
Sesampainya di rumah sakit, Sakha keluar dari mobilnya dalam keadaan wajah datar sambil membawa beberapa tas untuk di bawa ke kamar Moana.
Dada yang terasa masih menyakitkan, membuat Sakha tetap berusaha untuk mengatur napasnya dengan baik. Walaupun Ernest adalah putra kesayangan Sakha, tetapi apa yang di bicarakan pada Ayahnya sendiri sudah cukup keterlaluan.
Perlahan Sakha membuka pintu kamar, di mana saat Sakha masuk Moana serta Elice segera menatap ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang. Mereka sedikit terkejut melihat penampilan Sakha yang cukup lemas.
"Ayah, kok dateng sendiri? Di mana Ernest? Kenapa dia tidak ikut?"
Elice yang melihat suaminya duduk terdiam sambil memegangi dadanya membuatnya segera menghampirinya. Wajah panik di wajah Elice sangat terlihat jelas, membuat Moana yang tertidur di bangkar menjadi bingung.
"Ada apa sama Ayah? Kenapa dia terlihat pucat seperti itu?" tanya Moana di dalam hatinya, perlahan mulai duduk melihat ke arah Sakha.
Elice yang semakin panik, menjadi tidak tenang saat melihat napas suaminya mulai tidak beraturan segera menanyakan kepada suaminya apa yang sudah terjadi dan apa yang dia rasakan.
Tanpa di suruh, Moana segera memencet tombol kecil yang ada di dekat bangkarnya. Kemudian menekannya beberapa kali, agar sang dokter segera datang untuk menolong Sakha.
"Sa-sayang, ka-kamu kenapa? A-ada apa, katakan sama aku. Jangan buat aku panik kaya gini, please!"
__ADS_1
Becca menghadapkan wajah suaminya ke arah wajahnya, lalu melihat mata Sakha yang berkaca-kaca. Di situ Gala mulai menceritakan semua yang sudah terjadi antara dirinya dan Ernest, betapa terkejutnya mereka setelah mendengar apa yang di katakan Ernest kepada Sakha. Begitu sakit kata-kata yang Ernest ucapkan, sampai-sampai Moana serta Elice yang mendengarnya pun menjadi sesak.
Air mata Moana dan Becca mulai menetes ketika mereka tidak menyangka, bahwa Ernest bisa mengatakan kata-kata sekasar itu kepada Ayahnya sendiri.
Belum sepenuhnya Sakha menceritakan semuanya, dia sudah pingsan lebih dulu berpapasan oleh seorang dokter yang datang dalam keadaan terburu-buru.
"Sayang ... Bangun!" titah Elice menepuk pipi suaminya perlahan.
"Ada apa ini? Kenapa sama Tuan Sakha, Nyonya?" tanya sang dokter dalam keadaan cemas.
"Saya tidak tahu, Dok. Dari tadi suami saya megangin dadanya terus, bahkan napasnya juga terdengar kaya orang asma gitu. Saya mohon, Dok. Bantu suami saya, jangan sampai terjadi sesuatu padanya!" seru Elice, wajahnya sudah terlihat begitu panik.
Elice terlihat bingung, dia tidak tahu harus ikut dengan suaminya atau tetap berada di samping Moana. Sebab, Elice tahu jika Moana juga butuh dirinya supaya selalu ada di sampingnya.
Namun, Moana yang paham oleh kode lirikan mata mertuanya itu, segera menganggukan perlahan yang membuat Elice menangis sambil tersenyum dan berlari menyusul Sakha.
Di depan kamar, Elice berjalan ke sana-kemari menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Tidak lupa, Elice segera menelepon Ernest dan menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit.
__ADS_1
Awalnya Ernest menolak, lantaran dia mengira bila Elice menyuruhnya ke rumah sakit demi menjenguk istri dan anaknya. Akan tetapi, setelah mengetahui kondisi Sakha di situlah Ernest terdiam dalam keadaan syok.
Ernest tidak menyangka, jika perkataannya bisa berakibat fatal seperti ini. Di mana kondisi Ayahnya langsung jatuh drop. Tanpa basa-basi lagi Ernest segera datang ke rumah sakit, demi bisa melihat kondisi Ayahnya yang terbaring lemah.
Saat sambungan telepon terhenti, sang dokter keluar dari ruangan Sakha dan menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan suaminya.
"Dok, bagamana kondisi suami saya? Dia baik-baik saja, 'kan?" tanya Elice, panik.
"Syukurlah, Tuan tidak apa-apa, Nyonya. Beliau hanya terkena serangan jantung mendadak, tetapi ini tidak boleh di remehkan, Nyonya. Sebab, sewaktu-waktu jantung Tuan Sakha akan kembali kumat apa bila mendengar perkataan yang sangat menyesakkan hatinya. Dan sebisa mungkin itu harus di hindari, agar tidak memicu Tuan Sakha untuk menderita penyakit jantung."
Sang dokter menjelaskan semua itu sampai membuat Elice terlihat begitu kaget, lantaran baru kali ini suaminya memiliki penyakit yang sangat menakutkan.
Setahu Elice, Sakha adalah pria yang sangat menjaga kesehatan tubuhnya sendiri. Akan tetapi, kali ini dia malah hampir memiliki penyakit yang cukup mrmbahayakan hidupnya sendiri.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung