Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 129. Kejujuran


__ADS_3

Happy Reading..


Hyuna sebenarnya masih enggan untuk bangkit dari duduknya tapi karena terlalu haus Akhirnya bangkit dari duduknya Tapi tanpa sengaja 8 menyenggol sebuah kotak yang berada di atas Meja Nakas ranjangnya.


Hyuna mencari keberadaan Kotak tersebut, tetapi Hyuna tidak bisa menemukan Kotak tersebut padahal Hyuna penasaran dengan isi dari kotak tersebut.


Hyuna terus berusaha mencari Kotak tersebut tiba-tiba Handphonenya berdering dan ternyata yang menelpon adalah Aunty Elisabeth.


Hyuna dipanggil oleh Aunty Elisabeth ke kediaman Utama Keluarga Wiguna. Hyuna tidak bisa membantah jika Hyuna menolak atau pun membantah bisa-bisa dirinya dilarang untuk tinggal di Indonesia.


Hyuna pun sampai di rumah utama, Hyuna kaget melihat ada banyak mobil yang terparkir di Garasi mobil rumah Auntynya. Hyuna segera masuk ke dalam rumah karena tidak ingin berlama-lama memikirkan siapa pemilik mobil itu.


Hyuna sudah berada di dalam rumah,dan betapa kagetnya karena Papinya dari Korea Selatan pun Hadir rumah utama keluarga Wiguna yang sebelumnya Hyuna tidak mengetahui kabar kalau sang papi beserta istrinya telah datang.


Sejak Hyuna Kuliah sampai selesai Dia sudah tidak tinggal bersama Ayahnya karena Hyuna ingin hidup mandiri.


"Lukman, kenalkan ini Puteri pertama saya" ucap Papi Hyuna sambil memperkenalkan Hyuna ke depan temannya.


"Kim Hyuna, Uncle" ucap Hyuna sambil Salim tangan uncle Lukman dan istrinya.


"Puterimu sudah besar yah dan Saya lihat Puterimu ini semakin mirip dengan ibunya" ucap Uncle Lukman.


Perkataan Uncle Lukman membuat Hyuna heran dan muncul berbagai pertanyaan di kepalanya. Hyuna selama ini hidup dan dibesarkan oleh Papinya sendiri sampai papinya memutuskan untuk menikah lagi. Hyuna pun tidak tahu apa pun itu tentang ibundanya yang Hyuna tahu cuma gelang pemberian ibundanya saja.


Hyuna pun menatap ke arah Papinya untuk meminta penjelasan sedangkan papinya memberikan kode kepada Hyuna untuk diam dan jangan banyak tanya dulu. Hyuna pun menyerah dan Akhirnya tidak berkomentar lagi.


Uncle Lukman pun mulai berbicara dan menyampaikan maksud kedatangannya.


"Sehubungan putrimu sudah datang, Aku ingin menyampaikan niatku kalau Kami ingin melamar putrimu sebagai calon menantu kami" ucap Uncle Lukman.


Hyuna kaget mendengar penuturan uncle Lukman. Memang saat ini, Hyuna tidak menjalin hubungan yang istimewa dengan pria mana pun tetapi juga belum siap untuk menikah terbilang usianya masih muda. Tetapi Hyuna tidak bisa mengutarakan maksud hatinya.


"Alhamdulillah, Saya bersyukur sekali dengan maksud baik kamu, tetapi alangkah baiknya jika kita bertanya kepada anak-anak kita terlebih dahulu sebelum memutuskan semuanya" ucap Papi Hyuna.


"Iya, Saya sangat setuju dengan perkataan Kim Kardashian Lee, Kita jangan terburu-buru mengambil keputusan alangkah baiknya tanyakan kepada mereka terlebih dahulu, Saya tidak ingin mereka menjalaninya dengan terpaksa tanpa kemauan mereka sendiri" ucap Aunty Elisabeth sambil memegang tangan Hyuna.


Hyuna hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak sanggup untuk menatap Papinya.


"Itu ide yang bagus juga" ucap Uncle Lukman.


