
Happy Reading..
Kejujuran yang baru saja Hyuna ketahui merubah Kehidupannya dan sekaligus sedih setelah mengetahui perjalanan kisah percintaan ke dua orang tuanya. Hyuna sangat tidak menyangka jika Dia ternyata bukanlah Anak kandung dari keluarga besar Kim. Tapi Hyuna bersyukur karena perhatian dan kasih sayang yang Dia dapatkan dari keluarganya sangat tulus dan tidak pernah Hyuna dibedakan.
Curahan kasih sayang setiap saat dia dapatkan dari seluruh anggota keluarganya. Karena itu lah Hyuna sangat shock dan kaget setelah mengetahui kejujuran yang ada. Hyuna Akhirnya bertekad untuk mencari Ayah biologisnya. Hyuna tidak memikirkan apa pun yang terjadi nanti. Yang ada dipikiran Hyuna bertemu dengan Ayahnya.
Hari ini Hyuna berangkat ke Australia untuk mencari Ayah kandungnya, Hyuna berharap Ayah kandungnya menerimanya dengan tangan terbuka.
Sedangkan Aditya mulai beraktivitas kembali ke rutinitas sehari-harinya yaitu berhadapan dengan Laptop dan kerja kerja terus itu lah yang Aditya lakukan untuk menutupi perasaan rindunya kepada Hyuna. Aditya juga mengisi hari-harinya dengan menyibukkan diri dengan menjadi dosen di salah satu universitas Milik orang tuanya. Hal ini dilakukan oleh Aditya agar dirinya tidak lagi terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan perbuatan maksiat. Sebenarnya Hoby Aditya yang sering celap celup bukan tanpa alasan, Aditya awalnya tertantang oleh ajakan Uncle nya yaitu adik dari Ayahnya. Dan Waktu itu Uncle Jonatan adik dari Ayahnya menganggap Kalau Aditya itu adalah Banci yang lemah syahwat dan tidak berdaya Jika berada di depan perempuan.
Dari situlah Aditya terus menjelajahi seluruh perempuan yang dia kenal yang tentunya masih perawan, Aditya tidak ingin mengambil resiko dengan memakai barang bek***. Aditya melakukan Hal itu 3 kali sampai 4 kali dalam seminggu. Itu pun tergantung dari Kesempatan Aditya jika tidak memiliki jadwal yang padat.
Tetapi semenjak mengenal Hyuna beberapa bulan yang lalu, kebiasaan itu perlahan Aditya tinggalkan. Aditya tidak memiliki niat atau pun selera untuk melakukan kebiasaan itu. Awalnya Aditya Heran dengan sikapnya itu padahal sebelumnya Aditya tidak pernah seperti itu.
Kita kembali ke Indonesia tanah air Beta.
Emre dan Rina Sudah berada di dalam Butik Andreas untuk mencoba beberapa gaun pengantin.
Kurang lebihnya seperti ini gaun pengantin yang akan dipakai oleh Rina saat ijab qobul nya. Emre terpesona dan pangling melihat Rina yang sudah mencoba memakai gaun pengantin mereka.
Setelah dari fitting baju pengantin, Rina dan
Emre memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke Hotel DA yaitu Hotel yang menjadi pilihan Emre dan Rina dan menjadi salah satu Hotel kebanggaan Perusahaan Sinopec Group yang sudah diakui kredibilitasnya di dalam negeri hingga mancanegara.
Setelah dari Hotel DA, Emre dan Rina Memutuskan untuk Singgah makan malam di salah satu restoran Turkey Bintang 5 dan terbaik di ibu kota.
Sedangkan di Restoran Turkey, ada Sepasang kekasih yang sebentar lagi akan meresmikan
hubungannya kejenjang pernikahan sedang menikmati indahnya suasana Restoran. Dua sejoli itu sedang duduk berhadapan di depan Meja makan dan saling berpandangan. Mereka tidak ada yang ingin memulai makan, mereka sama-sama malu.
Emre tidak menyangka jika Rina ternyata memilih dan meminta kepada Emre untuk Singgah di Restoran Turki. Sedangkan Emre heran dengan permintaan Rina yang ingin makan masakan khas Turki bukan khas Indonesia.
Mereka duduk saling berhadapan dan sudah tersaji banyak macam masakan khas Turki tentunya. Makanan yang ada dihadapan mereka tentunya makanan yang pastinya sangat menggugah selera makan Siapa pun yang melihatnya.
Makanan yang pertama Rina Ingin makan adalah kebab. Kebab adalah Menu makanan yang berisi irisan daging kambing dan aneka sayuran.
Sedangkan makanan ke dua yang di pesan oleh Rina adalah Kofte sejenis makanan steak yang biasanya banyak dijumpai di semua restoran yang bernuansa Timur Tengah. Kofte menjadi menu utama di seluruh Resto Timur Tengah. Kofte adalah Steak yang berukuran kecil yang biasanya terbuat dari daging sapi, Ayam atau kambing dengan aneka bumbu bumbu.
__ADS_1
Suasana malam itu sungguh begitu Romantis, Meja Mereka diterangi dengan cahaya dari Lilin serta suasananya diiringi oleh musik yang bertema romantis tentunya.
Emre memesan menu makanan yang berasal dari negara Ibundanya yaitu Turki. Semua makanan yang ada di Meja makan itu adalah pesanan dari Rina. Rina saat itu sangat menginginkan makan makanan yang berasal dari Turki.
