
Andreas nampak sedih, karena ke dua orang tuanya tidak datang dihari bahagianya. Andreas menyadari jika apa yang dia lakukan sudah melanggar keinginan Papanya. Andreas tidak bisa memaksakan dirinya untuk menikahi perempuan yang sama sekali tidak dicintainya itu.
Pricilla segera memegang tangan suaminya dengan penuh kasih sayang. Cilla sangat mengerti dengan apa yang dirasakan oleh suaminya itu. Inilah konsekuensi dari pilihan mereka yang harus kabur dari rumah mereka dan memilih untuk menikah diam-diam.
"Kebahagiaan ini terasa tidak lengkap tanpa restu dari ke dua orang tuaku, Papi, Mami bukalah hatimu untuk merestui pernikahan Andreas."
Matahari di ufuk barat sudah tenggelam, digantikan oleh Sang Dewi Malam. Seperti itulah setiap hari mereka bekerja saling bergantian untuk menerangi seluruh jagad raya tanpa rasa lelah sedikit pun.
Andreas berdiri di balkon kamarnya, arah pandangan matanya tertuju pada keindahan cahaya sinar rembulan malam ini.
"Aku berharap suatu saat nanti, jika Mami dan Papi tahu pernikahanku dengan Pricilla mereka akan merestui dan ikhlas menerima pernikahan Kami."
Tangan lembut dengan jemari yang lentik itu memeluk pinggang suaminya dengan sangat posesif. Kepalanya dia sandarkan di punggung lebar itu yang sesekali mengendus dan menghirup aroma harum yang berasal dari tubuh atletis itu.
"My husband I'm so grateful to have you, I love you so much Andreas," ucap Pricilla di balik punggung bidang suaminya.
"I am also very grateful and happy to have you completely, I really love you, love you more than my own life," ucap Andreas dengan sepenuh hatinya.
Mereka saling menyalurkan perasaan dan saling mengungkapkan rasa yang ada di dalam relung hati terdalam mereka.
Andreas membalik tubuhnya menghadap ke arah Pricilla. Cilla menyambut Andreas dengan senyuman yang paling termanis yang dia miliki.
Andreas memajukan wajahnya hingga nafas mereka saling beradu, hidung mancung nan bangir itu pun saling bergesekan satu sama lainnya.
Pricilla refleks menutup ke dua kelopak matanya dan bersiap menunggu apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu. Nafas Pricilla sudah ngos-ngosan padahal Andreas belum melakukan apa pun.
Andreas tersenyum melihat istrinya yang seperti ini. Dia pun memainkan bibir seksi nan tebal itu dengan jarinya. Senyuman mereka tak pernah pudar.
"I love you so much until the end of my life Margaret Agatha Pricilla."
Andreas perlahan menyentuh bibir itu dengan penuh kelembutan. Dia menautkan bibirnya di atas bibir seksi Cilla. Cilla membuka akses lebih kepada suaminya agar lebih leluasa bermain di dalam rongga mulutnya.
Andreas memegangi tengkuk leher jenjangnya Cilla. Lidah mereka saling bertautan. Andreas seakan-akan mengabsen semua anggota mulut Cilla satu persatu. Hingga mereka bertukar Saliva.
Mereka beradu lidah dan mulut, hingga ke duanya merasakan pasokan udara yang semakin menipis dan berkurang. Nafas mereka ngos-ngosan sehingga mereka memutuskan untuk mengakhiri ciuman mereka.
"I want to kiss you and trap your sadness on my lips, so that your tears are enough for me to have it."
"My days are perfect because they start and end with loving you, my husband."
Pasangan pengantin baru itu sama-sama mengungkapkan rasa yang terpendam yang ada di dalam lubuk hati terdalam mereka. Andreas memegang ujung bibirnya Cilla yang terdapat sisa Saliva mereka. Cilla selalu membalas perlakuan Andreas dengan senyuman termanis yang dia miliki.
Andreas lalu menggendong tubuh slim istrinya ke dalam kamarnya. Kakinya yang panjang dimanfaatkan untuk menutup pintu balkon yang menghubungkan dengan kamarnya.
Cilla mengalungkan tangannya ke leher Andreas.
__ADS_1
Dengan sangat hati-hati dan pelan, Dia membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang king size-nya. Ranjang yang sudah dipasangi seprei berwarna putih gading dan di atasnya ditaburi bunga-bunga yang sangat cantik dan harum seperti pemilik bilik kamar itu.
Cilla tidak melepaskan tangannya di leher suaminya. Andreas sudah membuka sebagian benang dan kain yang membungkus tubuh atletisnya yang dipenuhi dengan kotak-kotak roti sobek. Hanya menyisakan celana boxernya saja .
Ia naik perlahan ke atas ranjang, tapi tiba-tiba dicegah oleh Cilla dengan menggunakan jari tangannya yang lentik di bibirnya Andreas.
