Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 135. Nasib Rangga


__ADS_3

Happy Reading..


Satu bulan kemudian, Rangga masih mendekam di dalam Penjara. Dan hari ini, Keputusan dari Majelis Hakim akan dibacakan. Karena semua bukti kejahatan Rangga sudah lengkap dan semua bukti itu memberatkan posisi Rangga, akhirnya Rangga dijatuhi hukuman seumur hidup.


Rangga dan ibu Anna sangat terkejut dengan keputusan itu, bagi mereka keputusan itu terlalu berat dan tidak adil. Ibu Anna jatuh pingsan beberapa saat setelah mendengar ketok palu dan keputusan dari Hakim Ketua.


Ada yang segera membantu ibu Anna tetapi tidak sedikit yang cuek bahkan pura-pura tidak melihat kalau Ibu Anna jatuh pingsan. Banyak orang-orang yang tidak suka dengan sikap ibu Anna selama ini. Orang-orang mengetahui kalau ibu Anna orangnya sombong, pelit dan tidak ramah.


Rangga menangis histeris mendengar kalau dirinya dihukum seumur hidup. Itu sama saja Rangga akan menghabiskan waktunya di dalam Tahanan. Tidak bisa menghirup udara bebas dan tidak leluasa lagi untuk beraktivitas.


Rangga tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan bertingkah seperti orang yang sudah tidak waras. Rangga bahkan tidak berhenti tertawa terbahak-bahak dan kadang menangis, kadang tersenyum dan berbicara yang tidak jelas.


"Maafkan aku Rina, aku terlalu bodoh" ucap Rangga sambil menangis dan menarik rambut pendeknya.


Seperti itulah yang terus Rangga ucapkan. Pihak kepolisian segera mengamankan Rangga dan segera memanggil Dokter untuk memeriksa kejiwaan Rangga. Karena kondisi Rangga yang sudah jelas tidak waras akhirnya Hakim ketua memutuskan Rangga akan di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Rangga terus mengoceh tanpa henti dan merobek pakainnya.


Dokter dan perawat segera menenangkan Rangga dengan cara menyuntikkan obat penenang ke tubuh Rangga. Setelah dirasa Rangga sudah tenang, Polisi membantu Perawat untuk membawa Rangga ke RS Jiwa.


Berita kasus yang dihadapi Rangga viral di seluruh media elektronik dan media massa. Seantero Ibu Kota sudah melihat, membaca dan mendengar kisah tragis dari Rangga dan Rindu.


Apa yang kamu tabur kelak itu pula yang akan kamu tuai. Baik buruknya perbuatan pasti akan ada balasannya. Ambil hikmah dari peristiwa yang terjadi di dalam hidup ini.


Rina tidak menyangka kejadian itu menimpa Rangga. Bahkan Rina tidak habis fikir kenapa Rangga begitu tega melakukan ini semua padahal sepengetahuan Rina Rangga adalah sosok yang baik, dewasa, penyayang dan jujur.


Rina meneteskan air matanya di saat dirinya melihat langsung kondisi Rangga dari layar TV nya. Rina kasihan kepada Rangga tetapi Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Rangga. Emre melihat Rina meneteskan air matanya hanya untuk Rangga. Ada perasaan sedih, cemburu yang dirasakan Rangga. Tetapi Rangga tidak ingin memperlihatkan bahwa Dirinya cemburu dan tidak suka jika Rina meneteskan air matanya untuk pria lain.


Rangga segera menghampiri Rina yang sedang duduk di kursi sambil menyaksikan berita tentang kasus Rangga.


"Assalamu alaikum sayang" ucap Emre sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang dan Emre langsung mengelus perut datar Istrinya.


Hal yang dilakukan oleh Emre membuat hatinya Rina menghangat dan bahagia karena Emre memberikan perhatian yang tulus kepada nya dan kepada Calon bayinya.

__ADS_1


"Waalaikum salam kak" ucap Rina yang tersipu Malu dengan sikap lembut dari Emre.


"Sudah makan siang sayang atau Kamu ingin makan sesuatu??." tanya Emre sambil berbaring di pangkuan istrinya.


Rina langsung malu-malu dengan perlakuan Emre dan wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus. Rina selalu dibuat tersipu malu oleh sikap dan perhatian tulus dari Emre. Rina sangat bersyukur karena keputusannya menyetujui untuk menikahi Emre adalah keputusan yang paling terbaik di dalam hidupnya.


"Aku sudah makan Kak, kalau kakak gimana apa juga sudah makan dan gimana kerjaannya??." tanya Rina.


"Alhamdulillah sudah, tadi makan malam bareng klien yang dari Jepang" jawab Emre dengan posisi masih berbaring di pangkuan Rina.


Rina mengelus rambut hitam sedikit kecoklatan milik suaminya. Rina tidak bisa membayangkan jika dirinya tidak mengambil keputusan untuk menerima lamaran Emre. Mungkin nasibnya akan seperti perempuan di luar sana yang hamil tanpa suami yang akan tega untuk menggugurkan kandungannya.


