Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
7 Suami


__ADS_3

Namun, hasilnya. Ernest malah sekedar melirik Moana dan pergi begitu saja tanpa mengatakan satu katapun. Melihat aksi menyebalkan itu, Moana kembali duduk melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


Felix segera mendekat sambil menaruh air dingin yang dia bawa untuk Moana. "Ini minum buat-- astaga, Moana!"


"Kalau makan bisa 'kan pelan-pelan, itu pedas banget loh. Bisa-bisa kamu tersedak!"


"Tenang, aku sudah hati-hati kok. Lagian anakku saja yang tidak bisa sabar, belum juga habis di mulut sudah ingin makan terus hihi ... Ohya, terimakasih atas minumannya, Tuan."


Moana berbicara dalam keadaan mulut terisi penuh oleh mangga muda sambil menyengir.


Lagi-lagi Felix hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil sedikit meringis, akibat rasa ngilu di giginya ketika melihat cara makan Bumil yang sedikit mengerikan.


Felix berusaha keras untuk menahan semua itu, lalu duduk di atas meja sambil menanyakan sesuatu yang cukup membuatnya penasaran.


"Bagaimana tadi respon suamimu melihat kau makan mangga muda sebanyak ini?"


"Respon Tuan Ernest?"


"Yaiyalah, memang kau punya suami berapa?"


"Banyak, ada berapa ya. Hem, bentar aku hitung."


Mendengar jawaban dari Moana benar-benar hampir membuat jantung Felix lompat dari tempatnya. Setahu dia, Moana tidak memiliki suami selain Ernest. Bahkan untuk menikah pun awalnya Moana masih belum siap, tetapi Tuhan berkata lain.

__ADS_1


Dengan kejadian itu membuat Moana harus terpaksa menjalani kehidupan rumah tangga yang sangat menyebalkan.


"Oppa Jin, Kakak tertua yang aku cintai. Lalu, ada Oppa Suga suami pertamaku, dingin sih. Hanya saja dia masih perhatian dan juga bikin salah tingkah terus kalau lagi senyum."


"Terus juga ada Oppa RM awalnya selingkuhan, tetapi sudah jadi Kakak ibaratkan TTM gitu. Kemudian ada Oppa J-hoppe, sebenarnya hanya temen. Akan tetapi, di pikir-pikir colek sedikit bolehlah hihih ...."


"Ada lagi si kecil mungil suami keduaku, yaitu Oppa Jimin. Statusnya sih, masih aku rahasiakan dari Oppa Suga. Takut kalau ketahuan, mereka bisa berantem bahaya 'kan? Bisa-bisa Oppa Jimin di jadikan perkedel sama Oppa Suga. Jadi, aku harus amanin dulu satu-satu. Sampai Oppa Suga bisa menerima Oppa Jimin jadi teman tidur kita, apa lagi Oppa Jimin itu manis banget kaya permen kapas."


"Ehh, tunggu. Ada lagi. Oppa Tae, dia itu kekasihku sekaligus simpenanku. Niatnya aku ingin menjadikan suami ketiga, tapi nanti aja deh. Aku harus membasmi para wanita-wanita genit yang selalu nempel kaya ulet bulu dulu baru aku bisa menikahinya."


"Nah, ini yang paling super duper bikin aku klepek-klepek 7 turunan, 7 tanjakan, 7 belokan dan 7 keliling. Yaitu, Oppa Jungkook. Dia itu tidak bisa membuatku berpaling sedikitpun, meski aku sedang bersama suami-suamiku yang lain."


"Makannya ketika ada kesempatan. Aku akan segera menikahinya lebih dulu dari Oppa Tae. Ehh, sayangnya. Belum sempat aku nikahi, malah Tuan Ernest yang duluan menikahiku. Ishh, kesel!"


Felix yang dari tadi melong tidak jelas mendengarkan celoteh Moana, hampir saja meneteskan air liurnya kalau Moana tidak memberitahukannya.


"Wa-waw? Ka-kau serius dekat dengan 7 pria itu?" tanya Felix, diangguki oleh Moana dengan cepat.


"Ba-bagaiman jika Tuan Ernest tahu, kalau kau punya suami sebanyak itu? Bahkan semuanya kau embat tanpa tersisa sedikitpun."


Felix terus bertanya untuk memastikan semuanya, meski hatinya masih sangat ragu. Dari sini saja, bisa terlihat jelas, kalau Felix tidak mengetahui siapa 7 pria yang telah Moana jelaskan tadi.


"Ya, biarkan saja. Memang dia kira di dunia ini pria hanya dia doang? Toh, kalau dia ingin menceraikan aku pun tidak masalah. 7 Oppaku akan menampungku dengan senang hati."

__ADS_1


Moana menjawab semua pertanyaan Felix tanpa melihat reaksi yang Felix berikan. Dia malah asyik menikmati rujak yang tidak akan dia sia-siakan.


Sampai akhirnya seseorang mendengar percakapan mereka yang terakhir. Suara baritonnya telah mengejukan mereka berdua. Dimana Moana langsung tersendak, lalu Felix langsung berdiri membalikkan tubuhnya menatap orang tersebut.


"Tu-tuan Ernest?" ucap Felix, kedua matanya langsung membola besar.


"7 Oppa? Apa maksud dari pembicaraan kalian barusan? Kau mengkhianatiku, Moana?" ucap Ernest.


Matanya menatap tajam ke arah Felix dan melirik Moana yang sedang minum untuk menetralkan tenggorokan yang terasa sangat panas akibat bumbu rujak.


"Cepat jelaskan padaku, Felix!" sambung Ernest yang terus menekan kalimatnya.


Sudah terlanjur terdengar oleh telinga Ernest, jadi suka tidak suka. Felix langsung mengatakan semua itu seperti perkataan Moana. Benar-benar sama percis seperti nada bicara Moana pada Felix.


Seketika Ernest menatap Felix dengan tatapan yang sangat frustasi. Dari ucapan yang di lontarkan Felix berhasil dia pahami, jika istrinya memang memiliki tingkat kehaluan yang sangat tinggi.


Moana yang baru saja merasakan lega, karena rasa panas di tenggorokan sedikit berkurang. Lagi-lagi kembali di kagetkan oleh perkataan suaminya.


Namun, kali ini Moana tidak tersendak. Dia malah langsung berdiri menatap suaminya, dan membiarkan Felix berada diantara perdebatan suami-istri yang sangat membingungkan. Satu sisi atasannya, lalu di sisinya lagi ada sahabat sekaligus Adik baginya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2