"Stop Baby, aku ganti baju dulu," ucapnya lalu bangkit dari baringnya dan segera berlari ke arah kamar ganti pakaiannya.
Andreas terduduk di atas ranjangnya dengan tetap tersenyum melihat tingkah istrinya saat berlari kecil. Andreas menciumi satu kelopak bunga mawar merah yang ada di dalam genggaman tangannya.
"Wangi sekali, merah menggoda."
Andreas lalu melempar ke atas bunga yang ada di dalam pegangannya.
Pricilla berjalan mengendap-endap dengan langkah kaki yang sangat pelan seakan-akan kakinya hanya berpijak di lantai sebagian saja.
Cilla menutup ke dua pasang mata suaminya. Tubuh polos Andreas memunggungi pintu sehingga tidak melihat kedatangan Cilla.
"Jangan balik dan buka matanya sebelum kau perintahkan untuk buka," ucapnya yang menutup matanya suaminya dengan tangannya yang halus dan lembut itu serta harum.
Andres menghirup keharuman dari telapak tangan istrinya. Dia tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh istirnya itu.
"Kamu harum sekali Baby, aku tidak tahan lagi kalau gini," tuturnya yang sudah menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar mencium aroma saja.
"Cilla hitung sampai tiga baru Abang buka," titah Cilla.
Andreas hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Kau hitung mundur yah, tiga, dua, satu."
Andreas langsung terperangah dan hampir saja meneteskan air liurnya melihat penampakan dari penampilan istrinya.
Pricilla memakai baju yang sangat kekurangan bahan yang sudah dipersiapkan oleh Aunty Delia khusus untuknya.
Gaun malam khusus pengantin baru yaitu lingerie berenda yang hanya menutupi bagian aset terpentingnya saja. Dengan warnanya yang merah menyala semakin menambah keseksiannya.
Tubuh mulus, putih bersihnya bersinar diterpa cahaya lampu malam itu. Ke dua matanya Andreas membola penuh melihat istrinya yang sungguh menggoda iman.
Andreas refleks berdiri di depan istrinya sehingga tatapan mereka saling beradu satu dengan yang lainnya.
Andreas kembali memainkan bibir seksi yang sedikit montok itu. Awalnya dengan jari jemarinya. Hingga mendekatkan perlahan bibirnya ke bibir sang istri. Perlahan tapi pasti mereka sudah saling ******* dalam posisi berdiri.
Tidak terasa tubuh mereka pun berbaring di atas ranjang, dengan bibir yang masih saling bertautan. Tangannya Andreas sudah menjalar ke mana-mana. Satu persatu pengait lingerie seksi itu sudah terbuka hingga tubuh seksi istrinya terekspos dengan jelas.
__ADS_1
"Kamu sangat menggodaku baby," ucapnya dengan sangat pelan di telinga Cilla yang seakan-akan seperti hembusan nafasnya saja.
Tangannya sudah me re mas mount Merapi milik Cilla yang masih begitu kenyal dan padat itu. lenguhan kecil mampu keluar dari bibir seksinya Cilla. Yang semakin membuat Andreas terpacu dalam melodi kesyahduan cinta mereka.
Satu persatu puncak mount Merapi itu dihisap olehnya tanpa henti-hentinya. Seakan-akan Andreas sudah berminggu-minggu kehausan saja.
"Bebs punyamu sangat manis, aku sangat suka."
Andreas bermain di area itu hingga dirinya benar-benar merasa puas. Perlahan wajahnya dia arahkan ke bagian tengah inti tubuhnya Cilla. Senyuman menggoda penuh nafsu yang membara langsung terbit di wajah tampannya.
Lembah yang awalnya kekeringan sekarang sudah kebasahan setelah Andreas mengekspansi daerah itu dengan jari jemarinya.
"Hemmmph Baby a...ku a..ku sangat suka," racau Cilla.
Hal itu membuat Andreas semakin gencar saja bahkan tidak ingin berhenti. Hingga membuat tubuh langsing dengan bokong yang padat itu menggelinjang kegelian akan kenikmatan surga dunia.
Don't promise not to leave me, but promise to always survive under any circumstances.
No matter how busy you are, no matter how far you go, family is your home'. Money and popularity can't afford to be with family.
But, you also have to be prepared for the afterlife. Marriage is a right to find opportunities to be happy with each other and fight as often as possible.
you don't marry someone you can live with. However, you.
Anda tidak menikahi seseorang yang bisa hidup dengan Anda. Tetapi, anda menikahi seseorang yang tidak bisa hidup tanpa Anda.
Bagiku yang terpenting bukanlah siapa yang ku nikahi, tapi bagaimana aku membangun pernikahan itu dengan keyakinan dan komitmen.
Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:
Sang Penakluk
Cinta Yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏
Tetap Dukung BDP dengan Cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan untuk tetap dapat Notifikasi Updatenya dan Votenya serta Giftnya yah ✌️
********To Be Continued********
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, Minggu, 19 Juni 2022