
HAPPY READING..
Aqiqahan Baby dari Rina dan Dessy berjalan lancar dan sukses. Semua bersuka cita dengan Aqiqahan tersebut. Mereka bisa berkumpul bersama dan berbagi tawa dan canda. Para tamu undangan pun ikut dalam kebahagiaan mereka. Pak Wiguna ingin acara tersebut sukses dan semua orang yang turut hadir di tempat tersebut merasakan kebahagiaan tersebut. Setelah Aqiqahan itu, perhatian semua orang tertuju kepada rencana perhelatan akad nikah dan pesta resepsi pernikahan Antara Rangga dan Aulia.
Tiga hari kemudian bertepatan dengan akad nikah Aulia dan Rangga di Mesjid Jabal Nur. Acara akad nikah tersebut terbilang mewah tapi tertutup. Hanya keluarga dekat dan beberapa tamu undangan khusus yang datang. Aulia menginginkan suasana acara akad nikah yang sakral dan kekeluargaan yang lebih dominan ada di pesta tersebut. Sedangkan pesta pernikahan akan dilaksanakan pada hari Minggu.
Pernikahan tersebut digadang-gadang akan sangat meriah karena Aulia adalah anak dari salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Aulia sendiri adalah anak tunggal dari ke dua orang tuanya. Pasangan bapak Subrata Atmaja dan ibu Diana Nasution.
Semua orang yang hadir sudah memadati area mesjid. Hari itu anak-anak dan cucu-cucu dari Pak Wiguna tidak satu yang tidak hadir. Senyum kebahagiaan selalu terpancar dari wajah ke dua calon pasangan pengantin dan khususnya Pak Wiguna.
Pak Wiguna ingin pernikahan anak dari sepupunya berjalan lancar. Pak Wiguna dan Mama Elisabeth sudah mengambil posisi tempat duduk yang lain pun sudah duduk diposisi masing-masing. Bapak penghulu dan beberapa orang saksi dari KUA Juga sudah hadir di tempat.
"Gimana dengan calon pengantin apa kah Anda sudah siap Saya Nikahkan?." tanya Pak Penghulu
"Siap Pak" jawab Rangga dengan suara yang lantang dan jelas.
Semua tersenyum mendengar jawaban dari Rangga. Pengantin wanitanya ada di dalam suatu ruangan khusus pengantin dan akan diiring ke luar setelah mereka resmi dan Sah menjadi pasangan suami istri.
"Baiklah kalau Anda sudah siap" ucap pak penghulu.
"Silahkan bapak Subrata untuk menikahkan anak bapak" ucap pihak KUA.
Rangga dan calon bapak mertuanya sudah saling berjabat tangan.
"Ananda Rangga Saya Nikahkan dan saya kawainkan engkau dengan putri kandungku bernama Aulia Maharani bin Subrata Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan satu steel di bayar tunai" ucap pak Subrata.
"Saya terima Nikah dan kawinnya Aulia bin Subrata dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan satu steel di bayar tunai karena Alloh taala" ucap Rangga dengan satu tarikan nafas dan dengan suara yang cukup menggema di dalam ruangan Mesjid tersebut.
"Bagaimana para saksi sah?." tanya pak penghulu sambil menatap kepada semua yang turut hadir di acara tersebut.
"Sah" jawab mereka serentak.
Tepuk tangan riuh dari tamu yang hadir menjadi ramai. Mereka ikut berbahagia dengan sahnya mereka sebagai pasangan suami istri. Pak penghulu pun membaca beberapa do'a dan memberikan beberapa wejangan dan nasehat pernikahan kepada ke dua pasangan tersebut.
Kebahagiaan terpancar dari wajah Rangga setelah Aulia di antar ke ruangan ijab kabul dan diapit oleh Delia dan Eliana. pengantin wanita sungguh cantik dan semua mata yang memandang tak sedikit pun dari mereka yang tidak memuji kecantikan dokter muda tersebut. Bukan hanya pengantin wanita saja yang cantik tetapi iringan pengantin perempuan pun tak lupuk dari sorotan mata dan kamera. Rombongan Mommy kece membuat mata suami mereka tidak bosan-bosannya untuk memandangi wajah dari pasangan halal mereka.
Setelah Rangga dan Aulia selesai dengan beberapa adat yang dilakukan oleh mereka. Para tamu undangan berdatangan untuk memberikan ucapan selamat kepada ke dua mempelai pengantin.
"Selamat Aulia semoga kalian selalu bahagia dan pernikahan kalian selalu dilindungi oleh Allah" ucap Rina.
