Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab.102. Kerinduan


__ADS_3

Happy Reading..


Setelah beberapa jam Operasi yang dilakukan Oleh Pihak dokter terhadap Adrian telah selesai. Operasi tersebut dilakukan karena terdapat beberapa luka di wajah dan kepala Adrian serta ada pecahan kaca Mobil Adrian yang tertancap di Wajahnya. Sehingga Pihak Dokter segera mengambil tindakan untuk melakukan operasi terhadap Adrian.


Adrian dibawah ke dalam ruang perawatan VVIP untuk melanjutkan perawatannya. Mami A senantiasa menjaga Adrian, Hati Nurani Mami Z tergerak untuk membantu korban kecelakaan itu. Padahal Mami Z tidak mengetahui siapa Korban kecelakaan itu.


Entah kenapa Hati kecil Mami Z mengatakan kalau dirinya mengenal Pasien yang dijaganya bahkan setelah melihat Hidung dan bentuk bibir Pria yang menjadi korban kecelakaan itu. Hati kecilnya merindukan kehadiran sosok pemilik hidung mancung yang sama persis dengan hidung pasien itu.


Tak terasa buliran air matanya mengalir membasahi pipinya, Isakan tangisnya Mami A terpaksa dia tahan dengan menutup mulutnya, karena Dia tidak ingin gara-gara Dia menangis membuat Pasien terbangun.


Mami A menangis tersedu-sedu sambil bersandar di dinding kamar rumah sakit. Selama Anaknya Lahir Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi mengeluarkan Air matanya, Karena baginya hal itu jika dia Lakukan Hanya sia-sia belaka. Dan Sejak itu lah Dia tidak pernah menangis lagi Tapi Saat ini Hanya melihat bibir dan Hidung Pria yang Dia Tolong membuatnya harus membuka Luka Lama yang sudah dia kubur dalam-dalam.


Karena capek menangis dan jam sudah menunjukkan pukul 5 Pagi, Akhirnya Dia Terlelap juga dalam tidurnya.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 Pagi, Tiba-tiba pintu Ruangan perawatan Adrian terbuka dan masuklah ke dua orang yang berjas hitam lengkap dengan Dasinya.


Karena itu lah membuat Mami A terbangun dari tidurnya yang baru berapa saat Saja.


"Maafkan Kami yang sudah mengganggu tidur Nona" ucap Anak buah Adrian.


"Tidak apa-apa kok Pak, Karena bapak sudah Datang, jadi Saya meminta ijin untuk pulang" ucap Mami A sambil merapikan pakaian dan hijabnya yang nampak kusut karena habis tidur.


"Makasih banyak Atas bantuannya Nona, berkat bantuan Dari Nona, bos kami Bisa diselamatkan" ucap Anak buah Adrian.


"Tidak apa-apa kok Pak, Bagi Saya itu tidak Masalah" ucap Mami A.


"Karena Nona Sangat berjasa dan telah menolong Bos kami Tolong terima ini, sebagai ucapan terima kasih banyak kami" ucap Anak buah Adrian sambil mengulurkan sebuah amplop cokelat ke tangan Mami A.


"Maaf Saya tidak bisa menerima ini, Karena Saya ikhlas membantu bos Anda" ucap Mami A sambil mengembalikan amplop itu ke tangan anak buahnya Adrian.


"Kalau begitu bolehkah Kami minta Nomor Handphone Nona, Bos kami akan marah nanti jika kami tidak mendapatkan nomor handphone nona" ucap anak buah A.


"Mungkin Besok Bos kami sembuh mugkin dia akan menelpon nona untuk mengucapkan Makasih Banyak" ucap Anak buah B.


"Kalau gitu saya dan anak saya pamit dulu Pak, Moga bos bapak cepat sembuh dan sehat kembali" ucap Mami A.


Mami A membangun anaknya dan bergegas meninggalkan kamar perawatan Adrian. Mami A mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan kondisi jalan yang masih sepi.


Mobil sedan Putih itu memasuki area perumahan elit yang terletak di pinggiran kota new York.

__ADS_1


1 Minggu kemudian, Adrian sudah dinyatakan sembuh dan Luka bahkan bekasnya diwajahnya Adrian sudah hilang.


Di dalam mobil, Adrian menatap jalan yang tampak Ramai Tapi tidak ada kemacetan yang berarti seperti yang sering terjadi di Ibu kota Indonesia.


"Apa kalian tahu siapa nama orang yang telah menolongku??" Tanya Adrian.


"Maafkan Kami bos, kami tidak tahu nama orang itu" jawab Nicolas salah satu anak buahnya.


