
Happy Reading....
Hari-hari berlalu semenjak Delia melahirkan,Dia menjalani hari-harinya Sebagai Ibu Muda. Delia memberikan nama kepada anak-anaknya sesuai dengan amanah dari suaminya.
Suatu malam Delia bermimpi dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Arya, Arya memberikan secarik kertas yang bertuliskan nama-nama anaknya. Dan sejak itu Delia memutuskan memakai nama itu. Anak pertamanya bernama Zacky Mirza Arya Wiguna dan nama anak ke Duanya berjenis kelamin perempuan bernama Zoe Saldana Arya Wiguna. Zack dan Zoe tumbuh menggemaskan.
Tiga bulan kemudian, Delia kembali ke kampusnya untuk menyelesaikan perkuliahannya. Karena Hari ini Delia akan menjalani Sidang Skripsi atau ujian Mejanya. Seharusnya Delia menjalani Ujian skripsinya dari 3 bulan yang lalu,tapi berhubung Delia melahirkan maka terpaksa ujian Delia dipending.
Delia meninggalkan Baby twins bersama Bibi Ainun. Tapi sebelum berangkat,Delia memeras ASInya dan menyimpannya di dalam kulkas jika sewaktu-waktu Zac dan Zoe lapar.
Delia ke kampus seperti biasanya mengendarai si merah. Mobil yang pernah bertengger di garasi rumahnya telah dia kembalikan ke Mama Elisabeth. Sebenarnya Mama Elisabeth menghadiahkan mobil itu untuk Delia dan anak-anaknya tapi karena Dia tipe orang tidak mau bergantung dan memanfaatkan kebaikan dari orang lain, Makanya Delia mengembalikan mobil itu, Lagian menurut Delia Dia sudah terbiasa ke mana-mana dengan motornya dan jika dia membutuhkan mobil maka biarlah Delia sendiri berusaha membelinya.
Sejak dari kelahiran Baby Twins, Tidak pernah lagi ada Transfer yang sering mengalir masuk ke Saldo Rekening Delia. Tapi bagi Delia itu tidak masalah karena selama ini Delia sudah terbiasa Hidup sederhana.
Delia tiba di Kampusnya, Delia bergegas ke ruangan tempat pelaksanaan ujiannya. Tapi di jalan Delia bertemu dengan seseorang yang selama ini tidak menyukai kehadirannya di kampus ini.
"Wooo Akhirnya kamu muncul juga yah setelah 3 bulan tidak ngampus, dari mana saja loh, gimana dengan pernikahanmu pasti suamimu telah mencampakkanmu, hahahaha" Septi tertawa terbahak-bahak menertawai keadaan Delia.
Ia dia adalah Septi cewek yang selama ini sering mengganggu Delia dan merasa selalu menjadi saingan Delia, padahal Delia Merasa dia tidak pernah mengganggu hidup Septi.
"sudah nikah tapi kok ke mana-mana sendiri saja, apa suamimu sudah bosan yah atau suamimu sudah diambil oleh pelakor atau jangan-jangan Kamu istri simpanan" Septi berbicara dengan suara yang sengaja Septi keraskan.
Hal itu menjadi pusat perhatian dari seluruh mahasiswa yang berada di sekitar.
Delia cuek saja, bahkan tidak menggubris perkataan Septi. Delia melanjutkan perjalanannya,hal ini membuat Septi Semakin murka Saja.
Tiba-tiba Septi menarik tangan Delia, Hal itu membuat Delia hampir terjerembab ke Lantai. Untung saja ada seseorang yang sigap Medan tanggap menolongnya diwaktu yang tepat.
Mereka tak sengaja bersentuhan, Delia cepat tersadar dari kejadian itu. Dan segera meminta maaf.
__ADS_1
"Maaf aku tidak sengaja" ucap Delia
"Oh tidak masalah, tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya lelaki itu.
Delia berbalik ke arah Septi. Dan menampar wajah Septi. Setelah menampar Delia berbicara kepada Septi.
"Emang kenapa kalau aku dicampakkan, masalah buat loh?".
"Kalau kamu masih mengganggu hidupku ingat Aku akan melakukan lebih dari ini"
Delia meninggalkan tempat itu karena sudah waktunya dia mengikuti ujian skripsinya.
"Cantik, lumayan galak juga" ucap lelaki itu.
Delia ke Luar dari ruangan setelah beberapa jam berperang dengan ujiannya.
"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah ujiannya berjalan dengan lancar, moga hasilnya bagus, amin yra" ucap Delia.
Delia sampai ke rumahnya dengan selamat. Delia bergegas ke kamarnya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menemui baby twins dan melaksanakan shalat Ashar terlebih dahulu.
Delia bertekad untuk membesarkan anak-anaknya dengan baik tanpa harus bergantung hidup dari orang lain. Delia berharap Ijazahnya cepat selesai dan bisa mencari kerjaan.
Delia masuk ke dalam kamar baby-nya ternyata di Twins masih terlelap dalam tidurnya.
"Makasih sayangnya Mama, kalian tidak rewel di saat mama ke kampus kan Nak, apa kalian merepotkan Nenek aiNun sayang??"
Hal itu dijawab langsung oleh Bibinya.
"Alhamdulillah anak-anakmu tidak rewel bahkan mereka tidur Mulu sejak kamu pergi, Mereka bangun kalau lapar atau buang air, selebihnya anak-anakmu enteng Saja"
"Alhamdulillah kalau gitu bi".
__ADS_1
"Anakmu seakan-akan mengerti kalau mamanya tidak ada"
"Makasih bi, sudah membantu Delia menjaga anak-anak Delia"
"Kamu kayak Sam siapa saja, harus berterima kasih segala, Aku kan Neneknya jadi wajarlah aku menjaga dan merawatnya."
"Kamu fokuslah menyelesaikan kuliahmu, jangan terbebani dengan pikiran dari anak-anakmu"
"iya ni"
Delia memeluk Bibinya. Delia tak tahu harus membalas dengan apa kepada paman dan bibinya. Karena sejak kematian orang tuanya sampai sekarang mereka selalu ada untuk Delia.
Ini nih cowok yang cakep yang membantu Delia yah Readers.
TBC...
Baby Zac dan Baby Zoe nama mereka. Alhamdulillah yah Readers Delia telah melaksanakan Ujian skripsinya.
Siapakah Lelaki yang menolong Delia, apa Kah Dia yang akan menjadi saingan Arya???
So yang penasaran kelanjutan kisahnya yah pantengin terus yah Readers.
Novel BDP cerita dan Alurnya agak Slow yah Readers. Fania ingin membuat cerita yang santai gak ngebut tapi agak lambat.
Mudah-mudahan Readers suka dengan BDP..
Seperti biasa Fania ingatkan untuk tetap Favoritkan, Like setiap Episodenya yah Readers 🙏💗
Tak bosan-bosannya Fania ucapkan Makasih banyak untuk Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏🙏
__ADS_1