Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 18. Tanda-tanda Si Twins akan Lahir


__ADS_3

Happy Reading....


Kehebohan yang terjadi akibat kedatangan Mama Elisabeth yang membawa berbagai macam jenis barang perlengkapan bayi kembarnya Delia, telah membuat gempar para sahabat Delia, yang kebetulan datang berkunjung disaat Mama Elisabeth masih ada di rumah Delia.


Kedatangan Rani dan Dessy disambut dengan bahagia oleh Delia, dimana mereka belum bertemu dalam beberapa bulan ini disebabkan karena kesibukan di antara mereka.


Dessy yang sibuk mengurus skripsi dan Pernikahannya sedangkan Rina Sibuk bolak balik kampung dikarenakan Ayah Rina yang sedang sakit.


Mama Elisabeth sangat bersyukur karena walaupun Anaknya saat ini tidak bersama Delia disaat kehamilannya,bTapi ada banyak orang yang selalu sayang dan menjaga Delia.


"Mama Elisabeth kalau boleh tahu keluarganya Arya atau siapa?? kalau boleh jujur Dessi baru lihat Mama Elisabeth ada di sini." ucap Dessy.


"Ohh Aku hanya temannya Delia kok, kami bertemu secara tidak sengaja waktu Delia ke rumah sakit, yang kebetulan saat itu ibu tidak sengaja terjatuh dan kebetulan Delia Ada di tempat itu,dan Delia menolong Ibu". ucap Mama Elisabeth panjang lebar.


"Ohh gitu yah Ibu, Delia emang gitu orangnya ringan tangan dan tidak suka melihat seseorang yang lagi membutuhkan bantuan tapi tidak ada yang berminat untuk menolong mereka, pasti Delia yang akan langsung turun tangan membantu orang itu dan Delia akan menolongnya walaupun Delia sendiri dalam keadaan yang tidak baik" Ucap Rina.


Mereka berbincang ria sampai sore hari, Mama Elisabeth sangat senang dan bahagia karena bisa menghabiskan waktunya bersama Delia dan sahabat terbaiknya Delia. Mereka nyambung setiap kali mereka bercerita tentang kehidupan mereka.


Mama Elisabeth dan sahabatnya


masing-masing pamit untuk pulang. Tinggallah Delia beserta paman dan bibinya.

__ADS_1


1 Bulan kemudian..


Hari ini Delia bangun dari tidurnya karena ingin melaksanakan shalat subuh, Delia Selalu melaksanakan kewajibannya dalam keadaan apapun, walaupun pergerakannya dalam shalat agak terganggu karena perut Delia lebih besar dari perut kebanyakan wanita hamil lainnya, tapi Delia tetap menjalankan ibadah dan tak lupa menyempatkan waktunya untuk mengaji.


Delia bangkit dari duduknya untuk merapikan perlengkapan shalatnya tapi tiba-tiba perut Delia mules dan agak sakit. Delia menganggap itu hal biasa saja, Delia menganggap itu bukan tanda-tanda akan segera melahirkan. Karena menurut Dokter nanti Minggu depan baru hari taksiran kelahiran bayi kembarnya.


Delia ke Luar rumahnya menuju halaman belakang,Delia ingin jalan-jalan keliling halaman rumahnya,Kata orang-orang jalan kakik setiap pagi hari dapat membantu mempermudah proses persalinan.


Tiba-tiba Perut Delia kembali sakit dan mules tapi sakitnya kali ini lebih sakit dari yang pertama. Tapi Delia masih tetap terus berjalan sambil mengucap sambil beristighfar untuk menguatkan dirinya.


Delia kembali ke dalam rumahnya. Delia ingin menyiapkan seluruh pakaian ataupun barang-barang perlengkapan Bayinya yang sudah ada di dalam Tas yang tersimpan rapi di dalam lemari. Sakit perut yang dirasakan Delia kadang datang kadang tidak muncul sakitnya. Delia sudah mengamb Semua perlengkapan yang dibutuhkan jika berada di rumah sakit dan meminta tolong kepada bibinya untuk membantunya membawa tas itu ke dalam mobilnya.


Delia kembali ke dalam kamarnya, untuk melaksanakan shalat Ashar Karena sudah waktunya shalat ashar. Delia menjalankan shalatnya dan sekali-kali menahan sakit perutnya.


4 Jam kemudian, Sakit perut yang dirasakan Delia semakin sakit bahkan Delia sudah tidak bisa menahannya lagi, Akhirnya Delia memutuskan untuk meminta bantuan Bibi dan pamannya untuk mengantarnya ke rumah sakit.


"Bibi Ainun tolong Delia bi". Delia berteriak di depan pintu kamarnya karena merasakan sakit yang luar biasa diperutnya.


Bibi Ainun lari tergopoh-gopoh menuju kamar Delia.


"Kamu kenapa nak?" tanya Bibi Ainun

__ADS_1


"BI tolong Delia Bi, mungkin Delia akan lahiran, Perut Delia sakit banget"


"Mungkin kamu akan melahirkan nak, ayo kita ke rumah sakit"


Delia dan bibinya segera mengambil barang-barang yang diperlukan untuk dibawah ke rumah sakit, Pamannya yang sedang membersihkan Mobil Delia segera membantu mereka.


"Pelan-pelan jalannya nak" Ucap paman Rusman


Delia kemudian masuk ke dalam Mobil, Bibi


Ainun tidak lupa memeriksa keadaan seisi rumah Delia sebelum mengunci pintu dan mengunci pintu itu serta pagar rumah Delia.


Mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Untung jarak dari rumah ke Rumah sakit tidak terlalu jauh jadi mereka cepat sampai ke rumah Sakit.


Delia tak lupa menghubungi Mama Elisabeth dan sahabatnya Jika dirinya sudah di Rumah Sakit akan melahirkan.


TBC...


Alhamdulillah Delia akan lahiran nih Readers, Kira- Arya datang atau Delia terpaksa melahirkan tanpa didampingi oleh suaminya???


Pantengin terus yah Readers kelanjutan kisahnya BDP..

__ADS_1


Ayo dong Kakak berikan Dukungannya kepada BDP Dengan Cara tetap Favoritkan BDP, Boom like yah Readers.


__ADS_2