
Happy Reading..
Suasana Sore itu sungguh meriah, dikarenakan mereka mengadakan nonton bareng moto GP. Dan ditemani oleh aneka macam kue dan minuman. Hanya Aditya yang merasa galong sedangkan yang lainnya happy dan enjoy saja.
"Helena mohon Minggu depan kalian datang yah di Acaraku, hitung-hitungan kalian jalan-jalan ke Australia" ucap Hyuna yang memohon kepada yang lain agar mereka bisa hadir di Acara pernikahannya.
"Insya Allah kalau schedule dari suami saya tidak padat pasti kami akan datang, iya kan kak??." ucap Delia.
"Iya, Helena kalau emang kami ada waktu pasti sempatkan diri untuk hadir" Jawab Arya.
"Kalau yang lain gimana??." tanya Helena yang sangat berharap mereka bisa turut hadir juga.
"Kalau aku mau, hitung-hitungan lanjut bulan madunya di Australia, mau cari inspirasi goyangan baru soalnya" ucap Dimas yang tersenyum penuh arti dan langsung mendapat polototan dari Dessy.
"Ayok Dimas gempur habis mumpung masih hangat-hangatnya" ucap Emre.
"Pengantin baru emang semakin di depan yah" balas Adrian.
"Pengantin Lama pun harus gaspol loh" balas Arya.
"Iya jangan mau kalah, walaupun pun kita sudah lama nikahnya tapi Goyangannya jangan kalah" timpal Mark.
Semua orang tertawa dengan candaan mereka, Suasana nonton bareng semakin happy dan Ramai karena mereka nonton sambil bercanda.
Pak Wiguna dan Istrinya yang melihat mereka dari jauh sangat bahagia dan bersyukur karena mereka sama-sama kompak dan saling mendukung satu sama lainnya.
"Semoga persahabatan dan persaudaraan kalian erat dan semakin kuat sampai kalian tua, cukup kah Ayah yang karena gara-gara perempuan membuat persahabatan Ayah menjadi hancur bahkan terpecah belah dan berakhir dengan dendam" ucap pak Wiguna yang teringat dengan masa lalunya dulu saat bersama ke tiga sahabatnya.
"Aku sangat sangat senang dan bahagia loh Yah, melihat mereka yang akur dan seperti saudara kandung saja" ucap Mama Elisabeth.
"Tapi aku takut jika persahabatan mereka terganggu karena adanya pihak lain yang ingin memecah belah mereka" ucap Pak Wiguna yang khawatir.
"Kita jangan putus berdo'a untuk kebaikan mereka semua Ayah, insya Allah persahabatan mereka Sampai akhir hayat mereka dan apa yang Ayah khawatirkan tidak akan pernah terjadi" ucap Mama Elisabeth istrinya.
"Amin yra, kita terus memantau mereka dan selalu waspada, karena aku takut Ma, Dia muncul lagi dan ingin menghancurkan keluarga besar kita" ucap pak Wiguna.
"Berdoalah kepada Allah, moga Dia berubah dan dilunakkan hatinya untuk tidak menghancurkan keluarga kita dengan dasar kesalahan pahaman dan kecemburuannya" ucap Mama Elisabeth.
Pak Wiguna dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena Melihat kekompakan dan kebersamaan dari anak,menantu dan keponakannya, mereka ingin mengunjungi beberapa rumah warga yang berada di pulau T tersebut tetapi lokasinya ada di luar resort dan agak jauh. Perjalanan mereka menempuh beberapa menit saja dan untuk mengjangkau wilayah tersebut harus menggunakan kapal kecil.
Sedangkan di tempat lain, Tempat anak-anak menghabiskan waktunya untuk bermain.
"Amanda please dan stoop!! jangan panggil aku kakak lagi, berapa kali harus aku bilang sama kamu, jangan panggil aku kakak lagi, karena kamu bukan adikku dan kita itu hanya beda 1 bulan saja" ucap keyna yang sudah tidak tahan jika dipanggil terus kakak oleh Amanda sambil berlalu dari hadapan Amanda.
