
Warning ada Adegan Kekerasan Harap Bijak!!!!
Happy Reading...
Setiap biduk rumah tangga pasti mengalami yang namanya cobaan hidup. Hidup itu penuh perjuangan dan jika harus berjuang maka perjuangkanlah dan jika harus menyerah maka serahkan semuanya kepada Tuhan yang Maha Esa. Berserah dirilah dan bersujud kepada meminta tolong untuk jalan keluar dari permasalahan dan ujian yang kalian hadapi.
Seperti halnya dengan yang sekarang dihadapi oleh Emre dan Rina. Semua anggota keluarga Oma Ella Fitzgerald Kennedy Satu pun dari mereka tidak ingin melihat Emre dan Rina bahagia. Bahkan mereka rela melakukan segala cara untuk memuluskan langkah dan tujuan mereka. Oma Ella yang sedang terbaring lemah tak berdaya harus dijadikan alat transaksi Emre dengan Rina agar mereka bisa mendapatkan semua kekayaan atas nama Emre beralih ke tangan mereka. Kondisi Emre sungguh mengkhawatirkan sudah banyak luka memar di sekujur tubuh dan wajahnya sedangkan Rina tangan,kaki dan mulutnya diikat sedemikian rupa.
"Kami masih punya jalan keluar agar kamu dan istrimu tidak berpisah" ucap Unclenya Emre sambil menyodorkan sebuah map merah kehadapan Emre.
Emre mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti. Emre sebelum diikat tangannya sudah memasang alat perekam suara yang kapasitasnya sangat besar dan menyalakan alat perekam tersebut. Alat perekam itu terpasang cantik di hijabnya Rina yaitu dibros Mawar merah pemberian Emre dihari ulang tahun Rina yang ke 28 tahun beberapa hari lalu.
Dan alat itu otomatis akan terkirim ke nomor handphone seseorang yang sudah terpasang di dalam alat tersebut dan Jika nomor hp Orang tersebut aktif maka akan langsung terkirim ke nomor hp itu tanpa menekan apa pun lagi. Emre membuat alat tersebut khusus karena Emre sudah melihat banyaknya kejahatan yang selalu mengintainya dan keluarga besar mereka.
Rekaman tersebut sudah terkirim ke nomor hp Uncle Emre yaitu sepupu dari bapaknya Emre yang sudah lama tinggal di luar kediaman Utama Oma Ella dan juga sudah terkirim ke nomor hp polisi setempat.
"Buka pengikat tangannya agar Dia bisa leluasa untuk berbicara dan menandantangani berkas tersebut Jika dia tidak mau pukul saja" perintah Pamannya Emre ke anak buahnya.
Anak buahnya sebenarnya segan dan tidak ingin menuruti perintah tersebut karena mereka tahu Emre adalah cucu kesayangan dari Oma Ella Fitzgerald Kennedy.
"Apa lagi yang kalian tunggu cepat buka ikatannya" teriak pak Mutahar Samil.
"Baik Bos" ucap anak buahnya.
Mereka langsung membuka ikatan tangan dari Emre.
"Sampai kapan pun aku tidak akan menandatangani surat itu" ucap Emre.
"Gampang saja kalau kamu tidak mau" ucap pak Mutahar samil yang berjalan ke arah Rina dengan membawa sebuah gunting yang cukup tajam.
Rina yang didekati langsung mundur dari tempat duduknya.
"Dasar kalian banci, penakut dan Cemen loh kalian, beraninya cuma kepada perempuan kalau paman berani ayok hadapi saya jangan Istriku" teriak Emre yang tidak ingin terjadi sesuatu kepada istrinya.
Untung saja Emre tidak membawa anak-anaknya ke Turki karena mereka sudah kembali aktif sekolah lagi sedangkan yang paling kecil tidak ingin berpisah jauh dari neneknya mamanya Rina.
