
Maafkan aku, Sayang. Aku tidak bisa menceritakan apa yang terjadi semalam. Aku tidak ingin Justin tertekan karena terus ditanyakan apa yang terjadi pada kami. Aku juga tidak ingin kalian tahu karena pasti akan menyalahkan Justin yang sudah bersikap sekasar itu padaku. Padahal, semua itu wajah saja. Rasa sakit yang Justin rasakan tidak sesakit apa yang sudah Justin berikan padaku. Aku begini akibat rasa bersalah dan menyesal, seandainya aku bisa sedikit saja menurunkan egoku kemungkinan masalah dendam itu akan selesai tanpa harus meninggalkan luka di dalam hati kedua ponakanku. Cuma, mau bagaimana lagi. Apa pun yang terjadi, aku harus tetap kuat dan berjuang untuk bisa mengambil hati Justin dan Barra seperti semua. Tidak peduli berapa beratnya resiko yang aku hadapi, aku tahu kedua ponakanku itu adalah anak-anak yang baik. Mereka akan lulu bisa berhadapan dengan cinta dan kasih sayang.
Beginilah isi hati Thoms ketika bola matanya terus menatap sang kekasih yang tidak sedikit pun mengalihkan pandangan satu sama lain.
Mereka terdiam satu sama lain dalam waktu kurang lebih 1 menit. Setelah itu, Naya kembali menanyakan kepada Thoms dengan wajah penuh keseriusan.
"Aku ini siapamu, Kak?"
"Kenapa kamu nanya begitu?" tanya balik Thoms, bingung.
"Jawab aja, aku siapa Kakak?"
"Calon istriku, ibu dari anak-anakku, pasangan hidupku, pokoknya seluruh hidupku."
Thoms menjawab dengan tegas dan lantang tanpa terbata-bata, yang berarti itu adalah jawaban jujur dari lubuk hatinya.
"Kalau memang begitu, terus kenapa Kakak masih menyembunyikan apa pun dariku? Sedangkan diriku, Kakak selalu paksa aku untuk jujur. Apa itu bisa dikatakan kalau aku ini bagian dari hidup Kakak? Tidak, bukan! Atau, jangan-jangan Kakak mencintaiku karena merasa kasihan melihat hidupku yang sangat menderita. Padahal dibalik itu semua Kakak tidak mencintai---"
"Hentikan ucapanmu itu, Sayang! Aku tidak pernah main-maon dengan cinta, dari berapa banyaknya wanita yang tidur denganku. Tidak sedikit pun terlintas di dalam pikiranku untuk mencintai mereka. Hanya denganmu aku bisa merasakan cinta dan kasih sayang, sampai aku sendiri tidak berani untuk terlalu dekat denganmu yang nantinya aku akan merusakmu. Jika kamu berpikir seperti itu, kamu salah besar, Sayang, salah!"
__ADS_1
Naya terdiam mendengarkan jawaban-jawaban yang diberikan sang kekasih memang sedikit sakit, tetapi penuh makna cinta tersirat dari sorot mata yang tidak dapat dibohongi. Gadis itu sudah tahu semua masa lalu Thoms, tetapi jika sang kekasih tetap menyembunyikan atau merahasiakan apa pun padanya. Lantas, bagaimana mereka dapat bersatu?
Sementara janji sebagai pasangan itu harus jujur, bertanggung jawab, penuh cinta kasih, kesetiaan, kepercayaan, saling mengerti, dan pengertian. Namun, apabila seorang pasangan masih memiliki tekad untuk berbohong untuk sekedar menyembunyikan sesuatu meskipun, niatnya baik. Tetap saja, apa gunakan sebuah hubungan dibentik jika suatu saat nanti tidak dapat berjalan lurus secara bersama-sama. Yang ada timbul rasa curiga dan lain sebagainya hingga hubungan tidak akan awet seperti yang sudah direncanakan.
"Kakak tahu tidak, di dalam hubungan itu kejujuran satu sama lain harus tetap berlaku. Jika salah satu masih belum bisa membuka diri, buat apa kita bentuk hubungan? Apa gak sebaiknya kita udahi aja semua ini. Daripada kakak tersiksa dengan adanya hubungan yang membuat Kakak seperti di tuntut, dan aku tersiksa karena tidak dipercayai untuk menjadi pasangan hidup Kakak."
