Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Mengingat Kejadian Aneh


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Thoms membawa Naya untuk memeriksakan kaki yang terluka. Naya segera di bawa ke ruangan UGD agar bisa ditangani secepat mungkin, dikarenakan luka yang Naya alami cukup terbuka. Sehingga, sang dokter takut, apa bila ada kotoran atau yang lain yang sudah menempel semakin membuat kaki Naya menjadi infeksi.


Thoms dan keempat bodyguard selalu setia berada di dekat ruangan UGD untuk menjaga Naya yang masih ada di dalam ruangan bersama sang dokter dan perawat lainnya. Thoms merasa sedikit tidak tenang, hanya saja dia tidak mengerti perasaan apa itu. Semenjak ketemu Naya pertama kali, seakan-akan Thoms merasa terikkat dan ingin tahu semua tentang Naya.


Sampai akhirnya, Thoms malah di pertemukan kembali dengan cara seperti ini. Di mana di belum mengetahui semuanya, tetapi dia melihat perlakuan bej*ad ayah sambung yang sudah tidak bisa dibenarkan.


Ya, memang Thoms merasa dia sendiri juga bej*ad bahkan sering sekali menjelajahi nikmatnya surga dunia dengan beberapa wanita lain, sampai-sampai dia ketergantungan yang membuat Thoms sedikit sudah untuk melepaskan. Akan tetapi, ketika kembali di pertemukan oleh adik kesayangan, Thoms mulai berubah perlahan meski beberapa kali masih sering jajan demi kepuasan tersendiri.


Beberapa menit kemudian, sang dokter keluar seorang diri dalam keadaan tersenyum kecil menyambut Thoms yang langsung bangkit dan berjalan perlahan mendekatinya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Thoms, wajahnya begitu datar.


"Pasien mengalami dehidrasi ringan, luka yang ada di kakinya juga cukup parah, cuman tidak sampai terkena infeksi. Satu lagi, sepertinya mental pasien sedikit terganggu. Jadi, pasien harus di rawat untuk beberapa hari ke depan, sampai mentalnya benar-benar mulai membaik. Saya tidak tahu ada trauma apa yang pasien alami, setidaknya saya bisa membantu untuk mengusulkan dokter yang ahlinya agar bisa mengunjungi pasien setiap harinya. Bagaimana, Tuan?"


Thoms terdiam mendengarkan penjelasan dari sang dokter. Ternyata, dugaannya benar. Mental Naya terganggu akibat ulah ayah sambung yang memang sudah sangat keterlaluan. Kali ini Thoms tidak akan membiarkan dia hidup, kalau pun dia masuk penjara otomatis ada saatnya dia bebas setelah hukuman selesai. Itu yang membuat Thoms tidak bisa membiarkan orang-orang macam model ayah sambung Naya tidak dibolehkan hidup dalam waktu yang lama.


Dokter sedikit bingung juga terkejut ketika melihat Thoms berdiam diri dalam keadaan wajah datar sedikit melamun, tatapan kosong dengan bola mata mulai memerah seakan-akan memancarkan keamarah yang cukup mendalam. Sang dokter kembali menyadarkan Thoms agar tidak semakin berlarut di dalam emosi.


"Tuan ... Tuan baik-baik saja?" tanya sang dokter berhasil memecahkan lamunan Thoms. Dia langsung berubah datar seperti semula tanpa menunjukkan sisi amarah di dalam hatinya.


"Saya gapapa, jika memang itu yang terbaik lakukan. Pindahkan dia ke kamar yang paling nyaman di sini, berapapun bayarannya akan saya urus segera. Paham?" titah Thoms, diangguki oleh sang dokter.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan. Saya akan segera mengurus kamar pasien, kalau gitu sama kembali ke dalam. Permisi!"


Thoms mengangguk pelan membuat sang dokter tersenyum, lalu pergi kembali masuk ke dalam ruangan untuk mengurus semua perpindahan kamar untuk Naya. Tidak lupa salah satu bodyguard Thoms segera menjalankan tugasnya untuk membayar semua administrasi Naya sampai lunas dan keluar dari rumah sakit.