Rina pun heran dengan apa yang Dia ingin makan padahal sebelumnya Dia tidak pernah memimpikan atau pun ingin makan masakan dari Turki. Emre memenuhi permintaan dari Rina karena Emre tahu kalau Rina sedang Ngidam ingin makan masakan Turki.
Karena Rina sudah lapar Akhirnya Dia memutuskan untuk duluan makan.
Rina sebenarnya sangat malu dengan suara perutnya sendiri yang tidak bisa dikondisikan. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan. Mereka makan dengan lahap penuh hikmad nya. Rina bahkan makan seakan-akan dirinya belum pernah makan dalam jangka waktu yang lama.
Emre tertawa melihat cara makan Rina yang tidak memakai sendok dan garpu. Sebenarnya Rina bisa tapi dipikirannya Rina lebih suka jika dirinya makan memakai tangan saja tanpa bantuan alat makan.
Beberapa saat kemudian, Makanan mereka telah habis. Rina sangat kenyang dan menyukai makanan yang dipesan oleh Emre.
"Kok, Aku pengen makan masakan Turkey yah padahal dulu setiap kali diajak makan makanan Turkey selalu gak minat yah??." Tanya Rina.
"Mungkin karena itu permintaan dari Bayi yang ada di dalam perutmu." ucap Emre dengan hati-hati agar Rina tidak tersinggung.
"Bisa jadi Kak, Tapi selama Aku hamil, Aku selalu mual jika mencium makanan Indonesia." jelas Rina.
Emre hanya tersenyum menanggapi perkataan Rina.
"Ternyata Anakku menyukai masakan Asal Ayahnya" ucap bathin Emre.
Emre langsung tersedak minuman disaat Dia mendengar perkataan Rina.
"Huhuuuhuhu." Suara Batuk Emre.
"ini minum dulu Kak, kalau Makan itu hati-hati jangan buru-buru gak ada yang Mau rebut makanan Kakak loh" Ucap Rina sambil menyodorkan segelas air putih kehadapan Emre.
"Makasih" ucap Emre.
Suasana kembali sunyi, Emre memikirkan bagaimana cara menyampaikan rahasia yang selama ini Dia simpan sedangkan Rina Sibuk memikirkan siapa ayah dari bayinya.
"Apa kamu tidak melihat wajah dari pria itu?." Tanya Emre.
"Aku cuma sekilas melihat wajahnya Saja yang tampan Karena waktu itu suasana kamar hotelku sedang gelap" ucap Rina sambil mengingat kembali Wajah pria yang telah merenggut keperawanannya.
Rina tersenyum disaat Dia teringat kalau pria itu benar-benar tampan dan tentunya sangat memuaskan Rina waktu itu walaupun Hati dan pikirannya tidak sejalan waktu itu.
"Kalau Kamu tahu Siapa pria itu, apa yang akan kamu lakukan??." Tanya Emre sambil mengaduk minumannya.
"Yang pastinya akan marah bahkan sangat tapi Aku tidak boleh juga egois, Aku pasti bertanya kepada Pria itu apa sih alasannya kenapa hal Itu dia lakukan kepadaku." ucap Rina.
__ADS_1
Emre langsung menelan air ludahnya sendiri dan mulai lagi ragu untuk berkata jujur.
"Seandainya Pria itu ada di Depan Kamu kira-kira apa yang akan kamu lakukan??" Tanya Emre yang sudah was-was dengan jawaban Rina.
"Kenapa sih kakak ngomong gini, Rina heran loh Kak" ucap Rina.
"Tidak ada apa-apa sih, cuma bertanya saja." ucap Emre yang sudah keringat dingin.
Emre lebih mau menghadapi saingan bisnisnya dari pada berhadapan langsung dengan Rina. Tetapi Emre sudah membulatkan tekadnya untuk berkata jujur, apa pun konsekuensinya Emre siap untuk menghadapinya.
"Sebenarnya Pria yang ada di malam itu adalah sa......" ucapan Emre terpotong Karena Handphone Rina berdering.
"Maaf yah Kak, Rina angkat telpon dulu" ucap Rina.
"Silahkan" ucap Emre.
"Assalamualaikum Ibu" ucap Salam Rina.
"Waalaikum salam, Kamu di man Nak bisa pulang secepatnya??" tanya ibu Rina.
"Aku masih di Resto nih Bu sama Kak Emre, emang ada apa yah Bu?." Tanya Rina.
"Nak tolong segera ke rumah sakit soalnya Bapak terkena serangan jantung" ucap Ibu Rina sambil menangis tersedu-sedu.
"Innalilahi wa innailaihi rojiun, Rina akan segera ke rumah sakit, ibu minta Tolong sama suster yang ada Jaga untuk share alamat rumah sakit bapak ke nomor handphone Rina" ucap Rina yang ikut meneteskan air matanya.
"Ada apa Rina, apa yang terjadi sama Bapak??" Tanya Emre.
"Bapak masuk rumah sakit karena serangan jantung" ucap Rina sambil segera mengambil tasnya.
Emre dan Rina segera ke rumah sakit. Rina tidak lupa mengabari ke dua sahabatnya.
TBC..
Waduh gantung yah Readers 😂😆.
Kasihan juga Emre sudah siap untuk jujur deh ada lagi cobaan yang datang.
jadinya Gatot deh...
Sabar yah bang Emre...💪🤭.
Yang Penasaran dengan kelanjutan kisah percintaan dan kehidupan keluarga Hyuna yang sabar yah.. Sekarang gilirannya Rina Dan Bang Emre yah Readers 🙏.
__ADS_1
Makasih banyak atas dukungannya kakak Readers 🙏🥰😘