Mereka akhirnya sepakat untuk bertanya langsung kepada anak-anak mereka.

__ADS_1


"Aryo Wahab putra Lukman, apa kah kamu bersedia dan siap untuk menikah dengan Putri dari sahabat ayah bernama Kim Hyuna??" Tanya Lukman kepada Anaknya.


Aryo ragu untuk menjawabnya, antara takut dan bimbang harus memilih dan menjawab apa.


"Aryo! apa kamu mendengar perkataan Ayah??" Tanya uncle Lukman yang sudah emosi karena tidak mendapatkan Jawaban apa pun dari puteranya, sedangkan Aryo yang malahan bengong sendiri.


Aryo menatap Ayahnya dan berniat untuk kali ini Dia ingin menentang keputusan Ayahnya. Aryo memberanikan dirinya untuk berkata jujur.


"Ayah, Maafkan Aryo Tidak bisa menikahi wanita pilihan Ayah, Karena Aryo mencintai wanita lain" ucap Aryo yang mantap dengan pilihannya.


Bagaikan angin segar yang bertiup, Hyuna mendapat sedikit rasa lega karena pria yang ingin dinikahkan dengan dirinya ternyata sudah siap dan menolak perjodohan mereka.


"Aryo, apa maksud kamu haaa??" ucap pak Lukman yang sudah emosi dengan keputusan yang diambil oleh puteranya.


"Maafkan Aryo untuk kali ini saja Ayah, selama ini Ayah sudah mengatur semua kehidupan Aryo tetapi untuk masalah jodoh Aryo Maafkan Aryo tidak bisa menerimanya." ucap Aryo yang tidak ingin dibantah lagi.


"Lukman!, tolong jangan memaksa Aryo, Aku setuju dengan perkataan Aryo, pernikahan itu bukankah mainan jadi jika mereka menolak perjodohan ini, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung keputusan mereka saja." ucap Aunty Elisabeth.


"Lukman tenanglah, jangan gegabah dalam mengambil keputusan, cukup Aku yang menderita gara-gara perjodohan kami" ucap papi Hyuna.


Hyuna Hanya menjadi pendengar setia saja dan tidak ingin membantah perkataan dari orang tuanya. Tetapi Hyuna heran apa maksud dari perkataan Papinya. Dan segera menatap papinya yang lagi meminta penjelasan.


Pak Kim pun akhirnya menjelaskan semuanya dengan jujur dihadapan Hyuna dan yang lainnya.


"Papi menikah dengan mami Kamu Karena perjodohan, waktu itu kami tidak sanggup untuk menentang apa pun keputusan dari ke Dua orang tua kami, walaupun kami tidak setuju"


"Maksud papi apa, Hyuna tidak mengerti??" ucap Hyuna.


"Papi dan mami kamu, kami Menikah tanpa ada rasa sayang dan cinta diantara kami, dan disaat Papi menikahi Mami kamu sudah hamil 2 bulan dari kekasihnya" ucap Papi Hyuna.


Hyuna kaget mendengar penuturan dari Papinya. Bagaikan petir di siang bolong Hyuna sangat shock mendengar kejujuran yang selama ini mereka tutupi darinya.


"Itu tidak mungkin papi, papi pasti bohong kan" ucap Hyuna yang mulai histeris mendengar perkataan papinya.


"Maafkan papi nak yang baru Bisa mengungkapkan ini semua, ini Juga Amanah dari mami kamu, tapi hari ini adalah hari yang paling tepat untuk mengungkapkan semuanya, Karena itu lah papi menentang hubungan yang dilandasi oleh perjodohan, cukup papi dan mami kamu yang menjalaninya dengan keterpaksaan yang akhirnya berujung Dengan kemampuan kepergian Mami kamu untuk menyusul ayah kandung kamu ke Australia tapi.." pak Kim tidak sanggup melanjutkan perkataannya, Beliau sudah meneteskan air matanya.


