Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 208. Ujian Hidup


__ADS_3

Happy Reading..


Hyuna yang tiba-tiba mengamuk dan hampir mencelakakan anaknya sendiri terpaksa keluarga besar Wiguna mengambil keputusan untuk segera membawa Hyuna ke rumah sakit jiwa. Berat sebenarnya mereka untuk melakukan hal itu. Tetapi menurut dokter ini yang terbaik untuk Penyembuhan dan terapi Hyuna. Mereka bercermin pada kisah Rangga yang defresi dan tidak sengaja membunuh istrinya sendiri. Karena itu lah Mama Elisabeth dan ibu mertuanya Hyuna mengiyakan dan menerima usulan dari dokter spesialis jiwa.


Tangis sedih mengantar kepergian Hyuna ke rumah sakit jiwa. Ibu mertuanya histeris melihat Nasib dan kondisi dari Hyuna yang satu hari sebelumnya mereka sudah Bahagia karena kondisi dan mentalnya Hyuna sudah membaik. Hyuna sudah bisa berkomunikasi dengan beberapa orang tapi baru saja Hyuna mengamuk dan melukai beberapa keamanan di rumah utama keluarga Wiguna dan hal yang paling berbahaya adalah hampir saja Hyuna melempar Baby Arjuna.


Untung saja mereka segera datang dan cepat mengamankan Arjuna dan mengikat tangan dan kedua kaki Hyuna yang sudah memberontak dan berbicara tidak jelas.


"Tolong lepaskan Aku, aku tidak bersalah, Aku ingin mengejar orang itu." teriak Hyuna sebelum dirinya dibawa ke rumah sakit. Semua anggota keluarga Wiguna yang lainnya sedang sibuk dan berada di luar negeri dengan urusan pekerjaan yang sangat urgen dan tidak bisa ditunda lagi.


Kesedihan mewarnai kediaman Utama Wiguna hari itu, hal yang paling mereka hindari dan takutkan terjadi juga. Baby Arjuna sampai sekarang masih rewel dan tidak ingin minum susu. Sehingga membuat semua Baby sitter dan Maid kelimpungan dan dibuat repot.


Mama Elisabeth dan Ibu Ratu bergantian menggendong Baby Arjuna mereka pun sudah tidak tahu bagaimana cara mendiamkan Baby Arjuna yang tidak hentinya menangis. Baby Arjuna tertawa terbahak-bahak ketika tiba-tiba Arjuna melihat ke arah dinding di Sana terpajang Foto pengantin Alan dan Hyuna. Mama Elisabeth dan yang lainnya yang berada di dalam ruangan tersebut heran karena tiba-tiba Baby Arjuna terdiam dari tangisannya dan tertawa dan berceloteh mom yah mom yah.


"Mom yah.. mom yah" celoteh Arjuna.


Mereka memperhatikan arah pandang dari Arah Arjuna dan akhirnya mereka tahu penyebab hal tersebut. Yaitu Baby Arjuna senang melihat foto ke Dua orang tuanya.


"Maaf Nenek yang tidak bisa menjaga Mami kamu nak" ucap Ibu Ratu yang menyesal hal yang terjadi pada Hyuna yang sudah menggendong bayi Axel.


"Kamu harus jadi anak yang kuat seperti nama kamu Arjuna" ucap Mama Elisabeth.


Sudah satu minggu Hyuna berada di rumah sakit jiwa. Tetapi kondisi Hyuna belum pulih juga bahkan kondisinya semakin parah. Hal ini diperparah karena seorang Dokter yang menangani Hyuna ternyata berkomplot dengan seorang pria yang tidak pernah memperlihatkan wajah dan jati dirinya agar menyuntikkan obat setiap hari ke tubuh Hyuna. Obat itu adalah Obat yang bisa membuat seseorang berhalusinasi dan berfikiran yang tidak-tidak dan selalu dalam rasa ketakutan yang sangat besar.


