Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Tendangan Maut


__ADS_3

Moana yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi, langsung mengisi bath tube untuknya berendam menggunakan air hangat.


Kemudian dia langsung membuka pakaiannya satu persatu, hingga tidak tersisa selehai kain pun yang menutupi tubuhnya.


Kulit putih, bersih, mulus dan juga rambutnya panjang, halus serta indah benar-benar mirip gestur tubuh model ternama.


Apa lagi kaki yang jenjang dengan berat badan ideal membuat Moana semakin terlihat cantik, apa bila suaminya bisa memberikan sedikit waktu untuk istrinya memanjakan tubuhnya.


Akan tetapi, kehamilan Moana yang pertama ini. Sedikit menaikan berat badan Moana kurang lebih sekitar 6-8 kilo. Sehingga Moana terlihat menjadi gemukan. Hanya saja tubuhnya masih tetap terlihat cantik dan tambah menggemaskan.


"Sepertinya sudah cukup, mari kita berendam. Semoga kamu juga bisa lebih rilexs ya, Sayang."


Moana perlahan mulai merebahkan dirinya di dalam bath tube, dalam keadaan terlentang hingga air pun mulai menutupi kaki sampai batas dada.


"Akhhh ... Gimana, Sayang? Enak 'kan? Mommy tahu kok, pasti kamu juga lelah ya. Setiap hari harus menemeni Mommy kesana-kemari, tetapi Mommy senang. Sekarang Mommy tidak sendiri lagi, ada kamu di dalam perut Mommy hihi ...."


"Doakan Mommy ya, semoga Mommy bisa menghadapi semua ujian yang Tuhan berikan ini. Mommy janji, apa pun keadaannya nanti, Mommy akan terus bersamamu."


"Ya walaupun, seandainya nanti kita harus menjalani hidup berdua tanpa Daddymu. Mommy tidak masalah, selagi kamu tetap bersama Mommy."


"Janji ya, kamu harus sehat-sehat terus di dalam perut Mommy. Kalau ada apa-apa kasih tahu Mommy ya, biar Mommy mengerti sama kode-kode yang kamu berikan."


"Uhh, Mommy jadi tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Tunggu Mommy, Sayang. Sebentar lagi kita akan bertemu. Semangat berjuang, kesayangan Mommy."

__ADS_1


Dalam keadaan apapun Moana selalu saja mengajak interaksi anaknya, entah dia bisa mengerti atau tidak yang di ucapkan Mommynya. Setidaknya anaknya bisa merasakan kasih sayang yang Moana berikan setiap saat.


Namun, ketika Moana sedang asyik mengelus perutnya, tiba-tiba dia di kejutkan oleh tendangan yang cukup keras dari anaknya. Ini merupakan tendangan yang pertama kalinya bagi Moana bisa merasakan keaktifan anaknya.


"A-apa ta-tadi Mommy tidak salah, ka-kamu nendang perut Mommy?"


"I-itu artinya, kamu sudah mulai aktif di dalam perut Mommy. Iya?"


"Huaaa ... Mommy senang banget, akhirnya kamu sudah bisa merespon ucapan Mommy. Ahaa, coba sekali lagi ya. Kalau kamu benar-benar sayang sama Mommy, sekarang tendang perut Mommy yang keras banget. Oke? Mommy hitung ya, satu ... Dua ... Ti--"


Dugh!


"Aaargghh ... Haha ...."


Meskipun begitu, Moana tetap senang. Setelah menerima respon sekencang itu dari anaknya, tandanya dia memang benar-benar sangat menyayangi Mommy.


Teriakan Moana yang cukup menggelegar di dalam kamar mandi, kini telah berhasil menarik perhatian Ernest yang sedang duduk santai memainkan laptopnya.


Tanpa di sadari, Ernest langsung berjalan cepat dengan langkah panjangnya mendekati pintu kamar mandi. Kemudian dia menggetuk pintu nya tanpa henti.


"Hei, buka pintunya!"


"Apa kau di dalam baik-baik saja? Apa ada sesuatu yang terjadi pada anakku?"

__ADS_1


"Moana? Cepat katakan sesuatu, sebelum aku mendobrak pintunya!"


Moana yang masih tertawa kecil bercanda bersama anaknya, seketika di kejutkan oleh suara yang benar-benar di luar dugaan.


"I-itu suara Tuan Ernest 'kan? Ke-kenapa suaranya terdengar sangat panik? Jangan-jangan teriakanku tadi, bisa menembus telinganya? Wah, itu artinya dia sudah mulai peduli denganku, begitu?"


Senyuman kecil mulai terukir di sudut bibir Moana tanpa di sadari, tetapi di persekian detik langsung kembali ke semula.


"Huhh, aku lupa. 'Kan di dalam perut ini ada anaknya, jelas saja dia hanya mengkhawatirkan anaknya. Mana mungkin dia peduli denganku, jadi buat apa juga aku merasa senang. Aneh!"


Moana berbicara sambil melirik ke arah pintu yang masih di ketuk oleh suaminya. Sampai akhirnya Moana berteriak agar Ernest mendengar suaranya, sebab Moana sangat malas untuk membukakan pintunya.


"Tidak, anakmu baik-baik saja. Aku hanya tidak sengaja menumpahkan sampoku!"


Setelah mendengar itu, entah mengapa wajah panik Ernest langsung berubah drastis menjadi senyuman miring.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2