Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 147. Pertemuan


__ADS_3

Happy Reading..


Setelah kejadian di Resto tempo hari, Dimas seakan-akan sudah menjaga jarak dari Dessy. Sedangkan Dessy malahan bersyukur karena sudah tidak ada yang merecoki kehidupannya.


Hari ini Dessy dan Dimas ke Perusahaan 3G untuk menandatangani kontrak Mega proyek yang akan mereka kerjakan bersama. Mereka sepakat dengan perjanjian tersebut. Dessy dan Dimas pamit kepada presdir Perusahaan 3G.


"Kalau gitu kami pamit yah Pak" ucap Dimas sambil bersalaman dengan pak Richard.


Dessy hanya tersenyum ke arah pak Richard.


"Gimana kalau Saya antar kalian sampai ke loby?" ucap Pak Richard sambil memandangi Dimas.


"Gak usah pak, kami tidak ingin merepotkan bapak" ucap Dessy.


"Bapak tidak merasa keberatan kok dan kalian sama sekali tidak merepotkan" jawab pak Richard yang setengah tersenyum.


"Kalau itu kemauan bapak silahkan pak yang penting kami tidak menganggu kerja bapak" ucap Dimas.


"Makasih banyak pak" ucap Dessy.


Mereka berjalan ke arah lift, dan beberapa saat kemudian Mereka sudah sampai ke lantai dasar. Hyuna melihat Dimas dan Dessy berjalan ke arah mereka. Hyuna pun segera berjalan dan mendekat ke arah Dessy.


"Kakak" ucap Hyuna yang berlari kecil ke arah Desy kemudian memeluk tubuh Dessy.


"Udah lama dek, nunggunya??". tanya Dessy.


"Belum kok kak cantik, Hyuna baru saja nyampe" ucap Hyuna yang bergelantungan di lengan Dessy.


Seseorang sedari tadi menatap interaksi antara Dessy dan Hyuna. Orang tersebut tidak berkedip memandang wajah Hyuna. Dan terbitlah senyum Manis di wajahnya yang masih muda di umurnya yang sudah kepala 5. Pak Richard ingin segera memeluk tubuh Hyuna tapi pak Richard tidak ingin membuat Hyuna kaget dengan apa yang ingin dilakukannya. Sehingga pak Richard mengurungkan niatnya. Pak Richard mencari segala cara agar dirinya dekat dengan Hyuna yang ingin memastikan sesuatu.


"kapan kalian balik ke Indonesia??" tanya pak Richard.


"Insya Allah hari Sabtu pak" ucap Dimas.


"Kalau gitu gimana kalau kalian nanti malam datang ke rumah yah soalnya aku ingin memperkenalkan kalian kepada istri dan anakku" ucap pak Richard.


"Insya Allah pak, makasih atas undangannya" ucap Dessy.


"Tapi kalian datang bertiga yah ke rumah" ucap Pak Richard yang tak hentinya menatap Hyuna.

__ADS_1


Ada kerinduan di dalam mata pak Richard ketika melihat wajah Hyuna yang langsung mengingatkan dirinya dengan seseorang.


Dimas bengong mendengar perkataan pak Richard dan setahu Dimas Mereka hanya berdua dengan Dessy yang rekan bisnisnya. Sedangkan Hyuna yang sedari tadi hanya terdiam dan mendengarkan semua perkataan mereka sambil asyik memainkan handphonenya.


"Bertiga" cicit Dessy yang tidak mengerti maksud perkataan pak Richard.


"Iya pak, maksud Bapak kami datang bertiga??" ucap Dimas yang mengerti dengan pertanyaan Dessy dan melanjutkan pertanyaan Dessy.


Sambil menatap ke arah Hyuna, pak Richard mengarahkan telunjuknya ke arah Hyuna yang duduk di kursi tunggu loby Perusahaan 3G.


Dessy dan Dimas mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh pak Richard. Dan yang ada di sana cuma Hyuna seorang. Dessy dan Dimas saling berpandangan karena tidak mengerti dengan maksud dari perkataan pak Richard yang mengundang Hyuna untuk datang ke rumahnya.


"Ohh maksud bapak, Bapak mengundang adik sepupu saya untuk datang ke rumah bapak bersama kami nanti malam gitu?" ucap Dimas.


"Iya, kamu benar sekali" ucap Pak Richard.


"Maafkan Saya pak, saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri tapi saya harus bertanya langsung kepada adik saya dlu" ucap Dimas.


"Ok, Saya tunggu kalian di rumah saya nanti malam" ucap pak Richard sambil pamitan untuk kembali ke ruangannya.


Mereka bertiga meninggalkan loby Perusahaan 3G. Karena hari ini mereka sepakat untuk mencari Ayah kandung Hyuna. Hyuna sangat gembira dengan rencana itu, Karena sudah 5 bulan Hyuna berada di Australia tapi tidak menemukan keberadaan ayahnya. Hyuna hanya berbekal nama dan sepucuk surat dari mendiang mamanya. Serta gelang yang sering dia pakai tapi gelang itu pun tidak ada di tangannya.


