
1 jam yang lalu, Thoms sedang tersenyum melihat Justin dan Barra sedang bercanda. Apalagi Barra sudah mulai bisa merangkak untuk mengejar sang kakak yang sering meledeknya.
Tidak lupa, Moana dan Nay saling bertukar pikiran bagaimana bisa seorang gadis cantik seperti Kanaya Farizka untuk ikut bergabung di dalam pekerjaan yang Thoms dirikan.
Tanpa Moana sebutkan pekerjaan itu, Nay sudah paham maksud obrolan mereka ke arah mana. Meskipun, Nay baru mengenal adik kandung Thoms tetap saja kode mata yang diberikan membuatnya langsung paham.
Moana benar-benar menjaga privasi sang kakak dengan baik agar semua misi yang sedang berjalan selama ini tidak sia-sia. Moana memang tidak menyukai tindakan Thoms yang cukup ekstream untuk membanta*i musuh-musuhnya sampai ketujuh turunan.
Namun, Moana mencoba untuk memahami betapa menderitanya, serta menyakitkan hati Thoms ketika hatus menyaksikan kekejaman di dalam pembun*uhan beranta*i itu sampai menewaskan keluarga mereka.
Jikalaupun, pada waktu itu Moana yang melihat semuanya kemungkinan besar dia juga akan melakukan hal yang sama. Membalaskan dendam keluarga demi membuat kedua orang tua menjadi tenang.
Sakha mengajak ngobrol Thoms untuk membahas kemajuan usahanya. Siapa tahu mereka bisa menjalani hubungan jauh lebih baik setelah bekerja sama. Akan tetapi, tanpa diduga kedua mata Thoms melirik ke arah tangan kanan Sakha dan melihat sesuatu yang sangat tidak asing untuknya.
Sebuah tanda khas yang tidak akan bisa Thoms lupakan seumur hidup berada ditangan penjahat, ternyata juga ada ditangan Sakha. Awalnya Thoms tidak percaya karena tanda tersebut sangat langka, hanya ada satu orang yang memilikinya. Apalagi tanda itu merupakan sebuah tanda lahir bagi setiap anak, sehingga tidak mungkin dimiliki oleh orang lain dengan tanda yang sama persis.
Perlahan Thoms mulai menenangkan emosi yang mulai mendidih di dalam da*rahnya. Dia ingin meneliti lebih jelas apakah tanda itu benar-benar sama atau tidak. Hanya saja, di saat Thoms memiliki kesempatan tanda itu terlihat sangat jelas hingga berhasil membuat bayang-bayang akan masa lalu telah kembali berputar di dalam memori kepala Thoms.
Tanpa harus berkata apa pun, Thoms langaung bangkit hingga menerkam Sakha sampai membuat semuanya refleks terkejut atas ulah pria yang mendapatkan julukan Mafia terkejam. Mereka tida tahu menahu apa alasan dibalik Thoms yang tiba-tiba saja melalukan semua itu, hingga membuag Moana berteriak untuk memanggil pembantu dengan rasa cemasnya.
__ADS_1
Pembantu tersebut datang dalam keadaan syok melihat apa yang terjadi pada sang majikan. Ingin rasanya dia menanyakan semua itu, tetapi waktunya tidak tepat. Dia harus segera menggendong Barra sambil menarik Justin sekuat tenaga. Moana hanya tidak ingin kedua anaknya menyaksikan kejadian yang suatu saat akan membuat memori jelek hingga membuat Justin dan Barra trauma akan kekerasan.
Semua yang bingung langsung mencoba untuk menyelamatkan Sakha yang hampir tidak bisa bernapas akibat ulah Thoms. Ditmbah lagi, kejadian ini membuat semua penjaga rumah langsung berhambur ke dalam rumah dan berteriak.
Beberapa bodyguars langsung bertindak keras kepada mereka agar mengunci mulut rapat-rapat, sebelum suara mereka terdengar sampai ke keluar hingga akan ada banyak warga komplek yang akan ikut campur urusan King mereka.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Setelah mendengar penjelasan yang Thoms berikan mengenaik bukti yang tertera sesuai fakta nyata. Mereka hanya bisa terdiam dengan tubuh mulai melemas. Terutama Elice, sorotan matanya langsung menangkap sang suami yang menatap sendu ke arahnya.
"A-apa be-benar yang dia katakan, Sakha?" ucap Elice dengan suara kecil, tetapi terdengat begitu menggoreskan luka di hatinya.
"Katakan, Ayah. Katakan! Apakah tang dibilang kakak iparku itu benar, jika Ayah yang ada dibalik kema*tian keluarga Moana. Iya!" bentak Ernest, bola matanya telah berubah sangat merah akibat rasa kecewa yang sangat besar terhadap sosok Ayah yang selama ini dia kagumi.
Sakha terlihat sangat gugup, matanya terus menatap ke arah mereka satu persatu melihat semua kebencian yang selama ini dia takuti seumur hidup benar-benar telah terjadi.
"Katakan, Sakha!" bentak Elice untuk pertama kali dengan suara lantang dan air mata. Sakha sedikit terkejut, lalu menggerakkan bibir secara perlahan.
Sebisa mungkin Sakha berusaha tenang agar tidak terbaca oleh semuanya kalau dia sedang berbohong. Sakha mencoba mengelak dengan harapan semuanya akan percaya kembali, meskipun semua yang dikatakan Thoms adalah kebenaran yang mutlak.
__ADS_1
"Ti-tidak, Sayang, tidak! Ma-mana mungkin aku me-membun*nuh keluarga menantu kita sendiri, sedangkan aku tidak mengenalnya, bahkan tahu wajahnya saja aku tidak tahu. Terus juga bukannya Moana bilang sama kita orang tuanya meninggal akibat kecelakaan, itu artinya bukan aku pembunuhnya!"
"Mereka hanya salah paham, Sayang. Percayalah pada suamimu ini, kalian harus percaya kalau aku bukan pembu*nuh. Kamu juga tahu, bukan. Aku ini bekerja sebagai pelaut, jadi aku tidak bisa pulang setiap saat tugasku hanya untuk mencari nafkah dengan mempertaruhkan nyawaku sendiri, bukan orang lain. Jadi----"
"Istriku terpaksa membohongi kalian karena dia merasa harus menutupi semua masa lalu itu demi menemukan musuhnya yang ternyata adalah ayahku sendiri. Sungguh, aku tidak percaya semua ini, Ayah! Aku kira sifatku yang kaya gini akibat diriku yang tidak bisa mengontrol emosi, tetapi aku salah. Sifat kejamku kepada istri serta anakku waktu itu adalah bagian dari sifatmu yang tidak punya belas kasihan sama sekali!"
Degh!
Sakha langsung terdiam akibat anaknya sendiri membantah semua itu untuk membela istrinya. Tatapan istri, serta anaknya benar-benar sangat menusuk Sakha. Baru ini mereka merasa kecewa hingga membuat Sakha ketakutkan jika mereka akan meninggalkan atau membenci Sakha.
Padahal, Sakha terus berusaha bekerja untuk mrncukupi kehidupan keluarga kecilnya sampai dia bisa berjaya seperti ini dengan semua kekayaan yang dimiliki.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1