Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 164. Ke Australia


__ADS_3

Happy Reading..


Mencintai tapi tanpa harus memiliki pasti sangat menyesakkan dada. Merelakan Orang yang kita sayangi untuk bahagia bersama orang lain adalah hal yang sulit tapi itu jalan yang terbaik.


"Maafkan aku Hyuna, karena aku lah sehingga kamu seperti sekarang ini, andai saja aku mampu menahannya pasti kamu tidak akan menderita seperti sekarang ini" ucap Aditya dibalik tembok yang terus menatap Hyuna yang sedang mengantri menunggu obatnya.


"Mungkin aku pergi dari sini adalah jalan yang paling terbaik untuk melupakan semua yang telah terjadi" ucap Hyuna yang terduduk merenungi nasib kisah cintanya.


Aditya tidak berpindah dari tempat persembunyiannya. Aditya hanya terdiam ditempatnya tanpa ada niat untuk mendekat ke arah Hyuna.


"Aku ingin memelukmu dan mengurangi rasa sedihmu itu, tapi maaf aku tak sanggup untuk melakukan itu" ucap Aditya yang tidak terasa air matanya sudah menetes di pipinya.


Hyuna pun berjalan meninggalkan apotek tersebut dan melanjutkan perjalanannya ke apartemennya dan berniat untuk mengemas pakaiannya. Hyuna sudah bertekad untuk meninggalkan tanah air dan kembali ke Korea Selatan. Hyuna tidak sanggup jika harus terus tinggal di Indonesia karena akan mengingatkannya lagi dengan masa lalunya bersama Aditya.


Hyuna segera memesan tiket pesawat melalui salah satu aplikasi penyedia jasa layanan pembelian tiket elektronik. Hyuna pun sudah membulatkan tekadnya untuk kembali ke negara asal ibu kandungnya. Hyuna hanya membawa tas kecil saja dan menyimpan barang-barang pentingnya seperti mobil dan beberapa perhiasannya. Hyuna hanya pergi untuk menenangkan pikirannya.


Hyuna pun berangkat ke Bandara dengan memakai jasa taksi online. Hyuna berjanji kepada dirinya untuk tidak menangisi nasibnya yang malang. Bahkan semua barang-barangnya yang berhubungan dengan Aditya Hyuna simpan rapat-rapat di apartemennya.


Hyuna sampai ke Bandara dan duduk di kursi tunggu. Hyuna yang ingin mencari minuman ringan tanpa sengaja melihat ada bapak-bapak yang berdiri dari duduknya dan dompetnya tanpa sengaja terjatuh dari dalam saku celananya. Hyuna segera berdiri dan berlari untuk memungut dompet tersebut dan berniat ingin mengambilkan dompet itu dan segera memberikan kepada yang punya.


"Pak, berhenti Pak" teriak Hyuna yang sudah menaikkan suaranya beberapa oktaf. Bahkan apa yang dilakukan oleh Hyuna sudah menjadi perhatian dari beberapa pengunjung Bandara.


Hyuna terus berlari, dan Untung saja lari Hyuna yang cukup kencang jadi Hyuna sudah berhasil bertemu dengan sang pemilik dompet. Nafas Hyuna sudah ngos-ngosan, Hyuna mengatur nafasnya sebelum mulai berbicara. Tapi Hyuna dibuat kaget dan terkejut melihat siapa sosok yang ada di depannya. Hyuna sudah melupakan niat dan tujuan awalnya. Hyuna tidak terasa meneteskan air matanya.


Sedangkan orang yang dikejar oleh Hyuna sama terkejutnya dengan Hyuna. Orang tersebut tersenyum manis ke arah Hyuna. Orang tersebut seakan-akan kembali ke beberapa tahun yang lalu. Orang tersebut Dejavu dengan apa yang dia lakukan sekarang. Tanpa dia sadari tangannya menyentuh rambut Hyuna. Hyuna pun refleks memegang tangan bapak tersebut dan tanpa dia sadari dan rencanakan. Bibir Hyuna refleks menyebut satu kata.


"Daddy" ucap Hyuna yang refleks meluncur kata itu dari bibirnya tanpa dia rencanakan sebelumnya.