"Mereka menikah tapi hati mereka hanya untuk kekasih hati mereka saja Nak, bahkan status mereka hanya sekedar hitam di atas putih saja, dan kenyataan itu hanya mereka yang tahu, mereka menjalin pernikahan tetapi seperti adik dan kakak saja, Karena Mereka sepakat tidak ada kontak fisik diantara mereka, tidak tuntutan dari mereka untuk memenuhi kewajiban mereka layaknya suami istri normal, seperti halnya papi kamu yang sejak dulu sudah mencintai Mama dan sebelum kepergian Mami kamu meminta Mama untuk menjaga kamu dan menikah dengan papi" ucap Mama Martha Christina.


Semua orang yang hadir di tempat itu kaget mendengar penjelasan dari Orang Tua Hyuna. Hyuna pun shock dan tak hentinya menangis.


"Mami kamu kecelakaan mobil saat dirinya pamit kepada papi untuk menemui papi kandung kamu di Australia, bahkan sampai detik ini papi kandung kamu tidak mengetahui kalau Dia memiliki seorang putri yang cantik" ucap papi Hyuna pak Kim sambil memeluk putrinya.

__ADS_1


"Tapi apa papi tahu siapa sosok papi kandung Hyuna??" ucap Hyuna.


Pak Kim pun segera mengambil handphonenya dan membuka galeri fotonya yang berisi Foto Mami Hyuna dan papi kandungnya.


Hyuna pun menangis tersedu-sedu melihat foto Mami dan papi kandungnya. Pak Kim segera memeluk putrinya. Walaupun mereka hanya sebatas Orang tua sambung Hyuna tetapi mereka tidak pernah membedakan anak-anaknya.


"Maafkan papi yang baru sekarang bisa jujur" ucap Pak Kim.


"Hyuna malahan berterima kasih kepada Papi dan Mama tanpa kalian mungkin Hyuna sudah..." ucapan Hyuna terpotong dengan isakan tangisnya yang semakin menjadi.


Semua yang ada ikut terharu dan hanyut dalam kesedihan Hyuna.


"Jadi Maafkan Aku Lukman Aku tidak bisa menerima perjodohan Anak-anak kita" ucap Pak Kim.


"Baiklah, kalau itu menjadi keputusan kalian" ucap Pak Lukman dan segera pamit untuk pulang.


"Papi apa Hyuna boleh ke Australia untuk mencari Ayah kandung Hyuna??." Tanya Hyuna.


"Silahkan Nak,Papi tidak mungkin melarang kamu Nak, dan carilah Ayah kandung kamu" ucap pak Kim.


Mereka akhirnya mengijinkan Hyuna untuk pergi Ke Australia. Dan Hyuna pun bersiap untuk berangkat ke Australia.


Sedangkan di Australia, Aditya menerima telpon dari anak buahnya yang diberi tugas untuk menjaga Hyuna di dalam kamar hotel miliknya melaporkan bahwa Dia menemukan sebuah kotak yang terjatuh di lantai dan sepucuk surat. Aditya sedih karena Hyuna tidak membaca pesan yang disampaikan oleh nya dan tidak mengambil kotak itu yang berisi gelangnya.


"Kirim ke Australia Kotak itu, sekarang" titah Aditya kepada anak buahnya.


TBC..


๐Ÿ“ขTypo Mohon dimaklumi ๐Ÿ™๐Ÿ“ข


Maafkan Fania yang belum bisa menulis kisah antara Emre DNA Rina soalnya belum Nemu ide Gimana cara Emre menyampaikan kejujuran dan permintaan maafnya kepada Rina Readers ๐Ÿคง๐Ÿคง๐Ÿ™โœŒ๏ธ.


Jadi Fania kupas dikit dikit Kisah Hyuna yah Tapi kisah mereka belum end Yah๐Ÿ™๐Ÿ™. Jadi mohon bersabar yah kk menunggu kisah Babang Emre dan Rina๐Ÿฅฐ


Moga kalian suka dengan kisah perjalanan cinta Hyuna dan Aditya yahโœŒ๏ธ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ.


Fania ucapkan kepada Readers setia BDP untuk Dukungannya selama ini ๐Ÿ™.


By FANIA Mikaila AzZahrah.


Makassar, 25 Februari 2022.

__ADS_1


__ADS_2