Thoms meminta ketiga bodyguard untuk mengawal Naya sampai ke kamarnya. Sementara Thoms, dia akan pergi ke kantin untuk membeli kopi supaya bisa mengurangi beban pikiran yang mulai berantakan di dalam isi kepala. Tidak lupa dia juga membelikan cemilan yang nanti bisa dibawa ke kamar Naya.


Namun, Thoms memesan satu kopi hangat berukuran besar untuk dia minum di kantin sambil menunggu pesanan lainnya siap.


"Srrupphh ...." Thoms menyeruput kopi yang masih hangat, sesekali membuka ponselnya untuk mengecek beberapa pesan yang masuk. Setelah itu ponsel kembali di simpan dan di taruh di saku jaketnya, lalu meminum kopi untuk kesekian kalinya.


Dibilang tenang ya, lumayan juga. Setidaknya pikiran Thoms tidak berantakan seperti tadi, tetapi Thoms malah teringat oleh satu kejadian aneh yang ada sebelum kejadian Naya.


"Tunggu, sepertinya ada yang aneh dengan Tuan Sakha. Aku seperti melihat ada sesuatu yang tidak asing di tubuhnya," ucap Thoms, mencoba mengingat semuanya.


Jam yang sudah menunjukkan pukul 12 malam kurang seperti ini, sudah tidak mungkin sekali Naya bisa mendapatkan makanan dari rumah sakit. Sehingga Thoms memutuskan untuk membelikan semua itu supaya berjaga-jaga apa bila perut Naya belum terkena makanan sedikit pun.


...🌟🌟🌟🌟🌟...



Thoms pergi menuju lantai 5 karena Naya sudah dipindahkan di kamar VIP nomor 02 bersama ketiga bodygiard yang terus mengawalnya. Jika dibilang kamar rawat Naya mewah, ya cukup mewah. Hanya saja ini rumah sakit yang tidak terlalu besar, jadi kualitasnya seperti terlihat kaya apartemen kecil yang tidak bisa menampung banyak orang.

__ADS_1


Kemungkinan satu atau dua orang sudah lebih dari cukup, kalau memang berniat ingin menginap. Akan tetapi, berhubung Naya tidak memiliki keluarga jadi ukuran kamar sepertinitu sudah termasuk dalam kategori mewah dan nyaman.


Thoms memberitahu kepada kedua bodyguardnya jika ingin mengisi perut hanya di perbolehkan salah satu dari mereka yang membeli dan membawanya ke sini, sehingga mereka tidak sampai melepas tanggung jawab yang sudah Thoms didik sebaik mungkin.


Perlahan Thoms masuk ke dalam kamar Naya, melihat dia sedang duduk menyender kondisi melamun. Satu bodyguard berdiri di pojok sudut demi menjaga jarak dari Naya agar tidak membuatnya semakin takut.


"Ja-jangan mendekat, jangan! Pe-pergi kamu, pergi!"


Ketakutan yang masih membekas di dalam diri Naya membuat Thoms terkejut, padahal sebelum di bawa dia sudah mengenali siapa Thoms. Hanya saja, rasa trauma itu membuat Naya selalu lupa-lupa ingat untuk mengenali wajah-wajah orang yang ada di sekitarnya. Bagi Naya semua pria yang dia lihat sama kaya ayah sambung yang ingin menodai tubuh sang anak.


Thoms langsung menaruh semua yang dia bawa ke atas meja makan, lalu perlahan mulai menjelaskan dengan tujuan supaya Naya bisa mengingat dirinya.


"Hei, tenanglah. Saya, Thoms. Pengunjung resto tempatmu bekerja, kita bertemu di siang hari belum lama. Apa kau tidak mengenali wajah ini?" tanya Thoms menunjuk wajahnya sendiri.


Tubuh Naya terlihat sedikit bergetar, dia selalu berusaha menjauhkan diri dari Thoms dengan memundurkan posisi tubuh awalnya. Saat mendengar perkataan Thoms, dia kembali menatap wajah pria yang masih sedikit asing untuk Naya.


Sampai seketika Naya kembali teringat kalau Thoms adalah pria yang sudah menyelamatkan dia dari terkaman pria tidak tahu diri. Baru juga Thoms berdiri di sebelah bangkar Naya, tiba-tiba Naya langsung memeluk erat sambil menangis.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2