
Happy Reading
Kondisi Delia sangat menghawatirkan, sebelum tubuh Delia menyentuh lantai yang dingin dan kotor, Arya segera datang untuk menolong Delia. Delia kehilangan darah yang cukup banyak. Sedangkan Rina pingsan karena tidak sanggup melihat kondisi dari Jasad ank buah Ratna. Pihak kepolisian sudah menyusuri tempat kejadian tapi tidak menemukan keberadaan Ratna.
Delia dan Rina segera di bawah ke Rumah Sakit tanpa menunggu ambulans datang. Arya tidak sanggup melihat kondisi Istrinya. Wajah Delia nampak pucat pasi, tubuhnya sudah penuh dengan peluh keringat.
"Del, ayo yang kuat sayang, jangan menyerah yah" ucap Arya yang memangku Delia.
Sedangkan Rina, berbaring di kursi bagian paling belakang dan Emre yang mengemudikan mobilnya. Awalnya Arya yang mengemudikan sendiri mobilnya tapi langsung digantikan oleh Emre setelah melihat kondisi Arya yang kurang stabil.
Semua anak buah Ratna telah dilumpuhkan dan digiring ke kantor polisi yang masih hidup. Sedangkan yang meninggal dalam lokasi tersebut segera dilarikan ke RS. Rangga dan Aulia pun segera masuk ke dalam mobilnya untuk menyusul Emre dan Arya ke Rumah Sakit. Aulia sudah duduk manis di dalam mobil sedangkan Rangga baru mau membuka pintu mobilnya, tapi Rangga belum menyentuh Pintu mobilnya dirinya sudah tumbang ke aspal.
Aulia menjerit saat mata kepalanya melihat kondisi Rangga yang terbaring di atas aspal yang panas. Aulia segera berlari dan tak lupa berteriak kencang untuk meminta bantuan.
"Toloooooooong" teriak Aulia.
"Akhirnya aku berhasil membalas dendam atas apa yang selama ini kalian lakukan kepadaku dan kepada keluargaku" ucap Ratna yang terus tertawa seperti orang gila saja.
Ratna pun segera kabur dari sana, setelah berhasil menembak Rangga. Aulia cepat memberikan pertolongan kepada Rangga, Aulia tidak tahu berbuat apa lagi saking paniknya melihat kondisi Rangga. Pihak kepolisian dan masyarakat yang kebetulan masih ada di lokasi TKP segera berdatangan untuk membantu Rangga. Sebagian polisi dan anak buah Arya mengejar sang pelaku penembakan.
"Ayo cepat bawa korban ke Rumah sakit." perintah Pak polisi.
Rangga pun dibawa ke dalam mobil dan segera dilarikan ke RS terdekat. Banyak darah yang keluar dari mulut Rangga. Aulia sudah berusaha melakukan prosedur pertolongan pertama pada korban yang terkena tembakan. Rangga ditembak oleh Ratna dibagian dadanya.
Keluarga Wiguna kali ini diterpa berbagai cobaan dalam sehari. Semua anggota keluarga jadi gempar gara-gara ulah Ratna si psikopat. Setelah mendengar kabar tersebut, oak Wiguna dan istrinya sudah berangkat ke RS, keluarga Rina, Rangga dan Aulia pun sudah hadir di rumah sakit.
Mereka masing-masing menunggu kabar selanjutnya dari Delia dan Rangga yang sama-sama sedang berjuang di Meja Operasi.
Dokter keluar dan meminta beberapa kantong darah. Karena hanya pak Wiguna yang cocok dengan sampel darah Delia, sehingga pak Wiguna mendonorkan darahnya Dua kantong sekaligus, sedangkan Rangga belum mendapatkan darah yang cocok, dan operasinya terbilang operasi yang lumayan susah.
Peluru tersebut bersarang di sekitar area jantung dan paru-parunya yang membuat Dokter bekerja keras. Semua tim Dokter bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan nyawa Rangga. Dari sekian banyak keluarga maupun orang yang hadir di tempat itu, hanya Aulia saja yang cocok dengan darah Rangga. Yaitu sama-sama golongan darah B. Kondisi Aulia sebenarnya kurang stabil tapi sudah tidak ada jalan keluar lainnya yang bisa mereka lakukan dan tempuh.
