
Happy Reading...
Adrian segera menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan satu pesawat pribadi milik perusahaan Sinopec Group. Adrian tidak mau langkahnya terlambat untuk mendapatkan cintanya Emilia gara-gara keterlambatannya berangkat ke USA.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup Jauh Akhirnya Adrian menginjakkan kakinya di Amerika serikat tempat tinggal wanita yang selalu Adrian rindukan kehadirannya. Wanita yang pernah menjalani hubungan tersembunyi dengannya.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga" ucap Adrian setelah berada di dalam area Bandara.
Adrian segera berjalan ke Tempat parkiran mobil karena anak buahnya sudah menunggunya sedari tadi.
"Kita Cari mesjid terdekat Dulu sebelum ke Apartemenku" perintah Adrian Kepada anak buahnya yang merangkap jadi Supirnya.
"Baik bos" jawab Pak Antonio.
Mobil yang mereka tumpangi melaju membelah jalan New York city. Hanya menempuh beberapa Menit Saja, Mobil Adrian sudah berhasil memasuki Area Salah satu Mesjid yang berada di dalam Kota.
Adrian segera berlari kecil ke dalam mesjid Karena Adrian tidak ingin terlambat untuk mengerjakan shalat Dzuhur. Setelah beberapa saat, Adrian telah menyelesaikan shalatnya dan berjalan ke luar Mesjid. Tapi tiba-tiba Adrian tanpa sengaja melihat ke arah kanan Mesjid, Adrian Melihat ada Taman bermain yang sudah dipadati anak-anak.
Adrian seolah-olah terhipnotis untuk melihat dan mendatangi Kerumunan anak-anak yang sedang Asyik bermain bersama temannya.
Adrian semakin mendekat ke arah Taman bermain itu. Sesampainya di Sana, Adrian melihat ada anak laki-laki yang umurnya kira-kira 10 tahun lebih. Yang sedang bermain dengan anak perempuan yang umurnya lebih muda dari umur anak laki-laki itu. Karena postur tubuh dari anak perempuan itu yang Hanya sampai dada Anak perempuan itu.
Adrian berjalan terus untuk mendekati Anak itu, dan entah kenapa perasaan Adrian mengatakan ada yang aneh di dalam dirinya setelah melihat Lebih dekat dari wajah anak laki-laki itu, Adrian teringat masa kecilnya yang entah kenapa wajah anak laki-laki itu persis dengan Wajahnya sewaktu Adrian kecil.
Adrian terpesona dengan Penampilan anak laki-laki itu. Adrian langsung mendekat dan mencoba untuk berkomunikasi dengan anak kecil itu.
"Selamat Siang, kalian sedang ngapain adek??" ucap Adrian.
"Kami sedang bermain Uncle" jawab Anak perempuan itu.
"Masa gak lihat kalau kami sedang bermain" jawab ketus anak laki-laki yang satunya dalam bahasa Indonesia.
Adrian mengajak ke dua anak itu dengan bahasa Inggris tapi Anak laki-laki itu menjawab pertanyaan Adrian memakai bahasa Indonesia.
Adrian kaget kok anak ini menjawab pertanyaan dari dirinya memakai bahasa Indonesia, kan tidak mungkin Anak itu mengetahui kalau Adrian dari Indonesia. Adrian masih tidak mau menggunakan bahasa Indonesia dan Tetap Memakai bahasa Inggris.
"Apa uncle boleh duduk??" Tanya Adrian yang sudah memohon kepada anak-anak itu Agar bisa dibolehkan untuk duduk.
"Silahkan uncle" jawab anak cewek.
"Kalau mau duduk yah duduk Saja tidak usah Pake permisi segala kan bukan kami yang punya kursi" ucap Anak laki-laki itu dengan judesnya.
Anak laki-laki itu merasa terganggu dengan kehadiran Adrian. Karena mereka sedang asyik bermain.
__ADS_1
Adrian Hanya tersenyum menanggapi perkataan Bocah laki-laki itu. Adrian segera duduk di bangku yang anak-anak itu tempati.
Adrian mencoba untuk berkenalan dengan ke dua anak kecil itu walaupun Adrian sering mendapatkan penolakan ataupun kata-kata yang agak judes, Tapi Adrian tetap tidak putus asa. Adrian entah kenapa tertantang untuk semakin mendekat ke Anak laki-laki itu.
"Siapa namanya Cantik?? tanya Adrian sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Michelle Ziudith Husain uncle" Jawab Michelle.
"Sungguh nama yang cantik secantik orangnya" ucap Adrian.
"Emangnya penting yah Uncle tahu nama kami??" tanya Andreas.
