Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 355. Terkejut


__ADS_3

Happy Reading…


Arya dan Zack awalnya akan segera ke sana menyusul mereka, tetapi segera dicegah oleh Elang.


Mereka akan bertemu di Kediaman Arya Wiguna untuk membahas kekacauan tersebut dan membahas lamaran dan pernikahannya.


Elang ikutan berlari mengejar Zoe. Mereka berkejaran seperti artis-artis Bollywood jika sedang bernyanyi.


Elang menangkap tubuh Zoe yang sedari tadi berlarian. Mereka berpelukan erat, Elang memeluk tubuh Zoe dari belakang.


"Sudah berlarian, kita pulang ke rumah, kasihan sama Ayah dan yang lain entar mereka mengira kekacauan tadi adalah nyata," jelasnya dengan memeluk tubuh Zoe dari belakang sedangkan dagunya bertumpu pada pundak Zoe bagian kanan.


"I love you more."


"I love you deeper than what you feel."


Akhirnya Zoe mengungkapkan secara gamblang tentang perasaannya di hadapan Elang. Dia sudah memutuskan untuk berterus terang saja. Ada kelegaan dari dalam hatinya saat dia jujur tentang isi hatinya.


Mereka bergandengan tangan menuju mobilnya Elang. Matanya yang tajam menatap ke arah di balik tembok. Ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka.


Elang sengaja ngeprank Zoe, bertujuan untuk memancing Seseorang yang sudah dari awal memata-matai keluarga besar Arya Wiguna Albert Kim Said.


"Bersenang-senanglah selama kalian punya waktu dan tunggu lah waktu yang tepat Kami akan datang."


Mereka sudah berada di dalam mobil menuju Kediaman Utama Arya.


Elang mengelus rambut panjang Zoe dengan tangan kirinya sedangkan tangannya yang satu masih memegang setir mobilnya.


"Sayang, Kamu harus berhati-hati dan waspada dengan Listy," ucapnya dengan sesekali menatap ke arah Zoe dengan raut wajah yang serius.


Zoe membalas menatap ke arah Elang, "maksudnya?"


"Belum saatnya Abang beritahu semuanya sebelum Abang dapat bukti yang akurat dan kalau boleh jujur maksud Abang melakukan hal seperti tadi, adalah untuk memancing komplotannya bisa muncul."


Zoe tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Elang. Tetapi untuk tidak mempercayainya hal yang tidak masuk akal juga.


Zoe hanya tidak habis pikir kenapa Listie melakukan itu semua. Dia tidak menyangka kecantikan yang dia miliki hanya lah umpan dan perangkap untuk Keluarga besar calon istrinya.

__ADS_1


"Aku yang akan tanya Ayah sama Zack untuk lebih berhati-hati saja, kalau Zidane biarkan matanya sendiri yang menyaksikan langsung kecurigaan ku itu."


"Seriusan atau hanya sekedar…." Perkataannya terpotong karena hpnya berdering.


Elang melirik sekilas ke arah Zoe yang hanya menatap saja hpnya tanpa ada niatan untuk mengangkatnya.


Elang menoleh sesaat ke arah Zoeya lalu berkata, " Kok telponnya gak diangkat, ada apa?"


Zoe terlonjak kaget mendengar intrupsi dari Elang. Dia mengelus dadanya saking terkejutnya.


Elang langsung cemas saat melihat kondisi dari Zoe yang tiba-tiba berubah pucat pasi dan kebanyakan terdiam.


"Sayang ada apa?" Tanyanya yang mulai khawatir.


Zoe menatap ke arah Elang dan memandang Elang dengan penuh tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Eehh enggak apa-apa kok Abang, hanya pesan chat dari Mama yang bertanya kenapa belum pulang juga," jawabnya yang sedikit berbohong itu untuk menutupi kebenaran yang baru diketahuinya.


Mobil meluncur dengan mulus dan tanpa hambatan di atas aspal malam itu. Zoe kembali kepikiran dengan maksud dari pesan kaleng dari orang yang tidak dikenalnya itu.


Mobil perlahan memasuki area halaman kediaman Utama Keluarga Arya Wiguna. Zoe segera keluar dari mobil setelah mesin mobil sudah berhenti.


Elang merasa ada yang aneh dengan Zoe, tapi dia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi. Dia sudah menanamkan prinsip dalam dirinya, untuk tidak akan pernah memaksakan kehendaknya dalam bentuk apapun terhadap kehidupan Zoe.