"Alhamdulillah akhirnya kalian bisa bersatu juga setelah begitu banyak cobaan dan lika liku yang kalian lalui" ucap Dessy.
"Semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek kak Aulia" ucap Hyuna.
"Saqinah Mawadah warahmah dokter cantik" ucap Elliana.
"Aku sangat bahagia Aulia dengan pernikahan kalian, insya Allah Rangga akan membahagiakan kamu karena Rangga itu baik dan sudah berubah" ucap Delia.
"Betul sekali perkataan dari Delia Aulia, ingat jangan pernah ungkit masa lalu pasangan kalian jika ingin hidup kalian bahagia dan kami yakin kalian pasti akan bahagia" ucap Emilia.
"Makasih banyak atas semua doa dan nasehat kalian, Aulia bersyukur tanpa kalian aku dan Rangga mungkin belum bisa menikah hari ini" ucap Aulia yang senyumnya tidak pernah pudar dari bibirnya.
Pasangan ke dua dari pengantin tersebut melakukan ritual sungkeman kepada ke Dua orang tuanya, setelah itu mereka melakukan hal tersebut kepada semua orang tua tanpa kecuali pak Wiguna dan Mama Elisabeth. Tangis haru mewarnai acara sungkeman tersebut.
"Selamat bro dengan pernikahan kamu, walaupun ini pernikahan bukan yang pertama untukmu tapi belajar lah dari kejadian masa lalu kamu" ucap Adrian.
"Iya betul sekali apa yang dikatakan Adrian jadikan masa lalu ada lah pembelajaran untuk menjadikan kamu lebih dewasa dan bijaksana dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang tentunya banyak Lika likunya dan pastinya dengan berbagai macam cobaan dan kamu harus kuat dan sabar menghadapi istrimu" ucap Arya sambil menepuk pundak dari Rangga.
__ADS_1
"Semoga cepat dapat momongan karena mertuamu sejak dulu ingin menggendong cucu" ucap Emre.
"Jangan kasih kendor Rangga gas poll saja" ucap Dimas.
"Itu kamu gempur terus jangan samakan dirimu dengan Rangga" ucap Mark yang tertawa.
"Gimana perasaaan kamu? pasti tadi deg deg degan iya kan?" tanya Alan.
"kalau perlu tutor nanti malam kamu hubungi saya saja" bisik Aditya yang membuat Rangga tersenyum malu-malu padahal ini pernikahan yang ke dua untuknya.
Setelah acara tersebut, Mereka mengadakan syukuran atas pernikahan Rangga Azof dan Aulia Maharani di kediaman Wiguna. Rumah tersebut yang dipilih oleh mereka untuk melaksanakan syukuran karena ini atas usul dan permintaan dari pak Subrata dan istrinya. Subrata dan istrinya sudah menetap di Prancis sehingga menurut mereka semua sebaiknya syukuran tersebut dilaksanakan di kediaman Wiguna saja.
Suasa kekeluargaan sangat terasa kental dan mereka saling bercanda dan berbincang-bincang hingga siang. Suasana semakin ramai saat salah satu artis dangdut kesukaan Dessy turut hadir di acara tersebut. Dessy kaget karena ternyata artis favoritnya yang sengaja didatangkan oleh Rangga untuk menghibur mereka. Rangga dan Dessy sudah berteman sejak mereka masih Putih abu-abu. Tetapi mereka terpisah saat mereka melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi.
Camelia Malik artis dangdut yang sudah senior meramaikan syukuran akad nikah dari Rangga dan Aulia. Sang biduan pun mulai menyanyikan lagu hitsnya yang dulu sempat booming.
Rekaya Cinta..
Cinta kini sudah direkayasa
diolak alik
semanis madu tapi berbisa..
Cinta..
kini sudah jadi dilema
beritanya pun
selalu ada topik utama..
Tak melukiskan
pesona indahnya kemesraan..
Jalinannya lagi
tak menjanjikan
masa depan kebahagiaan..
Seperti itulah kira-kira lirik lagu yang sempat dipersembahkan oleh artis ibu kota Kamelia Malik yang khusus datang karena permintaan Rangga. Banyak yang ikut maju ke depan panggung untuk mempersembahkan lagu untuk pasangan mereka. Suasana semakin meriah dengan persembahan dari Rangga khusus untuk Aulia lagu yang sempat dipopulerkan oleh band Naff yang membuat riuh tepuk tangan dari para tamu undangan. Ternyata suara Rangga bagus dan cukup menghibur mereka.