Setelah mendengar itu, tubuh Thoms yang awalnya lemas seketika langsung kuat kembali dan memeluk Naya karena merasa takut akan ditinggalkan olehnya. Gadis itu hanya terdiam meneteskan air mata menyadari kata-katanya mungkin sangat menyakitkan, tetapi jika tidak seperti ini Thoms selamanya akan bersikap seenaknya tanpa mengerti tentang perasaan Naya.
Benar saja, Thoms akan menceritakan semua itu dengan satu syarat jika Naya harus janji padanya untuk tidak mengatakan semua ini pada siapa pun termasuk Moana. Naya berjanji, lalu Thoms melepaskan pelukannya sambil memegang kedua tangan sang kekasih dengan kedua mata yang saling menatap.
Baru saja Thoms ingin menceritakan kejadian semalam, tiba-tiba saja Elice masuk dengan membawakan soup yang sudah dibuatkan. Terlihat sekali Elice begitu memperhatikan mereka bagaikan anaknya sendiri. Jelas-jelas diusia yabg sudah ingin menginjak 40 sampai 50 tahun Elice harus banyak beristirahat, tetap ini tidak. Dia dengan suka rela memasakan menu tersebut hanya untuk Thoms yang padahal, hampir menewaskan semua keluarganya.
Thoms dan Naya hanya tersenyum, mengucapkan banyak-banyak terima kasih lantaran Elice sudah susah payah membuat semua makanan ini. Tidak masalah untunya, asalkan Thoms kembali pulih sudah cukup untuk Elice. Tidak lupa dia memperingatkan Naya dan Thoms untuk banyak beristirahat setelah minum obat.
Selepas perginya Elice dari kamar, Naya menyuapini Thoms terlebih dahulu untuk makan dan minum obat sambil sesekali menceritakan sedikit demi sedikit apa yang telah terjadi padanya semalam.
Naya menyimak cerita yang di sampaikan tanpa tangannya diam untuk memasukan makanan ke dalam mulu Thoms yang sudah kosong. Mendengar kisah itu, membuat Naya sudah memiliki perasaan kua apabila semua ini pasti berkaitan dengan Justin. Secara wajah Justin terlihat gugup, takut, gelisah, khawatir, semua campur aduk menjadi satu. Senyuman Naya membuat Thoms merasa bingung, tetapi dia tetap melanjutkan ceritanya sampai selesai.
"Ya, gitulah kurang lebih ceritanya. Justin masih marah besar padaku, aku gak tahu harus bagaimana caranya membuat dia luluh dan mau memaafkanku. Ya, memang aku salah, aku kejam, tapi aku pengen berubah dan memperbaiki semuanya. Aku mau jadi paman yang baik, yang sayang sama ponakan, dan membuat Justin kembali dekat padaku layaknya seorang Ayah. Sama seperti Ernest dan Felix."
__ADS_1
Degh!
Naya menghentikan aksi memotong isi soup, lalu matanya langsung menatap ke arah Thoms. Seketika pria itu lupa untuk menceritakan sejarah Justin yang dulu sangat menyakitkan.
"Seperti seorang ayah seperti Ernest dan Felix, juga dirimu? Maksudnya? Apa Justin dan Barra punya ayah 2? Kalau Kakak aku paham, tapi Felix itu siapa?"
Wajah gadisbitu terlihat bingung dan penasaran sama apa yang dikatakan sang kekasih, sehingga Thoms harus menceritakan dan mengingat kembali di mana dia menemukan Moana untuk pertama kali.
Semua kisah masih berkaitan dengan dendam Thoms pada keluarga Ernest. Naya sendiri tidak menyangka apabila anak seusia Justin harus menghadapi kehiduoan yang jauh lebih pahit darinya. Sudah tidak diakui oleh ayah kandungnya, dicampakkan oleh ayah sambungnya.
Betapa sedihnya Naya ketika harus mendengar kehidupan Moana pada masa itu yang pasti sangat menderita. Untungnya Tuhan masih baik, sehingga mereka kembali bahagia dengan kehidupan yang sudah lebih berwarna dari sebelumnya.
Naya dan Thoms hanya mendoakan mereka supaya selalu bahagia, sehat-sehat, dan tidak akan ada ujian besar yang dialaminya kembali. Begitu juga sama hubungan mereka berdua semoga awet dan berjalan lancar sampai hari kebahagiaan tiba.
Selesai makan, Thoms meminum obatnya. Kemudian, tiduran di ranjang bersama Naya yang juga harus beristirahat sebab lukanya masih sangat basah. Namun, tenang saja. Di sini Thoms tidak akan aneh-aneh. Dia tetap menjadi Naya untuk menjadi wanita baik, sampai waktunya tiba nanti.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...