Sedangkan Amanda, hanya terdiam tanpa kata apa pun, Amanda hanya sedih mendengar penolakan dari Keyna.
__ADS_1
"Ya Allah kira-kira gimana reaksinya jika Kakak keyna tahu kalau kami ini saudara, apa Dia akan menolakku atau akan merentangkan kedua tangannya untuk menyambutku?" tanya Amanda pada dirinya sendiri.
Amanda masih mematung di tempatnya, Bahkan keyna sudah kembali ke dalam kamarnya dan Ingin baring di ranjangnya.
"Kok aku merasa Sedih yah, kalau aku bentak dan marah-marah sama Amanda??." tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Keyna memikirkan perkataannya tadi kepada Amanda dan ikut merasakan sedih disaat keyna melihat wajah sedihnya Amanda.
"Aku suka sebenarnya dipanggil Kakak sama Amanda, tapi Amanda kan bukan adikku jadi wajarlah jika aku marah-marah" monolog Keyna.
Sedangkan Amanda berlari ke dalam kamarnya, dan langsung membanting tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya.
"Apa salahku Jika aku memanggilnya kakak, Apa aku tidak pantas jadi adiknya kak keyna??." ucap Amanda yang menangis tersedu-sedu.
Eliana melihat ke dua putrinya berlari masing-masing ke dalam kamarnya. Eliana pun berjalan ke arah kamar putrinya, Tapi Kamar keyna terkunci dan Eliana sudah berusaha untuk membuka pintu kamar keyna tapi tidak berhasil terbuka.
"Key, ada apa nak, bukan dong pintunya??." ucap Eliana.
Keyna sudah tertidur pulas di dalam kamarnya. Sehingga maminya berteriak kencang pun tidak akan membuatnya terbangun dan terusik dari tidurnya. Eliana pun memutuskan untuk beralih ke kamar Amanda.
Kamar Amanda tidak terkunci jadi Eliana langsung masuk saja tanpa permisi dulu. Eliana pun mendengar perkataan Amanda dan hatinya bagaikan teriris sembilu Eliana pun mendekati Putrinya yang sudah menangis tersedu-sedu sambil menutup kepalanya dengan bantal. Eliana mendekati Amanda dan langsung memeluk tubuh anak sambungnya.
"Amanda kok Nangis sayang, apa Amanda sakit atau ada yang menyakiti hati Amanda??." Tanya Eliana sambil mengelus rambut panjang Amanda.
Amanda masih diam seribu bahasa dan tidak bergerak dari posisinya. Amanda malah tangisannya semakin menjadi saja.
Amanda pun buru-buru bangkit dan duduk di atas ranjangnya. Dan menatap ke arah Mama sambungnya sambil menghapus air matanya.
"Mami serius, Amanda sudah jelek yah mami??." tanya Amanda yang meraba-raba wajahnya.
"Iya cantiknya Amanda akan hilang nak kalau Nangis mulu" jawab Eliana yang mengambil cermin kecil yang ada di atas Meja Nakas ranjangnya.
"Coba lihat wajah Amanda di dalam cermin, cantik gak??." tanya Eliana yang ingin tertawa melihat tingkah laku Amanda yang menurutnya lucu.
Amanda memperhatikan wajahnya dan penampilannya. Amanda bahkan sudah melap berulang kali cermin tersebut dengan memakai ujung pakaiannya. Tapi hasilnya masih sama yaitu cantik.
"Amanda masih tetap cantik loh mi, kayak mami yang cantiknya tidak berubah" ucap polos Amanda.
"Semua putri mami memang cantik, dan semuanya sama-sama baik hati dan kebanggaan mami dan Daddy" ucap Eliana.