Setiap ada yang datang menjenguknya pasti Hyuna berteriak kencang Dan meminta tolong agar segera dibawa pulang tetapi tidak ada yang perduli dan percaya dengan perkataan Hyuna. Seperti halnya hari ini, Mama Elisabeth dan Delia membesuk Hyuna. Delia membuatkan makanan kesukaan Hyuna yang sering Delia buatkan jika Hyuna berkunjung ke rumahnya.


Hyuna langsung berlari ke arah mereka saat Hyuna menyadari kalau yang datang adalah Kakak sepupunya dan Tantenya.


Hyuna baru saja ingin berlari tapi dokter tersebut yang berada di samping Hyuna langsung menyuntikkan obat itu lagi ke dalam tubuh Hyuna diam-diam.

__ADS_1


"Aunty Kakak tolong Hyuna Kakak Hyuna tidak sanggup lagi berada di sini" teriak Hyuna sebelum dirinya tidak sadarkan diri.


Mama Elisabeth dan Delia sangat sedih dan terpukul melihat kondisi dari Hyuna.


"Maaf dokter kok Adikku disuntik padahal dia baik saja dan tidak mengganggu kami" ucap Delia yang heran dengan Cara pengobatan Dokter tersebut.


Mama Elisabeth yang ingin mendekat Hyuna pun dilarang keras oleh dokter itu.


"Tolong jangan mendekat jika ibu mendekat bisa-bisa ibu disakiti" ucap dokter itu yang takut jika apa yang dua lakukan diketahui oleh mereka.


"Itu tidak mungkin dokter, Hyuna sudah tidak sadarkan diri gimana mungkin bisa mengamuk dan mencelakai saya?." tanya Mama Elisabeth yang tidak mengerti dengan penjelasan dokter.


Delia diam-diam merekam apa yang terjadi di Sana karena feeling-nya mengatakan bahwa ada yang aneh serta gerak gerik Dokter itu yang tidak biasa.


"Kalau begitu ibu pulang saja dulu nanti kami kabari jika pasien sudah membaik" ucap dokter tersebut yang sudah mengusir Mama Elisabeth dan Delia dari sana.


"Tapi adikku belum makan dokter kasihan dia yang semakin kurus" ucap Delia yang tidak terima dirinya diusir.


"Tapi kami hanya...." Delia belum menyelesaikan perkataannya sudah ditarik ke luar oleh Mama Elisabeth.


"Sudah Nak nanti kita datang lagi kalau kondisi Hyuna sudah agak stabil" bujuk Mama Elisabeth Kepada Delia.


Delia terpaksa menuruti perkataan Ibu mertuanya. Delia curiga ada yang disembunyikan dari penyakitnya Hyuna tetapi Delia tidak tahu apa itu. Mereka pun terpaksa pulang dengan kondisi yang berbeda-beda. Delia dengan pemikirannya yang tidak menerima kalau Hyuna sakit dan curiga kalau ada konspirasi terbesar di balik semua ini sedangkan Mama Elisabeth pun Sedih dan tidak menyangka bakal akan terjadi hal seperti ini Du dalam hidupnya.


Sedangkan di belahan Dunia lain, Rina dan Emre sedang mengalami cobaan yang begitu berat. Karena Emre dihadapkan oleh permintaan terakhir Omanya yang menginginkan dirinya menikahi perempuan pilihannya atau kah harus meninggalkan semua harta dan kekayaannya dan dicap anak durhaka.


Rina sejak kemarin tak henti-hentinya menangisi kisah rumah tangganya yang sedang diuji dengan cobaan yang begitu berat. Emre bimbang dan tidak bisa memilih untuk memutuskan apa yang seharusnya dua pilih. Emre berada di dua persimpangan jalan yang membuatnya harus memilih jalan mana yang akan Emre lalui.


