Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB.180. Meminta Maaf sekaligus Minta Restu


__ADS_3

Happy Reading..


Belum sempat Adrian dan Emilia untuk mengutarakan kejujuran di depan keluarga besarnya ternyata sudah keduluan sama pak Wiguna yang tidak langsung mendengar perkataan mereka. Adrian dan Emilia dibuat harap-harap cemas oleh pak Wiguna. Untung saja Baby Kirana langsung terbangun dari tidurnya dan diam-diam mendekati kakeknya yang duduk tanpa sepengetahuan dari Adrian maupun Emilia.


Baby Kirana dibawah ke ruangan khusus pertemuan Keluarga. Yang ada di sana kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Pak Wiguna menggendong putri Adrian dan Emilia. Mereka saling bertukar pandang dan tidak mengerti dengan keadaan yang ada.


"Kenapa dengan kalian, apa ada yang salah atau ada yang aneh dengan Ayah??." tanya pak Wiguna kepada semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Arya tidak mampu menelan salivanya dengan baik, sedangkan Eliana sungguh tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ayahnya.


"Apa Emilia dan Adrian sudah ketahuan atau apa??." Tanya Arya pada dirinya sendiri.


Delia segera memberi kode kepada Arya sedangkan Arya pun bingung dengan sikap Ayahnya.


"Perkenalkan ini cucu perempuan Saya, anak dari Adrian dan Emilia" ucap pak Wiguna.


Mama Elisabeth yang mendengar langsung, perkataan suaminya langsung kaget dan tidak sengaja menjatuhkan piring yang ada di tangannya. Bukan hanya Mama Elisabeth yang Kaget bahkan Alan yang pertama kalinya berkumpul dengan keluarga besar dari kakeknya pun tidak menyangka kalau adik sepupunya sudah menikah dan mempunyai anak, yang Alan ketahui adalah Emilia masih single. Delia segera berdiri dan membantu ibu mertuanya untuk membersihkan pecahan beling dari piring tersebut.


Mama Elisabeth pun mendekati Suaminya dan meminta penjelasan. Sedangkan pecahan piring tersebut sudah dibersihkan oleh og kapal tersebut. Delia dan Rina beserta Dessy menggantikan Mama Elisabeth untuk menata makanan di atas Meja.


"Apa maksud Ayah??." tanya Mama Elisabeth di depan suaminya.


Pak Wiguna tersenyum kepada istrinya sebelum membuka mulutnya.


"Ayok duduk di Sini sayang, gak baik kita ngomong kalau kamu berdiri, apa kamu tidak mau menggendong cucumu??." tanya Pak Wiguna.


Mama Elisabeth pun menuruti perkataan dari pak Wiguna.


"Cantik kan cucu kita Ma" ucap pak Wiguna yang memuji paras cantik anaknya Adrian.


Mama Elisabeth langsung menggendong dan memeluk tubuh cucunya dan menangis tersedu-sedu.


"Kamu sudah besar yah nak, nenek Bahagia melihatmu tumbuh dengan baik" ucap Mama Elisabeth sambil menciumi seluruh wajah cucunya.


"Nenek geli loh, jangan cium lagi, he-he-he" ucap baby Kirana yang tertawa terbahak-bahak karena dihujani ciuman oleh neneknya.


"Dia Cantik seperti Mamanya, tapi hidungnya seperti hidung Adrian yah Ayah" ucap Mama Elisabeth yang menoel hidung mancung baby Kirana.


Siapa pun yang ada di sana pasti tidak akan menyangka dengan sikap pak Wiguna. Padahal mereka sudah was-was dan ketakutan jika pak Wiguna akan marah-marah.


"Zi Marah sama Kakek nenek kalau cuma gendong Kirana Mulu" ucap zi yang langsung berlari ke arah kakeknya dan menangis.


"Kok Cucu Kakek Nangis, hilang loh tampannya Zi kalau nangis" ucap Pak Wiguna yang berusaha membujuk Cucunya yang merajuk.

__ADS_1


"Zo Marah Sama Kakek nenek, Zi tidak cuka kalau cuma Kirana yang disayang" ucap Zi yang merajuk dalam pangkuan kakeknya.


