Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 192. Terbongkar Juga


__ADS_3

Happy Reading..


Mommy kece dan Hot Daddy membuat seluruh isi bandara jadi heboh. Mereka jadi pusat perhatian karena ulah dari para Hot Daddy yang menjadi pusat perhatian. Yang paling menjadi sorotan adalah Emre yang terpaksa memakai pakaian Rina. Andai saja warnanya yang gak mencolok pasti Emre tenang dan nyaman memakainya. Tapi Emre terpaksa memakai gamis Rina yang warna pink. Saking malunya Emre sampai-sampai dirinya langsung kabur dari Bandara. Siapa pun yang melihatnya dan pasti akan tertawa terpingkal-pingkal.


Arya dan Delia, Hyuna dan Alan langsung balik ke rumah masing-masing. Alan sangat menyesal telah membuat Hyuna sampai susah berjalan.


"Maaf yah Beb, Aku tidak bermaksud untuk membuatmu menderita, Aku juga gitu karena itu juga semua gara-gara kamu yang terlalu menggoda sehingga aku kebablasan" ucap Alan ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Aku maafkan, tapi lain kali beb gak boleh ngulang lagi hal itu, sakit loh Beb" ucap Hyuna yang masih merasakan ngilu dibagian sensitifnya.


"Kita langsung pulang atau mau singgah di tempat lain?."' tanya Alan.


"Kita singgah sebentar dulu beb di mini market yang ada di ujung jalan di depan" Ucap Hyuna sambil menunjuk ke arah mini market tersebut.


Hyuna pun berjalan ke dalam mini market, awalnya Hyuna tidak perduli dengan perbincangan dari pengunjung di dalam mini market tersebut, tapi tanpa sengaja mendengar mereka menyebut nama pak Wiguna.


Hyuna pun kepo dan semakin mendekati mereka dan menajamkan pendengarannya. Hyuna kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Itu tidak mungkin" ucap Hyuna langsung menutup mulutnya.


Hyuna berlari ke arah luar dan melupakan kondisinya yang tadi jalan pinguin saking kagetnya melihat berita tersebut. Nafas Hyuna ngos-ngosan karena habis berlari. Alan yang melihat Hyuna dalam keadaan tersebut turun dari mobilnya dan langsung mendekati Hyuna.


"Ada apa beb??". tanya Alan.


"Itu tidak mungkin kan kak, siapa sih orang yang tega menyebarkan berita hoax?". tanya Hyuna yang ditanya malah bertanya balik.


"Ayo masuk, tenangkan dirimu baru kamu bicara yang jelas" ucap Alan.


Hyuna pun menuruti perkataan Suaminya dan menyodorkan botol yang berisi air mineral.


"Makasih" ucap Hyuna saat dirinya sudah minum air putih tersebut.


"Itu tidak mungkin kan beb, pasti aku salah lihat?". Tanya Hyuna lagi.


"Emangnya ada apa sih, kalau bicara itu yang jelas, bukannya menjawab malah bertanya balik lagi" ucap Alan yang mulai dongkol menghadapi Hyuna.


"Tadi aku lihat di TV berita tentang Kak Mark" ucap Hyuna.


"Maksudnya berita kak Mark?" tanya Alan.


"iya benar" jawab Hyuna.


"Wajar kali Kalau kak Mark beritanya ada di TV kan salah satu pengusaha sukses yang pastinya akan selalu disorot oleh lensa kamera di mna pun dia berada" timpal Alan lagi.


"Tapi kali ini beritanya beda dari biasanya" ucap Hyuna yang memeriksa hpnya dan langsung mencari berita tersebut.


Alan pun menengok ke arah apa yang dilakukan Hyuna dan langsung kaget melihat banyaknya foto yang beredar di Internet.


"itu pasti bukan kak Mark aku yakin itu" ucap Alan.

__ADS_1


"Awalnya aku pun tidak percaya dengan foto dan berita tersebut" ucap Hyuna.


"jadi Amanda itu adalah putrinya kak Mark dari wanita yang ada di dalam foto ini?" tanya Alan.