"Gak Juga sih cuma Uncle Mau punya teman di sini kan uncle baru datang dan Belum punya teman" ucap Adrian.
"Kalau gitu jadi temannya Michelle saja Uncle, Kebetulan Rumah Michelle gak jauh kok dari sini, itu sana" ucap Michelle sambil menunjuk arah Rumahnya.
Adrian langsung tahu lokasi rumah Michelle Karena dekat dari taman.
"Kakak Andreas jangan gitu ngomongnya sama uncle gak baik loh" ucap Michelle.
Nama bocah laki-laki itu adalah Andreas.
"Jadi nama kamu Andreas yah?" tanya Adrian.
"Iya uncle nama kakak aku Andreas Al...." ucapan Michelle terpotong karena Andreas segera menutup mulut adiknya.
"Kakak Andreas kok mulut Michelle ditutup sih kan jadi sesak nafas nih" ucap Michelle.
"Maafkan Kakak yah" ucap Andreas.
Adrian hanya menatap penuh Tanya ke arah ke dua anak ini. Wajarlah mereka bersikap seperti itu kepada orang yang baru mereka jumpai dan kenal.
"Maafkan Kami uncle, Kak Andreas tidak bisa menjawab pertanyaan dari Uncle soalnya mami kak Andreas sudah berpesan untuk tidak membuka nama panjangnya di Depan orang yang baru dikenal" ucap Michelle panjang lebar.
Adrian Hanya mengernyitkan dahinya. Hal itu dilihat oleh Michelle, Dan Michelle pun mengerti.
"Kami harus mematuhi perintah Dan larangan mami Andreas uncle" ucap Michelle.
Adrian tidak ingin banyak tanya lagi, Adrian hanya jadi penonton saja untuk melihat anak-anak itu bermain. Saking asyiknya memperhatikan ke dua anak itu sampai-sampai Adrian tidak menyadari kalau Handphonenya berbunyi.
"Angkat dong telponnya Uncle, ribut tahu" ucap Anak laki-laki itu dalam bahasa Inggris.
Adrian seolah-olah tersihir oleh kata-kata bocah kecil itu dan langsung mengambil handphonenya di saku jasnya.
__ADS_1
"Maaf uncle angkat telponya Dulu" ucap Adrian kepada Anak itu.
"Silahkan uncle" jawab bocah perempuan itu yang tidak lain adalah Michelle.
"
"Kok Kakak judes amat sama uncle Adrian kan uncle Adrian baik gak pain kak sama Michelle?" tanya Michelle.
"Yang jelasnya jangan terlalu dekat dengan orang yang baru kita jumpai dan lihat ingat pesan mami" ucap Andreas.
Yang masih sempat di dengar oleh Adrian walaupun Adrian sudah agak mengjauh dari bangku panjang taman. Adrian hanya tersenyum menanggapi perkataan Ke dua bocah kecil itu.
Adrian meninggalkan tempat duduknya dan berjalan agak mengjauh untuk mengangkat telponnya.
"Alhamdulillah, aku sudah sampai di Sini" ucap Adrian.
"Alhamdulillah kalau gitu Kak" ucap Arya.
"Sudah dulu soalnya aku mau makan siang dulu" ucap Adrian.
"Ok, ingat pesanku hancurkan Siapa pun orangnya yang telah menganggu dan merugikan perusahaan" ucap Arya.
"Siap bos, perintah siap di laksanakan" ucap Adrian.
Percakapan mereka pun terhenti dan Adrian kembali berjalan ke arah bangku taman yang tadi sempat dia duduki. Tetapi ke dia bocah kecil itu tidak lagi berada di Sana.
Adrian berusaha untuk mencoba mencari keberadaan ke dua anak itu, tapi tidak Adrian temukan.
"Ke mana yah kedua bocah kecil itu, Mungkin mereka sudah dijemput oleh ke dua orang tuanya" ucap Adrian.
TBC...
Typo Mohon dimaklumi Yah Readers 🙏🙏.
Maafkan FANIA yang Beberapa hari ini tidak bisa update dikarenakan mataku agak sakit dan kabur.
Moga pembaca setianya BDP masih setia menunggu kelanjutan dari Kisah Mereka.
Fania kembali ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN dan Kritikan dan Masukannya Kakak 🙏🙏🙏.
Sekedar Promo, sambil menunggu Updatenya BDP Kakak Readers juga busa Mampir ke Novel aku yang lainnya Kakak. Tinggal Klik Nama akun FANIA saja kok.
Makasih banyak..
__ADS_1
By FANIA d'Sayang
Makassar, 1 Februari 2022.