"Kakek sama Nenek Sayang semuanya, Zi, Kirana dan Kakak Zi juga semuanya Kakek sayangi jadi jangan ngambek lagi yah nak" bujuk oak Wiguna kepada baby Zi.


setelah mendengar perkataan dari kakeknya baby Zi sudah tidak merajuk lagi. Bahkan Tawa Zi memenuhi ruangan tersebut. Setelah mereka melihat Pak Wiguna tidak Marah mereka yang ada di dalam sana bisa bernafas lega. Adrian dan Emilia segera datang setelah mereka mendapatkan panggilan dari Pak Wiguna. Adrian sudah bertekad untuk mempertahankan Rumah tangganya apa pun yang terjadi.


Semua orang menikmati hidangan yang disajikan oleh Chef Kapal tersebut. Menu makan malam mereka adalah khusus makanan tradisional Indonesia. Rencananya besok pagi kapal mereka akan sandar di pelabuhan T, sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Setelah mereka makan malam, satu persatu ingin meninggalkan ruangan tersebut tapi mereka dicegah oleh Pak Wiguna.


"Tolong jangan ada yang meninggalkan ruangan ini, Kecuali anak-anak biarkan mereka ke Luar dulu" ucap Pak Wiguna dan kembali menyeruput kopi hitamnya.


Semua orang menuruti perkataan dari Pak Wiguna dan kembali duduk ke tempat mereka semula. Mereka tidak ada yang berani berkomentar atau apa pun itu. Mereka hanya diam dan duduk manis sambil menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ruangan sudah disterilkan dari gangguan anak kecil.


Adrian dan Emilia langsung mendekati orang tuanya dan langsung bersimpuh dihadapan mereka untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat selama ini.


"Ayah Maafkan Adrian yang sudah lancang menikahi putri bungsu Ayah tanpa meminta restu terlebih dahulu kepada Ayah dan Mama" ucap Adrian.


"Maafkan kami Ayah, Emilia tidak bermaksud untuk menyembunyikan pernikahan Emilia dari kalian semua tapi Emilia takut jika kalian tidak merestui kami dan akan memisahkan kami lagi" Tutur Emilia.


"Adrian sangat sadar Ayah jika apa yang Adrian lakukan adalah kesalahan besar, tapi Adrian sangat mencintai putri Ayah dan Adrian juga ingin mempertanggung jawabkan perbuatan Adrian Ayah, Adrian tidak bisa berpisah jauh dari Emilia, Adrian sangat tersiksa Ayah" ucap Adrian yang sudah menangis tersedu-sedu dihadapan mertuanya.


"Ternyata dipandangan kalian, Ayah ini seorang Ayah yang sangat jahat yah" ucap Pak Wiguna yang sesekali mengusap air matanya.


Mama Elisabeth dan yang lainnya ikut terbawa suasana dan ikut terharu melihat mereka. Yang tidak mengetahui hubungan mereka pasti kaget tapi sekaligus bahagia karena itu sudah menjadi jalan pilihan mereka.


"Kalau kalian jujur dari dulu Ayah pasti tidak akan kecewa dan merasa tidak dibutuhkan lagi, kalian sudah dewasa dan sama-sama memilih jalan ini, tapi pernah kah kalian bertanya dan meminta restu langsung dari Ayah??". ucap pak Wiguna yang kecewa dengan keputusan anak-anaknya.


"Kalian pasti tidak tahu kalau Amanah terakhir Ayah nya Adrian sebelum meninggal dunia adalah beliau meminta ijin untuk menikahkan Adrian dengan putri Ayah, Ayah pun menyetujui permintaan dari sahabat Ayah waktu itu, walaupun Mama kalian baru hamil tapi ayah menyetujui permintaan dari sahabat ayah tersebut padahal Ayah tidak tahu apa kah Anak Ayah yang lahir itu adalah perempuan atau laki-laki tapi ayah tidak ingin melihat hari terakhir sahabat Ayah kecewa disisa Hidupnya, Karena itu lah Ayah setelah tahu hubungan kalian Ayah memisahkan kalian sementara waktu, Karena Ayah tidak ingin apa yang dirasakan oleh Adrian kepada putri ayah hanyalah obsesi dan cinta yang tidak tulus" ucap pak Wiguna panjang lebar.


"Maafkan Kami ayah, kami sangat menyesal telah menikah diam-diam, Emilia mohon restui kami Ayah" mohon Emilia kepada Ayahnya.


Pak Wiguna langsung berdiri dan memeluk tubuh Emilia.


"Ayah pasti merestui hubungan kalian Nak, Ayah bangga dengan Adrian yang berani mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, walaupun Ayah sedikit kecewa, tapi Ayah sangat bersyukur kalian saling mencintai" ucap pak Wiguna di dalam pelukan putri bungsunya.


