
Happy Reading..
Ijab kabul yang pertama dilaksanakan adalah antara Elang dengan Zoeya Saldana. Setelah itu barulah giliran Amanda dengan Alexander Agung.
Kedua pasangan pengantin itu hanya butuh waktu yang hanya dalam hitungan menit sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.
"Syukur Alhamdulillah, kedua cucuku sudah menikah dengan pria pilihannya, semoga saja, mereka tidak mengikuti jejak pernikahanku yang tidak mulus harus menikah dua kali bahkan tiga kali dengan orang yang sama," Mama Elisabeth menatap penuh haru ke arah cucunya itu.
Dimas pun ikut meneteskan air matanya melihat anak angkatnya menikah, "Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah⦠aku diberi kesempatan untuk melihatnya menikah dan siap menempuh hidup baru."
Arya dan Delia saling berpelukan saking bahagianya melihat anak-anak mereka bahagia dengan pasangannya masing-masing.
"Semoga pernikahan mereka lebih baik dari pernikahanku, dan lindungilah pernikahan mereka dari orang yang berniat jahat," doa tulus yang selalu dipanjatkan oleh Arya untuk buah hatinya.
"Maafkan salah dan khilaf Zoeya Ma, Zoe sangat merasa bersalah dan belum ngebahagiain Mama," ucapnya Zoe saat sungkeman dengan Mamanya.
"Sedikit pun kamu tidak punya salah sama Mama sayang, malahan Mama sangat bangga padamu yang mampu menjaga kehormatanmu dan keluarga besar kita nak," balasnya Delia yang meneteskan air matanya sedari tadi.
Zoeya berjalan ke arah Papanya yang duduk di samping kanan istrinya. Arya tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada keluarganya.
"Papa, mungkin selama hidup Zoeya, Belum pernah sedikit pun bahagiakan Papa padahal Papa sudah menyayangi kami tanpa batas, hingga Papa selalu hadir disaat kami sedih dan butuh bantuan, tapi Zoe putrinya Papa tidak pernah ada di saat papa butuhkan Zoe," Dengan penuh takzim Zoe mencium punggung tangannya Papa Arya dengan berlutut dihadapan Papanya.
Satu persatu dari semua anggota keluarganya dia sungkeman. Mulai dari papanya hingga berakhir dengan di hadapan uncle dan Auntynya mereka tanpa terkecuali. Begitu pula halnya dengan Elang, Amanda dan Agung pun mengikuti jejaknya Zoeya sungkeman.
Suasana saat itu menjadi penuh haru dan tangis bahagia. Eliana semakin terisak saat mengingat mendiang almarhum mantan suaminya Mark.
"Mas, putrimu sudah menikah, semoga Mas di atas sana bisa melihat kebahagiaan dari Amanda, sangat cantik loh Mas," gumamnya sambil mencium kening putri sambungnya itu yang sudah seperti anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
"Elang, tolong jaga cucuku dengan baik, sepenuh hatimu hingga hayat memisahkan kalian, dan saling mengingatkanlah dalam kebaikan," pesan Neneknya dengan mengelus rambutnya Elang lalu mengecup sekilas puncak kepalanya Elang.
Tidak ada satupun yang ada di dalam sana yang tidak ikut meneteskan air matanya. Saking sedihnya mereka hingga kotak tissue isinya banyak yang sudah habis.
"Elang tidak janji, tapi Elang akan berusaha untuk melakukan hal yang terbaik karena Elang takut jika melanggar janjinya Elang kepada Zoe, Nek," jelasnya Elang.
"Amanda meminta maaf kepada Nenek, emang Nenek bukanlah Nenek kandungnya Amanda, tapi kasih sayang yang Nenek curahkan melebihi dari siapapun di dunia ini, Amanda sangat beruntung bisa lahir dan tinggal di dalam keluarga besar Wiguna," terangnya dengan lelehan air matanya.
Setelah acara sungkeman selesai, mereka menerima tamu undangan yang sudah berdatangan memenuhi halaman belakang kediaman utama Arya Wiguna Albert Kim Said. Semua Tamu undangan bercampur dan berbaur satu sama lain. Tidak ada perbedaan dari semua tamu undangan dan itu permintaan dari orang nomor satu di Jakarta yang meminta hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan permintaannya.