"Yang kami tahu Dia perempuan bos" ucap Bastian.


"Selain itu Apa lagi yang kalian tahu??" Tanya Adrian?". Sambil memainkan gawainya.


Anak buahnya saling berpandangan dan mencoba mengingat sesuatu yang mungkin mereka lupakan.


"Tolong cari alamat serta biodata diri cewek yang menolongku Dulu, Aku Ingin malam ini Juga berkasnya sudah ada di mejaku" ucap Adrian.


"Baik bos" ucap serentak anak buahnya.


Adrian penasaran dengan sang penolongnya. Andai Saja Adrian belum memiliki pujaan hati kemungkinan besar Cewek itu akan Dia jadikan Calon Ibu untuk anaknya kelak.


Adrian tersenyum dengan pikirannya yang tidak Masuk akal.


Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi Adrian sudah memasuki area Apartemen mewah yang terdapat di tengah Kota New York.


Adrian masuk ke dalam ruangan kerjanya dan memandangi langit yang cerah. Entah apa yang dipikirkan oleh Adrian. Karena saking asyiknya menatap langit Sampai-sampai Dia tidak menyadari kalau Handphonenya berdering.


Ketukan pintu kamarnya pun tidak dia dengar padahal pintu itu sudah diketuk dengan keras oleh anak buahnya.


Akhirnya anak buahnya Bastian terpaksa mendobrak pintu ruangan pribadi Adrian. Setelah pintu tinggi dan besar itu roboh baru lah Adrian tersadar dari lamunannya.


Adrian melotot ke arah anak buahnya yang sudah lancang dan berani mengusik lamunannya.


Anak buahnya langsung tidak berani menatap wajah dan Mata bosnya karena sudah takut jika bos-nya akan mengamuk dan memotong gaji mereka.


"Apa kalian ingin gaji kalian saya potong atau kalian sudah tidak sayang pada nyawa kalian haaa???" Tanya Adrian yang sudah menampilkan wajah Garang dan sangarnya.


"Maafkan kami Bos, soalnya bos Arya sudah menelpon bos berulang kali, Tapi bos tidak mengangkat telponnya" ucap Nicolas sambil menundukkan kepalanya karena takut.


Adrian segera mengambil handphonenya dari saku celananya dan memeriksa handphonenya dan ternyata sudah ada lebih dari 50 kali panggilan tidak terjawab dari Arya.

__ADS_1


Adrian langsung menghubungi nomor handphone Arya Wiguna. Arya sangat jengkel karena lupa me non aktifkan handphonenya. Sehingga kegiatannya bersama Sang istri terganggu.


Arya terpaksa menghentikan aktifitasnya dan segera mengangkat telponnya.


"Halo" ucap Arya yang berusaha untuk menahan sesuatu yang berasal dari dalam dirinya.


"Tumben loh angkat telpon gak pke salam" ucap Adrian.


"langsung Saja pada intinya" ucap Arya yang sudah berkabut gairah.


"Santuy Brotha, emangnya kamu mau ke mana sampai buru-buru banget mau nutup teleponku??" tanya Adrian sambil menahan tawanya. Adrian sangat tahu kalau Arya sedang melakukan sesuatu bersama Delia jadi Adrian sengaja mengulur waktu.


"Kalau kamu gak mau bicara aku tutup" ucap Arya sambil memtuskan sambungan teleponnya.


Adrian tertawa terpingkal-pingkal membayangkan bagaimana Wajah Adik angkatnya yang berusaha menahan kabut gairahnya.


"Dasar Suami mesum udah hampir punya anak tiga Tapi gitunya gak bisa dikontrol" ucap Adrian sambil membayangkan dirinya bersama Emilia Dulu.


Adrian memeluk Figura Foto Emilia di atas Meja kerjanya.


"Aku sangat merindukanmu Sayang" ucap Adrian sambil mengelus Wajah Emilia di dalam foto itu.


Karena sibuk dengan pikirannya tentang Emilia, Adrian melupakan tugas yang Dia berikan untuk anak buahnya yang mencari informasi tentang orang yang telah menolongnya.


TBC..


Assalamu alaikum reader..


Kita Bersua Kembali dengan Author yang Novelnya rada-rada Seloww gitu.


Alhamdulillah FANIA bisa Update 1 bab hari ini.


Fania ucapkan kepada Readers yang sudah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏


FANIA kembali mengingatkan untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN Yah Readers 🙏🙏.


By


FANIA Mikaila AzZahrah.

__ADS_1


Makassar, 2 Februari 2022.


__ADS_2