Semua orang ikut terharu melihat interaksi antara pak Wiguna dengan putrinya. Mama Elisabeth pun sangat bahagia karena akhirnya Suaminya memberikan restu kepada anak dan menantunya.


"Mama bangga sama kamu Nak karena kamu berani untuk memilih jalan untuk menikahi Emilia, walaupun Mama cukup kaget dan sedikit kecewa karena tidak meminta ijin langsung kepada Mama bahwa kalian akan menikah" ucap Mama Elisabeth yang memeluk tubuh anak angkat sekaligus menantunya.


Yang lainnya sangat bersyukur dan bahagia karena masalah yang dihadapi oleh Adrian dan Emilia mendapatkan solusi yang tepat dan baik. Semua orang sekarang bisa tersenyum tanpa beban. Bagi mereka Masalah apa pun itu dan sebesar apapun kalau mereka bersama insya Allah akan teratasi dengan tepat. Keluarga adalah tempat ke dua paling nyaman untuk mengeluarkan segala gunda gulananya dan yang pertama pastinya kepada Allah SWT.


"Jadi besok pagi kita bisa menginjakkan kaki di pulau T" ucap Alan yang memecah keheningan di antara mereka.


"Gimana dengan resortnya apa keamanan, fasilitasnya sudah dicek lagi??." tanya Arya.

__ADS_1


"Alhamdulillah semuanya beres dan siap kita huni" Ucap Dimas.


"Aku kira yang kamu tahu cuma goyangan saja". ucap Emre sambil bercanda.


"Kalau Masalah goyangan apa pun itu aku rajanya hahahaha" ucap Dimas yang langsung mendapat cubitan dari Dessy.


Semua orang tertawa mendengar perkataan dari Dimas.


"Kalau kamu Alan, kapan kamu mau lepas masa lajangmu, karena tinggal kamu loh yang belum punya pasangan??." ucap Arya.


"Iya betul tuh apa kata Arya, kamu gak bakal rugi loh Alan jika cepat menikah, buktinya kami loh" ucap Dimas.


"Belum nemu yang cocok kak jadi masih betah dengan kesendirian" ucap Alan sambil tertawa tapi pandangan matanya tertuju pada Hyuna yang hanya menikmati kue yang ada di depannya tanpa harus ikut campur dengan pembahasan mereka.


"Apa alergi kamu sudah sembuh atau Masih begitu??." Tanya Pak Wiguna.


"Masih sering alergi kok Paman dan gak tau juga kapan akan sembuh" jawab Alan.


Pandangan semua orang tertuju kepada Alan dan bertanya alergi apa yang dimaksud.


"Maksudnya, Alan alergi apa ayah??." Tanya Delia.


"Alan akan bersin-bersin jika berdekatan dengan cewek yang belum nikah" jawab Pak Wiguna.


"Tapi tadi waktu aku berdekatan langsung dengannya, Dia tidak bersin-bersin dan katanya kalau cewek yang sudah menikah baru lah dia tidak bersin-bersin" monolog Hyuna yang heran juga dengan kejadian itu.


"Bisa saja jodoh Alan adalah cewek yang dekat dengan dirinya tapi Alan tidak akan bersin-bersin lagi" ucap Dessy.


"Betul tuh apa yang kamu katakan Dessy, coba lihat Hyuna yang sedari tadi berdekatan dengan Kapten Alan tapi Alan tuh adem-adem saja" ucap Rina.


Alan dan Hyuna langsung menatap ke arah Alan dan saling berpandangan dan barulah menyadari hal tersebut. Hyuna langsung berdiri dan berpindah tempat. Yang lain tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Hyuna dan Alan.


"Aku yakin kalian ini adalah jodoh lihat reaksi mereka saja kompakan gitu" ucap Dimas yang tersenyum penuh arti.


Sedangkan Aditya terbatuk mendengar perkataan dari Dimas. Arya segera membantu Aditya dan menyodorkan segelas air putih untuk Aditya.


TBC..


Makasih banyak Fania Ucapkan Kepada Readers yang Masih Setia untuk mendukung BDP 🙏💗.


Jika ada kesalahan dalam penulisannya Mohon dimaklumi Yah Kakak Readers 🙏🙏.


Tetap Dukung BDP 🙏

__ADS_1


By FANIA Mikaila AzZahrah


Makassar, 20 Maret 2022.


__ADS_2