Aulia berbaring di ranjang dan selang donor darah sudah terpasang ditubuhnya. Aulia tidak henti-hentinya berdo'a untuk keselamatan Rangga dan yang lainnya. Pak Wiguna mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Ratna dalam keadaan hidup maupun mati sampai ke lobang semut pun Pak Wiguna memerintahkan kepada anak buahnya.
"Ingat baik-baik, Saya ingin melihat Ratna dalam keadaan hidup dan biarkan dia merasakan antara hidup dan mati" perintah Pak Wiguna kepada anak buahnya.
__ADS_1
Maksudnya pak Wiguna mati enggan hidup pun segan iya kan pak. Othor tau saja isi hatinya pak Wiguna.
"Dan satu hal lagi, sebarkan berita ini kepada seluruh media cetak maupun media elektronik dan bilang kepada mereka siapa pun yang menemukan keberadaan Ratna akan mendapatkan imbalan 1M" ucap pak Wiguna yang tidak main-main dengan perkataannya.
"Aku siap loh Pak Wiguna membantu mencari Ratna hehehehe" othor.
Semua orang yang hadir di rumah sakit harap-harap cemas dengan keadaan Delia dan Rangga. Beberapa jam kemudian, Delia sudah selesai dioperasi dan langsung dibawa ke ruang ICU khusus pemilik rumah sakit yang pastinya fasilitasnya super lengkap,mewah dan canggih tentunya. Pihak Keluarga pun bisa bernafas lega.
Sedangkan Rangga masih belum selesai dioperasi. Ibunya Rangga tak henti-hentinya menangis dan meneteskan air matanya. Dan selalu berdo'a kepada sang maha kuasa. Aulia pun sudah seperti orang yang tidak makan dan tidak mandi selama satu Minggu. Penampilannya sungguh memprihatinkan. Yang ada dipikiran Aulia sekarang hanyalah Rangga dan tidak ada yang lain.
Mohon bantuan Do'anya dong Readers untuk kesembuhan dan keselamatan Delia dan Rangga.
Orang tua Aulia pun mendekati Putrinya. Dan langsung memeluk tubuh Aulia dan ikut hanyut dalam kesedihan yang dirasakan oleh Aulia.
"Nak, istiraht dulu yah, lihat kondisi kamu" ucap maminya Aulia ibu Naurah.
"Iya Aulia, ganti pakaianmu lah, lihat pakaianmu yang penuh dengan noda darah" ucap Papinya Aulia.
Aulia pun memperhatikan pakaian dan penampilannya. Aulia pun tersenyum tapi senyuman Aulia seakan-akan tersenyum menertawai keadaannya yang Malang.
"Kamu harus sabar dan kuat nak, tetaplah meminta doa dan petunjuk kepada Allah SWT untuk kesembuhan dan keselamatan Rangga" ucap Ibu Naurah.
"Makasih mi" ucap Aulia yang menganggukkan kepalanya Setelah mendengar perkataan maminya.
Ibu Anna pun demikian tak henti-hentinya menangis tersedu-sedu. Untung ada bibinya Delia yang menemani ibu Anna. Karena selama dirinya jatuh miskin dan Rangga dirawat di RSJ tidak ada seorang pun sanak saudaranya maupun kerabatnya yang Mau mendekatinya. Semua seakan-akan menutup mata dan telinga mereka, mereka pura-pura tuli dan bisu dengan cobaan yang ibu Anna alami dan putranya. Tapi ibu Anna msih bersyukur karena masih banyak tetangga maupun keluarga dari sahabat Rangga yang tidak memutuskan tali silaturahmi diantara mereka dan bahkan mereka Sudi mengulurkan tangannya untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh ibu Anna.
Rumah sakit sekarang bagaikan pasar Saja, seakan-akan mereka sedang antri menunggu giliran untuk mendapatkan minyak goreng saking ramainya. Banyak kerabat dan tetangga yang berdatangan Setelah mengetahui dari berita kabar dan kondisi Rangga dan Delia. Mereka turut prihatin dengan kejadian dan cobaan yang menimpa mereka.