"Tapi mi, Amanda sedih loh, kalau kakak Keyna marah kalau aku panggil kakak tapi, kalau kakak Raditya gak marah malahan katanya senang ada lagi adiknya" jawab Amanda.
"Suatu saat nanti Kak Keyna pasti akan menerima kamu , mami Mohon Amanda bersabar yah nak untuk menunggu Daddy umumkan kalau Daddy punya Dua putri cantik dan baik hati" ucap Eliana.
"Serius apa yang mami katakan, dan mami tidak hanya ingin menghentikan tangisan dari Amanda kan min??." tanya Amanda lagi.
__ADS_1
"Mami serius Nak, Mami janji kalau secepatnya keyna akan memanggilmu dengan sebutan adiknya" ucap Eliana di depan putri sambungnya.
Amanda langsung memeluk ibu sambungnya dan sudah bisa tersenyum kembali.
"Makasih banyak Mi, Amanda akan berusaha agar Amanda disayang sama kakak Keyna" janji Amanda sambil mengulurkan tangan Amanda ke hadapan mami sambungnya .
Eliana bersyukur karena Amanda anak yang penurut dan mudah mengerti dengan apa yang dijelaskan padanya. Sedangkan orang yang berada di balik pintu tersenyum melihat kedekatan dari ke duanya.
"Makasih banyak ya Allah, mereka saling menyayangi satu sama lain, walaupun hubungan mereka bukanlah Anak kandung dan ibu kandung," ucap Mark.
Mark sangat bahagia melihat kedekatan yang terjalin antara anaknya dari wanita lain dengan Eliana istrinya. Mark sangat menyesali perbuatannya dulu, Tapi Mark sangat bangga dengan sikap bijaksana yang dimiliki oleh Eliana.
"Daddy" ucap Amanda yang tidak sengaja melihat Mark ingin berjalan meninggalkan kamar Amanda.
Langkah Mark pun terhenti setelah namanya disebut oleh Amanda. Lalu Mark berjalan ke arah anak dan istrinya berada.
"Daddy" ucap Amanda dan segera berlari ke arah Mark sedangkan Eliana berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang ada bekas tetesan air mata. Eliana tidak ingin Mark melihat dirinya telah menangis.
"Daddy dari mana saja, kok langsung mau pergi gak mau masuk ke kamar Amanda??." tanya Amanda.
"Daddy tadi cuma lewat saja kok, dan ingin ke Luar mencari angin segar" ucap Mark yang selalu menatap wajah istrinya.
Selama Mereka menikah, Mark belum pernah melihat langsung Eliana menangis di depan matanya karena itu lah Eliana tidak ingin Mark melihat sisi rapuhnya seorang Eliana Wiguna Albert Kim Said.
Eliana Dimata Mark adalah wanita tangguh dan sosok istri yang baik, Sholehah, bijaksana dan dewasa dan yang paling penting sangat menyayangi anak-anaknya. Eliana segera tersenyum ke arah suaminya. Mereka pun berbincang-bincang santai dan saling tertawa bercanda bareng. Tapi ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka yang membuat hatinya sedih. Orang tersebut menangis tersedu-sedu dan tidak menyangka dan tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh ke dua matanya.
TBC...
Beberapa Komentar dari Readers yang Bisa Fania post, Komentar kalian membuat FANIA semakin bersemangat untuk Update 🙏✌️🥰
Typo Mohon Dimaklumi 🙏📢📢
Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers Setia BDP yang selalu setia mendukung BDP Dengan Cara apa pun. FANIA tidak bisa menyebut nama kalian satu persatu, Tapi FANIA sangat berterima kasih kepada semua Readers atas dukungannya 🙏🙏.
Untuk Part ke Depan Kisah Hyuna dan rahasia besar Rumah tangga Eliana yang ingin Fania kupas habis ✌️🙏.
Makasih banyak.
by
__ADS_1
FANIA Mikaila Azzahrah.
Makassar, 22 Maret 2022.