Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 292. Cinta Dalam Diam


__ADS_3

Happy Reading..


Pimpinan tertinggi Black Dragon harus dibuat cenat cenut hanya dengan melihat tubuh molek dari Zoeya Saldana. Walaupun dalam keadaan memakai topeng pelindung di wajahnya, tapi kemampuan matanya masih sangat tajam dan jelas oleh karena itu lah, Elang dibuat tak berdaya, keringat bercucuran dari wajahnya saking kuatnya menahan nafsu dan hasrat birahinya yang tak tertahankan.


"Kalau begini aku harus mandi dengan air dingin untuk menenangkannya."


Black Eagle bergegas meninggalkan kamar tersebut setelah dirasa cukup aman. Dan akan kembali lagi setelah Elang mempunyai waktu luang untuk mengambil senjata apinya.


"Aku pasti akan kembali ke sini untuk mengambil senjata apiku."


Keyna melajukan mobilnya ke arah apartemen milik Zoe adik sepupunya. Key yang biasanya nebeng di mobilnya Zack untuk hari ini dan seterusnya sudah memutuskan untuk mengendarai mobilnya sendiri ke Kampusnya.


Kemarin, Key melihat Zack dengan seorang wanita bergandengan tangan dan masuk ke dalam mobilnya. Key tidak sengaja melihat hal tersebut sewaktu Key mengejar Zack yang ingin numpang pulang, karena Key tidak memakai mobilnya ke Kampus tadi pagi.


Cewek itu yang kesekian kalinya teman kencan Zack. Zack tipikal cowok yang suka gonta-ganti pacar, tapi tunggu dulu bukan berarti fre **** yah atau istilahnya celap celup sana sini kayak teh celup saja.


Sakit dan hancur, cowok yang pernah melingkarkan sebuah cincin emas dijari manisnya, harus menelan pahit kekecewaan karena sejak mereka tinggal bareng di rumahnya Mama Elisabeth, Zack seakan-akan menghindari Keyna. Emang Keyna menyadari kalau waktu mereka baru berumur 11 tahun, di mana cinta monyet lah yang mendominasi.


"Ya Allah harus sampai kapan Zack seperti itu? apa sudah tidak ada sedikit pun cinta untukku di dalam hatinya."


Keyna menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya. Keyna melajukan mobilnya hingga ke Apartemennya Zoe.


Ting.. Tong... Ting.. Tong..


Zoe Saldana yang mendengar bel Apartemennya berbunyi, segera berlari menuruni tangganya.


"Siapa yah pagi-pagi sudah datang bertamu? moga saja makanan mumpung belum makan pagi?" ucapnya.


Zoe memasukkan password untuk membuka akses kunci pintunya. Pintu itu terbuka lebar dan menampilkan punggung seseorang yang sudah dikenal dengan jelas siapa pemilik punggung itu.


"Hey!" ucap Zoe sambil memukul pelan punggung Key yang sedang membelakanginya.


Key yang sedang memikirkan sesuatu langsung terlonjak kaget dengan pukulan lembut yang dilayangkan oleh Zoe. Untung saja rantang yang dipegangnya sedari tadi tidak terlepas dari tangannya.


"Astaugfirullahaladzim, Zoe kebiasaan banget dah, selalu buat aku terkejut, apa Kamu mau lihat aku mati muda?" tanya Key yang berusaha menenangkan perasaannya.

__ADS_1


"Maaf," ucapnya Zoe sambil tersenyum cengengesan.


"Apa aku ga diajak masuk ni, atau harus berdiri terus hingga kakiku karies nih?" ucap Key dengan jengah.


"Lupa, sorry Kakak ipar," ucap Zoe yang kembali tersenyum dengan tingkahnya sendiri.


"Stop sudah panggil aku kakak ipar lagi, aku bukan calon Kakak ipar Kamu kok," jelasnya sambil mendudukkan bokongnya di atas kursi empuk yang ada fi dalam ruangan tamunya.


Zoe hanya memandangi wajah Kakak sepupunya itu yang sangat tahu jika Kakak kembarnya pasti buat ulah lagi.


"Makanya kalau sayang bilang, kalau cinta nyatakan kan gini jadinya, kalau sama-sama mencintai dalam diam," terang Zoe.


"Gimana caranya coba aku katakan perasaan aku yang sejujurnya dihadapannya, jika setiap hari aku melihatnya dengan wanita lain bermesraan lagi," jelasnya.


Key tak segan memperlihatkan wajah sedihnya dan meneteskan air matanya di hadapan Zoe. Key menyadarkan kepalanya di pundak sepupu sekaligus sahabatnya itu.


Tanpa sepengetahuan dari Key, kalau sedari semalam Zack nginap di unit Apartemennya Zoe. Sehingga Zack mendengar semua keluh kesah Key hingga curhatannya tentang isi hatinya.


