Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Tangan Tidak Suci


__ADS_3

Moana kembali memejamkan kedua matanya, lalu bergerak menggeser tubuhnya hingga membuat Ernes langsung menarik tangannya dengan cepat dan berpura-pura tertidur dalam keadaan terlentang.


Namun, tiba-tiba Ernest langsung terkejut hingga matanya melotot ke atas dalam keadaan syok. Tubuhnya berhasil di peluk oleh Moana, lalu di jadikannya guling.


Salah satu kaki Moana selipkan di tengah-tengah kaki Ernest, membuat tubuhnya seketika menjadi sangat tegang. Tidak lupa, tangan kanan Moana tidak sengaja berada tepat di atas si Gatot. Di situlah mulai muncul aliran listrik yang cukup menyengat seluruh tubuh Ernest.


"Ga-gatot, a-apakah ka-kamu baik-baik saja di-di sana?" gumam batin Ernest, ketika matanya mulai melirik ke arah si Gatot.


"Errghhh ...."


Suara rengkuhan Moana kembali refleks membuat Ernest menutup matanya. Apa lagi ketika tangannya bergerak sedikit mere*mas si Gatot, semakin membuat tubuh Ernest menjadi panas dingin.


Napasnya perlahan mulai tersenggal-senggal, layaknya orang yang habis lari maraton. Bagimana tidak, arena yang sangat terlarang telah di sentuh oleh istrinya sendiri.


Tanpa di sadari oleh Ernest, Moana sendiri pun hampir jantungan saat merasakan kegagahan si Gatot yang kekar dan juga mulai mengeras.


"Astaga, apa yang kau lakukan Moana! Kenapa tanganmu malah memegangnya? Arrghh ... Dasar tangan lucknut!"


"Seharusnya aku itu hanya memeluknya, bukan malah berkeliaran di area itu. Astaga, Bunda, Ayah. Huaaa ... Tangan Moana sudah tidak suci lagi karena sudah tersen- ehh, tu-tunggu dulu!"


"Ke-kenapa rasanya seperti balon? Perasaan pas tidak sengaja ke pegang itu rasanya kaya lembek-lembek gimana gitu, terus ketika aku sentuh kenapa dia membesar dan juga mengeras?"


"A-apa inikah yang di namakan benda pusaka? Dimana saat dia tertidur terlihat lucu, tetapi ketika dalam mode bangun langsung mengamuk? Hyaakk ... Apaan sih Moana, kenapa otakmu menjadi liar seperti ini. Astaga, ini semua pasti gara-gara rencana Bunda dan juga Ayah!"

__ADS_1


"Ehh, tapi gapapa sih. Dengan begini aku bisa merasakan apa yang Ernest rasakan saat diam-diam menyentuh gunungku. Anggap saja kita impas ya, Sayang. Hihi ...."


Moana terkekeh di dalam hatinya, ketika dia merasa geli saat tangannya telah menangkap sesuatu di area yang rawan tersebut.


Sementara Ernest, dia masih merasakan suhu tubuhnya yang naik-turun merasakan si Gatot yang ingin keluar dari sarangnya.


Kejadian ini berhasil membuat Moana tertawa senang telah berhasil mengerjai suaminya, sampai dia bisa mendengar detak jantung Ernest yang bekerja sangat cepat.


Berbeda sama Ernest, dia harus berusaha untuk melepaskan diri dari Moana bagaimana pun caranya. Setidaknya dia tidak sampai menerkam Moana dalam keadaan Moana yang masih proses pemulihan.


Di rasa sudah cukup puas menjahili suaminya, Moana kembali berpura-pura mengubah posisi tidurnya dalam keadaan membelakangi Ernest. Pada saat itu juga Ernest langsung berlari meninggalkan Moana yang terkekeh ke dalam kamar mandi.


Suara pintu tertutup begitu nyaring di telinga Moana, sehingga dia langsung bangun dan duduk sambil tertawa kecil. Kali ini tertawanya sudah bisa lepas, tanpa harus di tahan seperti tadi.


Di balik kebahagiaan istri, terdapat suami yang tersiksa di dalam kamar mandi. Ernest berjalan kesana-kemari dalam keadaan gusar, menjambak rambutnya sendiri.


Ernest mengoceh sendiri dalam keadaan kesal, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi si Gatot ketika dalam mode on. Cara satu-satunya dia harus mengeluarkan apa yang ada di dalam tubuhnya, agar bisa tertidur dalam keadaan tenang.


Perlahan Ernest mulai membuka celananya lalu menggantungkannya di atas, kemudian dia duduk


Di kloset dan mulai membayangkan mainan barunya ketika masuk ke dalam mulutnya.


Tangan Ernest memijit pelan si Gatot agar dia kembali bereaksi lebih dari apa yang dia rasakan. Kemudian menambahkan temponya sambil menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


Di satu sisi Moana yang baru selesai tertawa, malah menahan sesuatu yang akan dia keluarkan. Kantong kemihnya terasa sangat penuh, sehingga tidak kuat lagi untuk Moana menahannya. Dia langsung berlari ke arah kamar mandi.


"Ernest, cepat sedikitlah. Aku ingin buang air kecil!" ucap Moana sambil mengetuk pintu. Akan tetapi, kamar mandi yang sedikit kedap suara tidak berhasil menangkap suara Moana dari luar.


Di tambah suara enak Ernest yang sedang bermain dengan si Gatot berhasil menutup kedua telinganya sambil memejamkan kedua matanya.


Namun, siapa sangka. Moana yang tidak tahan langsung masuk ke dalam kamar mandi, saat dia tahu pintu kamarnya tidak terkunci.


Terdengar suara pintu tertutup membuat Ernest membuka matanya dan melotot saat melihat Moana menuntaskan apa yang dia rasakan tepat membelakanginya.


Ssssrrrrr ....


Suara sesuatu berhasil lolos menghentikan aksi Ernes, Moana yang tidak melihat Erenst hanya bisa merasa lega akibat sesuatu yang di tahan telah berhasil dia tuntaskan.


"Akkhh ... Leganya, huhh!" ucap Moana sambil membersihkan area terlarangnya dan kembali menggunakan celananya.


"Hyaakkk ... Dasar istri tidak tahu malu! Ngapain kamu masuk ke dalam sini di saat ada suamimu, hahh!"


Ernest berteriak begitupun Moana yang membalikan badannya sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Sementara Ernest, dia berusaha menutu si Gatot yang masih dalam keadaan bangun dan belum selesai di tuntaskan.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2