
Happy Reading..
Adrian segera kembali ke Tempat Duduknya Setelah selesai Mengangkat Telponnya Arya. Tapi i Adrian Heran Kedua Bocah yang diajaknya berbincang-bincang tadi sudah tidak berada lagi di posisi mereka sebelumnya.
Adrian berusaha untuk mencari keberadaan Mereka tapi tetap Saja tidak menemukan keberadaan ke dua Bocah itu. Adrian ingin mendatangi Rumah yang ditunjukkan oleh Michelle tapi tiba-tiba Handphonenya kembali berdering.
"Halo, Iya Saya sudah sampai, Iya aku Akan segera ke Sana" Ucap Adrian.
Setelah mengangkat telponnya, Adrian segera ke tempat parkiran Mobilnya yang berada di Depan Mesjid. Rencananya tadi Adrian ingin mengajak ke dua bocah itu untuk menemaninya Makan Siang. Tapi karena Ke dua anak itu sudah tidak ada yah terpaksa Rencana Adrian batal.
Adrian masuk ke dalam mobilnya.
"Jalan pak kita ke Perusahaan" perintah Adrian Kepada Supirnya.
Adrian ingin segera menuntaskan Pekerjaannya di USA setelah itu baru lah Adrian mengejar Cintanya. Adrian tidak ingin menunda terlalu lama karena Adrian memiliki saingan.
Malam harinya, Adrian masih sibuk Rapat dengan petinggi perusahaan Sinopec Group yang ada di USA. Adrian sangat murka mendengar kalau Orang kepercayaannya lah pelaku dari kekacauan yang terjadi di dalam Perusahaan Sinopec Group. Bahkan Adrian Sudah melewatkan makan siang dan makan malamnya. Adrian sebenarnya tidak boleh terlambat makan, dikarenakan Adrian mengidap Sakit Mag dan itu terjadi dikarenakan perpisahannya Dulu dengan Emilia.
"Cari Markus beserta antek-anteknya dan Basmi Sampai ke akar-akarnya hingga mereka menginginkan kematianya sendiri" Ucap Adrian yang sudah menampilkan wajah Garangnya.
Setelah menyelesaikan Rapatnya, Adrian bergegas ke Luar Kantornya untuk segera ke Resto Favoritnya yang ada di New York city jika Adrian berkunjung dan pastinya Resto itu bersertifikat halal.
Adrian baru saja masuk ke dalam mobilnya Tapi sudah merasakan perutnya yang mules. Tapi Adrian tidak terlalu menghiraukannya. Adrian Tetap melanjutkan perjalanannya menuju ke Resto. Karena Adrian sudah tidak tahan akhirnya tanpa sengaja Adrian segera mempercepat laju kecepatan Mobilnya.
Untungnya Jalan yang dilalui Adrian sudah agak sepi jadi Adrian bebas untuk menaikkan laju kecepatan Mobilnya.
Tapi tiba-tiba ada Sepeda Motor yang melaju dengan kecepatan tinggi berlawanan arah dengan mobilnya Adrian pas di Dekat Lampu merah. Sehingga Adrian harus membanting setirnya ke Arah Kiri badan jalan untuk menghindari Tabrakan dengan Pengendara motor tersebut.
Tapi Naas Mobil Adrian langsung menabrak Salah tiang listrik dan Mobil Depan Adrian hancur Tak berbentuk seperti semula dan Mengeluarkan asap.
Adrian sudah tidak sadarkan diri di dalam mobilnya, Karena kepala Adrian sempat terbentur dengan Setir mobilnya. Dan Kondisi Perutnya Adrian yang Sakit sehingga memperparah kondisi Adrian.
Beberapa saat kemudian, ada mobil yang berhenti di dekat Mobil Adrian dan langsung buru-buru mendekati mobil yang mengalami kecelakaan itu.
Orang itu berusaha membuka pintu mobil Adrian tapi sayangnya pintu mobil Adrian terkunci dari dalam sehingga mempersulit pertolongan yang dilakukan oleh orang itu.
Orang tersebut ingin meminta tolong kepada orang yang lewat di jalan sana tapi tak ada satu pun Mobil yang melewati mereka.
__ADS_1
Orang itu kembali ke dalam mobilnya untuk mencari alat yang bisa dipakai untuk mencungkil kenop pintu Mobil Adrian.
Setelah sekian lama berusaha untuk membuka Akhirnya pintu mobil Adrian terbuka Juga. Orang itu langsung menolong Adrian dan menarik keluar Tubuh Adrian yang lumayan tinggi. Dengan susah payah Akhirnya Adrian berhasil dibaringkan di dalam mobil Orang tersebut.
