
Sampai waktu sudah mulai sore, Ernest belum juga bangun dari tidurnya. Dia masih setia dengan tidur nyenyaknya yang hampir 1 tahun lebih ini tidak pernah dia rasakan, semenjak di tinggal oleh Moana juga Justin.
Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Thoms ingin membawa anak-anak pulang ke rumah, tapi sedikit ada perdebatan di antara kedua orang tua Ernest yang belum puas main bersama cucu-cucunya. Rasa kangen yang mereka simpan memangkan kuat, sampai-sampai mereka belum puas untuk mengajaknya main.
"Maaf, Tuan, Nyonya. Hari sudah semakin sore, saya izin mau bawa anak-anak pulang ke rumah. Apa lagi ini rumah sakit, tidak baik bila anak-anak berada terlalu lama di sini. Jika mau, besok bisa ketemu lagi. Fokus saja pada kesembuhan anak kalian. Dan, saya titip adik saya di sini!"
Suara Thoms yang terbilang khas dan sangat penuh ketegasan membuat kedua orang tua Ernest sedikit takut. Beberapa kali mereka mencoba untuk meminta waktu, tapi sekarang tidak lagi. Kedataran wajah Thoms memang terlihat menyeramkan, hanya saja Elice memiliki cara lain.
Elice segera berlari mendekati ke arah Moana yang sedang duduk di kursi tunggal sambil menggenggam tangan Ernest penuh kasih sayang. Dia mencoba merayu menantunya untuk tidak memisahkannya kembali.
"Na, bantu Bunda bilang sama kakakmu. Izinkan Bunda bawa anak-anak ke Apartemen. Bunda kangen banget sama mereka, Bunda pengen tidur bareng mereka. Please, Bunda mohon!"
Moana menatap wajah Elice yang memang sangat menginginkan semua itu, tapi Thoms bersikeras ubtuk tidak mengizinkannya. Dia akan tetap membawa anak-anak pulang sebelum semua permasalahan Ernest dan Moana selesai.
"Tidak! Kalian tidak bisa membawa anak-anakku tanpa seizinku. Meskipun mereka ponakanku, tapi semenjak Ernest tidak mengakuinya maka mereka sudah menjadi anak-anakku. Dan kalian tidak berhak merebutnya dariku!"
Moana langsung berdiri, lalu menghadap ke arah Thoms yang sedang menatap kesal ke arah Elice. Bagaimana tidak kesal, Elice benar-benar pintar mencari kelemahan Thoms sehingga Moana yang menjadi pelantaranya.
"Kak, sudahlah. Ini di rumah sakit, kakak enggak boleh seperti itu. Ingat, bagaimana pun umur mereka jauh lebih tua dari kakak. Jadi, hargai mereka sebagai orang tua. Mungkin mereka kangen sama cucu-cucunya, jadi biarkan saja sehari dua hari. Toh, kakak juga memang bisa mengurus mereka? Tidak bukan. Apa lagi kakak sudah ada kerjaan mendadak, bisa-bisa anakku tidak akan ke urus olehmu!"
__ADS_1
"Sudah biarkan sama anak-anak sama Oma, Opanya. Kalau kakak tidak percaya, kakak bisa mengirimkan 5 anak buah kakak untuk menjaga anak-anak. Gampang bukan? Mereka juga tidak keberatan, yang penting mereka bisa main dengan cucunya dan kakak bisa bekerja dengan santai tanpa beban. Simpel?"
Thoms tidak bisa berkutik lagi kalau Moana sudah mengatakan semua itu. Bukan berarti Thoms takut pada adiknya, melainkan apa yang Moana katakan memang benar. Ibarat kata Thoms mengurus Justin yang sudah mulai bisa melakukan semuanya sendiri itu sudah terbilang susah. Lantas, bagaimana dia bisa menjaga dan mengurus 2 anak sekaligus tanpa Moana?
