
"Ma-maaf, Bu-bunda memang suka heboh orangnya. Jadi--"
"Tak masalah, saya cuman takut bila raut wajah bahagia itu akan berubah menjadi kehancuran!"
Kata-kata Moana terbilang sopan, tetapi sedikit mencubit hati Ernest. Biasanya Moana tidak pernah bersikap sedingin ini, tetapi hari ini berbeda.
Ernest kembali terdiam, dia hanya melihat ke arah tangga dimana kedua orang tuanya turun dalam wajah yang begitu senang.
Moana pun berdiri menyambut kedatangan kedua orang tua Ernest, setelah itu mereka duduk bersama. Moana yang terlihat gugup dan tersenyum sedikit menundukkan kepalanya.
"Hai, Cantik. Siapa namamu?" tanya Bunda Ernest, bola matanya berbinar sangat bahagia.
"Sa-saya, Moana, Tante." jawab Moana tersenyum kikuk.
"Wahh ... Nama yang cantik, sama seperti orangnya. Ternyata anakku seleranya bagus juga ya, Bunda kira dia akan membawa wanita berambut pirang-pirang gitu. Nyatanya malah bidadari yang di bawa."
Bunda Ernest berhasil membuat pipi Moana memerah seperti kelebihan memakai blush on. Sementara Ernest, dia berusaha tetap setia dengan sikap dinginnya yang tidak banyak berbicara.
"Bunda, sudahlah kasian Moana. Dia pasti sangat malu mendengar mertuanya memujinya. Ohya, perkenalkan nama saya Sakha dan ini Elice, istri saya."
Moana hanya menganggukan kepalanya. Tanpa di sadari sikap seperti inilah yang sebenarnya mereka inginkan dari Ernest ketika memilih pasangan. Akan tetapi, sekalinya Ernest membawa seorang wanita benar-benar langsung ngena banget di hatinya.
__ADS_1
Elice Claretta Raymond, Mamah dari Ernest yang berusia 50 tahun. Elice merupakan Ibu rumah tangga yang sangat sosialita dan juga berkharisma.
Sakha Adrastos Raymond, Papah dari Ernest yang berusia 54 tahun. Sakha merupakan CEO di perusahaan keluarganya yang sudah turun temurun.
Di saat Elice dan Sakha sedang asyik berbincang dengan Moana, tiba-tiba satu kalimat sangat indah berhasil membuat mereka terkejut bukan main. Termasuk Moana sendiri yang tidak menyangka bila Ernest memutuskan semua begitu cepat.
"Sudah jangan banyak basa-basi lagi, Ernest ingin menikahi Moana 1 bulan dari sekarang!"
"Wah, Bunda ikut senang mendengar kabar baik ini." jawab Elice, wajahnya sangat berseri.
"Tunggu dulu, Bun. Sepertinya ada yang janggal, aku sangat tahu anakku. Jadi, sebenarnya ada apa ini? Kenapa kau mengadakan pernikahan secepat itu?" tanya Sakha, penuh keseriusan.
Moana hanya terdiam menundukkan kepalanya, sebab dia sangat malu bila harus mengatakan kondisinya yang hamil di luar nikah. Meskipun itu tanpa di sengaja, tetap berhasil membuat harga diri Moana benar-benar hancur.
Ernest langsung mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya, atas kejadian yang terjadi pada mereka di Apartemen.
Setelah mendengar semua itu wajah kedua orang tua Ernest langsung berubah menjadi syok. Ternyata benar dugaan Sakha, kalau ada sesuatu yang telah terjadi pada anaknya.
__ADS_1
Elice pun tak percaya, anak yang terkenal dingin dan cuek bisa semudah itu menghamili anak orang hanya dengan sekali celub. Itu artinya dia telah melahirkan anak perkasa seperti Ernest.
Namun, keterkejutan mereka bukan berarti mereka tidak menerima kenyataan. Melainkan mereka hanya syok, karena keinginannya sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Kalau mereka akan menimang cucu dalam waktu dekat.
“Mamah tidak ada masalah, malahan Mamah sangat setuju sama pernikahan kalian. Inilah yang kami tunggu-tunggu sejak lama. Iya 'kan, Pah?" tanya Elice, menatap suaminya.
"Ya, mau bagaimana lagi, Mah. Nasi sudah menjadi bubur, kita hanya bisa memberikan restu. Akan tetapi, Papah ingin pernikahan kalian di adakan 2 Minggu lagi dan tidak ada bantahan!" tegas Sakha, menatap anaknya.
Di luar dugaan Moana dan Ernest, ternyata kedua orang tuanya malah merestuinya tanpa adanya perdebatan yang sengit. Belum lagi Sakha meminta pernikahan di adakan lebih cepat dari apa yang Ernest inginkan.
Mau tidak mau Ernest hanya bisa menuruti sang Ayah, dia tidak bisa membantah kedua orang tuanya. Sebab, bagi Ernest restu orang tua adalah restu Tuhannya.
Moana selalu menundukkan kepala, akibat rasa malunya terhadap keluarga besar Ernest. Berbeda sama Ernest yang pasrah oleh keputusan kedua orang tuanya. Setidaknya dia sudah mau bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi pada Moana.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1