
Happy Reading..
Kehilangan seseorang yang kita kasihi pasti menyisakan luka yang sangat dalam. Siapa pun manusia di dunia akan mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan oleh Keluarga Wiguna.
Kematian menyisakan luka lara, tapi mau tidak mau sanggup atau tidak tetap harus menjalani hal itu. Waktu terus berlalu, anggota keluarga Wiguna kembali beraktifitas seperti biasa. Mereka tidak ingin terus terpuruk dalam kesedihan itu.
Delapan Tahun Kemudian...
Suara bunyi sepatu dari seseorang yang sedang berjalan menuruni tangga seirama dengan hentakan kakinya. Dengan rambut panjang terurai hingga ke punggungnya. Dengan warna hitam kecokelatan berkilauan terkena sinar matahari masuk ke dalam rumahnya melalui celah jendela rumahnya.
"Kakak Zack!! jangan lama-lama, sudah jam 9 nih entar Zoe terlambat ke Kampus," teriak Zoe Saldana putri pertama sekaligus anak ke dua dari Arya Wiguna Albert Kim Said.
Zoe kemudian duduk di kursinya sambil mengoleskan slei ke atas rotinya sambil sesekali meneguk susunya.
"Sayang makannya pelan-pelan saja, entar keselek loh," ucap Neneknya.
Neneknya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku cucu ke limanya itu.
"Kalau gak buru-buru nanti Zoe kena omelan Dosen Nenek," jawabnya.
"Kalau gak mau terlambat yah harus cepat bangun pagi, Kalau selalu terlambat kan gini jadinya," tutur Nenek Elizabeth.
"Walaupun cepat pasti tetap terlambat juga, kayak nenek gak tahu saja sifat Kakak Zack," timpal Amanda.
Nenek mereka hanya menggelengkan kepalanya dengan terheran melihat tingkah laku semua cucunya. Mama Elisabeth memutuskan untuk menetap di London Inggris tempat kelahirannya. Mama Elisabeth ditemani oleh cucunya Zack Lee Kim Said, Zoe Saldana Kim Said, Amanda Mark, Andreas Said, dan si Kembar Raditya Mark dan Keyna Mark.
Ke tujuh cucunya itu lah yang menemani Mama Elisabeth di Kediamannya di London. Mama Elisabeth memutuskan untuk pindah ke Inggris karena tidak ingin terus terpuruk dalam kesedihannya. Dua orang yang dua kasihi telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Zack Lee berlari menuruni tangga dengan langkah yang cukup panjang. Hanya menyambar sepotong roti dan meminum dalam sekali tegukan susunya. Lalu meraih tangan kanan Neneknya menciumi punggung tangan tersebut.
"Yang mau ikut sama saya, buruan saya gak mau menunggu kalian jika masih lama," ucap Zack yang meninggalkan mereka yang keheranan dengan sikap sepupunya.
Seperti itulah setiap hari kebiasaan dari cucunya. Zoe Saldana yang belum dapat ijin dari kakaknya untuk kembali mengendarai mobilnya sendiri. Dikarenakan beberapa minggu yang lalu Zoe menabrak mobil seseorang yang membuatnya harus berhadapan dengan kepolisian. Dengan alasan itu pula hingga sekarang Arya Wiguna tidak memberikan ijin mengemudi pada putri tunggalnya.
__ADS_1
Zoe Saldana memilih untuk kuliah di University of Harvard UK, Zoe dan Zack bersama ke lima sepupunya yaitu Amanda Putri Mark, Andreas, Keyna dan Raditya. Mereka berbeda jurusan Zoe Saldana mengambil jurusan kedokteran, Zack, Andreas, Raditya jurusan bisnis, dan Keyna dan Amanda memilih jurusan desain.
Orang tua mereka tidak pernah membatasi atau pun mengatur apa yang mereka kehendaki kepada anak-anaknya, mereka memberikan kebebasan untuk menentukan pilihan mereka sendiri.
Hari ini adalah hari pertama Zoe Saldana kembali ke Kampusnya, setelah beberapa hari yang lalu mengalami kecelakaan. Zoe Saldana tidak sengaja menabrak mobil seseorang dari belakang. Zoe Saldana waktu itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena terlalu terburu-buru ingin ke Kampusnya sehingga tidak terlalu fokus pada kondisi jalan yang dilaluinya.
Zoe memakai baju almamaternya sebelum masuk ke dalam ruangan prakteknya. Zoe memilih jurusan Dokter anak padahal jika dilihat dari karakter Zoe yang sedikit tomboi jurusan tersebut kadang orang menilai tidak pantas dari ambil bahkan dari sebagian anggota keluarganya terkesan menyepelekan dan tidak percaya jika Zoe bisa berhasil dengan jurusan yang dia pilih.
Mereka menginginkan Zoe mengambil jurusan Dokter ahli bedah atau dokter umum ketimbang dokter anak.
