
Happy Reading..
Apa yang dilakukan oleh Arya, Dimas dan Hyuna ternyata tidak membuahkan hasil. Hasil cctv yang mereka periksa ternyata normal saja dan tidak hal yang mencurigakan yang terjadi selama Rian bekerja.
"Ternyata apa yang kita curigai tidak terbukti" ucap Dimas.
"Iya apa cuma kita yang terlalu terbawa perasaan saja sehingga apa yang kita pertanyakan tidak terbukti atau jangan-jangan ada seseorang yang sudah mengatur semua ini?". tanya Arya yang bingung dengan kenyataan yang ada.
"Tapi Hyuna yakin ada disembunyikan oleh Rian, tapi tidak mungkin banget Aku langsung bertanya kepada Rian dong" ucap Hyuna.
"Ada satu cara dan Ini jalan terkahir yang bisa kita tempuh untuk mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya dan pasti akan terjawab rahasia besar dibalik kematian Alan" ucap Arya yang berdiri di jendela sambil memperhatikan cahaya sinar rembulan malam itu.
Dimas dan Hyuna langsung menatap ke arah Arya.
"Apa yang bisa kita lakukan?" tanya Hyuna.
"Jangan bilang kamu akan menggali kuburan Alan dan melakukan tes DNA" ucap Dimas yang tahu cara yang akan dilakukan oleh Arya.
"Betul, itu cara terakhir yang bisa kita lakukan dan pasti apa yang kita lakukan pasti sangat akurat dan kesempatan untuk berhasil sangat besar" ucap Arya Wiguna Albert Kim Said yang sangat yakin kalau rencananya kemungkinannya dan kesempatan untuk berhasil 99 persen.
"Kalau itu yang terbaik Kakak lakukan saja dan Saya serahkan sepenuhnya kepada Kakak" ucap Hyuna yang setuju dengan rencana Arya.
"Perasaan saya mengatakan kalau Mas Alan itu masih hidup, tapi Mas kamu ada di mana?".
"Baiklah karena Hyuna sudah setuju, Baiklah kalau begitu kita laksanakan rencana awal kita, yaitu besok subuh kita ke TPU jam 3 subuh sebelum Pagi datang, dan kamu Dimas hubungi anak buah kamu yang bisa diandalkan untuk menggali makam Alan" ucap Arya.
"Ok jadi malam ini kita nginap di Sini atau balik ke rumah masing-masing?" tanya Dimas.
"Kita balik nginap di sini saja agar Mama Elisabeth dan yang lain tidak curiga" ucap Arya.
"Baik kalau gitu Hyuna balik ke kamar tapi ingatkan Hyuna jangan sampai Hyuna keenakan tidur hingga lupa" ucap Hyuna yang nyengir kuda saja.
"Kamu kebiasaan jelek kok dipelihara kapan berubahnya loh Hyuna" ucap Dimas.
"Kita kumpul jam 3 sekarang baru jam 9 malam berarti masih punya banyak waktu untuk istirahat yang cukup" ucap Arya.
__ADS_1
Mereka pun bubar, Hyuna sebelum masuk ke dalam kamarnya kembali ke dapur untuk mengisi cerek yang biasannya diisi oleh air putih persiapan untuk nanti malam karena Hyuna jika Tenga malam sering haus sehingga terbangun dari tidurnya. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Rian yang sedang duduk di teras belakang sambil menikmati kopi khas kesukaannya yang pandangannya menatap ke arah sinar rembulan.
"Rembulan tidak pernah mengeluh sedikit pun padahal setiap hari menyinari seluruh isi bumi tanpa henti sedangkan kita manusia yang baru diberi sedikit saja ujian sudah ngeluh luar biasa" ucap Hyuna yang ikut duduk di samping Rian.
Rian hanya menatap sekilas wajah Hyuna yang selalu dia rindukan kehadirannya dan Rian ingin memeluk tubuh istrinya tetapi apa daya Rian tidak bisa untuk saat ini melakukan hal itu.
"Boleh gabung Kak?" tanya Hyuna kepada Rian.
Rian hanya menganggukkan kepalanya. Pertanda dia setuju dan tidak keberatan.
"Kak boleh minta tolong dibuatkan kopi seperti yang Kakak minum?" tanya Hyuna yang mengeluarkan senyuman termanisnya di hadapan Rian agar dikabulkan permintaannya.
Rian yang melihat senyuman manis itu membuat jantungnya kembali berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang saja. Perpisahan yang hampir dua tahun itu membuat Rian seperti orang yang baru kembali merasakan jatuh cinta lagi untuk ke dua kalinya di dalam hidupnya. Rian segera berdiri tanpa harus berucap sepatah kata pun dan langsung ke dapur untuk membuat kopi yang diinginkan oleh Hyuna. Dulu pun waktu mereka masih bersama Rian sering membuatkan kopi untuk Hyuna.
Tidak butuh waktu lama, Kopi yang dipesan oleh Hyuna pun sudah berada di hadapan Hyuna, Asapnya mengepul hingga mengenai wajahnya Hyuna yang membuat Hyuna tidak sabar untuk segera mencicipi kopi tersebut. Rian yang sudah duduk kembali di kursinya hanya terdiam memantau apa yang dilakukan oleh Hyuna yang meniup kopi tersebut agar segera dingin.