"Hahahaha kelemahan terbesar kamu itu pada perempuan ini jadi Aku memilih untuk berbuat apa-apa terhadap istrimu dan paman yakin kamu pasti akan menandatangani berkas tersebut" ucap Paman Mutahar.
Paman Mutahar langsung menampar pipi Rina hingga tiga kali. Karena Rina yang tidak pernah diperlakukan seperti itu membuatnya pingsan. Emre sangat Kasihan melihat kondisi Istrinya tetapi Emre tidak bisa berbuat lebih banyak, apa lagi dalam keadaan tangan dan kakinya yang diikat membuatnya tidak berdaya.
__ADS_1
"Maafkan Abang Rina bersabar lah" monolog Emre.
"Apa kamu masih tidak mau juga menandatangani surat itu??." Tanya Pak Mutahar samil.
"Sampai kapan pun Aku tidak akan menyerahkan harta yang bukan milik paman dan kalian perlu ketahui Oma Ella pasti akan sembuh" ucap Emre.
Oma Ella seharusnya sudah sadar dari komanya tetapi karena diberikan obat melalui suntikan yang membuat oma kembali tertidur padahal kondisinya sudah membaik.
"Apa kamu menginginkan istrimu mengalami nasib yang sama dengan Oma kesayangan kamu yang terpaksa kami berikan obat agar sakit dan menyuntikkannya lagi obat bius dengan dosis yang cukup tinggi kalau kamu tidak mencintai lagi istrimu Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi" ucap pak Mutahar.
"Ya Allah semoga paman Hussein segera menyelamatkan Oma Ella" Monolog Emre.
"Bawa Rina ke dalam ruangan yang biasa kita pakai untuk mengeksekusi Jika ada yang melanggar aturan yang kita buat selama ini". perintah Pak Mutahar.
Anak buahnya langsung membawa Rina ke dalam ruangan tersebut.
"Maafkan kami tuan muda" ucap Anak buah kepercayaan Oma Ella yang terpaksa harus mengikuti perintah dari pak Mutahar. ketika membawa Rina ke dalam ruangan yang gelap dan bau anyir darah segar yang masih tercium menyengat hidung.
Oma Ella sudah diamankan ke rumah sakit dan merahasiakan keadaan Oma Ella dari khalayak ramai untuk keamanan dan agar pak Mutahar tidak mengetahui hal tersebut. Semua anak buahnya Pak Mutahar sebagian besar sudah dilumpuhkan.
"Ahmed masuk ke dalam ruangan tersebut dan lakukan apa yang kamu ingin lakukan kepada istrinya" perintah Pak Mutahar kepada putra pertamanya.
"Stop jika kamu berani menyentuh secuil pun tubuh Istriku aku tidak akan melepaskan kamu dan aku akan mencari kamu hingga ke ujung dunia" teriak Emre.
"Kamu miskin tapi kamu sangat cantik bagaikan bidadari yang turun dari surga" ucap Ahmed Deedat yang Ingin menarik hijab Rina.
Teriakan Rina dari dalam ruangan tersebut membuat Emre murka dan terus berusaha untuk melepaskan ikatannya.
"Jika terjadi sesuatu kepada istriku aku tidak akan memberikan ampun kepada kalian" ucap Emre.
Pak Mutahar langsung menend*** perut Emre sehingga Emre terbanting keras ke arah tembok.
"Aaaahhh" suara teriakan kesakitan langsung dirasakan oleh Emre. Darah segar mengalir dari ujung bibirnya Emre.
"Kalau kalian berani lepaskan ikatanku" ucap Emre yang berusaha berdiri dan ingin berlari kedalam ruangan tempat Rina berada.
Sedangkan Rina sudah menangis histeris ketika lengan bajunya sudah berhasil dirobek oleh Ahmed Deedat dan bagian tubuhnya yang sudah terekspos dengan nyata dan kentara.