Untung saja Zoe masih bisa terselamatkan karena Dosennya terlambat sekitar sepuluh menit sebelum kedatangannya.
"Hey Zoe, Kamu beruntung banget untung Pak Leonardo belum datang, jika tidak Aku yakin Kamu pasti tidak bisa mengikuti praktek hari ini," ucap Abigail Clancy.
Zoe hanya menatap temannya itu tanpa ada niat untuk menimpalinya. Zoe hanya membuka tasnya dan mengeluarkan bukunya.
Hingga sore hari, Zoe masih sibuk dengan perkuliahannya. Sama halnya dengan sepupunya yang lain. Andreas, Keyna serta Raditya tahun terakhirnya tahun ini dan mereka sudah dinyatakan lulus sehingga ke tiganya lebih sibuk dibandingkan dengan sepupunya yang lain.
"Ya Allah sudah terlambat shalat Ashar kalau gini," ucap Zoe yang melirik ke arah jam yang melingkar manis di pergelangan tangan kanannya.
Apartemen tersebut sengaja dibeli oleh Zoe untuk sebagai tempat shalat dan istirahat sejenak sebelum pulang ke kediaman Neneknya.
Dari pada harus bolak-balik yang butuh waktu lama sehingga Zoe meminta ijin kepada ke dua orang tuanya Ayah Arya Wiguna Albert Kim Said dan Mamanya Delia Paramitha Wirawan Kim Said.
Zoe saking buru-burunya hingga harus berlarian ke dalam lift, karena sudah hampir jam 4 lewat yang waktu shalat ashar hampir habis. Sehingga Zoe memutuskan untuk berlari tapi karena terlalu terburu-buru tanpa dia sadari dia menabrak tubuh tinggi tegap seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.
Tapi orang yang berpakaian serba hitam itu sedikit pun tidak meminta maaf atau pun membantu Zoe untuk memungut buku-bukunya yang berhamburan ke atas lantai marmer. Hal itu membuat Zoe menggeram kesal dan sangat marah karena membuat waktunya terbuang percuma.
"Hey!!! stoooppp!!" teriak Zoe dengan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya.
Suara teriakan dari Zoe menggelegar memenuhi seluruh lantai dasar tersebut.
"Awas saja kalau suatu saat nanti kita bertemu lagi, aku akan memukulimu dengan buku-buku ini," sumpah serapah dari Zoe Saking jengkelnya dengan sikap dari orang yang kemungkinannya seorang pria dari postur tubuhnya.
__ADS_1
Orang yang menabrak tubuh Zoe memakai pakaian yang serba hitam, sepatu warna putih, memakai topi dan masker wajah. Kejadian tersebut begitu cepat sehingga Zoe tidak cepat bereaksi untuk menangkap orang tersebut dan tidak bisa mengenali wajahnya.
Zoe tidak perduli lagi dengan orang tersebut dan segera menekan tombol lift untuk segera naik ke unit Apartemennya.
"Aku mimpi apa semalam sampai-sampai hari ini aku bisa bertemu dengan orang yang tidak tahu sopan santun," ucap Zoe yang sangat jengkel dengan insiden kecil yang terjadi padanya.
Lift pun sudah mulai berjalan perlahan menuju lantai 12 tempat Apartemennya berada. Zoe kembali berlari ke arah pintu Apartemennya dan tidak memperdulikan hpnya yang berdering sedari tadi. Bagi Zoe shalat ashar lebih penting dari segalanya.
Zoe membanting pintu kamarnya dan langsung melempar tasnya ke atas ranjang king size-nya. Zoe bergegas mengganti pakaiannya lalu mengambil air wudhu.
"Semoga saja aku tidak bertemu dengan orang itu lagi," ucapnya lalu memakai segera mukenahnya.
Zoe melaksanakan shalat ashar dengan khusyuk dan selalu menyempatkan waktunya untuk membaca Alqur'an. Beberapa saat kemudian, Zoe menyelesaikan shalatnya melipat perlengkapan tersebut ke dalam lemarinya.
Zoe meraih tasnya sambil mendudukkan bokongnya ke atas tempat tidurnya. Dan merogoh ke dalam tas tersebut, tapi bukan hp yang dia pegang melainkan sebuah senjata api.
Zoe langsung terjingkak setelah menyadari dan melihat dengan jelas benda apa yang dipegangnya.
"Ya Allah ini punya siapa?" tanya Zoe yang tidak percaya dan bertanya-tanya kenapa benda itu bisa sampai di dalam tasnya.
.........
Untuk Bab ini adalah Season ke duanya BDP dan kedepannya akan bercerita tentang cucu-cucu dari Wiguna Albert Kim Said , tapi orang tua mereka tetap akan hadir tapi hanya sekedar sebagai pelengkap saja.
Semoga suka dengan kisah baru dari Bertahan Dalam Penantian 🙏
Jangan Lupa untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, dan FAVORITKAN.
...********To Be Continued********...
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, Kamis, 02 2022