Setelah Rangga selesai menyanyi, perhatian tertuju kepada benda yang jatuh. Mereka histeris dan shock melihat pak Wiguna tumbang di pesta syukuran tersebut. Anak-anak dan cucunya berlarian ke arah dimana pak Wiguna terbaring lemah tak berdaya di dalam pangkuan Arya.
"Ayah apa yang terjadi?." tanya Arya yang sudah khawatir melihat kondisi dari ayahnya.
Mama Elisabeth sudah tahu saat ini pasti akan terjadi dan akhirnya hari itu datang juga yang beberapa hari ini mama Elisabeth khawatirkan. Mama Elisabeth tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menangis melihat suaminya yang sudah bernafas tidak teratur.
"Ayo cepat bawa Ayah ke rumah sakit" Teriak Adrian.
"Ayah ayok kita ke rumah sakit" ucap Eliana.
Tapi pak Wiguna memegang tangan Eliana untuk melarang membawa dirinya ke rumah sakit.
"Tidak usah nak.." ucap pak Wiguna yang terbata-bata karena sesak nafas yang menyerangnya.
__ADS_1
"Tapi Ayah tidak akan sembuh jika kita di sini terus" ucap Emilia yang sudah meneteskan air matanya.
Untungnya saja dokter yang selama ini menangani pak Wiguna hadir di tengah-tengah mereka. Dan segera memeriksa keadaan pak Wiguna. Tapi raut wajah dokter tersebut menunjukkan kalau tidak ada lagi harapan untuk pak Wiguna.
"De....elia" ucap pak Wiguna yang mencari keponakan sekaligus menantunya.
"Iya Ayah, Delia ada disini" ucap Delia yang berusaha menahan tangisnya.
"Aaadrian" panggil pak Wiguna.
"Iya Ayah Adrian ada di sini" ucap Adrian.
"Maafkan ayah yah Nak, Ayah sudah banyak salah sama kalian ahuhuhu" ucap pak Wiguna.
"Jangan banyak bicara Ayah" ucap Arya.
"Kelak jika Ayah sudah tidak ada apa pun cobaan yang kalian hadapi teruslah bersatu jangan ada yang egois nak" ucap Pak Wiguna yang kemudian sesak nafas lagi.
Dokter ingin memberikan dan memasangkan alat pernafasan tersebut kepada Pak Wiguna tetapi pak Wiguna menolaknya.
"Ayah harus pakai alatnya" ucap Emilia.
"Maafkan Ayah Nak, Ayah sangat menyayangi kalian" ucap pak Wiguna.
"Ayah tidak punya salah apa pun kepada kami" ucap Delia.
"La..ilaha illallah..." ucap pak Wiguna sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Semua langsung histeris melihat pak Wiguna yang sudah menutup matanya. Tim dokter segera memeriksa keadaan pak Wiguna secara detail dan setelah beberapa saat mereka pun menyerah dan memberitahukan kepada mereka kalau pak Wiguna telah tiada.
"Maafkan kami, pak Wiguna sudah meninggal" ucap dokter sekaligus salah satu sahabat pak Wiguna.
"Itu tidak mungkin dokter, pasti dokter salah kan" ucap Arya yang ingin emosi Kepada dokter, tapi dicegah oleh Delia.
"Kakak jangan, marah tidak akan membuat Ayah kembali dan hanya akan menyiksa bapak dan kepergian bapak tidak akan tenang" ucap Delia.
Tawa bahagia yang sebelumnya menghiasi Kediaman Utama Wiguna Albert Kim Said sekarang berubah jadi tangis pilu yang menyayat hati. Mama Elisabeth menangis dalam diamnya. Sedangkan cucu-cucunya pun ikut menangis melihat kepergian kakek mereka di depan matanya.
Jenazah Pak Wiguna sudah dibawa ke dalam ruangan khusus. Berita duka atas kematian pak Wiguna sudah tersebar ke seluruh seantero Negeri bahkan sampai ke Luar negri. Kesedihan dan luka mendalam sangat dirasakan oleh keluarga besar Wiguna dan masyarakat yang sudah mendengar kabar tersebut pun ikut menangis mendengar berita tersebut yang disiarkan langsung di televisi.
To Be Continued..
Typo Mohon dimaklumi 🙏
Assalamu alaikum..
MET pagi all..
MET menjalankan ibadah puasa bagi yang sudah berpuasa yah.. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Amin yra 🤲🙏.
Makasih banyak atas dukungan kalian. Karena dukungan kalian sangatlah berarti.
Jangan bosan untuk baca novel Fania yah Kakak 🙏.
Makasih banyak.
__ADS_1
by fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 2 April 2022.