Ibu Anna terharu dengan rasa simpati yang mereka tunjukkan kepada putranya. Keluarga Delia pun senang melihat tanggapan positif dan banyaknya doa dan ucapan semangat dari orang yang datang langsung ke RS maupun lewat Sosmed.
Mereka sangat bersedih melihat kondisi Delia, karena di mata mereka Delia adalah sosok yang baik, suka menolong dan ramah kepada semua orang tanpa membedakan status sosial dari orang tersebut.
Berita tentang kejadian tersebut cepat menyebar ke seantero kota bahkan luar negeri. Berita tersebut menjadi buah bibir dari seluruh masyarakat. Tapi keberadaan Ratna sampai sekarang belum ditemukan.
Ada Seseorang yang tersenyum licik dibalik kursi kebesarannya setelah melihat berita tersebut dan langsung mematikan tv-nya dan tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Ini baru awal loh, tapi kalian sudah seperti orang yang kebakaran jenggot saja dan tunggu episode selanjutnya hahahahhaah" ucapnya sambil memecahkan gelas yang ada ditangannya.
Operasi Rangga pun berhasil tetapi kondisi Rangga belum stabil. Rangga sudah berada di ICU yang sama dengan Delia. Tapi beda kamar. Pak Wiguna menginginkan yang terbaik untuk menantu sekaligus keponakannya sendiri.
"Ayah, Gimana perkembangannya??." Tanya Arya kepada pak Wiguna sambil menatap tubuh Delia yang terbaring lemah dengan beberapa alat kedokteran yang terpasang pada tubuh Delia.
"Sampai sekarang, hasilnya masih sama" ucap pak Wiguna.
"Sepertinya ada orang berkuasa yang membantu Ratna, feeling aku ini ada kaitannya dengan musuh lama kita Ayah" ucap Arya.
"Maksud kamu, Orang yang dulu berniat mencelakaimu??." Tanya oak Wiguna.
"Iya, Menurut Aku dua lah yang paling bisa dicurigai, Ayah masih ingat siapa yang membuat Ayah koma bertahun-tahun, siapa yang ingin membunuh keluargaku??." ucap Arya.
"jadi maksudmu yang otak dibalik kejadian ini adalah Dia??." Tanya Pak Wiguna.
"Benar sekali, jadi Arya meminta kepada Ayah untuk memberikan pelatihan, pendidikan khusus bahkan bekali cucu- Ayah dengan bela diri, Ayah pasti tidak ingin melihat cucu ayah dihancurkan oleh mereka". ucap Arya yang tidak ingin kali ini dikalahkan oleh Arman.
"Tapi sepertinya musuh kita kali ini sangat kuat dan memiliki kemampuan yang lebih dari sebelumnya" ucap Pak Wiguna.
"Karena itu lah mulai sekarang selalu waspada dan extra hati-hati, karena itu lah aku tidak menyebarkan identitas anak-anakku bahkan aku merahasiakan siapa mereka untuk menghindari kejadian yang tidak kita inginkan" ucap Arya.
Beberapa hari kemudian, Delia sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang ke rumah, sedangkan Rangga masih koma dan belum ada tanda-tanda Rangga akan sadar. Pertunangan dan perjodohan antara Aulia dan Rizaldi dibatalkan. Sedangkan dokter Rizaldi mendekam di penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang selama ini dia lakukan.
To Be Continued..
Alhamdulillah Fania sempatkan untuk Update hari ini disela kesibukan FANIA. Jadwal Fania hari ini padat yah gess 🤗✌️. Real Life butuh waktu EXTRA nih ✌️.
FANIA Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers dan Moga pembaca setia BDP Sehat Selalu dan terhindar dari serangan Covid 19 maupun variannya 🙏🙏✌️.
Jaga kesehatan yah all dan selalu laksanakan prokes yah 🤗🙏✌️🥰.
Makasih banyak.
by FANIA Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, 16 Maret 2022.