Huhh, bisa-bisa Thoms langsung jadi setres ketika harus menghadapi sifat anak-anak Moana, tidak bagus juga kalau secara tiba-tiba ada berita seorang King Mafia mendadak gila karena tingkah seorang anak kecil. Jadi, suka tidak suka Thoms akhirnya menyetujuinya. Akan tetapi, dia juga harus memastikan terlebih dahulu. Apakah Justin benar-benar ingin bersama kedua orang tua Ernest atau tidak.
"Justin, liat papah sini. Justin mau ikut Oma atau papah, hem?" tanya Thoms sudah menyamakan tinggi Justin. Di mana wajah Justin menatap ke arah semuanya secara bersamaan.
"Ju-justin mau ikut Mommy aja. Justin mau di sini jagain Daddy. Kasihan kalau Mommy jagain Daddy sendirian. Jadi Justin---"
"Sayang, dengerin papah. Anak kecil seusia Justin dan Barra tidak boleh berada lama-lama di rumah sakit seperti ini. Batasan anak kecil hanya sampai sore hari, karena kalau anak kecil malam-malam masih nginap di rumah sakit lalu ketahuan sama dokter, bisa-bisa dia akan di suntik. Justin mau?"
"Makannya itu, Justin ikut papah pulang aja ya. Kita main di rumah sama Ade, kasihan Ade pasti capek banget. Jadi, kita pulang sekarang. Oke?" ucap Thoms membujuk Justin sambil ingin berjos ria bersama ponakannya.
"Pah, kalau kali ini Justin dan Ade ikut Oma sama Opa, gapapa 'kan? Kasihan Oma sama Opa pasti kangen sama Justin dan Ade," jawab Justin, menatap ke arah Elice yang menganggukan kepalanya. Dan Sakha yang selalu memeluk Barra ketika tidur sambil duduk.
"Tuan, saya mohon izinkan saya dan istri saya membawa cucu-cucu kami sebagai obat rindu. Setelah anak kami sadar, dan masalah mereka belum selesai kami janji. Kami tidak akan memaksanya lagi, kami akan menunggu mereka baikan baru kami bisa kumpul bersama dengan cucu-cucu kami," sahut Sakha, berusaha meyakinksn Thoms yang sedikit bimbang.
Thoms menatap wajah Justin beberapa detik, kemudian beralih menatap ke arah Moana yang tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah, papah akan izin Justin sama Ade nginep di rumah Oma Opa. Tapi, harus sama om-om yang biasa menjaga Justin sama Ade. Mereka akan tetap ikut dan akan selalu ada di dekat kalian sampai kapan pun. Setuju?"
"Iya, Pah. Terserah, papah aja. Justin nurut apa kata papah, yang penting Justin bisa nemenin Oma dan Opa di rumah sampai Daddy bangun lagi."
Thoms mengusap kepala Justin, lalu berdiri menatap ke arah semuanya secara bergantian. Setelah itu Thoms mengizinkan ponakannya ikut pulang bersama kedua orang tua Ernest.
Di situ terlihat jelas bagaimana bahagianya kedua orang tua Ernets saat mereka bisa kembali kumpul bersama cucu-cucunya. Baik cucu kandung maupun sambung, mereka tetap cucu kesayangannya yang tidak akan mereka beda-bedakan satu sama lain.
Setelah itu, mereka pun segera berpamitan pada semuanya untuk segera pulang ke Apartemen sebelum kena peringatan oleh suster atau dokter yang berjaga-jaga untuk mengecek situasi di rumah sakit.
Kelima bodyguard Thoms kerahkan untuk selalu mengawasi mereka. Terutama Justin dan Barra, Thoms tidak ingin mereka kembali lalai dalam menjaga kedua anak tersayangnya. Dan, tidak lupa Thoms juga menyuruh salah satu bodyguardnya untuk mengambil semua keperluan Justin dan Barra di rumah untuk di bawa ke penginapan mereka.
Kali ini, Thoms benar-benar memastikan keselamatan anak-anaknya agar tidak sampai kejadian tadi terjadi kembali dengan pengawasan yang cukup ketat. Sementara Thoms akan menemani Moana di rumah sakit untuk menunggu Ernest membuka mata, barulah Thoms bisa tenang tidak lagi begitu mengkhawatirkan kondisi adik kesayangannya itu.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...