Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 107. Terkuak Juga


__ADS_3

Happy Reading..


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang hari, Tapi Adrian masih senantiasa bersabar menanti kepulangan Dua bocah kecil yang telah Dia janjikan untuk mengantar mereka pulang ke rumahnya. Kebetulan hari ini, Mami Andreas dan Michelle tidak bisa datang menjemput mereka dikarenakan Mami Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka di Butik.


Jadi Adrian duduk Manis menunggu kepulangan si Bocil. Andrian menunggu Michelle sambil memainkan handphonenya, Adrian membuka galeri foto yang ada di handphonenya. Adrian melihat foto kebersamaannya dengan Emilia waktu hari kelulusan Emilia di Sekolahnya.


Dan hari itu adalah hari paling bersejarah di antara mereka, Karena untuk pertama kalinya Emilia menyerahkan sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya dan hidupnya.


Adrian tersenyum mengingat kejadian itu, Peristiwa yang seharusnya tidak boleh Mereka lakukan tapi godaan pihak ke Tiga yang membuat ke duanya melakukan hal yang terlarang.


Adrian masih asyik dengan lamunannya yang kembali ke 13 tahun lalu. Bahkan Adrian menginginkan hal itu terjadi lagi Andai Dia bisa bersatu dengan Pujaan hatinya.


Tiba-tiba lamunannya buyar seketika karena Gawainya berdering. Adrian segera mengangkat telponnya. Dan ternyata yang menelpon Adrian adalah Orang yang Adrian Telpon beberapa jam lalu.


"Hallo ada apa??" Tanya Adrian yang sudah tidak sabar ingin mengetahui hasilnya.


"Bos Tolong Periksa Email Bos, Saya sudah mengirimkan yang Bos minta" ucap Anak buah Adrian.


"Ok, Makasih, Bonus kamu nanti aku Transfer setelah aku periksa hasil dari kerjaanmu" ucap Adrian.


"Makasih banyak Bos, Saya yakin bos tidak akan kecewa" ucap Anak buah Adrian.


Adrian langsung berjalan ke arah Mobilnya karena ingin mengecek email yang dikirimkan oleh anak buahnya melalui Laptopnya.


Adrian Membuka email-nya dan Wajahnya langsung tampak kaget sekaligus Bahagia setelah membaca isi dari Email itu.


Adrian bahkan tidak kuasa meneteskan air matanya saking bahagianya dengan Fakta yang baru Dia ketahui.


Adrian segera kembali ke Tempat duduknya semula untuk menunggu kepulangan ke dua Bocah kecil itu. Adrian selalu menampilkan wajah Gembira sehingga senyuman tak pernah luntur dari Wajah Gantengnya.


Bel berbunyi pertanda jam sekolah telah selesai. Anak-anak berlarian ke luar ruangan kelas mereka. Termasuk Michelle dan Andreas.


"Jangan lari Dong Michelle! Entar adek Jatuh Loh" ucap Andreas yang melarang Michelle berlarian.


"Jangan lama-lama jalannya dong kak Andreas, kasihan Uncle Adrian sudah Lama menunggu kita" ucap Michelle sambil berlarian dan sudah ngos-ngosan.


Adrian langsung berdiri dari posisi duduknya Karena Dia sudah melihat kedatangan Michelle dan Andreas.


Adrian langsung mendekat ke arah Andreas kemudian memeluk tubuh Andreas. Adrian kembali menangis sambil tetap memeluk tubuh Andreas.


Michelle Yang melihat hal itu, kaget dengan apa yang dilakukan oleh Uncle Adrian.


"Uncle Adrian, kok Nangis, apa Uncle Adrian Sakit atau sudah lapar Makanya Nangis??" Tanya Polos Michelle.

__ADS_1


Tapi Adrian tidak menjawab pertanyaan dari Michelle. Adrian masih terus memeluk Andreas dan Air mata Adrian terus membasahi pipinya.


"Ternyata kamu adalah putraku" ucap Adrian dalam bahasa Indonesia karena Dia tidak ingin Michelle dan Andreas mengetahui apa yang Dia ucapkan.


Adrian menciumi Seluruh wajah Puteranya yang baru Dia ketahui beberapa saat yang lalu. Andreas mengerti dengan perkataan Adrian.


"Maksud Uncle Adrian Apa??" tanya Andreas.


"kalau kamu mau tahu semuanya, Ayo kita datangi Mami kamu untuk menanyakannya langsung kepada mami kamu tentang kebenarannya" ucap Adrian sambil melepas pelukannya dari tubuh anak semata wayangnya.


"Sebaiknya uncle jelaskan Saja sama Andreas tentang kenyataannya, karena Mami pasti akan menutupi kenyataanya dari Aku" ucap Andreas.


"Maksudnya??" tanya Adrian.


"Kemarin Aku Tanya Mami tentang Uncle tapi Mami tidak mau berbicara bahkan Mami marah-marah dan melarang Andreas untuk banyak Tanya" ucap Andreas panjang lebar.


Adrian Akhirnya menjelaskan kepada Andreas tentang kisah mereka. Dan tidak lupa memperlihatkan bukti Tes DNA Yang Dia miliki.