Sedangkan pak Edward Chen Maulana langsung memeluk tubuh Hyuna. Pak Edward mengingat kenangan bersama seorang wanita yang sampai sekarang perempuan itu tetap ada di singgasana hatinya. Gadis yang ada di dalam pelukannya sekarang pasti bukanlah perempuan itu. Pak Edward pun heran karena tidak tahu kenapa hatinya langsung menghangat disaat dirinya memeluk perempuan yang ada di depannya.


"Lee Nara, aku sangat merindukanmu Sayang" ucap lirih pak Edward yang masih mampu di tangkap oleh salah satu panca indera Hyuna.


Mereka berpelukan cukup lama seakan-akan mereka meluapkan segala rasa kerinduan yang ada di dalam hati mereka. Hyuna lambat laun membalas pelukan daddy-nya.


"Makasih banyak ya Allah akhirnya Aku bisa juga memeluk tubuh Daddy" Monolog Hyuna yang ikut menangis dalam pelukan daddy-nya.


"Maaf, Ada yang bisa saya bantu dek??." tanya pak Edward yang berusaha membuyarkan lamunan Hyuna.


Karena pertanyaan pak Edward tidak mendapatkan tanggapan dari Hyuna sedangkan Hyuna belum sadar dari khayalannya, Padahal Pak Edward sudah menggoyangkan jarinya di depan mata Hyuna. Hyuna hanya membalas dengan senyuman yang menurut pak Edward senyuman aneh. Karena pak Edward tidak berhasil membuyarkan lamunan Hyuna dengan cara menggoyangkan jarinya, akhirnya pak Edward menepuk pelan lengan Hyuna. Dan cara yang ditempuh pak Edward berhasil.

__ADS_1


"Maaaaaf Pak" ucap gagap Hyuna.


Hyuna baru menyadari kalau dirinya hanya berkhayal saja. Hyuna sudah sangat gembira walaupun kenyataannya yang terjadi berbeda dengan kenyataan yang ada. Wajah Hyuna sudah memerah menahan malu. Sayangnya kejadian itu hanya ada dalam khayalan Hyuna saja yang terbang tertiup angin Bandara.


"Maaf Adek tadi memanggil bapak yah??." tanya pak Edward.


"Eeeeh maaf pak, taaatadi Aku tidak sengaja melihat ada Dompet yang jatuh dari saku celana bapak saat bapak berdiri" ucap Hyuna yang masih gagap berbicara sambil menyodorkan sebuah dompet kehadapan pak Edward.


Pak Edward langsung mengambil dompet itu dari tangan Hyuna.


"Makasih yah dek, sudah membantu bapak" ujar pak Edward sambil memasukkan kembali dompetnya ke dalam saku jasnya.


"Maaf pak, apa gak diperiksa dulu isinya jangan sampai ada yang hilang??." tanya Hyuna.


"Itu tidak perlu, Bapak yakin kamu tidak apa-apakan dompet Bapak" jawab Pak Edward.


Hp pak Edward berdering dan beliau segera mengangkat telponnya.


"Maaf yah dek, Bapak harus pergi pesawat Bapak sudah mau berangkat, sekali lagi makasih banyak atas bantuannya" ucap pak Edward sambil berlalu dari hadapan Hyuna yang kembali mematung.


"Andai semua itu kenyataan, sayangnya Aku cuma bermimpi di siang bolong" ucap Hyuna yang kembali meneteskan air matanya.


Hyuna yang awalnya ingin ke Korea Selatan memutuskan untuk ke Australia saja. Hyuna pun membatalkan keberangkatannya ke Korsel dan memesan tiket ke Australia. Kali ini, Hyuna bertekad untuk memperjuangkan haknya sebagai anaknya pak Edward apa pun yang terjadi. Hyuna pun sekarang sudah berada di dalam kabin pesawat terbang. Hyuna berdo'a dan berharap kali ini kedatangannya ke Australia membuahkan hasil yang maksimal dan baik sesuai dengan yang Dia harapkan.


Delia sibuk dengan berbagai cetakan kue kering. Delia dengan serius membuat kue tersebut karena Delia tidak ingin kue hasil buatannya mengecewakan.


