
Happy Reading..
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Uncle Arya Wiguna dan istrinya Delia Paramitha Wirawan beserta putra bungsunya Zidane yang sudah berusia 12 tahun. Wajah Zidane setelah beranjak remaja seperti foto copyannya Arya Wiguna Ayahnya.
"Welcome Boys di Indonesia," ucapnya lalu memeluk tubuh keponakannya.
Andreas segera memeluk tubuh Unclenya itu dengan erat dengan rasa rindu yang membuncah. Kemudian berjalan ke arah Delia lalu menarik tangan Auntynya dengan penuh kelembutan lalu menciumi punggung tangan itu dengan takzim.
Pricilla yang melihat hal itu pun meniru dan mengikuti calon suaminya. Dengan Wajahnya yang tersipu malu karena ini adalah pengalaman pertamanya bersungkeman dengan seseorang yang lebih tua darinya. Setelah sungkeman, Delia pun langsung cipika-cipiki dengan Cilla.
"Cilla perkenalan ini Auntyku yang paling cantik dan paling jago masak, mami saja belajar dari Aunty Delia loh, masakannya sangat enak," puji Andreas.
"Andreas bisa saja, dia terlalu memuji kok, padahal Aunty hanya masak makanan rumahan dan biasa saja," ucap Delia selalu merendah.
"Kalau mau coba kita nginep di sini saja nanti malam, sekalian Kamu belajar masak sama Aunty," terangnya.
"Oke Mas," jawabnya.
"Calon istri Kamu cantik Andreas, tapi Aunty berharap jangan lakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita ajarkan padamu," ujarnya.
Arya hanya tersenyum, tahu apa yang dilakukan keponakannya walaupun mereka tidak berbicara.
Andreas dan Cilla saling berpandangan dan tersenyum malu-malu. Pricilla yang emang dari kecil sudah diajarkan bahasa asal negara Kakek dari Mommynya, sehingga mampu dan untuk segera beradaptasi. Sehingga tidak menyulitkan dirinya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anggota calon suaminya itu.
"Kamu mau istirahat dulu atau langsung ke KUA?" tanya Arya dengan seingaian liciknya.
"KUA saja Uncle, istirahatnya masalah gampang kok," jawabnya.
Pricilla yang mendengar kejujuran kekasihnya hanya tersenyum malu.
"Andreas kamu gak sabaran banget rupanya," ujarnya yang tertawa terbahak-bahak.
Pricilla semakin menundukkan kepalanya saking malunya.
"Kita mampir ke Rumah dulu untuk ganti pakaian kalian, walaupun pernikahan kalian mendadak,tapi Aunty berharap bisa memberikan yang terbaik untuk kalian," jelasnya.
"Alhamdulillah, makasih banyak Aunty," ucapnya yang dibarengi dengan senyuman itu.
Mereka sudah berada di dalam mobil, mereka akan ke rumahnya Arya terlebih dahulu kemudian menuju KUA setempat. Awalnya Arya ingin melihat Andreas menikah di Kediaman Utama Wiguna, tapi menurutnya mereka kawin lari jadi sebaiknya di adakan di KUA saja.
Pricilla dimake up tipis saja, sesuai permintaan dirinya sendiri. Cilla tidak ingin tampil menor dia sesuaikan dengan tema akad nikahnya adalah sederhana. Andreas sudah mengganti pakaiannya Penampilannya sudah berubah semakin tampan saja.
Sedangkan Pricilla sangat cantik dengan balutan gaun kebaya modern yang khusus dibuat untuk dirinya. Gaun itu sudah membalut tubuhnya yang ramping dan slim itu.
"Kamu sangat cantik sayang," puji Delia setulus hatinya sesuai dengan kenyataan yang ada.
__ADS_1
"Aunty boleh nanya?" tanyanya.
Delia melihat ke arah calon menantu keponakannya itu.
"Kamu emangnya mau tanya apa?" tanya balik Delia.
"Aunty Delia keluarga dari Papi atau Maminya Andreas?" tanya Cilla yang penasaran.
"Dua-duanya," jawabnya yang membuat cilla melihat ke arah Delia yang tidak mengerti.
Delia hanya tersenyum melihat wajah bengongnya Cilla dengan mulut kecilnya yang terbuka sedikit dengan matanya yang bulat itu.
"Aunty dengan Uncle Arya itu sepupu, jadi Mami dan Papinya Andreas adalah sepupunya Aunty juga," terangnya.
"Berarti masih ada hubungan kekeluargaan, tapi Aunty memilih untuk menikah dengan Uncle Arya," jawab Cilla.
"Ceritanya panjang kalau Authy jelaskan berarti authornya harus tulis ulang lagi ceritanya hahaha," ucapnya.
