sehingga perhatian orang-orang teralihkan oleh suara dan gambar dari Rekaman itu," ucap Arya.


"Baik," jawab singkat si Botak.


Arya kembali menghubungi nomor handphone Pihak Kepolisian yang selama ini sudah menjadi kaki tangannya yang selalu membantunya jika menghadapi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan penanganan polisi tapi, bukan berarti bertindak semena-mena atau pun yang diluar batas dan melanggar peraturan.


............


Alhamdulillah hari ini sudah ada Novel Fania yang targetnya tercapai 🥰, Semoga dua novel lainnya segera menyusul, Amin yra 🙏


Fania ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian.


Dukungan kalian sangat berarti, Kalian dapat memberikan dukungannya kepada BDP dengan Cara:


Like Setiap Episodenya 👍


Rate bintang Lima ⭐⭐⭐⭐⭐


Favoritkan ♥️


Vote Juga kalau ada


Bisa juga memberikan Gift Poin atau Koin 🎁



Makasih Banyak Bantuannya 🙏♥️


...********To Be Continued********...


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Sabtu 28 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2