
Happy Reading..
Amanda menarik tangan Cilla hingga mereka saling bertatapan satu dengan yang lainnya. Amanda hanya tersenyum licik ke arah amanda sedang Pricilla awalnya sangat antusias dan berani untuk menggoda Alexander Agung, tapi sekarang nyali-nya menciut sebesar biji kacang. Pricilla salah tingkah sendiri setelah bertemu kembali dengan Amanda.
"Bagaimana kabarmu Margaretha Agatha Pricilla?" tanya Amanda yang sudah duduk kembali ke kursinya dengan wajahnya yang mengingat kejadian tadi pagi.
Agung menatap ke arah Amanda yang keheranan karena mendengar dari mulut tunangannya menyebut nama Cilla dengan lengkap.
Pricilla tidak tahu harus menjawab apa perkataan dan pertanyaan dari Amanda, jika mengingat kejadian tadi pagi saat dirinya didorong oleh Amanda yang cukup membuat bokongnya sakit hingga sekarang sakitnya masih sangat terasa, apalagi ditambah dengan perbuatan ekstrim pura-pura jatuhnya yang dia sengaja sendiri, semakin menambah parah sakit pantatnya.
Pricilla awalnya tidak masalah melakukan hal itu yang penting dia berhasil membuat Alexander Agung simpatik dan kasihan padanya, tapi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan dan ekspektasinya. Malahan dirinya harus kembali bertemu dengan gadis yang cukup berani melawan sekaligus menantang dirinya, yang akhirnya membuatnya terluka dan menahan malu sendiri.
"Kenapa cewek bar-bar ini ada di sini, ada hubungan apa dengan Mas Agungku?"
Pricilla menatap ke arah Amanda dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
"Cantik walaupun tanpa make up."
Baru kali ini ada yang memuji lawan dan rivalnya. Pricilla mengakui jika Amanda emang sangat cantik dimatanya.
"Aku harus mencari tahu siapa sosok gadis ini apa jangan-jangan dia adalah kekasih sekaligus tunangannya Mas Agung?"
Amanda menatap jengah ke arah Pricilla yang tiba-tiba mematung dan seperti orang yang sedang linglung saja. Amanda berdiri dan menjentikkan jarinya di hadapan wajah Pricilla yang wajahnya sudah nampak luntur make up-nya yang terkena keringatnya yang bercucuran.
Pricilla langsung berkedip dan gelagapan karena sudah ketahuan sedang melamun.
"Ayok sini duduk, apa Kamu mau kaki jenjangmu itu karieses dan kecantikan Kamu akan pudar dan luntur dimakan keringat Kamu," tutur Amanda dengan seringai liciknya.
Pricilla seperti kerbau yang dicocol hidungnya langsung menurut apa yang dikatakan oleh Amanda. Sedangkan Agung bangga dengan sifat Amanda yang ternyata tidak mudah dibully.
"Ternyata gadisku tidak selemah yang seperti dugaan ku selama ini yang hanya bisa menangis saja jika ada yang mengganggunya."
"Amanda ayok gabung dengan Kami, sedari tadi Kami sudah lama menunggu kedatangan Kamu loh," terang Agung.
Pricilla sudah duduk di hadapan Amanda dan Agung sedangkan Agung dan Amanda berdampingan di meja tersebut layaknya sepasang pengantin yang duduk di hadapan Pak KUA saja.
"Cilla kenalkan ini Amanda kekasihku, pujaan hatiku, dan calon istriku serta calon Ibu dari anak-anakku kelak," tutur Agung yang sengaja berbicara seperti itu di depan Pricilla agar yakin dan percaya dengan status mereka.
"Lengkap amat Mas," ucap Amanda yang tersenyum setelah mendengar perkataan dari Agung yang cukup panjang dan lengkap itu.
"Harus sayang, supaya semua orang tahu kalau Kamu itu calon istrinya Alexander Agung," jawab Agung lalu mencium tangan Amanda.
__ADS_1
Perlakuan Agung kembali membuat Amanda tersipu malu, wajahnya sudah memerah menahan rasa malunya. Hingga rona merah itu sangat nampak diwajah cantiknya. Hingga sudah seperti buah ceri.
"Mas Aku kan jadi malu," jawabnya sambil memegang tangan tunangannya itu.
Mereka melupakan jika ada orang ketiga diantara mereka, tapi bukan Pelakor. Pricilla harus rela jadi penonton setia dari kebucingan dan kemesraan yang mereka lakukan di hadapan cewek cantik yang jomblo akut itu.
"Heeeemmm," Pricilla berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka agar mereka tahu jika ada orang lain selain mereka di meja itu.
Agung dan Amanda refleks menoleh ke sumber suara dan saling berpandangan dan tertawa terbahak-bahak.
"Maaf, Kami lupa kalau Kamu masih ada di sini," ucap Amanda lalu menutup mulutnya untuk menahan tawanya.