"Apa tidak ada perasaan aneh gitu Aunty kalau nikahnya dengan keluarga sendiri?" tanya lagi Cilla yang tidak mengerti kenapa banyak orang yang memilih menikah dengan keluarga sendiri.
Arya berjalan masuk ke dalam kamar pengantin wanitanya dan mengabarkan kalau penghulunya ada acara yang mendadak sehingga pernikahan mereka dimajukan dan akan dilaksanakan di kediaman Arya saja.
"Sayang persiapkan Pricilla dan bawa segera ke depan akad nikahnya mereka akan segera dilangsungkan."
Arya kembali berjalan ke arah luar. Kembali duduk di samping Andreas yang sudah siap mengucapkan ijab Kabul.
"Siap," jawabnya dengan penuh semangat empat lima.
"Kalau gitu ikuti bapak yah Tuan Muda," ucapnya.
Andreas lalu memegang tangannya Pak Penghulu lalu mereka saling memegang tangan. Andreas menjabat tangan pak penghulu dengan kuat hingga pak penghulu sedikit meringis kesakitan saking kuatnya pegangan tangannya.
Pak penghulu tidak berbicara sedikit pun, tapi dari wajahnya sangat nampak menderita kesakitan. Andreas segera melonggarkan pegangannya lalu meminta maaf sekaligus tersenyum tidak percaya dengan apa yang Dia lakukan.
"Bisa kita mulai," ulang Pak Ridwan bapak penghulu itu.
"Kita mulai saja Pak, capek Aku nunggunya," ucap Andreas dengan cukup jenuh menunggu acara Akad nikahnya.
Arya dan yang lainnya yang ada di dalam sana, tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Andreas yang tidak sabaran.
"Wali dari pihak mempelai perempuan sudah hadir di tengah-tengah kita, tapi menyerahkan sepenuhnya kepada bapak sebagai wali nikahnya, apa ada yang merasa keberatan atau apa?" tanya Pak penghulu menatap semua orang yang hadir di tempat itu yang hanya kebanyakan Keluarga inti saja yang hadir.
"Kami dari pihak mempelai perempuan, setuju saja dan tidak mempermasalahkan semuanya Pak," ujarnya yang tidak mempermasalahkan apa pun itu.
"Kalau gitu, Tuan Muda ikuti perkataan bapak,"
__ADS_1
Andreas kembali menganggukkan kepalanya tanda setuju dan tidak ingin terlalu berlama-lama.
"Saya kawinkan dan nikahkan ananda Andreas Malik Adrian dengan Margaretha Agatha Pricilla dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasaan emas dibayar tunai," ucapnya Pak Penghulu.
"Saya terima Nikah dan kawinnya Margaret Agatha Pricilla binti Leonardo dengan Mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana saksi, apakah sah?" tanya pak penghulu dengan mengarahkan pandangannya ke segala penjuru ruangan itu.
Mereka langsung menjawab tanpa ragu.
"Sah."
"Alhamdulillah," pak penghulu Membaca beberapa doa dan petuah bijak yang akan disampaikan di depan ke dua mempelai.
Pak penghulu pun memberikan petuah dan wejangan pernikahan mereka.
"Syukurlah mereka sudah menikah."
"Iya Kakak, Alhamdulillah Delia sangat bahagia karena mereka akhirnya bersatu dalam tali suci pernikahan," jawabnya yang terharu melihat mereka menikah walau pun ke dua orang tua mereka tidak Ada yang hadir di acara itu.
Rona bahagia terpancar dari ke dua wajah pengantin baru itu.
"Akhirnya aku bisa bebas melakukan hal itu dengan Kamu sayang," ucapnya yang sedikit berbisik karena tidak ingin ada orang lain Mendengar perkataannya.
Pricilla menatap ke arah Andreas Suaminya yang baru beberapa menit yang lalu menikahinya. Mereka sangat bahagia, karena banyak keluarga dari Andreas yang hadir menjadi saksi mereka sekaligus mendoakannya.
Mereka tersenyum bahagia dan ikut larut dalam kesedihannya saat kedua pengantin barunya sungkeman di hadapan keluarganya Andreas. Tawa bahagia menyertai akad nikah mereka, hingga pintu terbuka lebar dan masuklah seseorang yang mereka kenal.
Andreas dan Cilla terdiam melihat orang tersebut.
Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:
Sang Penakluk
Cinta Yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏
Tetap Dukung BDP dengan Cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya serta Giftnya yah ✌️
...********To Be Continued********...
...by Fania Mikaila Azzahrah...
__ADS_1
...Makassar, Selasa, 14 Juni 2022...