"Aku harus segera menelpon kan Eliana" ucap Hyuna dan mencari nomor hp Eliana.


Telpon tersebut tidak tersambung, hanya nada dering yang terdengar sedangkan Eliana tidak menjawab telponnya padahal sudah ditelpon berulang kali.


"Gimana??." tanya Alan.


Hyuna menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu kita langsung ke rumah utama" ucap Alan.


Alan segera menyalakan mesin mobilnya dan segera tancap gas menuju kediaman Utama Keluarga Wiguna. Sedangkan Arya sudah melihat berita tersebut dan geram dengan pemberitaan media yang menurutnya bohong.


"ini pasti foto rekayasa seseorang" ucap Arya yang memeriksa kebenarannya dari foto tersebut.


Arya segera menghubungi nomor hp Dimas, tapi Dimas tidak mengangkat telponnya padahal sudah berkali-kali Arya mencoba untuk menelpon Dimas. Semua anggota keluarga Wiguna kaget dengan pemberitaan dari media yang mengatakan bahwa Mark telah berselingkuh dan dari hasil perselingkuhannya itu lahir seorang putri kecil dan beberapa foto Mark yang sangat tidak pantas Orang lihat.


"ya Allah Dimas angkat dong, kamu di mana" ucap Arya yang sudah cemas karena dari berita tersebut saham di perusahaan Ayahnya dan perusahaan DA Anjlok.


Bukan hanya Perusahaan ke duanya tapi juga perusaan Mark yang baru dirintis pun ikut terkena imbas dari berita tersebut. Perusahaan Emre, Adrian dan beberapa cabang perusahaan Arya Wiguna ikut mengalami dampak dari berita tersebut banyak yang sudah menuntut untuk menarik saham dan modal mereka jika keluarga besar Wiguna tidak segera mengklarifikasi kebenaran berita tersebut.


Arya pun terpaksa mengirim chat ke beberapa anak buahnya untuk mencari sumber siapa yang telah menyebarkan berita tersebut karena setiap kali Arya menelpon nomor kontak anak buahnya atau pun keluarga dan sahabatnya selalu gagal dan tidak tersambung.


Arya pun segera mendatangi kediaman Keluarga besar Wiguna. Arya sangat marah karena tidak mampu untuk menembus dan mencari siapa dalang dibalik berita tersebut. Setelah para hot Daddy mengantar istri-istri


Sudah hampir dua jam satu pun dari mereka tidak mendapatkan chat atau pun telpon dari siapa pun.


"Tumben yah, hpku tidak berdering selama kita pulang dari Australia?." tanya Emre yang heran.


Karena biasanya Hpnya akan sibuk berdering dari anak buahnya atau tidak pun dari rekan bisnisnya.


"Iya, aku juga sama, aku sudah cek berulang kali tapi hpku normal, sinyalnya dan jaringannya bagus" timpal Mark


Mereka berbincang-bincang di kafe rumah sakit tempat istri-istri mereka periksa. Dari arah pintu asisten pribadi pak Wiguna datang dengan berlari. Tampak wajahnya pucat dan peluh keringat bercucuran diwajahnya.


Dia langsung mengambil hp Dimas dan memperlihatkan berita tersebut dan membisikkan kata-kata yang membuat Dimas baik pitam.


"Apa yang kamu katakan??". tanya Dimas.


"Karena kita tidak bisa menggunakan sementara hp kita, makanya pak Arya dan pak Wiguna menyuruh saya untuk menyusul bapak ke rumah sakit" jelas asisten pribadinya pak Wiguna.


Mereka pun segera memeriksa hpnya dan ternyata benar apa yang dikatakannya kalau ternyata ada yang mensabotase dan menghecker hp Mereka.


"Ayok kita segera ke rumah utama" ajak Dimas.


"Tolong infokan kepada istri-istri kami kalau, kami pulang karena ada masalah di perusahaan yang harus kami tangani tapi cegah mereka untuk membuka hpnya" perintah Dimas.