Emre terus berusaha berlari ke arah kamar tersebut tapi Pak Mutahar langsung mencegah Emre dan kembali memukul punggung Emre menggunakan balok kayu hingga Emre kembali tersungkur ke lantai dan kembali darah mengucur dari hidung dan mulutnya. Tapi Emre tidak mau mengalah hingga dirinya berhasil masuk ke dalam ruangan tersebut dengan merayap. Dengan susah payah Emre sudah berada di dalam ruangan dan melihat istrinya dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
__ADS_1
"Tolong jangan lakukan itu padaku, aku tidak punya salah sama kalian, tolong kasihanilah Aku huhuuuhuhu" ucap Rina diujung ruangan tersebut.
"Adek jangan takut Abang ada disini" ucap Emre yang terus merayap ke arah Rina.
Rina pun mendekati Emre dan langsung memeluk tubuh suaminya yang sudah tidak berdaya.
"Kalian ini bukan Manusia, kalau kalian manusia pasti tidak akan melakukan hal sehina ini." ucap Rina yang sudah marah melihat kondisi suaminya.
"Kamu baru tahu kalau Aku bukan lah manusia biasa, Aku akan melakukan segala Cara apa pun itu jika suami kamu tidak menandatangani surat ini". ucap Pak Mutahar yang melempar map merah kehadapan Emre.
"Abang Tanda tangan saja agar kita bisa terbebas dari mereka, Adek ucap tidak tega melihat Abang disiksa" ucap Rina yang sudah menangis tersedu-sedu melihat Emre.
"Ayo bujuk terus suami kamu agar dia mau tanda tangan dan Paman akan bebaskan kalian dengan selamat dari sini" ucap oak mutahar yang sudah jongkok di hadapan Emre.
"Abang harta itu mudah kita cari tapi keselamatan Abang yang paling penting dan utama dan ingat nyawa Abang itu cuma satu, Adek tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu Abang huhuuuhuhu" ucap Rina lagi yang sudah pasrah dan terus membujuk Emre untuk tanda tangan.
Rina memeluk tubuh suaminya. Emre pun sudah menyerah dan meraih ballpoint dan Berkas tersebut untuk dia Tanda tangani. Emre sudah mulai menggoreskan tinta penanya tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar ruangan. Pak Mutahar langsung memerintahkan kepada anaknya yaitu Ahmed dan anak buah lainnya agar segera berlari ke arah luar untuk melihat apa yang telah terjadi sedangkan Pak Mutahar memaksa Emre untuk tanda tangan dengan menodongkan senjata tajam kearah lehernya Rina. Rina kembali menangis tersedu-sedu dan sudah pasrah dengan nasibnya yang akan terjadi.
"Ayok cepat tanda tangan" Teriak pak Mutahar lagi.
Emre pun kembali mengambil pena yang tadi sempat Emre lempar. Pak Mutahar sudah tersenyum penuh kemenangan dan sudah bermimpi jadi pemilik tunggal seluruh kekayaan ibu sambungnya.
"Hahahaha" tawa Pak Mutahar.
Baru Emre ingin melanjutkan goresan penanya pak Mutahar sudah tumbang ke lantai yang sudah penuh dengan noda darah.
"Aaaaahhh" teriak histeris dari Rina setelah melihat tubuh oak Mutahar bersimbah darah. Emre segera memeluk tubuh istrinya yang terguncang hebat.
"Ayok singkirkan Mayat bajingan ini dari hadapanku" perintah Pak Hussein.
Emre sudah tidak sadarkan diri akibat pukulan yang bertubi-tubi Emre terima
Pihak kepolisian dan Ambulans sudah datang. Emre segera dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang sudah kritis. Rina segera dibantu untuk membuka tali pengikat tangan dan kakinya serta diselimuti oleh polwan cantik yang sedang membantunya.
To Be Continued..
Makasih banyak atas dukungannya 🙏
Maaf jika selalu ada typo di setiap Babnya 🙏
__ADS_1
By Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 07 April 2022