Akhirnya Andreas percaya dengan perkataan Adrian Setelah membaca isi email yang menyatakan bahwa Dia adalah putera biologis Uncle Adrian.


Andreas langsung memeluk tubuh Papinya sambil menangis terharu. Karena Akhirnya Dia memiliki Papi yang bisa Dia pamer sama teman-temannya. Karena Andreas selama selalu mendapat bulyan kalau Dia anak Yang tidak punya papi. Tapi Hal itu tidak pernah Dia utarakan kepada maminya Emilia.


Mereka meninggalkan Sekolah Andreas dan segera ke Butik Andreas. Adrian shock sekaligus bahagia karena mengetahui kalau Dirinya memiliki seorang Putera.


"Berarti apa yang kita lakukan dulu menghasilkan sesuatu" Ucap Adrian sambil tersenyum malu-malu.


"Uncle sangat bahagia makanya Uncle Tersenyum" Jawab Adrian.


Beberapa saat kemudian, Mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir Cantik di Depan Butik Andreas. Mereka segera masuk ke dalam Butik.


Tapi Senyum Adrian langsung pudar, Setelah melihat Sosok yang sedang berada di dalam Ruangan Kantor Pribadi Emilia.


Emilia pun tidak enak hati Setelah mengetahui bahwa Adrian datang ke Butik dan melihat kalau Dia sedang bersama dengan Emre dan mereka sedang bercanda sambil makan siang.


Emilia langsung berdiri dan berjalan ke arah puteranya. Andreas langsung meraih tangan maminya untuk mencium tangan maminya. Andreas mencium tangan maminya dengan Takzim.


Emilia masih tidak mengajak Adrian berbicara. Bahkan Emilia menghindari kontak mata dengan Adrian dan sedikit menjaga Jarak. Karena Emilia kaget dengan kedatangan Adrian bersama puteranya. Emilia dalam hatinya selalu berdo'a Agar Adrian tidak mengetahui kalau Andreas adalah darah dagingnya.


"Prince Mami sudah pulang Yah nak?" Tanya Emilia untuk menutupi Rasa canggung dan gugupnya.


"Mami kok Uncle Emre datang lagi sih, Kata ustadz orang yang bukan Mahramnya dilarang berduaan di dalam ruangan loh Mi" ucap Andreas yang sengaja berbicara seperti itu karena tidak suka dengan kedatangan Uncle Emre.


Emilia Hanya tersenyum dengan penuturan puteranya. Emre langsung berdiri dari posisi duduknya dan ingin pamit kepada Emilia.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan oleh Andreas benar sekali, Maafkan uncle yang sudah menganggu" ucap Emre yang langsung pamit pulang.


Emilia mengantar Emre ke depan. Adrian sangat Marah Setelah melihat kalau Emilia mengantar Emre ke luar dan melihat kedekatan Emilia dan Emre sendiri.


Adrian sudah terbakar api cemburu. Andreas melihat reaksi dari Papinya sehingga Andreas langsung memegang tangan Adrian. Untuk berusaha menenangkan Papinya.


"Papi tenang saja, Aku tidak akan mengijinkan Mami untuk menikah dengan Uncle Emre ataupun dekat-dekat lagi" ucap Andreas.


"Tapi untuk sementara jangan beritahu Mami kamu kalau Aku adalah papi kandungmu" ucap Adrian.


"Emang kenapa Pi??" tanya Andreas.


Adrian sangat terharu dan bahagia mendengar Penuturan anaknya. Adrian tidak memikirkan hal itu tapi puteranya langsung bertindak untuk berusaha menggagalkan dan membatasi kedekatan Emilia dengan Emre.


"Alhamdulillah Makasih Banyak nak, kamu sangat pengertian sama papi" ucap Adrian.


"Papi lapar gak??" tanya Andreas Kepada Adrian papinya.


Mereka saling bertegur sapa dengan panggilan papi jika mereka hanya berdua saja dan Jika Michelle ada diantara mereka, Maka Andreas akan memakai bahasa Indonesia.


"Sedikit" ucap Adrian.


"Kalau gitu yuk, kita ajak Mami makan siang di resto Favorit Andreas" ucap Andreas sambil berjalan ke luar.


"Mami kan Belum makan, Giman kalau Mami ikut dengan kami saja" ucap Andreas.


"Mami banyak kerjaan Nak" jawab Emilia.


"Mami kali ini harus ikut gabung dengan Kami, mami tidak boleh menolak atau Andreas akan....." ucapan Andreas terpotong karena Emilia Setuju dengan ajakan Anaknya.


TBC..


Typo mohon dimaklumi yah Readers 🙏.


Akhirnya FANIA bisa Ngetik Juga disela Rasa ngantuk yang melanda 🥱🥱.


Moga Readers suka dengan bab ini Yah..


Aku kok kasihan sama Emre yah Readers 😂😂.


Wooow Adrian kamu dapat dukungan dari Andreas loh..


Yang penasaran dengan kelanjutan dari Kisah Mereka so Pantengin terus saja Updatenya BDP 🙏🙏.

__ADS_1


By Fania mikaila AzZahrah.


Makassar, 8 Februari 2022


__ADS_2