__ADS_1


Dimas, Mark, Adrian dan Emre sudah berada di dalam mobil. Adrian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak ingin terlambat datang ke rumah utama.


"Gimana Dimas, apa kamu sudah bisa memperbaiki jaringan hp kita?.' tanya Mark.


Dimas yang memangku laptopnya sudah berusaha untuk menemukan akar permasalahan yang membuat hp mereka gangguan. Wajah Dimas sangat serius tidak seperti biasanya.


"Mereka mengajak kita untuk bermain, baiklah aku akan layani mereka" ucap Dimas.


Mobil mereka sudah memasuki area pekarangan rumah utama keluarga besar Wiguna Albert Kim Said. Tapi Dimas belum juga bisa menembus pertahanan sistem it musuh.


"Ternyata lawan kita kali ini bukanlah lawan yang mudah untuk kita kalahkan dan kita harus waspada karena mereka tidak bisa kita remehkan" jelas Dimas yang berjalan dan masih memainkan laptop ditangannya.


Wajah mereka tampak serius, Karena untuk pertama kalinya mereka melihat wajah Dimas yang sangat serius bahkan cukup tegang. Mereka sudah duduk di dalam ruangan khusus yang mereka buat jika mereka ingin bertemu dan membahas rahasia dan masalah besar.


"Gimana dengan perkembangannya uncle?." tanya Emre.


"Beberapa saham kita turun drastis dan sudah banyak investor yang ingin menarik investasi mereka dari perusahaan kita" ucap pak Wiguna.


"Kita tidak bisa mengetahui informasi itu karena mereka menganggu sistem jaringan IT kita bahkan hp kita dibuat tidak berguna oleh mereka" ucap Arya.


"Emre Ayah ingin bertanya kepada kamu, apa benar kamu pernah melakukan hubungan intim dengan perempuan di luar sana?." tanya pak Wiguna.


Mark yang ditanya kaget dengan Pertanyaan ayah Mertuanya. Sedangkan Mark tidak bisa berkata apa-apa karena shock setelah melihat dan membaca semua artikel tentangnya di Sosmed.


"Berita ini lah yang awalnya memicu Saham kita turun dan ditambah lagi dengan ini" ucap Pak Wiguna lagi yang lagi-lagi Mereka terkejut setelah membaca berita tentang kematian putra dari Dessy yang disebabkan oleh Ibu kandungannya Amanda yang secara tidak langsung berita tersebut mengarah ke Dimas.


Mereka yang ada di sana shock mendengar kabar tersebut. Tanpa mereka sadari bahwa semua rahasia yang Mark dan Dimas tutupi terkuak juga.


"Keluarga mantan suami Dessy telah melaporkan kamu ke kantor polisi, mereka menuntut kamu telah menyebabkan kematian anaknya Erlangga dan beberapa pengguna jalan lainnya" ucap pak Wiguna.


Kejadian perselingkuhan yang Mark lakukan adalah tidak ada unsur kesengajaan dari Mark hal itu terjadi karena Mark mabuk dan hal itu terjadi 14 tahun lalu. Sedangkan Kejadian meninggalnya putra Dessy sudah bertahun-tahun lamanya.


"Lawan kita kali bukanlah orang biasa mereka memegang kendali kartu as kita" ucap Dimas.


"Usahakan istri kalian tidak ada yang memegang hpnya terutama Dessy" ucap oak Wiguna.


Mark pun menjelaskan kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi, dan membenarkan semua foto tersebut asli tapi alasan dibalik artikel tersebut yang mengatakan bahwa Mark sengaja itu tidak dibenarkan oleh Mark. Mark pun menjelaskan kalau Eliana tahu permasalahan ini.


To Be Continued...


Kemarin saking sibuknya digc Fania lupa untuk Update 🤣🤣🙏✌️.


Fania ucapkan Alhamdulillah dan terima kasih banyak kepada kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada BDP 🙏.


Jangan Lupa mampir juga ke novel baru Fania yah judulnya "Cinta Yang Tulus".


Makasih..


by fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Makassar, 27 Maret 2022


__ADS_2