Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 29. Hanya Kata Maaf yang Bisa Aku ucapkan


__ADS_3

Happy Reading...


Keheningan itu terjadi dikala dua insan ini saling menatap dan menyelami makna tersirat di dalam kelopak mata mereka. Entah apa yang mereka Fikirkan.


Tak ada Pergerakan dari bibir mereka. Hanya kebisuan dan ketidak mampuan untuk mengungkapkan seuntai kata lah yang tercipta diantara mereka. Hal ini terjadi beberapa saat.


Suara jam dinding dan bunyi Cicak lah yang meramaikan suasana saat itu. Arya Sibuk dengan pemikirannya untuk mengungkapkan siapa dia sebenarnya sedangkan Delia berperang dengan pikirannya yang tak lepas dari ingatan tentang hari-harinya yang begitu singkat bersama Suaminya.



"De....." Ucap Arya


Hanya itu Kata yang bisa diucapkan Arya tapi


Arya sudah Ingin mengucapkan sepatah kata tapi, Tiba-tiba pintu ruangannya diketok dari luar. Kata-kata itu kembali Arya telang mentah-mentah dan Seakan-akan kata-kata itu sangatlah Berat untuk diucapkan.


Ketidak mampuan Dan Ketiberdayaan Arya yang membuatnya Harus berfikir seribu kali Jika ingin Jujur dihadapan Istrinya. Banyak alasan yang Arya pertimbangan dan Fikirkan matang-matang sebelum bertindak untuk mengambil keputusan. Beda halnya dengan keputusan yang berhubungan dengan perusahaan atau pun Kerjaannya yang semudah membalikkan telapak tangan Saja.


Arya mengambil remote Kunci ruangannya.


"Masuk.." ucap Arya


Orang itu menyembul dari balik pintu dan ternyata orang itu adalah rombongan dari rekan bisnisnya bersama sang Ayah.


Untuk membuat alibi dan Ayahnya tidak curiga Arya buru-buru membuka berkas yang dibawa Delia.


"Maaf nanti lain waktu kita lanjutkan pembahasannya, Saya bersyukur atas kinerja dari divisi kalian" Ucap Arya


Delia hanya mematung dan tak tahu harus berbuat apa karena apa yang dikatakan oleh Presdirnya tidak sesuai dengan Kenyataan yang terjadi.


"Makasih pak Atas waktunya,Saya pamit" Delia mengundurkan diri dari tempat itu.


Delia berjalan melewati Ayah mertuanya yang menatapnya sedari tadi bagaikan Pemburu yang akan menerkam Kelinci buruannya. Pak Wiguna menatap Arya dengan berbagai makna dari tatapannya. Arya mengetahui hal itu dan membuatnya harus menetralkan rasa khawatirnya di depan Ayah dan Rekan bisnisnya.


Arya mempersilahkan Tamu dan Ayahnya Duduk. Mereka berbincang membahas proyek yang akan mereka kerjakan bersama.


Delia berjalan gontai menuju kubikelnya, bagaikan seorang yang belum makan dua hari saja. Delia masih terngiang di telinganya saat Presdirnya menghapus jejak air matanya. Delia Dejavu dengan sentuhan itu. Dia seakan-akan kembali ke 5 tahun yang lalu saat aktifitas Sore Mereka yang terjadi untuk pertama kalinya dan sekaligus jadi yang terakhir kalinya. Delia masih sangat jelas mengingat betapa lembut dan halusnya jari Suaminya yang menyentuh tubuhnya.


"Ya Allah apa yang telah aku lakukan, Aku tidak bisa menolak di saat Pak Arya menyentuh pipiku, Aku sudah berdoa, Maafkan aku ya Allah, Maafkan aku Suamiku"


Delia berulang beristigfar memohon ampun kepada Allah dan suaminya. Tentang apa yang telah dilakukannya bersama pemilik perusahaan. Karena Delia memikirkan banyak hal sampai-sampai Delia lupa kalau Dia berjalan menuruni tangga menuju ruangannya bukan berjalan ke arah Lift.


Delia terduduk di undakan tangga, dan menangis sejadi-jadinya menumpahkan segala penat dan rasa yang ada didalam hatinya. Delia tidak habis fikir kenapa Suara dan sentuhan Presdirnya sangat persis dengan Suaminya.


Karena saking asyiknya mendalami dan menghayati kejadian yang terjadi antara Dia dan Pak Arya sampai-sampai Delia tidak memperhatikan Dering HPnya.

__ADS_1


Delia masih sesegukan dan tak berani mengangkat tlpnya. Delia terlebih dahulu menetralkan perasaannya serta Isak tangisnya agar Orang lain tidak mengetahui semuanya yang telah terjadi.


"Assalamu alaikum Rin,ada apa?"


"Waalaikum salam, kamu dimana kok belum pulang,apa kamu masih berada di ruangan Presdir?"


"Tidak, Alhamdulillah urusannya sudah selesai"


"Alhamdulillah kalau gitu, kamu tidak apa-apa kan dan tidak ada masalah dengan kerjaanmu kan?"


"Nanti aku jelaskan soalnya aku mau sholat ashar dulu" ucap Delia


Sambungan telpon mereka pun terputus. Delia bergegas berjalan ke arah musholla,dia tidak ingin terlambat untuk melaksanakan kewajibannya. Dalam Sholatnya Delia memohon ampun kepada Allah SWT dan meminta petunjuk tentang keadaan dan kondisi suaminya, Bahkan Delia untuk pertama kalinya meminta kepada Allah SWT untuk mempertemukan Dua dengan suaminya.