Hingga tengah malam, pesta masih terus berlangsung. Elang sudah meminta izin kepada kedua keluarga mertuanya yang akan mengadakan pesta bujang, biasanya sebelum pesta akad nikah akan dilangsungkan tapi, mengingat kejadian yang menimpa Zidane sehingga acara tersebut baru mereka laksanakan malam itu juga.
Tidak ada segelas minuman beralkohol yang tersedia di dalam pesta tersebut mulai tadi siang hingga detik itu juga. Pesta kembali berlangsung hingga jam 2 dini hari, barulah acaranya mereka selesai dan rumah itu perlahan mulai sepi ditinggalkan oleh beberapa tamu undangannya.
Keesokan harinya, mereka memutuskan untuk segera melaksanakan bulan madunya. Elang pamit karena tidak akan kembali dalam waktu dekat ke Indonesia. Elang sudah cukup lama meninggalkan perusahaannya yang ada di London, Inggris.
"Insya Allah Ma, Elang akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Zoe," balasnya.
"Kami hanya berdoa untuk kebahagiaan kalian dan Nenek berharap secepatnya nenek dapat kabar kalian segera hamil," ucap Nenek Elisabeth yang berucap sambil bersenda gurau dengan cucunya.
"Makasih banyak, kami pamit, assalamualaikum," ujarnya lalu masuk ke dalam masing-masing mobilnya.
Mereka meninggalkan Ibu kota Jakarta menuju ke Tanah Suci, mereka sudah sepakat akan melaksanakan umroh dulu baru menjalankan bulan madu mereka. Hingga belah duren mereka berempat untuk sementara dipending sepuluh hari.
Dua minggu kemudian, Zoeya dan Elang berangkat ke Dubai sedangkan Amanda dan Agung berangkat ke Mesir. Mereka berpisah saat berada di bandara. Mereka masing-masing memakai pesawat komersial untuk ke tempat negara tujuan masing-masing.
Elang berbisik di telinganya Zoe," Sayang, nanti malam, apa kamu sudah siap melakukan bersama Abang?"tanyanya yang membuat Zoe merinding dan sedikit ketakutan karena katanya Auntynya berhubungan intim di malam pertama itu cukup menegangkan dan kesakitan.
__ADS_1
Zoe menatap ke arah suaminya lalu mengecup sekilas bibirnya Elang untuk mengurangi rasa grogi dan ketakutannya itu. Elang yang diperlakukan seperti itu, sangat bahagia dan refleks membuat wajahnya merona memerah.
"Yes!!" Ucapnya sambil mengangkat tangannya ke atas saking bahagianya setelah tahu jika istrinya sudah memberinya jalan lampu hijau.
Begitu pun dengan Amanda, malam itu berhasil memberikan dan mempersembahkan sesuatu yang pertama untuk suaminya. Agung bahkan tidak ingin beristirahat setelah merasakan betapa enak dan nikmatnya Surga dunia.
Sedangkan Elang dibuat tidak ingin meninggalkan istrinya sedikitpun, bahkan jadwal makan mereka selalu terlambat karena Elang sama sekali membabat habis gunung Himalaya dan hutan belantara yang membuatnya kebablasan.
"Zoe, Abang tidak sabar melihat kamu hamil, pasti kamu semakin cantik," ujarnya sebelum memejamkan matanya menuju mimpi indahnya sambil memeluk tubuh istrinya dengan penuh kehangatan dan kemesraan.
Kebersamaan, ikatan yang kuat dan saling menghargai serta saling melengkapi kekurangan dari seluruh anggota menjadikan hubungan yang selalu akrab di dalam keluarga besar Wiguna Albert Kim Said. Hingga ancaman dalam bentuk apapun tidak bisa mengganggu kebersamaan dan kasih sayang dari mereka.
Bertahan Dalam Penantian membuat mereka menemukan cinta sejati yang tulus dari dalam hatinya mereka.
Fania sedih harus End novel pertama dan keduanya fania yang satu dalam bulan yang sama. Semoga kalian tetap suka dan memberikan dukungannya kepada semua novel ongoing Fania.
Karena tanpa dukungan kalian, lencana Fania dari Bronze sekarang Gold tidak mungkin Fania dapatkan tanpa adanya dukungan, doa dan masukan kalian.
Fania sangat bersyukur dan bahagia karena kalian Readers setianya BDP ππ.
...Karena dua novel Fania tamat, ada tiga novel baru Fania yah sudah update loh judulnya:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...3. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
__ADS_1
...******** END ********...