"Maaf, Aku pun sama dengan apa yang kamu rasakan, tapi maafkan aku, aku tidak berdaya untuk memperjuangkan cinta kita ini, biarlah hubungan kita seperti ini, dan yakinlah cinta dan sayangku hanya untukmu seorang Keyna putri Mark hingga akhir nanti."


Tubuh Zack luruh ke atas lantai di balik pintu kamarnya. Zack selama ini sengaja melakukan hal itu untuk membuat Key mengjauh darinya dan melupakan semua yang pernah terjadi di antara mereka. Zack Lee mengetahui jika Key sudah punya tunangan dan calon suaminya adalah keluarga dari Papinya.


"Sabarlah kalau Kak Zack adalah jodohmu suatu saat nanti kalian akan bersatu, apa Kamu lupa dengan kisah percintaan Aunty Emilia dengan Uncle Adrian walaupun Kakek menentang hubungan mereka, tapi ujung-ujungnya mereka bersatu juga," terang Zoeya.


"Iya aku masih ingat, tapi kisah kami beda Zoe, Zack sama sekali tidak mencintaiku dan lebih memilih untuk mengoleksi cewek-cewek cantik gak jelas, sedangkan Uncle Adrian dengan kesetiaannya hingga bertahun-tahun lamanya dan akhirnya mereka mengikat cinta mereka dalam tali pernikahan," jawabnya lagi dengan sesekali menyeka air matanya.


"Tapi, apa Kamu yakin jika, Kakakku sama sekali tidak mencintai Kamu?" tanya Zoe sambil menyodorkan kotak tissue ke depannya Key.


Key mengambil beberapa lembar tissue untuk menghapus air matanya serta membuang ingusnya.


"Kasihan juga kisah percintaan mereka, Key belum tahu kalau Kakak Zack terpaksa mengambil jalan pintas untuk berpura-pura menjadi seorang pria brengsek agar Key membencinya dan melupakan semua rasa yang ada, lagian Key juga sudah punya calon tunangan."


"Kamu harus bersabar dan banyak berdo'a agar cintanya kak Zack hanya untuk Kamu seorang, dan kalau Kamu jodoh dengan Kak Zack insya Allah kalian akan bersatu," ucap Zoe.


Key hanya menganggukkan kepalanya setuju dan akan mengikuti saran dari Zoe, lalu meraih tasnya dan memperbaiki dandanannya yang sudah berantakan.

__ADS_1


Zoe tersenyum dan berharap jika kisah cintanya nanti lebih baik dari mereka dan bisa hidup bahagia bersama kekasihnya nanti hingga kejenjang pernikahan.


"Key ini untuk siapa?" tanya Zoe yang mengarahkan rantang yang berisi makanan yang mungkin isinya sudah dingin.


"Maaf sampai lupa, itu makanan buat Kamu dari nenek, kalau gak salah isinya soto ayam, perkedel kentang sama ayam goreng taliwang kesukaanmu," jawab Key yang tersenyum karena sudah melupakan tujuan awalnya ke sana.


Zoe segera membawa makanan itu ke dalam dapurnya dan merasa bersyukur karena masakan tersebut termasuk makanan yang paling dia sukai.


"Zoe aku pamit dulu yah, udah hampir mata kuliahku dimulai," ucap Key sambil cipika-cipiki dengan adik sepupunya itu.


Key pun pamit dan meninggalkan apartemen Zoe dengan perasaan yang sedikit plong dan lega. Zoe memang selama ini menjadi tempat curhat Key jika sedang ada masalah dengan Zack atau pun dengan yang lainnya.


"Assalamualaikum," ucap Key saat sudah berada di ujung pintu.


"Waalaikum salam," jawab salam Zoe.


Setelah kepergian Key dari sana, Zack langsung berjalan ke arah luar kamarnya dan tanpa sepatah kata pun langsung meninggalkan apartemennya Zoe dan berjalan perlahan meninggalkan apartemen tersebut. Zoe hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian saudara kembarnya.


Beberapa saat kemudian, Zoe kembali ke dapurnya untuk menikmati makanannya yang belum dia cicipi. padahal tadi sudah mengambil sendok untuk menikmatinya, tapi langkahnya terhenti karena Key yang meminta pamit untuk pulang.


"Huuuummm lezatnya," ucap Zoe saat sudah menuangkan ke dalam mangkoknya.


Zoe pun menikmati makanannya dengan tenang tanpa ada suara sedikit pun.


"Lezatnya, seperti masakan Mama di rumah, jadi kangen dengan masakan mama Delia," tuturnya.


..........


Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers yang selalu dan tetap memberikan Dukungannya kepada BDP 🙏


Mohon maaf jika ada beberapa kesalahan dalam penulisannya 🙏


Dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya kepada BDP dengan Cara Like setiap Babnya 👍, Rate Bintang 5 ⭐⭐⭐⭐ dan Favoritkan, makasih banyak 🙏🙏🙏


...********To be continued********...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Maksaa, Jum'at, 03 Juni 2022


__ADS_2