Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Adik Cinderella & Putri Elsa


__ADS_3

Jantung Nay berdetak kencang, bukan karena dia jatuh cinta. Melainkan, tingkah Thoms yang memperlakukan dia seperti seorang ratu membuatnya hampir terkena serangan jantung. Baru kali ini Nay diperlakukan bagaikan wanita yang memang penting baginya, tidak seperti pria lain yang hanya bisa menghina serta membuat hatinya terluka.


Dalam waktu beberapa menit, Nay kembali tersadar kemudian berdiri untuk mengembalikan semua pakaian ke dalam lemari dengan hati-hati. Dikarenakan Nay tidak ingin merusak semua yang sudah Thoms beli.


Setelah itu, Nay pergi membawa satu pakaian beserta ********** ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas di pagi hari. Kurang lebih 35 menit, akhirnya Nay selesai mandi dalam keadaan tubuh wangi aroma buah yang berasal dari sabun.


"Akhhh ... Segarnya, baru kali ini aku mandi bisa penuh ketenangan. Biasanya aku selalu terburu-buru karena takut telat kerja atau harus mengurus yang lain. Cuman, sekarang? Seakan aku sudah menjadi seorang putri kerajaan hihi ...."


"Ehhh, tunggu deh, baju ini kenapa cocok sekali di tubuhku? Aann ... Aku suka banget sama pilihan-pilihan Tuan Thoms, sumpah, dia memang the best!"


"Tapi ... Tapi, dari mana dia tahu kalau bentuk tubuhku cocok menggunakan baju seperti ini? Apa jangan-jangan dia .... Huaaa, dasar omes!"


Nay memeluk tubuhnya sendiri tepat di depan cermin rias sambil memikirkan hal-hal negatif yang tidak seharusnya dipikirkan. Selepas itu Nay kembali bersikap biasa saja ketika bodyguard yang menjaga pintu kamar membukanya. Nay hanya tersenyum malu karena merasa begitu lebay untuk menyaksikan lekukan tubuhnya yang terlihat cukup indah.


Sekian lama Nay berdandan layaknya wanita sungguhan sampai beberapa kali selalu menghapus make up akibat ketebelan, kemudian mengulangnya kembali. Setelah itu, Nay berhasil menemukan satu titik di mana wajahnya hanya perlu mempoles sedikit saja dengan menataan rambut yang simpel.


__ADS_1


Kulit putih bersih sangat terlihat fress ketika Nay menggunakan dres motif bunga seperti ini. Pancaran aura kecantikan lebih terlihat dominan, daripada keseharian Nay yang selalu menggunakan pakaian satu warna. Itu juga termasuk warna gelap yang membuat Nay lebih terlihat kusam, dan menutupi sebagian kecantikan alami yang berasal dari hatinya.


Dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya adalah pemberian dari Thoms. Entah, bagaimana caranya Thoms bisa memilihkan semua itu agar terlihat sangat serasi bila dipadukan satu sama lain. Tidak sia-sia, Nay belajar tutorial dari youtobe beberapa menit lalu ketika tidak percaya diri akan dandanan pertama yang super tebal.


Beberapa kali Nay berpose penuh keceriaan untuk mengambil foto dari kamera ponselnya. Ya, walaupun, kamera tidak sebening yang diharapkan Nay tetap bersyukur karena ponsel ini adalah ponsel pertama yang dibeli dengan hasil kerja kerasnya.


"Waahh ... Sumpah! I-ini beneran aku, 'kan? Kanaya Farizka, seorang pelayan di rumah makan dengan gaji pas-pasan? Aaa ... Rasanya aku pengen nangis melihat kecantikan yang selama ini tersimpan jelas di dalam tubuhku."


"Aku kira, aku tidak bisa seperti wanita lain. Cuman, nyatanya? Sungguh di luar dugaan, aku bahkan bisa melebihi orang-orang yang sudah menghinaku. Memang benar ya, pemilihan baju, make up dan lain sebagainya bisa mempengaruhi kecantikan kita."


"Seandainya aku bisa memilih baju seperti Tuan Thoms yang memilihkan aku kaya gini, mungkin aku tidak akan dihina orang banyak orang. Sama halnya kalau aku salah penampilan pasti wajahku ini akan terlihat tua, kusam, dekil, juga jelek. Tapi, lihatlah, sekarang! Jika aku bisa memilihnya dengan baik, pasti kecantikanku benar-benar bisa memungkau semua orang."


"Jika memang aku adiknya Putri Elsa, berarti akubpunya julukan dong? Putri Elsa dijuluki putri salju, sedangkan aku? Putri tepung? Huhahah ... Ehh, tunggu! Aku juga bisa loh, jadi adik dari Cinderella, tapi Cinderella sepatu bakiak hahah ...."


Nay tertawa puas atas dirinya sendiri. Mungkin jika orang lain yang menghinanya, dia akan tersingung. Akan tetapi, bila diri sendiri pasti Nay akan ngakak atas ilusinasi yang begitu tinggi.


Sudah saatnya Nay harus keluar dari kamar untuk membuatkan sarapan sebelum Thoms terbangun. Perlahan Nay menarik napasnya berulang kali demi menetralkan perasaan yang masih ingin tertawa. Kemudian Nay merapikan kembali kamarnya agar enak lihat, lalu berjalan mendekati pintu.

__ADS_1


Meskipun Nay bukanlah wanita feminim, tetapi dia masih tahu sedikit cara berjalan menggunakan sepatu heels dengan keanggunan yang tidak begitu sempurna. Tangan Nay langsung memegang pintu dan membukanya secara sedikit demi sedikit sambil tersenyum kecil.


Ceklek!


Suara pintu terdengar jelas, membuat bodyguard yang menjaga langsung beralih menatap keindahan seorang bidadari yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Dibalik kacamata hitam terdapat mata kecil yang terasa sakit akibat terkena sinar kecantikan Nay. Dia sama sekali tidak mengenal wanita yang ada dihadapannya ini, lantaran perubahan Nay sangatlah drastis mencapai kurang lebih 180 derajat.


"Si-siapa, Kau? Kenapa kau bisa masuk ke kamar ini, hahh? Di mana Nona Nay? Jangan bilang, kau ... Kau penyusup, hahh?"


Pria itu langsung mengamankan Nay dengan cara kedua tangan Nay dikunci ke belakang tubuh sampai Nay hanya bisa memekik kesakitan atas ulah mereka yang sudah salah paham.


Aksi bodyguard itu langsung membuat kegaduhan di dalam Apartemen Thoms sampai keempat bodyguard lainnya segera berlari ke lantai atas untuk mengecek apa yang telah terjadi.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2