"Jangan ditiup itu tidak baik, kalau kamu ingin minum tunggu hangat dulu" ucap Rian yang mencegah dan melarang Hyuna untuk melanjutkan apa yang dia lakukan.
"Perkataan itu seperti yang sering Mas Alan katakan kepadaku jika Aku meniup makanan atau pun minumanku".
"Mas, Hyuna merindukanmu, Hyuna yakin kamu pasti masih hidup, Mas pulanglah, Hyuna menunggu dan selalu menunggu kehadiranmu disisiku" ucap Hyuna disela tangisnya.
"Maafkan Mas yang tidak jujur kepada kamu, Mas lakukan semua ini demi keselamatan kamu dan Arjuna putra kita, Mas akan berusaha untuk terbebas dari perempuan gila itu dan pasti akan datang menemui kamu dan akan jujur dihadapan kamu".
"Maafkan Hyuna Yah Kak, Sudah ganggu waktu istirahat kakak" ucap Hyuna yang malu-malu meong.
"Tidak apa-apa Kok, santai saja, Aku siap menjadi teman tempat kamu berbagi jika kamu butuh seseorang disaat kamu ingin berkeluh kesah dan menumpahkan segala gunda gulananya hati kamu" ucap Rian yang panjang lebar.
"Makasih banyak Kak atas waktunya, Hyuna pamit kalau begitu, Ngantuk soalnya" ucap Hyuna yang sudah menguap.
Hingga larut malam, Hyuna pun pamit kepada Rian yang masih betah dengan duduk di tempatnya. Hyuna berjalan perlahan naik ke lantai dua tempat kamarnya berada. Hyuna sesekali menatap ke arah Rian sambil berjalan naik ke undakan tangga.
"Rasa kopi itu sangat mirip dengan yang sering Mas Alan buatkan untukku, dan yang tahu kopi kesukaan aku adalah hanya Mas Alan dan Uncle Park tapi itu tidak mungkin jika Kak Rian mengetahui hal itu dari Uncle Park atau pun tidak ada unsur kesengajaan".
Sedangkan di dalam kamar Arya. Arya yang sedang menelpon Delia istrinya yang membuat kepalanya cenat cenut saja setelah Arya melakukan Video call bersama Delia. Arya dibuat kalang kabut setelah melihat busana yang dipakai oleh Delia.
__ADS_1
"Sayang kok pakaian kamu seksi banget dan malam ini kamu sangat cantik" ucap Arya yang sudah berkabut gairah hanya saja melihat Delia dibalik layar hpnya.
"Ihh Kak bukannya kak sendiri yang minta tadi pagi sewaktu Kak akan berangkat ke kantor, Apa Kakak lupa?". tanya Delia yang heran bin bingung dengan sikap Suaminya sendiri.
Arya hanya menepuk jidatnya pertanda lupa rencananya bersama sang istri untuk bercocok tanam dengan gaya yang baru.
"Hehehe Maaf Kakak sayang lupa soalnya" ucap Arya yang nyengir kuda saja sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak ada ketombenya.
"Emang Kakak di mana sekarang, kok belum pulang?" tanya Delia yang semakin membuat Arya tidak nyaman dengan pose dan gerakan yang dilakukan oleh Delia.
"Kakak ada di Villa Mama Elisabeth, besok Kakak akan katakan kepada kamu tujuan Kakak nginap di sini, Kakak bisa minta tolong sayang?" tanya Arya yang sudah diselimuti kabut dan nafasnya yang semakin memburu.
Hal tersebut sangat dipahami oleh Delia tetapi apa boleh buat suaminya ada di tempat lain.
"Kakak mau minta tolong apa?" ucap Delia yang sudah berubah posisinya yang sedari tadi hanya duduk di ranjangnya dan sekarang dengan posisi tengkurap sehingga Arya melihat sesuatu yang semakin membuatnya harus menuntaskan yang seharusnya dikeluarkan.
"Kalau gitu temani kakak yah" ucap Arya.
"Tapi gimana caranya kak? Delia kan ada di sini sedangkan Kakak ada di villa?" tanya Delia yang keheranan.
"Kamu bantu kakak sementara lewat hp saja dulu nanti besok kita tuntaskan lebih real lagi" ucap Arya yang sudah tidak tahan.
Akhirnya yang seharusnya terjadi maka terjadilah penyatuan diantara mereka walaupun hanya lewat virtual saja. Arya dan Delia pun melewatinya dengan lancar dan tanpa hambatan. Arya mampu membimbing Delia dengan baik.
...--------To Be Continued--------...
Ngakak pas ngetik sesi Arya dan Delia ✌️🤣.
Alhamdulillah hari ini BDP update dua Bab, ditunggu Likenya Yah Kakak Readers 🙏🥰
Jangan Lupa untuk tetap memberikan dukungannya kakak Readers kepada Bertahan Dalam Penantian walaupun hanya Like saja, Fania sudah senang Bun Happy loh Kakak 👌✌️.
Maafkan jika masih sering menemukan adanya kesalahan dalam pengetikan atau Typonya 🙏
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Sabtu, 07 Mei 2022