Mereka berjalan beriringan hingga ke dalam ruangan tempat Ayahnya berada.


Arya memberikan kode kepada Elang agar mengikutinya masuk ke dalam ruangan khususnya.


Elang yang melihat kode dari calon Ayah mertuanya segera berjalan di belakang Arya. Sedangkan Zoe, dia menaiki undakan tangga lalu masuk ke dalam kamarnya.


Dia segera ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah sedikit lengket dan kotor terkena debu dan keringat.


"Apa hubungannya Elang dengan Pemimpin Black Dragon, apa tujuan dan maksud orang itu mengirimkan pesan tersebut ke nomorku, aku sudah hubungi orang itu tapi, tidak aktif."


Air dari shower membasahi seluruh tubuhnya, Zoe mandi di bawah guyuran air tanpa membuka pakaiannya. Pikirannya terlalu sibuk memikirkan chat orang yang tak dikenalnya tersebut.


Elang, Dimas dan Emre berada di dalam ruangan tersebut dengan wajahnya yang masing-masing berubah tegang dan serius setelah mendengar penjelasan dari Elang.

__ADS_1


"Ini tidak mungkin!! Pasti bukan Adiguna pelakunya," jelas Arya yang shock setelah membaca beberapa berkas bukti keterlibatan Adiguna dalam pencucian uang serta penyelewengan beberapa dana milik perusahaan Ayahnya Wiguna Albert Kim Said.


Emre mengambil alih berkas tersebut dan dia tidak meragukan sedikit pun hasil temuan dari Elang. Bahkan sangat yakin dengan hal tersebut.


"Aku sangat yakin dengan bukti yang ada, dan tidak mungkin Elang dengan sengaja merekayasa bukti tersebut, iya kan Elang?" Tanyanya dengan mengarahkan pandangannya ke arah Elang yang duduk menyandarkan punggungnya ke kursi.


Elang hanya balas menatap ke arah mereka. Sedangkan Dimas pun sama sekali tidak meragukan hal tersebut, karena sudah pernah mendapati keganjalan, tapi hingga tadi dia belum pernah menemui bukti yang akurat dan detail.


"Arya apa yang tertulis di sini sudah sangat jelas, dan kecurigaan saya selama ini sudah terbukti," timpalnya.


"Jadi apa yang harus kita lakukan dengan perbuatannya Adiguna yang sudah merugikan Perusahaan Papa?" Tanya Arya yang teringat dengan paman dan bibinya Delia di kampung jika dia mengetahui hal tersebut.


Mereka pasti akan kecewa dan sedih, jika mereka mengetahui bahwa putra keduanya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal.


Arya tidak ingin memberikan beban pikiran kepada paman dan bibi Ainun. Pasti mereka akan sedih dan kecewa.


"Kalau menurut saya, tidak usah berita ini kedengaran sampai ke telinga mereka, untuk menekan segala resiko yang mungkin muncul untuk kedepannya."


Mereka saling berpandangan satu sama lain. Mereka setuju dengan usulan dari Emre.


"Besok pagi-pagi sekali, kita harus berkunjung ke rumah pribadinya Adiguna sebelum dia berangkat ke Kantor dan meminta pertanggungjawabannya," terang Dimas.


"Kalau menurut aku harus ditindak tegas, aturan tetap aturan jangan lembek, mau orang yang dikenal atau pun keluarga yang berbuat kesalahan tetap harus segera diberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya dan perbuatannya," jelas Arya.


Emre kemudian memegang pundak Arya yang mengerti dengan apa yang terjadi padanya. Terjadi pergolakan perasaan dan pemikiran dari Arya dengan permasalahan dan kemelut di dalam Perusahaan Sinopec Group.


"Harus disiplin dan tegas pada semua yang melanggar aturan tidak pandang bulu, ini menjadi contoh untuk semua orang," terangnya Dimas.


Mereka kembali duduk saling berhadapan dan sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Mereka masih sering geleng-geleng kepala dan tidak menyangka, jika keluarga sendiri yang membuat kekacauan dan keonaran di dalam Perusahaan. Perusahaan yang sudah dirintis dan dibangun oleh Papanya dengan penuh perjuangan dan bukan pengorbanan sedikit.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian BDP.


Tgl, Sabtu, 09 Juli 2022


By Fania Mikaila Azzahrah.


Met hari raya idul Adha, mohon maaf lahir batin.🙏

__ADS_1


__ADS_2