Rumah yang begitu megah dan moderen dengan gaya arsitektur Turki memberikan kesan rumah yang indah, taman-taman yang begitu cantik dan indah dengan ditumbuhi berbagai macam jenis tanaman dan bunga yang semakin mempercantik bangunan itu, Tetapi sayangnya hal itu berbanding terbalik dengan suasana di dalam rumah itu yang setiap Anggota rumah saling beradu mulut dan tidak ada yang mau mengalah dan saling pengertian. Tidak ada kebebasan untuk memilih dan menentukan kehidupan mereka sendiri. Semua harus tunduk dan patuh kepada keputusan Omanya Emre. Yaitu Oma Ella Fitzgerald Kennedy satu-satunya orang yang dituakan dalam keluarga tersebut.

__ADS_1


Sejak Suaminya meninggal semua keputusan harus bersumber dari keputusannya dan peraturan dibuat atas dasar pemikirannya sendiri tanpa berunding dengan anggota keluarga yang lain. Dan itu sudah berlaku hingga 50 tahun lamanya. Tidak satupun yang berani menentang keputusan atau pun yang sudah ditetapkan oleh Oma Ella Fitzgerald Kennedy.


Emre cucu ke dua laki-laki dalam keluarga mereka sekaligus orang ke Dua yang tidak setuju dengan peraturan yang ada di dalam istana yang megah tapi seperti penjara untuk semua anggota keluarganya.


Emre tidak mungkin mengkhianati cinta dan pernikahannya dengan Rina dan juga tidak mungkin tidak mendengar perkataan dari Omanya yang sudah berjasa membesarkan dan mendidiknya hingga menjadi orang yang sukses dan hebat.


"Apa kamu tidak sayang dengan Oma Haaa?.' teriak Kakak sepupunya.


"Iya betul Kata Kakak, perempuan macam dia kamu pertahankan, apa gunanya Emre, dia itu perempuan miskin dan tidak sederajat dengan kita" timpal adik sepupunya Emre.


"Kamu ini sangat mirip dengan mendiang Ayahmu yang rela mati hanya demi perempuan tidak tahu diri yang berasal dari rakyat jelata" Ucap Pamannya yang ikut berbicara.


Emre kaget mendengar perkataan dari Unclenya. Emre selama ini tidak pernah tahu apa yang sudah terjadi dengan Mami dan daddy-nya.


"Daddy kamu rela Mati demi menyelamatkan kamu dan Mami kamu dan Mami kamu kabur dari rumah setelah satu Minggu Daddy kamu meninggal" jelas Auntynya Emre.


Kenyataan baru saja Emre ketahui bahwa ternyata Mami kandungnya masih hidup dan mereka sengaja membuat cerita kalau maminya sudah meninggal.


"Apa yang kamu pikirkan benar adanya, kami sengaja membuat cerita bahwa Mami kamu telah meninggal agar kamu kelak tidak mencari keberadaannya karena dia tidak layak untuk disebut seorang Mami" jelas Auntynya lagi.


Rina yang mendengar dan melihat langsung Suaminya dihina di depan matanya semakin terisak dalam tangisnya. Rina tidak menerima jika Emre pun ikut dihina baginya cukup dirinya saja yang diperlakukan tidak adil dan tidak baik oleh mereka.


Emre dan Rina terduduk di lantai dihadapan semua anggota keluarga Besar Oma Ella Fitzgerald Kennedy. Mereka sengaja karena ingin membuat Emre pergi dari sini sehingga semua harta kekayaan atas nama Emre beralih ke tangan mereka. Karena hanya Emre adalah keluarga murni dari keturunan Oma Ella. Saudaranya yang lain adalah anak dari istri pertama dari suaminya Oma Ella Fitzgerald Kennedy. Dan pemilik seluruh kekayaan mereka adalah yang berhak mendapatkan semua itu hanya Emre seorang. Sehingga mereka bekerja sama untuk menghancurkan Emre dan mengadu domba dengan Omanya. Sungguh kekuatan harta bisa membuat seseorang menjadi tamak dan bersifat perihewani.


To Be Continued..


Tetap Dukung Bertahan Dalam Penantian 🙏


Makasih banyak ya Kakak Readers 🙏✌️

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, 07 April 2022


__ADS_2