Selama ini Delia tidak pernah dalam do'anya untuk meminta Suaminya datang menemuinya bagi Delia Arya baik-baik saja dia sudah sangat bahagia. Delia merasa tidak pantas dan takut jika mereka bertemu kembali.


Rekan bisnis Arya sudah pulang tinggallah Dia dan Ayahnya di dalam Kantornya.


"Kamu sudah berani rupanya bertemu dengan anak-anak dan istrimu,apa kamu lupa dengan janji yang kau ucapkan dulu?" tanya Ayahnya.


Arya hanya diam saja dan mengingat perjanjian Mereka sebelum Arya balik ke Indonesia.


Flashback on..


Hari itu adalah hari terakhir Arya berada di London sesuai dengan kesepakatan dan perjanjiannya dengan Ayahnya. Arya sangat gembira menantikan saat-saat Dia akan balik ke tanah air untuk menemui istrinya dan anak-anaknya.


Awalnya Ayahnya masih santai saja dan belum ingin menanggapi permintaan Arya.


"Ayahnya hari ini adalah hari terakhir Arya di London, Dulu Ayah sudah berjanji untuk mengijinkan aku pulang ke Indonesia dan menemui anak-anakku"


"Terus..." tanya pak Wiguna


"Ayah aku ingin menemui anak-anakku yah, pasti mereka sangat ingin bertemu juga dengan ayahnya,dari itu lah Aku Ingin meminta ijin untuk pulang yah" ucap Arya


Pak Wiguna masih betah berada di kursi kebesarannya.


"Jadi kamu ingin pulang?"


"iya Ayah, anak-anakku pasti sudah besar dan membutuhkan Ayahnya berada di samping mereka"


"Silahkan jika kamu ingin pulang" kata Ayahnya.


Arya kemudian berjalan ke arah Ayahnya dan langsung memeluk ayahnya karena Arya sudah mendapatkan ijin dari Ayahnya. Arya pun berbalik dan hendak meninggalkan ruangan Ayahnya tapi belum Selangkah Arya berjalan tiba-tiba suara bariton dari Ayahnya menghentikan langkahnya.


"Tapi ada syaratnya"

__ADS_1


"Maksud ayah syarat, syarat apa lagi yah, ini benar-benar diluar dari kesepakatan kita sebelumnya,Ayah aku mohon ijinkan aku pulang menemui mereka" Arya memohon kepada Ayahnya.


"Ayah tidak melarangmu untuk pulang Tapi Ayah tidak ingin kamu pulang dan hidup bersama istri dan anak-anakmu"


Arya tidak tahu kenapa Ayahnya sampai berbuat seperti ini, Bahkan sampai detik ini Arya masih bingung dengan sikap keras kepala Ayahnya.


"Apa sebenarnya yang ayah inginkan,ayah melarangku pulang selama 5 tahun dan melanjutkan kuliahku serta meneruskan usaha ayah di Sini sekarang Ayah melanggar janji ayah sendiri, Kenapa Ayah tega melakukan ini kepadaku???"


Arya bahkan sudah menaikkan suaranya beberapa oktaf bahkan selama ini Arya tidak pernah menantang atau pun berbicara dengan suara keras dan lantang di depan ayahnya.


Arya terduduk di depan Ayahnya dan memohon ampun kepada ayahnya dan mencium kaki ayahnya Agar Dia diijinkan untuk pulang.


Arya tak segan menampilkan sisi lemahnya dihadapan Ayahnya


"Aku mohon ayah,Tolonglah Arya, Apa yang harus Arya lakukan untuk Ayah agar Arya bisa bertemu dengan istri dan anak-anakku??"


Siapa pun yang mendengar suara tangisan Arya pasti akan tersentuh dan Hanyut ikut dalam kesedihan Arya,Tapi hal itu tidak berlaku untuk Pak Wiguna Albert Said. Dia masih tak bergeming di kursi kebesarannya. Seakan-akan tidak tersentuh oleh tangisan dan permohonan dari Arya.


"Ayah tidak melarangmu pulang ke Indonesia Tapi Ayah...."


TBC....


Author mewek nih Readers ketik bab ini.


Pasti ada readers yang menghujat pak Wiguna atau ada yang prihatin dengan Nasib Arya....???


Yang penasaran dengan kelanjutan kisah mereka so Pantengin terus saja Updatenya.


Fania sangat terHura ehh terHaru dengan Readers yang telah memberikan Sepatah kata di kolom komentar. Jujur Fania jadi nambah semangat untuk Update walaupun mataku minusnya nambah 😭😭 kalau terlalu lama natap layar hp. Tapi Demi Readers tercinta dari BDP FANIA ikhlas untuk update 😅.


Fania ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏🙏💞💗😘


Moga kalian sehat selalu dan jumlah saldo rekeningnya semakin Nambah 😅.


Netizen" Apa coba hubungannya KK Author like,vote dan Favoritnya dengan saldo rekening??.


Netizen"Authornya Udah oleng nih, butuh Boom like dan Vote kali"😅😅😅.



Jujur Saat Aku baca komentarnya KK Zha buat hati ini meleleh bahkan mewek loh kk😅💞😘


Makasih banyak yah kk sudah baca cerita BDP🙏🙏🙏


__ADS_1


Dan untuk kakak Readers lainnya Maaf Fania tidak sempat untuk membalas atau pun mempost Dukungan kalian. Fania hanya bisa mengucapkan Makasih Banyak yang sebesarnya kepada Readers all 🙏🙏🙏🙏🙏.


Fania Sayang Kalian 💞💞💗💗🌻


__ADS_2