Sudah sebulan Rina dan Emre menikah tetapi mereka masih tidur di kamar masing-masing dan itu sudah menjadi keputusan mereka sendiri. Nanti setelah bayi mereka lahir barulah mereka akan menikah kembali dan sekaligus merayakan resepsi pernikahan mereka yang akan diselenggarakan di Dua Negara. Yaitu Amerika serikat dan Indonesia.


4 bulan kemudian, Kehamilan Delia sudah memasuki usia 9 bulan berarti tidak akan Lama lagi Delia akan melahirkan. Sedangkan Rina usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke 5 . Ke dua Ibu Muda ini masih sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Mereka tidak ingin berdiam diri terus di dalam Rumah. Rina sering ke kantor Suaminya untuk sekedar membantu pekerjaan Emre dan sekalian membawa makanan untuk makan siang Emre.


Sedangkan Delia masih sibuk mengurus beberapa yayasan sosial peninggalan Oma Estella. Perut buncit tidak menghalangi Delia tetap bekerja. Arya sebenarnya sudah melarang Delia untuk beristirahat sejenak karena kehamilannya sudah masuk bulan ke 9 yang tinggal menunggu waktu melahirkan saja. Tapi itu lah Delia yang keras kepala jika dirinya dilarang untuk beraktivitas.



Ayah Muda yang sudah hampir memiliki tiga Anak tetapi masih berwajah Baby face yah.


Di dalam Pesawat pun Arya tetap mengerjakan pekerjaan kantornya. Selama Arya mendirikan Perusahaannya sendiri, Arya semakin sibuk saja. Perusahaan Arya bernama DA Group.


Arya menyekolahkan anak-anaknya di Negara yang berbeda. Tujuannya agar mereka bisa mandiri. Ke dua anak kembarnya juga sudah dibekali pendidikan yang cukup memunpuni yang kelak bisa berguna untuk melanjutkan Perusahaan Arya. Ke dua anak kembarnya juga dilatih bela diri. Di Asrama tempat anaknya tinggal tidak ada satu pun yang tahu kalau mereka adalah pewaris tahta dari DA Group dan Sinopec Group. Mereka menganggap bahwa anak Arya adalah anak dari kalangan biasa saja. Hak itu dilakukan untuk menghindari tindak kriminal yang bisa mengancam hidup buah hatinya.


Delia hari ini mengajak kedua sahabatnya untuk datang ke kediamannya. Delia sudah lama tidak berjumpa dan berkumpul dengan Rina dan Dessy.


Hari ini Delia masak masakan kesukaan dari ke dua sahabatnya. Yaitu Rendang daging dan opor ayam. Rina meminta khusus kepada Delia untuk dimasakkan opor ayam. Semua masakan sudah selesai dimasak oleh Delia dan ke Dua Sahabatnya pun sudah datang.


__ADS_1


Rendang daging khusus untuk Dessy yang ingin makan masakan khas Padang. Dessy sangat ingin makan masakan Delia.


sedangkan Rina meminta tolong dibuatkan Opor Ayam oleh Delia. Rina sangat ingin masakan sahabatnya itu. Walaupun dengan perut buncit Delia masih bebas bergerak di depan kompor.



Delia juga mengundang Dimas untuk datang ke acara makan malam mereka. Tetapi Delia tidak memberitahu kepada yang lain kalau dia juga mengundang Dimas. Delia Ingin suasana makan malam yang ramai dengan canda tawa. Delia merindukan ke dua anak kembarnya. Delia setiap saat menelpon anaknya walaupun hanya sekedar bertegur sapa.


Mereka sudah duduk di kursi depan Meja makan. Dan siap untuk menyantap makanan yang tersedia.


"Uuppss STOP dulu yah, masih ada yang kurang" ucap Delia sambil menahan tangan Rina yang ingin menyendok Rendang ke dalam piringnya.


"Kok ditahan sih Del, kan Aku sudah lapar Del" ucap Rina yang seperti anak kecil saja.


Tiba-tiba seseorang datang yang berjalan setengah berlari.


"Maaf Saya terlambat" ucap Dimas yang sangat menyesal karena terlambat.


Semua orang menatap ke arah Delia meminta jawaban. Tetapi Delia hanya mengangkat bahunya tanda pura-pura tidak tahu.


"Karena Dimas sudah datang, silahkan makan" ucap Delia dengan wajah yang tanpa dosa.


Delia entah kenapa merasa kalau Dimas ada hati dengan Dessy padahal mereka tahu kalau Dessy masih status istri orang. Hubungan Dessy dengan Erlangga sudah tidak baik semenjak putra mereka meninggal karena kecelakaan. Tetapi Dessy masih tidak ingin berbagi kepada ke dua sahabatnya.


TBC..


Makasih banyak atas dukungannya 🙏🙏.


Jangan Lupa terus dukung BDP yah Readers 🙏🙏.


Dukungan kalian sangatlah berarti untuk BDP 🙏

__ADS_1


__ADS_2