"Ma kenapa dengan orang ini, apa yang terjadi padanya??" Tanya Anak laki-laki Orang tersebut sambil mengucek matanya karena baru bangun dari tidurnya.
"Kasihan sama Dia Nak makanya Mami Tolong Bapak ini" ucap Mami dari anak laki-laki tersebut sambil melajukan mobilnya menuju Rumah sakit terdekat.
"Ma aku bantu bersihkan Wajahnya yah?? banyak Darahnya soalnya" ucap Anak laki-laki itu.
Anak laki-laki itu mengambil tissue untuk membersihkan darah yang masih menetes di wajah Adrian.
Mobil mereka memasuki area lokasi Rumah Sakit. Petugas yang berjaga di Rumah sakit itu segera bertindak untuk menangani Adrian.
"Maaf ibu apanya Pasien kalau boleh kami tahu??" tanya Salah satu perawat yang ingin mengambil data-data Adrian.
Mami anak itu menjawab semua pertanyaan dari Perawat.
Dokter pun segera menemui Mami anak laki-laki itu untuk menginformasikan bahwa Adrian harus dioperasi.
Sekitar jam 2 Malam Akhirnya Adrian selesai Dioperasi di bagian kepalanya, Operasi tersebut diambil oleh Dokter karena ada sedikit robekan di bagian wajah dan sudut pelipisnya Adrian.
Mami A menatap wajahnya Adrian dan entah kenapa ada perasaan rindu yang tiba-tiba muncul dari dalam lubuk hatinya.
"Hidung, Dagu ini mengingatkanku pada nya" Ucap Mami A sambil menyentuh wajah Adrian sambil meneteskan air matanya.
Air mata yang sudah puluhan tahun Dia tahan dan sudah berjanji kepada anak semata wayangnya untuk tidak ingin menangis kembali tapi entah kenapa saat ini Mami A sangat sedih dan tidak bisa menahan laju air matanya yang sudah membasahi wajah cantiknya.
"Ada apa dengan diriku ya ALLAH??" Tanya Mami A sebelum terlelap dalam tidurnya.
Anak Buah Adrian segera datang ke rumah sakit untuk mengurus semua berkas dan menjaga Adrian.
Pintu ruangan perawatan Adrian terbuka dan masuklah dua Orang anak buahnya. Hal itu mengusik Tidur Mami anak laki-laki itu.
"Maaf kami sudah menganggu Tidurnya" ucap Anak buahnya Adrian.
"Tidak apa-apa Pak, oiya kalau boleh tahu Anda ini siapanya korban??" tanya Mami A.
__ADS_1
"Kami keluarganya korban Bu" Jawab Sony Anak buahnya Adrian.
"Karena bapak sudah datang jadi Saya Ingin pamit pulang pak dan Ini barang-barangnya Bapak yang sempat Saya Ambil di dalam mobil yang dipakai Oleh bapak dan kecelakaan itu sudah ditangani oleh pihak kepolisian" ucap Mami A sambil menyerahkan Bungkusan barang-barang Adrian.
Mami A menatap anaknya yang masih terlelap dalam tidurnya dan membangunkan perlahan puteranya.
"Bangun Nak Kita akan pulang ke rumah" Ucap Mami A.
Puteranya Mami A segera bangun. Dan bersiap untuk pulang.
"Makasih banyak Ibu atas bantuannya kalau boleh kami ingin meminta nomor handphone ibu sebagai ucapan makasih kami nanti" mohon Sony kepada Mami A.
Mami A Segera memberikan Nomor Handphonenya kepada Pak Sony dan tanpa pikir panjang.
Mami A dan puteranya meninggalkan Rumah sakit karena Besok akan banyak kerjaan yang harus dia selesaikan.
Mobil sedan putih itu melaju dengan kecepatan sedang fan Tak berselang lama sudah memasuki area perumahan elit.
Bonus Visualnya..
Kalau yang ini Andreas
Dan ini Si Emilia Wiguna Albert Kim Said.
kalau yang ini Papi Adrian yang baby Face yah
TBC..
Ada yang bertanya siapa si Mami A ni yah..??
yang penasaran dengan Sosok penolong Adrian so tunggu update nya yah Gaess..
__ADS_1
Makasih banyak Kepada Readers Setia BDP yang masih setia menunggu Kehadiran Updatenya BDP 🙏✌️😅.
Jangan bosan yah dengan Cerita Yang FANIA buat walaupun agak membosankan 🤭🤭😅🤧.