"Kalian jahat sekali sama Cilla," ucapnya yang kemudian menangis tersedu-sedu di hadapan Amanda.
Amanda langsung berdiri dan memeluk tubuh Cilla.
"Pricilla Kamu itu cantik, pintar, kaya dan populer, tapi Mas Agung bukan untuk Kamu, Kami akan menikah bulan depan, Amanda harap Cilla bisa legowo dan berbesar hati untuk menerima kenyataan ini," terang Amanda yang berdiri, tapi masih memeluk tubuh Cilla.
"Apa yang dikatakan oleh Amanda benar adanya, Aku harus berusaha untuk melupakan Mas Agung."
"Apa yang dikatakan oleh Amanda benar sekali Cilla, Mas yakin tidak ada satu pun pria di luar sana yang menolak pesonamu, dan Mas yakin akan ada Pria yang bisa menerima kamu dengan sepenuh hati dan jiwanya," timpal Agung.
Hp Amanda yang tergeletak di atas meja berdering dan nama orang yang memanggil itu adalah Kakak sepupunya Andreas.
"Assalamu alaikum Kak Andreas," ucap Amanda.
"Waalaikum salam, Dek Kamu ada di mana, apa mobilnya Zoeya ada sama Kamu?" tanya Andreas.
"Masih di Kafe nih Kak, sama Mas Agung tapi bentar lagi akan balik juga, kalau mobilnya Zoeya ada di bengkel sih Kak," jelas Amanda.
"Kamu aku jemput yah, kebetulan aku ada di sekitar area Kafe juga nih, sekitar 5 menit sudah sampai di situ," jawabnya.
"Kalau gitu Aku tunggu Kakak saja terus kita barengan pulang kalau sama Mas Agung kasihan harus mutar jauh lagi kalau mau pulang," tuturnya.
"Tunggu Kakak sampai datang,"
"Siap Kak," jawab singkat Amanda.
Sambungan telpon pun terputus. Amanda kembali menatap ke arah Cilla. Amanda mengelus punggung Cilla dan sangat berharap agar Pricilla bisa berubah jadi lebih baik dan lebih dewasa lagi kedepannya.
Setelah merasa lega dan cukup tenang, Pricilla kembali memeluk tubuh Amanda.
__ADS_1
"Maaf Mas kalau selama ini Cilla sudah ganggu hidupnya Mas, sudah membuat Mas harus berpindah-pindah tempat untuk mengajar dan tinggal juga, Cilla sangat menyesal dengan apa telah Cilla lakukan kepada Mas," ucap Cilla yang setulus hatinya meminta maaf kepada Agung dan juga Amanda.
"Alhamdulillah, kalau Cilla sudah menyadari kekeliruan yang selama ini Cilla lakukan, semoga hari ini Cilla bisa ambil hikmahnya dan pelajaran dari semuanya, yang telah terjadi" jelas Amanda yang kali ini tersenyum manis ke arah Cilla tanpa embel-embel licik.
"Makasih banyak Amanda, berkat Kamu aku bisa menyadari semua kesalahanku dan Saya berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi," tutur Cilla lalu kembali memeluk tubuhnya Amanda.
"Itu tidak masalah, Saya senang melakukannya Kok, dan mulai detik ini kita berteman," ucap Amanda lalu menautkan jari kelingkingnya di jarinya Cilla.
"Makasih," ucapnya singkat.
"Kamu tidak berbakat jadi pelakor," ucap Amanda lagi.
Mereka bersantai sambil menikmati makanan dan minuman yang barusan mereka pesan. Andreas sudah berjalan ke arah Mereka yang sedang menyesap kopinya. Wajah tampannya semakin kelihatan jika tersenyum. Andreas berdiri tepat di belakang Cilla.
"Hey Dek, sudah lama nunggunya gak?" tanya Andreas yang sudah berada di hadapan mereka.
Cilla mendongakkan kepalanya ke atas dan kopi yang baru saja diminumnya tersembur keluar tepat di wajah Andreas. Wajah yang awalnya putih bersih dan ganteng sekarang sudah dipenuhi oleh noda Kopi yang berasal dari mulutnya Cilla.
Cilla pun berdiri dan Ingin memastikan bahwa apa yang dilihatnya tidak salah.
"Kamu," ucap Ir duanya yang sama-sama saling menunjuk ke arah wajahnya masing-masing.
Syukur Alhamdulillah hari ini BDP update dua bab semoga suka ✌️
Tetap dukung Bertahan Dalam Penantian dengan cara:
... Like setiap Babnya 👍...
...Rate Bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐...
...Favoritkan untuk dapat Notif ♥️...
...Gift Poin atau Koin seikhlasnya 🎁...
...Votenya juga bagi yang berminat 💚...
...*********T*o Be Continued********...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Senin, 13 Juni 2022
__ADS_1