"Selamat datang di gubuk kami Nak" ucap pak Richard sambil merendah.


"Bapak terlalu merendah, rumah yang melebihi istana dibilang gubuk" ucap Dimas.


"Kenalkan ini kekasih seumur hidup Saya" ucap pak Richard sambil memperkenalkan Istrinya.


"Liana Anggraini Richard, tpi panggil saya mommy Liana saja." ucap Istrinya Pak Richard.


Mereka berkenalan dengan istri pak Richard.


Sedangkan Mommy Liana kaget melihat Hyuna saat mereka bersalaman. Liana tanpa sadar meneteskan air matanya. Hal ini membuat semua orang kaget sekaligus heran kecuali pak Richard yang tahu persis alasan Istrinya menangis.


"Boleh kah Mommy Liana memelukmu??" Tanya Ibu liana kepada Hyuna.


Hyuna memandang Dimas untuk meminta jawaban sedangkan Dimas hanya menganggukkan kepalanya pertanda Dia setuju.


"Maafkan istri Saya, Mungkin istri Saya terlalu merindukan seseorang yang mirip dengan adek" ucap pak Richard dihadapan Hyuna.

__ADS_1


Hyuna bengong dan tidak tahu harus berkata apa karena tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Hyuna hanya membalas pelukan dari mommy Liana. Ada yang aneh yang dirasakan oleh Hyuna saat dirinya memeluk tubuh mommy Liana seakan-akan dirinya sedang memeluk tubuh mamanya sendiri.


"Sudah berbincang-bincannya, gimana kalau kalian langsung ke dalam saja, soalnya takut makanannya keburu dingin" ucap istrinya pak Richard sambil menyeka air matanya.


Mereka tertawa bersama sambil berjalan masuk ke arah ruang makan. Hyuna masih bertanya-tanya sama dirinya sendiri tentang perasaan hangat dan rindu yang tiba-tiba Dia rasakan saat dia memeluk tubuh mommy Liana. Sedangkan mommy liana bertekad untuk bertanya kepada Dimas tentang sesuatu hal yang membuatnya resah.


Mereka sudah duduk di depan Meja makan. Menu makanan malam ini begitu menggugah selera dan menunya dari berbagai negara. Sesuai negara asal tamu sang pemilik rumah. Mereka makan dengan suasana kekeluargaan yang begitu kental Dan penuh keakraban.


Setelah mereka makan, mereka memutuskan untuk berbincang-bincang di ruang tengah rumah pak Richard. Mommy liana kembali menyuguhkan aneka minuman dan makanan.


Setelah dirasa waktu yang pas, mommy Liana membuka percakapan diantara mereka, mommy Liana tidak ingin menunda-nunda terlalu lama lagi.


"Maaf boleh kah mommy tahu nama ibu kandungmu.?" Tanya Mommy Liana di depan Hyuna.


Hyuna yang ditanya kembali bengong sambil menatap wajah mommy Liana. Sedangkan Dimas dan Dessy heran dengan sikap istri dari kliennya itu. Karena Hyuna tidak menjawab perkataan dari mommy Liana. Sehingga Dimas menyenggol lengan Hyuna agar tersadar dari lamunannya.


"Nama mami Hyuna maksud mommy Liana yah??." Tanya balik Hyuna.


"Iya, benar sekali Nak mommy ingin tahu saja, soalnya wajahmu mengingatkan mommy dengan sahabat mommy yang sudah meninggal dunia" ucap mommy Liana sambil menyeka air matanya.


Pak Richard menyentuh lengan Istrinya agar istrinya sabar dan kuat. Psk Richard tersenyum ke arah Hyuna agar Hyuna segera menjawab pertanyaan tersebut.


"Mommy Hyuna bernama Lee Hana" ucap Hyuna ucap singkat Hyuna.


Mommy Liana berdiri dan berjalan ke arah Hyuna dan langsung memeluk tubuh Hyuna dan langsung menangis tersedu-sedu. Liana sedih sekaligus Bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan putri Sahabat terbaiknya dari Korea Selatan. Mommy Liana semakin terisak ketika mengingat perjuangan sahabatnya disaat sahabatnya mempertahankan hubungan asmaranya dengan kekasihnya dulu yang harus berakhir karena perjodohan Lee Hana waktu itu.


"Makasih banyak ya Allah engkau telah mempertemukan aku dengan putri sahabatku" ucap mommy Liana.


Dessy dan Dimas saling berpandangan karena heran dengan apa yang barusan dilihat sekaligus di dengarnya. Dan mereka berharap dengan pertemuan itu mereka bisa menemukan titik terang keberadaan papinya Hyuna.


TBC...


Makasih banyak kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏💞💗.


Jangan bosan yah baca kelanjutan kisah dari Tokoh yang berperan dalam Novel BDP ✌️🥰.


By Fania Mikaila AzZahrah.


Makassar, 05 Maret 2022.

__ADS_1


__ADS_2