Hari ini, Elliana dan Mark beserta ke dua buah hatinya juga akan bertolak ke Negara Ratu Elisabet. Mereka kan berangkat ke Inggris dengan baik pesawat pribadi. Eliana setiap kali kembali ke tanah air pasti memakai jasa pesawat pribadi milik suaminya. Dalam perjalanan ke Bandara, putrinya Eliana yaitu Keyna meminta menghentikan laju mobil mereka pas di depan salah satu supermarket yang ada di pinggir jalan.


Keyna ingin makan es krim, Akhirnya Mark menghentikan laju mobilnya Karena selama ini apa pun yang diinginkan oleh putrinya pasti Mark penuhi.


"Daddy, temani Key yah Dad." ucap Keyna yang meminta kepada Daddy-nya untuk menemani dirinya ke Dalam supermaket..


Keyna lebih dekat dengan daddy-nya dari pada Mommy nya. Tanpa pikir panjang Mark memenuhi permintaan putri tunggalnya. Dan sekarang mereka sudah berdiri di depan rak makanan ringan khas Indonesia.


"Daddy Key boleh ambil yang ini.?" Tanya Key kepada daddy-nya sambil menyodorkan sebuah bungkusan yang berisi krupuk tempe.


Tapi daddy-nya belum menjawab pertanyaan dari Key, tiba-tiba ada anak kecil yang kira-kira seumuran dengan Key langsung merebut bungkusan krupuk tempe itu dari tangan Key.


Key dan daddy-nya kaget dengan apa yang terjadi di hadapannya langsung. Key dan anak kecil itu akhirnya bangkit saling berebut. Karena ternyata krupuk adalah krupuk yang tersisa di rak makanan.

__ADS_1


"Hey, kok kamu merebut krupuk itu dari tanganku? itu kan aku yang duluan ambil, kalau mau kan masih ada di Rak". ucap Key yang menyuruh Amanda untuk mengambil krupuk di atas rak makanan.


Padahal rak tersebut sudah kosong melompong. Key pun tidak menyangka jika rak tersebut sudah kosong.


"Kamu kan belum bayar jadi tidak masalah kalau aku ambil" ucap Amanda.


"Maaf aku tidak mau, karena aku yang duluan" ucap Key yang tidak mau mengalah.


Dan akhirnya mereka berebut makanan itu. Sedangkan Mark kembali dibuat tercengang Setelah melihat Amanda ada di depannya. Mark tidak bisa berbuat apa-apa karena kembali kaget dengan apa yang dia lihat. Pikiran Mark kembali ke kejadian 9 tahun yang lalu, saat dirinya sedang mabuk.


"Daddy!!! bantuin key dong" ucap key yang masih saling adu tarik menarik dengan Amanda.


Mereka sama-sama tidak ada yang mengalah walaupun pegawai toko sudah datang untuk melerai mereka. Tapi tidak berhasil juga, mereka tetap saling adu tarik. Kalau di real life pasti orang-orang akan menganggap mereka Pelakor dan istri sah yang sedang bertengkar. Bahkan pengunjung pun turut ikut menonton kejadian tersebut.


Krupuk tempe tersebut pun akhirnya berhamburan di lantai dan tidak di antara mereka yang berhasil untuk menikmati krupuk tempe tersebut yang kelezatannya sudah terkenal enak dan nyammi.


Bonus visualnya Amanda dan Keyna.


Keyna Mark Al-ayyubi



Amanda



Yang cocok dengan visual mereka ini yang sesuai dengan karaktenya, Tapi Mereka gak mirip yah 🤣🤣. Tapi menurut Readers ada gak miripnya 🤔🤔


TBC...


Fania tidak akan pernah bosan untuk mengucapkan Makasih Banyak kepada Readers yang selalu memberikan dukungannya kepada BDP 🙏 Karena dukungan kalian sangatlah berarti untuk BDP 🙏.


Selamat jalan Hyuna moga keberangkatan kamu kali ini ke Australia membuahkan hasil yang maksimal dan baik yah✌️.


Ada apa dengan Mark suaminya Elliana dengan Amanda yah??🤔🤔.


Yang penasaran dengan kelanjutan dari Kisah Mereka Yah tunggu update selanjutnya yah 🙏✌️🥰.


Makasih banyak 🙏🥰.

__ADS_1


by FANIA Mikaila AzZahrah.


Makassar, 13 Maret 2022.


__ADS_2